KKN UAD Suguhkan ‘Apoteker Cilik’

0
154

Anggi Ayu Pramesti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi angkatan 2016 menyuguhkan “apoteker cilik” sebagai program kerja (proker) individu pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UAD periode ke-76. Sesuai dengan namanya, apoteker cilik ini menjadi cara pengenalan tentang apoteker kepada anak-anak. Kebanyakan yang dikenal selama ini adalah dokter, makanya sudah saatnya anak-anak pun tahu tentang profesi sebagai apoteker.

Apoteker merupakan orang yang berada di balik layar. Ibaratnya, profesi tersebut ialah sebuah induk dari dunia kesehatan dan obat. Dokter selama ini bertugas mendiagnosis, tapi tanpa adanya obat pasti tidak bisa menyembuhkan. Artinya, apoteker berperan besar karena ahli dalam ilmu obat-obatan, membuat obat, dan mengedukasi pasien.

Anggi Ayu Pramesti saat mengenalkan apoteker cilik pada Jumat 14 Februari 2020 di SD N Mentel 1 yang terletak di Desa Hargosari.

Uniknya, sasaran Anggi dalam proker ini adalah anak-anak Sekolah Dasar (SD) Negeri Mentel 1 kelas satu. Otomatis, ia harus menjelaskan dengan cara berbeda. Ia menyebut bahwa apoteker adalah teman dokter dan perawat. Saat periksa ke dokter, lalu diberi resep atau diminta menebus obat maka akan bertemu dengan apoteker.

Selain itu, mahasiswa asal Riau itu mengenalkan obat-obat sintetis dan tradisional. Seperti ada obat bebas, bebas terbatas, golongan obat jamu, psikotropika, dan fitofarmaka. Ia juga berbagi ilmu membuat puyer, dari cara melipat bungkus puyer sampai mengisinya dengan tepung.

Sempat terkendala karena ada siswa yang menangis, tetapi proker apoteker cilik tetap berlangsung dan semuanya teratasi. Anggi menjalani kegiatan ini dengan santai. Anak-anak juga diajak bermain ular tangga dan kosong-kosong botol. Harapannya setelah proker terlaksana, anak-anak tertarik dengan dunia apoteker dan bisa menyebutkan dalam cita-cita mereka. (Dew)