• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Perjalanan Tira Oktavianda: Dari Atlet Silat ke Delegasi Nasional

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Tira Oktavianda, Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tira)

Menurut Tira Oktavianda, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan (PAI FAI UAD), menjadi wisudawan berprestasi bukan hanya soal nilai. Ia menorehkan prestasi gemilang di bidang nonakademik, khususnya di dunia pencak silat dan pengembangan diri.

Beberapa piala dan medali turut menghiasi perjalanan Tira selama masa kuliah. Di antaranya: Juara I Kejuaraan Nasional Pencak Silat Borneo Championship I 2024; Juara I Kategori Seni dan Tanding Kejuaraan Nasional Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup IV 2024; Juara I Tanding Kelas C Putri Kejuaraan Nasional Pencak Silat UPY Cup IV 2023; dan Juara Umum I Turnamen Lampung Championship VI Piala Menpora RI 2023.

Namun, tahun 2024 menjadi titik balik. Di tengah berkembangnya prestasi, Tira harus vakum dari dunia pencak silat karena kondisi kesehatan yang memaksanya istirahat total (bed rest) selama sebulan. Hal tersebut membuatnya berpikir ulang dan memilih fokus pada akademik serta pengembangan diri di bidang lain.

“Saya sempat merasa sangat terpuruk (down), seperti ‘ya sudahlah, sampai di sini saja prestasiku’. Tetapi, setelah pulih, saya sadar masih banyak potensi lain yang bisa saya kembangkan selain di pencak silat,” ungkap Tira.

Pilihan itu membawanya ke pengalaman baru. Ia dipercaya menjadi delegasi LLDIKTI Wilayah V dalam Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Nasional yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek). Dari ratusan peserta di tingkat wilayah, hanya lima orang yang ditunjuk ke tingkat nasional dan Tira adalah salah satunya.

“Saya ini tipe anak yang tidak bisa diam. Kalau tidak sibuk dengan hal positif, saya takut malah terseret ke hal-hal negatif. Jadi, ikut lomba, menjadi delegasi, sampai menjadi volunteer itu semua bagian dari cara saya untuk tetap produktif dan berkembang,” tuturnya.

Di balik semangat dan ketangguhannya, ada sosok yang menjadi pendorong terbesar bagi Tira. “Ibu adalah garda terdepan saya. Apa pun yang saya mau coba, beliau selalu dukung. Di kampus, awalnya pelatih pencak silat banyak berjasa, tetapi setelah vakum, justru Pak Caraka dan tim PKK BIMAWA juga banyak membantu saya menemukan potensi lain,” katanya.

Berkat lingkungan positif, Tira berhasil menguasai berbagai kemampuan baru, dari public speaking, kepemimpinan, hingga manajemen acara nasional. Tak hanya dikenal sebagai jawara silat, ia juga dikenal profesional dan siap menghadapi dunia kerja dengan bekal yang tak kalah kuat dari prestasi akademik. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tira-Oktavianda-Wisudawan-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tira.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:18:252025-08-08 10:18:25Perjalanan Tira Oktavianda: Dari Atlet Silat ke Delegasi Nasional

Cerita Asra Al Habib: Dari Santri hingga Menjadi Atlet Berprestasi

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Asra Al Habib, Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (Foto. Asra)

Membagi waktu antara kuliah, pesantren, dan latihan fisik bukanlah hal yang mudah. Tetapi, bagi Asra Al Habib, wisudawan Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD), hal itu adalah keseharian yang dijalani dengan penuh komitmen dan kesadaran diri.

Selama masa kuliah, Asra menorehkan beberapa prestasi di bidang karate. Ia berhasil meraih: Juara 2 Kumite Senior -67 kg Putra – Festival & Open Tournament Karate Atmajaya Cup I 2023, Juara 2 Kumite -67 Mahasiswa-Karyawan Putra – Gadjah Mada Open Karate Championship 2023, Juara 2 Kumite Perorangan Mahasiswa/Karyawan -67 kg Putra – International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament III 2023, Juara 3 Male Senior Individual Kumite -84 kg – International Garuda Karate Championship “Ratu Kalinyamat Cup” 2023, dan Juara 2 Kumite -75 kg Male – Bali Badung Open Karate International Championship 2023.

Pencapaian tersebut diraih dengan penuh perjuangan. Di balik medali yang didapat, ada keseharian padat yang harus dijalani: menjaga IPK di atas 3,87, menyimak hafalan Al-Qur’an di pondok pesantren mahasiswa di Tamanan, serta menjalani latihan fisik yang disiplin sebagai atlet nasional. “Kadang saya berperan sebagai santri, kadang sebagai mahasiswa, dan kadang sebagai atlet. Mengelola waktu adalah tantangan yang nyata,” ujar Asra.

Motivasi terbesarnya datang dari keyakinan bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk menanam nilai, keterampilan, dan pencapaian yang akan dibutuhkan di masa depan. “Usia muda adalah waktu menanam benih. Hasilnya akan kita panen nanti. Saya tidak ingin masa ini lewat begitu saja tanpa karya,” tuturnya.

Asra mengakui bahwa menyusun skala prioritas dan mengorbankan sebagian kenyamanan adalah harga yang harus dibayar untuk semua prestasi. Namun, ia tidak sendiri. Sosok orang tua menjadi penyemangat utama dalam tiap langkahnya. “Orang tua saya selalu mendoakan yang terbaik. Mereka fondasi saya,” tuturnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Senpai Diva Violina, S.Kom., pelatih karate yang menurutnya sangat sabar dan disiplin. “Tanpa bimbingan beliau, mungkin saya tak akan sejauh ini. Beliau sangat berjasa dalam membentuk mental dan kemampuan saya,” ungkapnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Asra-Al-Habib-Wisudawan-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto.-Asra.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:10:322025-08-08 10:10:32Cerita Asra Al Habib: Dari Santri hingga Menjadi Atlet Berprestasi

Zalfadhia: Setiap Langkah Menjadi Cerita, Hari Ini Adalah Salah Satunya

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Zalfadhia Luthfia Oemardy, wisudawan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zalfa)

Menjadi wisudawan tentu menjadi momen penuh makna, termasuk bagi Zalfadhia Luthfia Oemardy. Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini percaya bahwa setiap proses, sekecil apa pun itu, akan menjadi bagian penting dari cerita panjang hidup seseorang. “Setiap langkah yang saya ambil selama kuliah adalah cerita. Dan hari ini, wisuda, adalah salah satu langkah penting yang saya syukuri,” ujar Zalfa, sapaan akrabnya.

Zalfa menyelesaikan studinya dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Departemen Komunikasi dan Informasi di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP), menjadi tim pelaksana dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2023, serta tergabung dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2024. Selain itu, ia juga berkesempatan mewakili kampus dalam ajang KMI Expo XV 2024 di Universitas Halu Oleo dan ABDIDAYA PPK Ormawa 2023 di Universitas Jember. Baginya, kampus bukan hanya tempat belajar teori, melainkan ruang untuk berproses, berinteraksi, dan bertumbuh bersama.

“Motivasi saya selama kuliah adalah menyelesaikan dengan baik apa yang telah saya mulai. Saya percaya pendidikan tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga membentuk pola pikir dan membuka banyak kesempatan di masa depan,” tuturnya. Di balik semangatnya, ada sosok keluarga yang menjadi kekuatan utama. Ia menyebut kedua orang tuanya, terutama ibu dan ayah, sebagai tokoh paling berperan dalam perjalanan pendidikannya.

Menyeimbangkan akademik, tanggung jawab keluarga, dan aktivitas organisasi menjadi tantangan besar selama masa kuliahnya. Namun, dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta penetapan skala prioritas, semua bisa ia lewati. “Saya mencoba menyelesaikan semua tugas secepat mungkin dan menjaga komunikasi yang baik agar semua tanggung jawab tetap berjalan tanpa saling mengganggu,” katanya.

Dukungan dari teman, dosen, dan lingkungan kampus sangat dirasakannya. Ia mengaku atmosfer kampus yang kondusif membuat proses belajar terasa menyenangkan. “Para dosen sangat mendukung, bukan hanya di kelas, tetapi juga dalam kegiatan luar akademik. Teman-teman juga menjadi penguat saat lelah dan menghadapi tantangan,” ujarnya.

Selama kuliah, Zalfa memetik banyak pelajaran hidup, salah satunya tentang konsistensi dan keterbukaan pada proses. Menurutnya, tidak semua hal berjalan mulus, namun dengan tanggung jawab dan kesabaran, hasil akan datang pada waktunya. Setelah lulus, ia berencana untuk terus mengembangkan diri, baik di dunia kerja maupun lewat pengembangan kemampuan personal. Ia ingin ilmunya memberi manfaat nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Untuk mahasiswa UAD lainnya, ia menitipkan pesan sederhana namun penuh makna, “Gunakan waktu di kampus sebaik mungkin. Belajar, mencoba hal baru, dan terus berkembang agar siap memberi kontribusi bagi lingkungan sekitar.” (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zalfadhia-Luthfia-Oemardy-wisudawan-Program-Studi-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zalfa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:54:342025-08-06 10:54:34Zalfadhia: Setiap Langkah Menjadi Cerita, Hari Ini Adalah Salah Satunya

Fani Melani: Pelajaran Terpenting dari Kuliah Adalah Menjadi Pribadi yang Seimbang

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Fani Melani, Wisudawan Terbaik Prodi Bisnis dan Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Fani)

Tidak pernah membayangkan akan menjadi yang terbaik di antara rekan seangkatannya, Fani Melani, mahasiswi Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya. “Awalnya, saya hanya menargetkan bisa lulus tepat waktu, tidak pernah membayangkan akan menjadi lulusan terbaik,” ungkap Fani.

Lahir di Banjarnegara, Fani menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Pencapaiannya bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi ia menjalani pendidikan dengan latar belakang keluarga sederhana. Namun, justru kondisi itu menjadi pemacu semangatnya untuk maju. “Saya ingin menunjukkan bahwa dari desa pun, jika ada niat dan usaha, pasti ada jalan,” ujar Fani penuh keyakinan.

Dalam perjalanannya, Fani tidak hanya berjuang secara akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi dan perlombaan. Ia dikenal aktif sebagai penerima Beasiswa Program Misi dan menjadi bagian dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FEB UAD, tempat ia mengasah kepemimpinan dan manajemen organisasi. “Selama menjabat, saya dipercaya menjadi ketua bidang pertama di riset dan pengembangan keilmuan, lalu di bidang organisasi. Itu membentuk pola pikir dan strategi yang berbeda,” tuturnya.

Fani juga sempat mengukir prestasi nasional dengan meraih Juara I PKM-K dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tingkat nasional. Di tengah kesibukannya, ia terbiasa mengatur waktu melalui jadwal mingguan dan skala prioritas. “Saya sudah terbiasa membagi waktu sejak awal kuliah, apalagi sejak menjadi mahasiswa beasiswa yang juga harus aktif di persyarikatan,” kata Fani.

Meskipun perjalanan akademiknya penuh dinamika, Fani merasa didampingi oleh banyak pihak. Ia menyebutkan peran penting orang tua, almarhum Pembina SMK-nya, rekan-rekan kontrakan yang saling menguatkan, serta para dosen yang memberikan dukungan luar biasa. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Marsudi Endang Sri Rejeki selaku dosen pembimbing skripsi saya. Beliau sangat mendukung, membimbing dengan cepat dan penuh perhatian, sehingga membuat proses skripsi justru menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pencapaian nilai, Fani menyebut bahwa pelajaran terpenting selama kuliah di UAD adalah bagaimana menjadi pribadi yang seimbang. “Saya merasa perjalanan ini bukan hanya tentang bekal dunia, tetapi juga akhirat. Berkuliah di UAD memberi saya lebih dari yang saya harapkan,” tutupnya. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fani-Melani-Wisudawan-Terbaik-Prodi-Bisnis-dan-Jasa-Makanan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Fani.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:45:152025-08-06 10:45:15Fani Melani: Pelajaran Terpenting dari Kuliah Adalah Menjadi Pribadi yang Seimbang

Oktaviani: Perjuangan Hari Ini Akan Jadi Cerita Hebat di Masa Depan

05/08/2025/in Terkini /by Ard

Oktaviani Nur Istiqomah, Wisudawan Berprestasi Akademik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Okta)

Bagi Oktaviani Nur Istiqomah, menjadi wisudawan berprestasi bidang akademik bukanlah sekadar tentang predikat, tetapi tentang dedikasi, kerja keras, dan komitmen untuk terus menebar kebermanfaatan. Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 9 bulan dan dinobatkan sebagai salah satu wisudawan berprestasi bidang akademik pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025.

Okta, begitu ia biasa disapa, mengaku tak pernah membayangkan akan sampai pada titik ini. “Saya merasa bahagia dan terharu karena tidak menyangka bisa meraih penghargaan ini. Ini seperti hadiah terbesar untuk diri saya dan keluarga,” ujarnya.

Sejak awal perkuliahan, ia sudah terbiasa menyeimbangkan banyak hal. Selain kuliah, ia aktif dalam organisasi dan pekerjaan, yang semuanya harus dikelola dengan cermat. Dengan menyusun jadwal mingguan dan memprioritaskan akademik, Okta mampu menjaga keseimbangan itu. “Saya selalu memulai dari yang paling penting agar tidak mengorbankan satu hal demi hal lainnya,” jelasnya.

Sosok yang paling berperan dalam perjalanannya adalah kedua orang tuanya. “Mereka selalu mendukung saya untuk belajar dan berbagi manfaat. Nasihat mereka menjadi pegangan saya untuk terus bergerak maju,” ungkapnya penuh haru.

Prestasi akademik dan nonakademik yang berhasil diraih Okta pun tak sedikit. Ia tercatat sebagai Juara I Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas pada 2023, mendapatkan pendanaan Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) di tahun yang sama, serta pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) pada 2024. Namun, yang paling membekas bagi Okta adalah bagaimana pencapaian tersebut berdampak tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi komunitas yang ia libatkan.

Lingkungan UAD, menurutnya, turut menjadi faktor pendukung yang luar biasa. Baik para dosen maupun teman-teman kampus, semuanya berperan dalam membantu pencapaiannya. “Kampus ini memberi saya ruang untuk tumbuh. Para dosennya selalu memfasilitasi dan mendorong saya untuk terus mencoba hal baru,” ujarnya.

Saat ditanya tentang pelajaran paling berharga selama kuliah, Okta menjawab lugas. “Menuntut ilmu memang penting, tetapi jangan lupa ibadah. Itulah hal yang selalu saya ingat dari para dosen di UAD, bahwa kehidupan dunia dan akhirat itu seharusnya saling melengkapi,” tuturnya.

Sebagai penutup, Okta berharap mahasiswa lain dapat terus semangat dalam menempuh pendidikan dan tak takut untuk mencoba berbagai peluang yang ada. “Tetaplah belajar dan jangan pernah menyerah. Semua perjuangan yang kita lakukan hari ini akan menjadi cerita hebat di masa depan,” pungkasnya. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Oktaviani-Nur-Istiqomah-Wisudawan-Berprestasi-Akademik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Okta.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-05 12:13:002025-08-05 12:13:00Oktaviani: Perjuangan Hari Ini Akan Jadi Cerita Hebat di Masa Depan

Laila Melati Nur Sholihah, Wisudawan Terbaik UAD yang Teguh dan Menginspirasi

05/08/2025/in Terkini /by Ard

Laila Melati Nur Sholihah, Wisudawan Terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2025 dari Prodi Teknologi Pangan (Foto. Lalak)

Sosok Laila Melati Nur Sholihah, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tampil membanggakan sebagai Wisudawan Terbaik pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025. Mahasiswi yang akrab disapa Lalak ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan, sebuah pencapaian luar biasa yang diraih dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah.

Lalak mengaku tak pernah menyangka bisa meraih predikat tersebut. “Tentunya saya tidak menyangka dan bangga karena sebelumnya tidak pernah terpikir untuk menjadi seperti sekarang ini. Tetapi, karena diri sendiri tidak memilih untuk menyerah dan mendapat dukungan (support) dari banyak orang, alhasil ini semua bisa terjadi,” ujarnya.

Selama masa kuliah, Lalak tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan nonakademik serta mengikuti program-program Kemendikbud. Baginya, tantangan terbesar adalah mengelola waktu dan tenaga. Namun, ia memiliki prinsip kuat untuk selalu mendahulukan prioritas. “Saya mengurutkan berdasarkan urgensi. Akademik memang nomor satu, tetapi kegiatan luar kelas juga penting sebagai bentuk pengabdian dan pengembangan diri,” jelasnya.

Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) secara bersamaan. Dari pengalaman itu, ia bahkan berkesempatan berangkat ke Jember mewakili UAD dalam ajang Abdidaya 2023. “Itu pengalaman luar biasa. Saya belajar banyak dari masyarakat dan tim pelaksana yang hebat,” kenangnya.

Di balik kesuksesannya, Lalak menegaskan bahwa peran orang tua, dosen, teman-teman, dan lingkungan kampus sangat menentukan. “Dari kecil, orang tua membentuk karakter saya. Lalu, dosen membekali saya dengan ilmu dan arahan. Teman-teman juga sangat berpengaruh karena dengan siapa kita bergaul akan mencerminkan siapa kita,” tambahnya.

Lulusan kelahiran Sleman ini juga menekankan pentingnya menjaga semangat dalam menghadapi segala situasi. “Pelajaran penting yang saya dapat selama kuliah di UAD adalah sesulit apa pun situasinya, tetaplah melangkah ke depan. Jangan berhenti karena itu akan membuat kita semakin lama menjangkau tujuan.”

Di akhir wawancara, Lalak menyampaikan harapan untuk generasi mahasiswa selanjutnya agar tetap konsisten mengejar impian. “Harapannya, semoga mahasiswa lain selalu semangat dan ingat tujuan awal mereka. Semoga semakin banyak lulusan UAD yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, dan semoga Prodi Teknologi Pangan semakin maju serta melahirkan lulusan yang unggul,” tutupnya. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Laila-Melati-Nur-Sholihah-Wisudawan-Terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2025-dari-Prodi-Teknologi-Pangan-Foto.-Lalak.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-05 12:01:532025-08-06 10:08:03Laila Melati Nur Sholihah, Wisudawan Terbaik UAD yang Teguh dan Menginspirasi

Alumnus FAI UAD Terima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2025

04/07/2025/in Terkini /by Ard

Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat Menerima Beasiswa MSPP (Foto. Daffa)

A.R. Bahry Al Farizi, alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), terpilih sebagai salah satu awardee Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch VII 2025.

Program ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta didukung penuh oleh LazisMu PP Muhammadiyah.

Program persiapan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 23 Juni hingga 23 September 2025, bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang. MSPP bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader terbaik Muhammadiyah agar mampu melanjutkan studi ke luar negeri dengan bekal yang utuh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga emosional, spiritual, serta nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.

Bahry mengungkapkan bahwa keterlibatannya di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FAI UAD menjadi fondasi penting dalam perjalanannya. “IMM membuka jalan bagi saya untuk melihat dunia yang lebih luas. Dari IMM, saya belajar bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan persyarikatan,” ujarnya.

Sebagai alumni UAD, Bahry meyakini bahwa capaian akademik yang baik harus dilengkapi dengan semangat pengabdian. “Nilai akademik yang baik tidak cukup untuk menjadikan saya kader persyarikatan yang kaffah. Saya harus terlibat dalam organisasi otonom sebagai komitmen atas pengabdian saya untuk persyarikatan,” tambahnya.

Keikutsertaan Bahry dalam MSPP menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi kader-kader Muhammadiyah agar siap berkontribusi di tingkat global, berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-Menerima-Beasiswa-MSPP-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-04 11:42:252025-07-04 11:42:25Alumnus FAI UAD Terima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2025

Fikih Wanita dalam Bingkai Manhaj Tarjih Muhammadiyah

21/06/2025/in Feature /by Ard

Diskusi Siti Bariyah di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Daffa)

Dalam sebuah “Diskusi Siti Bariyah” di Islamic Center, Aisya Nabila Hanifa, seorang mahasiswi Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyampaikan dinamika perkembangan pemikiran tentang Fikih Wanita yang menjadi salah satu topik hangat.

Muhammadiyah dalam pandangan Manhaj Tarjih memandang kedudukan dan peran perempuan tidak boleh berhenti pada pemahaman tekstual semata, melainkan mengintegrasikan pendekatan bayani, burhani, dan irfani untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual.

Landasan Metodologis

Manhaj Tarjih Muhammadiyah dalam memahami fikih wanita bertumpu pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.

Pendekatan Bayani (tekstual) tidak berdiri sendiri, melainkan diperkuat dengan analisis Burhani (rasional) yang mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan perkembangan zaman, kemudian diperkaya dengan dimensi Irfani (spiritual) yang menghasilkan sebuah prinsip dan hukum.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah memandang bahwa Islam sejak awal telah memberikan kedudukan mulia kepada perempuan. Al-Qur’an dan hadis, ketika dipahami secara holistik, justru mengangkat derajat perempuan dari kondisi yang sebelumnya marginal menjadi subjek yang memiliki hak dan kewajiban setara dengan laki-laki dalam banyak aspek kehidupan.

Kontekstualisasi dalam Kehidupan Modern

Menurut Aisya, salah satu keunggulan Manhaj Tarjih Muhammadiyah adalah kemampuannya dalam melakukan kontekstualisasi tanpa kehilangan substansi dari ajaran Islam, termasuk dalam pembahasan isu-isu kontemporer seperti kepemimpinan perempuan hingga partisipasi perempuan dalam ruang publik.

Misalnya, dalam persoalan kepemimpinan perempuan, Tarjih tidak melihat gender sebagai penghalang mutlak karena yang menjadi pertimbangan utama adalah kapasitas, kompetensi, dan integritas individu. Prinsip al-rijalu qawwamuna ‘ala al-nisa’ tidak dimaknai sebagai superioritas gender, melainkan sebagai pembagian peran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan konteks zaman.

Peran UAD Terhadap Isu Wanita

Universitas Ahmad Dahlan, sebagai institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah, memiliki peran strategis dalam mengembangkan wacana fikih wanita yang progresif namun tetap otentik. Melalui berbagai program studi, penelitian, dan pengabdian masyarakat, UAD dapat menjadi laboratorium pemikiran yang menghasilkan solusi-solusi inovatif atas persoalan-persoalan kontemporer yang dihadapi perempuan Muslim.

Integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum yang menjadi ciri khas UAD memberikan peluang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami fikih secara tekstual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan modern yang kompleks.

Menuju Islam yang Adil Gender

Fikih wanita dalam perspektif Manhaj Tarjih Muhammadiyah bukan sekadar sekumpulan aturan yang mengekang perempuan, melainkan panduan hidup yang membebaskan dan memberdayakan. Pendekatan yang holistik, kontekstual, dan berorientasi pada keadilan ini sejalan dengan misi Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, UAD memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan pemahaman yang mencerdaskan dan membebaskan. Melalui pendidikan dan pengabdian, UAD dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil gender, di mana laki-laki dan perempuan dapat berkolaborasi secara harmonis dalam membangun peradaban yang berkeadilan. (daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Siti-Bariyah-di-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-21 09:35:392025-06-21 09:35:39Fikih Wanita dalam Bingkai Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Salsabila Aulia Untsa dan Perjalanan 10 Sahabat di Lautan Kedokteran

18/06/2025/in Feature /by Ard

Kesan Pesan dr. Salsabila pada Sumpah Dokter Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Rabu, 4 Juni 2025, menjadi penanda sejarah bagi dr. Salsabila Aulia Untsa. Berdiri di atas panggung mewakili rekan-rekannya, ia bukan hanya menyampaikan ucapan terima kasih, tetapi juga menuturkan kisah perjuangan yang menggugah hati dalam acara Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode II Tahun 2025.

Salsabila membuka sambutannya dengan rasa syukur dan terima kasih. “Kami akhirnya bisa menepati janji yang dulu kami buat bersama. Janji yang berangkat dari komitmen, keberanian, dan keyakinan,” ucapnya, menahan haru.

Ia mengenang awal perjalanan mereka, sepuluh orang mahasiswa yang “nekat” masuk dunia kedokteran. Ialah: dr. Salsabila Aulia Untsa, dr. Tiara Zukri Damayanti, dr. Tiara Dinar Ismirahmadani, dr. Afifah Nurmeitasari, dr. M. Bayu Sastra Wiguna, dr. Intan Nanda Lisa, dr. Syifa Agnia Aulia, dr. Salsabila Izzati, dr. Syifa Alliya Nur Fasya, dan dr. Aidil Akbar Ma’ruf. Bukan karena tak tahu risiko, melainkan karena keyakinan bahwa bersama, mereka bisa sampai ke garis akhir. “Kami bersepuluh berjanji untuk keluar bersama. Dan hari ini, janji itu kami buktikan.”

Kisah di Tengah Samudra

Dalam analogi yang puitis dan mendalam, dr. Salsabila menggambarkan perjuangan mereka layaknya kapal yang berlayar di samudra luas, menghadapi ombak, badai, dan arah angin yang tak selalu bersahabat. “Kami harus menjadi kapal yang kuat. Perjalanan ini menuntut kami untuk tetap berlayar, tak peduli seberapa besar gelombang yang menghadang,” ujarnya. “Dan hari ini, kami tidak hanya tiba di pelabuhan. Kami siap berlayar kembali ke lautan yang lebih luas, yaitu dunia nyata.”

Bagi Salsabila, sumpah dokter yang diikrarkan adalah simbol dari perjalanan panjang dan titik awal pengabdian baru. “Sumpah hari ini adalah salah satu dari babak penting dalam hidup kami. Kami persembahkan ini untuk diri kami sendiri dan untuk orang-orang terkasih yang telah mendedikasikan waktunya, tenaganya, dan cintanya untuk kami.”

Menjadi Dokter Tangguh dan Rendah Hati

Dalam pesannya kepada rekan-rekan sejawat, dr. Salsabila mengajak agar tetap rendah hati dan tidak takut gagal. “Orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba. Dan jika kita pernah salah, itu adalah bagian dari langkah maju. Asalkan jangan mengulangi kesalahan yang sama.”

Ia juga mengingatkan pentingnya mendoakan orang-orang yang telah membantu dalam setiap fase kehidupan. “Dalam setiap segmen hidup, setiap orang punya alur berbeda. Tetapi, semua punya potensi untuk menghadapinya. Doakan mereka yang menjadi cahaya di jalan kita.”

Berpencar, tetapi Tetap Satu

Menutup sambutannya, ia menyampaikan bahwa meski kelak mereka akan berpencar, menempuh jalan masing-masing, tetapi jiwa dan tekad mereka tetap satu. “Selamat datang di dunia baru. Kini saatnya kita bertebaran di bumi Allah, membawa ilmu, membawa nama baik, dan bersiaspora dengan semangat dokter UAD yang tangguh.”

Dengan nilai OSCE tertinggi dan semangat yang membumi, dr. Salsabila bukan hanya membuktikan kecakapan akademik, tetapi juga menyuarakan esensi kemanusiaan dari seorang dokter yang berkomitmen, tangguh, dan tetap bersyukur. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kesan-Pesan-dr.-Salsabila-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-18 11:14:362025-06-18 11:14:36Salsabila Aulia Untsa dan Perjalanan 10 Sahabat di Lautan Kedokteran

Aninda Cahaya Putri: Manfaatkan Roadmap untuk Kuliah

08/06/2025/in Feature /by Ard

Aninda Cahaya Putri, Wisudawati Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Aninda)

Aninda Cahaya Putri, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2021, berhasil mencatatkan prestasi gemilang sebagai wisudawati terbaik sekaligus lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Bagi Aninda, menyelesaikan perkuliahan tepat waktu merupakan wujud nyata dari tanggung jawabnya kepada kedua orang tua yang selama ini selalu mendukung dan mendoakan langkahnya.

Sejak awal kuliah, Aninda telah membuat roadmap atau peta pencapaian akademik yang ingin diraih. Ia memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan maksimal, seperti mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan terlibat dalam penelitian dosen. Untuk menjaga fokus, ia secara sadar menghapus aplikasi-aplikasi media sosial dan platform hiburan daring yang berpotensi mengganggu konsentrasi belajar.

Meskipun tidak mengikuti semester pendek atau program percepatan akademik lainnya, Aninda tetap berhasil menyelesaikan studinya lebih cepat berkat rekognisi mata kuliah dari kegiatan PPK Ormawa dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diikutinya. Berkat keterlibatan aktif dalam program tersebut, ia juga tidak diwajibkan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) karena dinilai telah memenuhi beban pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesehariannya, Aninda menjadikan kuliah sebagai prioritas utama, sejalan dengan niat awalnya datang ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi. Di luar jam perkuliahan, ia mengisi waktu dengan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri seperti organisasi kemahasiswaan, kepanitiaan, perlombaan, serta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) secara daring.

Aninda menyadari bahwa tantangan terbesar selama kuliah adalah melawan rasa malas dalam diri sendiri. Ia mengatasinya dengan terus mengingat target yang telah ia susun sejak awal. Ia juga menyebutkan bahwa kedua orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilannya. Mereka tidak hanya menjadi sumber doa dan semangat, tetapi juga senantiasa memberikan motivasi agar ia menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Selama masa kuliah, Aninda aktif di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan sebagai staf kewirausahaan dan menjabat sebagai bendahara Kementerian Desa Mitra di Badan Eksekutif Mahasiswa UAD. Ia juga menjadi ketua tim pelaksana PPK Ormawa tahun 2023 dan sekretaris tim PKM-K di tahun yang sama. Di bidang kepanitiaan, ia pernah menjabat sebagai sekretaris pada kegiatan Weekend with Islam, bendahara Foodfest 2023, dan seksi konsumsi Gema Muharam.

Tidak hanya itu, Aninda juga mengikuti Studi Independen Bersertifikat melalui program MSIB di Infinite Learning pada tahun 2024 serta menjadi peserta Online Mobile Courses bersama Faculty of Bioresources & Food Industry Universiti Sultan Zainal Abidin (UniZA), Malaysia, dengan tema “Malaysian Food Heritage”.

Baginya, tidak ada kata tidak bisa selama belum mencoba. Pengalaman hidup sendiri jauh dari orang tua telah membentuknya menjadi pribadi yang mandiri dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dengan usaha sendiri. “Saya selalu mencoba memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Main media sosial itu bikin candu, jadi saya kurangi. Lebih baik waktunya dipakai buat ikut lomba atau kegiatan yang bisa bantu kita berkembang dan menemukan potensi diri selama kuliah,” ujar Aninda.

Perjalanan Aninda Cahaya Putri membuktikan bahwa kedisiplinan, manajemen waktu yang baik, dan kemauan untuk terus belajar bisa mengantarkan seseorang pada prestasi yang membanggakan. Tak hanya menyelesaikan studi dengan cepat, ia juga menunjukkan bahwa masa kuliah bisa menjadi ruang untuk bertumbuh, berkontribusi, dan menginspirasi. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Aninda-Cahaya-Putri-Wisudawati-Program-Studi-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Aninda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-08 13:34:312025-06-08 13:34:31Aninda Cahaya Putri: Manfaatkan Roadmap untuk Kuliah
Page 2 of 7‹1234›»

TERKINI

  • Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah06/04/2026
  • Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT06/04/2026
  • Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat05/04/2026
  • Mengapa Integritas Lebih Utama dari Sekadar Kecanggihan?04/04/2026
  • Menggali Makna Wakaf dari Kisah Khaibar dan Sahabat Umar03/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top