Taaruf Mahasiswa Baru dengan Tiga Ortom UAD

0
315

Masa Taaruf (Masta) adalah agenda rutin yang dilaksanakan pada saat Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). “Mewujudkan Generasi Intelektual Berkemajuan dengan Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah” ialah tema Masta yang diangkat pada P2K 2019. Ilmu amaliah artinya, setiap ilmu yang seseorang dapatkan harus diamalkan. Sementara amal ilmiah artinya, sebelum mengamalkan ilmu seharusnya mempunyai suatu landasan ilmu yang kuat.

Anandito Wicaksono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2016 selaku Ketua Masta 2019 menjelaskan, “Ketika pihak kampus memutuskan P2K tidak di GOR Amongrogo lagi, pasti akan memunculkan perbedaan. Perbedaannya terletak pada stage performance, semua digabungkan. Tahun lalu Hisbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sendiri-sendiri. Antara Organisasi Otonom (Ortom) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi terpisah. Sekarang sudah berkolaborasi. Ibarat kata, sekarang memakai rumah kita sendiri atau di zona masing-masing. Walaupun terpencar-pencar, tapi Masta dilakukan serentak jadi semuanya bisa sama rasa.”

Rangkaian kegiatan Masta cukup beragam. Di kelas, diperkenalkan persyarikatan kepada mahasiswa baru, selain itu juga mengenalkan tentang Muhammadiyah, indahnya menjadi kader persyarikatan, dan memperkenalkan kegiatan-kegiatan dari tiga Ortom.

Harapan panitia, di mana bumi berpijak maka di situ langit dijunjung. Artinya mahasiswa harus memakmurkan persyarikatan, memakmurkan Ortonom, dan menjunjung tinggi kampus yang ditempati sekarang. Kalau sudah masuk ke kampus Muhammadiyah, tidak boleh berproses setengah-setengah. Harus terjun langsung, merasakan dakwah dari Muhammadiyah dalam wujud amal usahanya.

“Proses kepanitiaan Masta dari Juli. Konsep baru menjadi kendala karena harus memperbarui konsep lama, walaupun tidak semua. Pendistribusiannya harus lebih jeli. Membuat susunan acaranya pun tidak mudah. Kebetulan teman-teman Tapak Suci sedang ada kejuaraan dunia, sehingga anggotanya menjadi berkurang. Alhamdulillah alumni dan pihak kampus terus mendukung suksesnya Masta tahun ini. Segala kendala bisa teratasi karena yang namanya Ortom tidak ada istilah dimisioner, jadi tetap bisa terjun ke UAD,” ungkap Anandito . (Dew)