Pelatihan POC dan Silase KKN UAD

0
93

“Pupuk Organik Cair (POC) adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman atau hewan. Pupuk ini mengalami rekayasa berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memasok bahan organik guna memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pemberian pupuk organik cair akan lebih efektif jika diberikan pada daun dibandingkan pada akar,” jelas Pidianto, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terjun Februari lalu.

Pidianto mempraktekkan pembuatan pupuk organik cair saat penyuluhan warga Pucangsari

POC dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan daun, serta pembentukan akar pada tanaman leguminosae. Sehingga, manfaatnya dapat meningkatkan struktur tanaman menjadi kokoh dan kuat, merangsang pertumbuhan percabangan, meningkatkan pembentukan bunga dan calon buah, serta mengurangi gugurnya daun, bunga, dan calon buah. POC juga digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan tanaman taman gizi keluarga.

“POC mampu meningkatkan kesuburan taman gizi keluarga. Tanaman itu seperti serai, cabai, terong, pepaya, lengkuas, jahe, kunyit, bayam, dan sawi. Dengan suburnya taman gizi, pemenuhan kebutuhan konsumsi sayur menjadi terpenuhi, dan tidak perlu lagi membeli. Manfaatkanlah tanaman di sekitar lingkungan dusun, dan beri POC,” lanjut Pidianto di depan warga dusun Pucangsari, Candirejo, Semanu, Gunungkidul.

Selain POC, ia juga mengajarkan membuat silase. Silase adalah pakan ternak olahan yang dibuat dengan cara fermentasi. “Silase memiliki manfaat yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak kasar, serta serat kasar, yang lebih tinggi dibandingkan dengan pakan non-silase. Ternak (sapi dan kambing) akan menyerap nutrisi lebih maksimal, sehingga lebih sehat dan gemuk,” tutupnya.

“Penjelasan Pidianto sangat bermanfaat bagi warga dusun. Semoga ilmu yang diajarkan bisa terus dilanjutkan oleh warga,” tutur Tugiran selaku dukuh Pucangsari. (JM)