Menjadi Wanita yang Berperan Bukan Baperan

223

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) mengadakan acara Friday Shalihah. Sebuah ruang diskusi khusus untuk perempuan yang mengundang Wardah Imaniah selaku Sekretaris Umum PC IMM Djazman Al-Kindi sebagai narasumber. Tema kali menarik ini yaitu “Menjadi Wanita yang Berperan Bukan Baperan”.

Bawa perasaan (baper) merupakan hal yang berlebihan. Sebenarnya, terkait perasaan merupakan fitrah. Pasti semua orang mempunyai perasaan pada lawan jenis. Kecuali memang punya kelainan, kemudian tidak bisa merasa.

Wardah dari Program Studi (Prodi) Psikologi angkatan 2016 menjelaskan, “Dalam Psikologi, memang ada seseorang yang memiliki emosi berlebih sehingga dikatakan baper. Hal itu menjadikan tingkat kroditnya perasaan. Bahkan, tanpa disadari baper membawa dampak buruk bagi diri penderita. Mengakibatkan perempuan mandek bergerak atau tidak produktif. Hal ini tidak boleh dibiarkan, harus diberantas dengan solusi yang tepat.”

IMM Psikolog FEB UAD

Mengalihkan rasa baper dapat dilakukan dengan mengenali emosi. Emosi tidak hanya terkait dengan marah, namun ada bahagia dan sedih. Baper sering tertanam ke dalam pemikiran perempuan. Karena perempuan didominasi dengan hati dan perasaan. Perasaan harus diolah dan dikontrol. Ketahui dahulu karakteristik diri untuk mengontrol perasaan. Selanjutnya, mengarahkan hati dan pikiran pada hal-hal yang positif.

“Perempuan harus memiliki peran di masa kini. Tidak akan mampu bergerak ketika tidak paham diri sendiri dan tugas yang diemban. Kurangi baper, perempuan sebagai individu yang merdeka harus mampu meng-upgrade diri. Apalagi kini lahan diskusi terbuka banyak dan tidak hanya untuk laki-laki,” pesannya pada 22-11-19 di Kampus I UAD. (Dew)