Malaysia Punya Cerita

283

Setiap tahun, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima banyak mahasiswa asing dari berbagai negara untuk melakukan studi. Baik dari kawasan Asia, seperti Malaysia, Thailand, Tiongkok, Korea Selatan, dan lain-lain, maupun Eropa.

Untuk memperkenalkan budaya dari negara-negara tersebut, maka Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD mengadakan acara pengenalan budaya. Dan, yang pertama adalah Malaysia, yakni dengan tema “Malaysia Punya Cerita”.

Acara yang diadakan Jum’at (16/10/2015) dan bertempat di ruang sidang utama kampus I UAD Jalan Kapas 09, Semaki, Umbulharjo tersebut dihadiri oleh lebih dari 40 peserta dari mahasiswa berbagai fakultas di UAD.

Sebanyak 7 mahasiswa semester 3 berasal dari Universitas Malaya, Malaysia, yang merupakan program Student of Change mempresentasikan berbagai macam budaya Malaysia. Di antaranya segi adat istiadat, pakaian, makanan, tarian, tempat-tempat wisata, serta permainan tradisional. Mereka adalah Abdul Hadi, M. Shahzuwan, Amin, Nurul Afiqah, Bazlin, Nur Shafwah, dan Iman, yang saat ini tengah menempuh studi pada jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UAD.

“Sebenarnya tidak begitu sulit untuk memperkenalkan budaya kami kepada masyarakat Indonesia, karena persamaannya lebih banyak daripada perbedaannya, apalagi dari makanan. Jika di Malaysia terdapat nasi lemak, maka di Indonesia ada nasi uduk. Begitu pula gamelan, di Malaysia juga ada,” kata Afiqah.

Memang, perbedaan dari Malaysia dan Indonesia hampir tidak bisa dilihat. Hal ini karena kedua negara ini merupakan satu rumpun, yakni Melayu. Afiqah menambahkan, “Mungkin yang sedikit berbeda hanya dari pakaian resmi. Jika di Indonesia, batik merupakan pakaian resmi. Di Malaysia pakaian resminya adalah baju kurung.”

“Ada satu hal yang saya kagumi dari masyarakat Indonesia, yaitu keramahannya. Saya dapat belajar banyak tentang cara harus menyikapi keadaan orang di sekitar, persaudaraan, juga bertoleransi. Kelak, itu akan saya bawa ke Malaysia, karena sesungguhnya ilmu itu dapat berguna setelah diterapkan ke masyarakat luas,” tutup Afiqah. (AKN)