Komunitas Teater UAD Lebarkan Sayap

0
179

 

seniman teater jab melakukan aksi panggung

Teater JAB Pentaskan Naskah “Jembatan”

 

 

Dunia seni kini memang semakin berkembang. Dalam perkembangannya, ternyata tidak sedikit masyarakat yang masih kurang memahami arti seni yang sesungguhnya. Pemahaman yang kurang ini membuat sebagian orang memandang sebelah mata terhadap seni itu sendiri. Padahal dengan seni maka kehidupan semakin berwarna. Contohnya, baru-baru ini seorang anggota BRIMOB mendadak terkenal karena aksinya mengekspresikan jiwa seni dengan melakukan lipsing lagu-lagu India.

UAD merupakan perguruan tinggi yang memiliki apresiasi baik terhadap seni. Ada beberapa komunitas teater di UAD. Komunitas teater ini dijadikan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang seni. Salah satu di antaranya yaitu komunitas Teater JAB (Jaringan Anak Bahasa).

Rabu, (13/4) malam Teater JAB turut meramaikan acara ASI-ASE (Apresiasi Seni Intern dan Apresiasai Seni Ekstern) XIII. Teater JAB menampilkan sebuah dramatisasi puisi “Jembatan” karya Sutardji Colzoum Bachri yang disutradarai oleh Dani Susiati (Dan Tuhil).

“Saya bersyukur karena dapat dikatakan pentas ini sukses walaupun persiapan memang cukup mepet. Semoga bisa menjadi pemicu bagi anggota teater JAB yang baru dan pastinya saya bangga dengan semangat para pemain”, tutur Dani seusai pementasan.

Tema nasionalis yang diangkat memberi warna lain dibanding dengan pementasan yang disajikan komunitas lain seperti Sanggar 28 TERKAM, Yuli Pantomime, KAPMI, dan Teater Tetris. Hal tersebut terlihat respon positif dari penonton dengan riak tepuk tangan meriah.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 13-15 April 2011 dimulai pukul 20.00 WIB, di Auditorium IST AKPRIND, Yogyakarta ini merupakan acara tahunan. Selain teater JAB teater Ruang 28 UAD juga memeriahkan pentas tersebut pada hari kamis (14/04). Ketua panitia Bambang Hermawan berharap agar acara ini dapat menjadi inspirasi bagi para teaterawan khususnya dan para pecinta seni pada umumnya untuk dapat terus berkarya dan berani mengekspresikan diri keluar. (FM)

 

 

seniman teater jab melakukan aksi panggung

Teater JAB Pentaskan Naskah “Jembatan”

 

 

Dunia seni kini memang semakin berkembang. Dalam perkembangannya, ternyata tidak sedikit masyarakat yang masih kurang memahami arti seni yang sesungguhnya. Pemahaman yang kurang ini membuat sebagian orang memandang sebelah mata terhadap seni itu sendiri. Padahal dengan seni maka kehidupan semakin berwarna. Contohnya, baru-baru ini seorang anggota BRIMOB mendadak terkenal karena aksinya mengekspresikan jiwa seni dengan melakukan lipsing lagu-lagu India.

UAD merupakan perguruan tinggi yang memiliki apresiasi baik terhadap seni. Ada beberapa komunitas teater di UAD. Komunitas teater ini dijadikan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang seni. Salah satu di antaranya yaitu komunitas Teater JAB (Jaringan Anak Bahasa).

Rabu, (13/4) malam Teater JAB turut meramaikan acara ASI-ASE (Apresiasi Seni Intern dan Apresiasai Seni Ekstern) XIII. Teater JAB menampilkan sebuah dramatisasi puisi “Jembatan” karya Sutardji Colzoum Bachri yang disutradarai oleh Dani Susiati (Dan Tuhil).

“Saya bersyukur karena dapat dikatakan pentas ini sukses walaupun persiapan memang cukup mepet. Semoga bisa menjadi pemicu bagi anggota teater JAB yang baru dan pastinya saya bangga dengan semangat para pemain”, tutur Dani seusai pementasan.

Tema nasionalis yang diangkat memberi warna lain dibanding dengan pementasan yang disajikan komunitas lain seperti Sanggar 28 TERKAM, Yuli Pantomime, KAPMI, dan Teater Tetris. Hal tersebut terlihat respon positif dari penonton dengan riak tepuk tangan meriah.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 13-15 April 2011 dimulai pukul 20.00 WIB, di Auditorium IST AKPRIND, Yogyakarta ini merupakan acara tahunan. Selain teater JAB teater Ruang 28 UAD juga memeriahkan pentas tersebut pada hari kamis (14/04). Ketua panitia Bambang Hermawan berharap agar acara ini dapat menjadi inspirasi bagi para teaterawan khususnya dan para pecinta seni pada umumnya untuk dapat terus berkarya dan berani mengekspresikan diri keluar. (FM)