Network dan Berani Berwirausaha, Siapa Takut!

0
161

“Setiap saya mengembangkan usaha, selalu melibatkan orang terdekat, khususnya mahasiswa UAD. Salah satu tujuan mendirikan usaha adalah untuk memberdayakan orang,” kata Azwar Abbas, S.Pd., M.Hum., yakni pengusaha Tour and Travel yang juga menjadi dosen Pendidikan Bahasa Inggris.

Dosen yang pernah menjadi Kaprodi Pendidikan bahasa Inggris (PBI) tersebut mengaku, salah satu kunci suksesnya adalah melepaskan gengsi, termasuk status sebagai dosen. Ia mengajak alumni UAD untuk kerja bersama menjalankan usahanya dengan bagi hasil.

Selain Abbas, ada juga alumni PBI, Seliawati S.Pd . yang menjadi usahawan yaitu Owner Bunda Laundry & Pengusaha Mainan Bayi.

Ia mengatakan bahwa rasa ingin tahulah yang membawanya menjadi usahawan sukses. Meskipun meniru, ia tetap menggunakan kreativitasnya. Sedikit dimodif agar berbeda dan lebih punya khas. Selama ini, sudah banyak usaha yang ditekuni, dari menjual batik, plastik, kelontong, dan beberapa usaha lainnya. Namun untuk saat ini, Esti dan suaminya menjalankan bisnis laundry dan kuliner.

Esti menghimbau kepada alumni yang ingin mencoba dunia wirausaha, janganlah menganggap waktu sebagai penghalang, karena yang menentukan adalah kita sendiri.

“Kalau kita mau, semuanya bisa dilakukan. Kalau melakukan sesuatu lakukanlah sekarang, apa lagi sekarang lebih mudah karena HP bisa membantu untuk usaha,” kata Esti saat diskusi Obrolan Angkringan Kamada, Keluarga Alumni Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Sabtu, (20/11/2015) di Jalan Veteran 120 UH IV Veteran 120 UH IV.

Acara yang juga dihadiri para alumni UAD ini, juga menghadirkan Wakil Rektor III Dr. Fadlil. M.T. dan Triantoro Safaria, S.Psi., Ph.D. selaku  kepala Career Development Center (CDC). Acara diskuti perdana ini mengangkat tema “Network dan Berani Berwirausaha, Siapa Takut”.

Selain beberapa alumni tersebut, Tuti bersama suaminya, Singit, juga memberikan pengalamannya kepada alumni. Bergerak bersama, setelah berkali-kali melakukan usaha terpisah dengan suaminya tidak berhasil, akhirnya mereka berhasil setelah mereka kerja sama.

“Konsisten adalah kuncinya. Rezeki tidak melulu materi, tapi bertahan dalam melakukan suatu juga merupakan rezeki,” begitulah yang dilakukan selama ini.

Mereka berharap acara Kamada ini terus berlanjut dan semakin membangun relasi dengan siapa pun agar ada masukan.