Peluncuran Produk Kewirausahaan Sosial FKM UAD

123

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selain berkecimpung pada dunia kesehatan, kini ikut serta meramaikan bidang kewirausahaan peluncuran produk kewirausahaan sosial FKM berupa MP-ASI Organik Baby Maem. Hal ini menjadi salah satu kontribusi nyata FKM UAD yang bekerja sama dengan KUBI UAD.

Lina Handayani, SKM., M.Kes., Ph.D. selaku Dekan FKM mengungkapkan, konsep besar ini berbasis pada kewirausahaan sosial. Kewirausahaan tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga kebermanfaatan. Oleh karena itu, Baby Maem MP-ASI Organik hadir dari mahasiswa FKM yang ingin kontribusi mengenai masalah gizi pada anak. Mereka tidak hanya berkontribusi dengan edukasi atau pengabdian ke masyarakat saja. Lebih dari itu, yakni dengan kewirausahaan atau yang sering disebut socio entrepreneurship.

Dekan FKM melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol launching produk Baby Maem

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan se-DIY, Perwakilan Dinas UMKM, Dinas Perdagangan, sivitas akademika UAD, serta perwakilan masyarakat yaitu kader kesehatan wilayah Banguntapan. Bertempat di Auditorium D Kampus III UAD, antusias tamu undangan sangat tinggi dan merespons baik. Mereka memberikan saran dan masukan demi inovasi Baby Maem.

Produk Baby Maem ini diinisiasi oleh alumni dan mahasiswa FKM di bawah bimbingan langsung oleh Fakultas dan KUBI UAD. Berawal dari hibah pengembangan produk dari perusahaan swasta Japfa Foundation, sejumlah mahasiswa ini serius mengembangkan usaha MP-ASI organik menu 4 bintang dengan tagar #MpASIcegahStunting, #MPASIantiStunting, #MPASIMenu4Bintang, dan berkonsep kewirausahaan sosial.

Baby Maem berkomitmen untuk dapat berkontribusi pada pemenuhan MP-ASI dengan gizi seimbang. Banyak ibu yang beranggapan bahwa dengan memberikan banyak sayur kepada anaknya adalah hal yang baik. Padahal, 2/3 otak anak terbentuk oleh protein dan lemak atau anak kebutuhan utamanya bukanlah serat, yang mana hanya menyumbang 1 di bawah 10% kebutuhan anak. Oleh karena itu, Baby Maem mengatakan bahwa pada usia tumbuh kembang bayi hingga 2 tahun yang secara berurutan adalah karbohidrat protein, lemak, dan vitamin/mineral.

“Baby Maem bukan hanya kewirausahaan semata, tetapi dapat berkontribusi pada kesehatan anak di Indonesia dengan program kolaborasinya bersama beberapa pihak,” harap Hasotia selaku ketua Baby Maem.

“Tujuan peluncuran Baby Maem sendiri ialah memperkenalkan dan mempromosikan bahwa FKM mempunyai produk-produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, tentunya dalam bidang kesehatan,” tutur Dekan FKM saat diwawancarai di Kantor TU FKM pada Kamis, (19-12-2019). (Chk)