Nonton Bareng dan Bedah Film Si Anak Kampoeng

0
230

Perfilman di Indonesia kini semakin beragam. Ada film dengan genre roman, komedi, dan laga. Salah satu yang menarik adalah film yang mengangkat perjuangan seseorang dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Oleh karena itu, Sabtu (21/5/11), pukul 19.00-22.00 WIB, di Ruang 203, Kampus III UAD dalam rangka memperingati milad FKM ke-9, IMM mengadakan acara nonton bareng dan bedah film Si Anak Kampoeng. Tema yang diangkat adalah “Memberikan Sumber Inspirasi bagi Generasi Muda Muhammadiyah Khususnya dan Kader Muhammadiyah Umumnya tentang Arti Perjuangan dalam Mencapai Cita-Citanya”.

Acara ini dilaksanakan untuk memberikan motivasi dan inspirasi mahasiswa untuk terus berkarya dan menyampaikan pesan-pesan yang tersirat dalam film. Akhid Mudayana selaku pemateri dalam bedah film tersebut mengangkat beragam fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sering kali tidak memanfaatkan segala fasilitas yang ada. Keseriusan dalam studi juga tidak diwujudkan.

Sementara kita melihat bahwa masih banyak masyarakat lain yang untuk mencapai cita-citanya butuh perjuangan yang besar. Kasus seperti seorang siswi di salah satu sekolah dasar harus berjalan kaki berkilo-kilo meter dan menyeberangi sungai besar demi dapat sampai di sekolahnya. Melihat hal ini tentu saja sangat miris jika dibandingkan dengan fenomena pelajar maupun mahasiswa yang semaunya sendiri sementara sarana prasarana yang dimilikinya sudah lengkap. Hidup adalah berjuang. Berjuang berarti menciptakan dan juga menghasilkan karya. Karya seperti apa yang dihasilkan tentu seiring dengan bagaimana perjuangan yang telah dilakukan juga.

“Dengan adanya nonton bareng dan bedah film Si Anak Kampoeng ini harapannya dapat membangkitkan semangat para mahasiswa untuk meraih cita-citanya dan menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya.” ujar Indah Kurniasih, semester II, FKM UAD, selaku ketua panitia. (FM)

Perfilman di Indonesia kini semakin beragam. Ada film dengan genre roman, komedi, dan laga. Salah satu yang menarik adalah film yang mengangkat perjuangan seseorang dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Oleh karena itu, Sabtu (21/5/11), pukul 19.00-22.00 WIB, di Ruang 203, Kampus III UAD dalam rangka memperingati milad FKM ke-9, IMM mengadakan acara nonton bareng dan bedah film Si Anak Kampoeng. Tema yang diangkat adalah “Memberikan Sumber Inspirasi bagi Generasi Muda Muhammadiyah Khususnya dan Kader Muhammadiyah Umumnya tentang Arti Perjuangan dalam Mencapai Cita-Citanya”.

Acara ini dilaksanakan untuk memberikan motivasi dan inspirasi mahasiswa untuk terus berkarya dan menyampaikan pesan-pesan yang tersirat dalam film. Akhid Mudayana selaku pemateri dalam bedah film tersebut mengangkat beragam fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sering kali tidak memanfaatkan segala fasilitas yang ada. Keseriusan dalam studi juga tidak diwujudkan.

Sementara kita melihat bahwa masih banyak masyarakat lain yang untuk mencapai cita-citanya butuh perjuangan yang besar. Kasus seperti seorang siswi di salah satu sekolah dasar harus berjalan kaki berkilo-kilo meter dan menyeberangi sungai besar demi dapat sampai di sekolahnya. Melihat hal ini tentu saja sangat miris jika dibandingkan dengan fenomena pelajar maupun mahasiswa yang semaunya sendiri sementara sarana prasarana yang dimilikinya sudah lengkap. Hidup adalah berjuang. Berjuang berarti menciptakan dan juga menghasilkan karya. Karya seperti apa yang dihasilkan tentu seiring dengan bagaimana perjuangan yang telah dilakukan juga.

“Dengan adanya nonton bareng dan bedah film Si Anak Kampoeng ini harapannya dapat membangkitkan semangat para mahasiswa untuk meraih cita-citanya dan menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya.” ujar Indah Kurniasih, semester II, FKM UAD, selaku ketua panitia. (FM)