• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Bersihkan Hati Sambut Ramadan

29/03/2022/in Feature /by Ard

Kajian Keislaman oleh Departemen Agama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Mengapa hati perlu dibersihkan? Jawabannya, karena di dalam hati ada sesuatu yang kotor. Badan enggan untuk melaksanakan amal saleh, hati seolah-olah terkunci, sulit terenyuh. Bisa jadi, hal ini menjadi salah satu tanda kerasnya hati. Hati adalah penentu hidup kita. Selain, sebagai sumber kebaikan fisik, hati juga menjadi penentu nilai akhir dari amal. Jika, hati tidak selamat dari kotoran dan penyakit, maka amal saleh tidak akan dicatat sebagai kebaikan. Termasuk ke dalam masalah ini adalah niat hati dalam melakukan amal. Maka, orang yang hatinya selamat (qalbun salim), dialah yang mendapatkan nilai akhir amal yang baik, sebaik-baiknya balasan adalah menghuni surga Allah Swt.”

Kutipan di atas merupakan salah satu hal penting yang disampaikan oleh Suwandi Hamdan, S.Pd., M. Pd. dosen di Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kajian Keislaman yang diselenggarakan oleh Departemen Agama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara ini disiarkan secara daring melalui platform Google Meet Jumat, 25 Maret 2022.

Hamdan memaparkan, “Jika kita memahami cara menata hati, insyaallah kita akan selamat dan bahagia dunia akhirat. Hal ini dikarenakan jika hati baik, maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya. Baiknya hati adalah dengan memiliki rasa takut, cinta, dan ikhlas hanya kepada Allah Swt. Sedangkan rusaknya hati, karena terjerumusnya dalam perkara maksiat, keharaman, dan syubhat.”

Menyambut Ramadan dengan hati yang bersih kaitannya adalah, bulan Ramadan merupakan bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam di seluruh dunia. Pasalnya, dalam bulan Ramadan ini, umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, bahkan amal ibadah akan dibalas dengan balasan yang lebih banyak dibandingkan dengan hari di luar bulan Ramadan. Keistimewaan lainnya, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan penuh pengampunan, bulan dilipatgandakan pahala, dan bulan dibelenggunya setan. Kita harus sambut tamu istimewa ini dengan segala persiapan, salah satunya dengan hati yang bersih.

Lebih lanjut, Hamdan menerangkan, “Cara untuk membersihkan hati, salah satunya dengan menikmati kepahitan hidup, hal ini memang sesuatu yang memberatkan. Namun, ingatlah Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya. Merasa lelah, letih, dan bosan saat belajar, kuliah, atau organisasi nikmatilah. Anggap, semua sebagai sarana ibadah kepada Allah. Perlu dipahami bahwa ibadah bukan hanya melaksanakan salat. Lelah, capai, sakit hati, dan letih yang kita rasakan bisa jadi sebuah tanda bahwa Allah telah menggugurkan dosa-dosa kita. Berzikir, suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Sayangnya, jarang yang mengamalkannya. Berdasarkan Q.S. Ar-Ra’du: 28, bahwasannya orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Ingatlah ketika kita ditimpa kesulitan, pasti ada kemudahan. Tidak perlu gelisah dan panik.”

Selanjutnya ia membahas tentang membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah yang maha cinta kepada hambanya. Selaku hamba yang beriman sudah selayaknya untuk membaca, mentadaburi, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an adalah sebuah cahaya, pedoman, penerang dan obat untuk umat Islam, serta perkataan yang paling mulia. Saat melakukan salat, salatlah dengan khusuyuk dengan cara mengingat kematian. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan orang yang sukses adalah orang yang selalu ingat akan kematian. Orang ini, akan selalu berhati-hati saat bertindak baik dalam perkataan maupun perbuatan. Dia sadar kelak, dia akan mati dan mendapatkan balasan sesuai amal perbuatannya dulu di dunia. Kita hamba yang paling rendah, tidak mempunyai apa-apa, tidak ada daya apa-apa. Selain itu, bersilaturahmi juga akan memudahkan rezeki, memanjangkan umur, dan dapat memasukkan ke surga.

Hal terakhir ialah berwudu, pelakunya akan masuk surga dari pintu yang delapan dan bebas memilih dari pintu mana dia akan masuk. Untuk mahasiswa, biasakan berwudu terlebih dahulu sebelum kuliah, akan tidur maupun akan melakukan aktivitas. Bersedekah, keutamaannya akan menambah saudara, dipermudahkan urusan dunianya, hartanya menjadi berkah. Memaafkan kesalahan orang lain, ini persoalan yang luar biasa. Karena hal ini menandakan salah satu ciri orang yang bertakwa. Islam mengajarkan untuk memaafkan, menghapus bekas luka pada hati atas kesalahan orang lain, dijanjikan surga, dan termasuk orang yang istimewa.

Di akhir, Hamdan berpesan, persiapkan Ramadan yang sudah di depan mata ini, dengan sebaik mungkin. Berdoa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan selanjutnya. Karena, bisa jadi Ramadan ini adalah Ramadan terakhir kita. Selalu introspeksi diri, mengerjakan amal saleh secara kontinyu, dan selalu meminta kepada Allah agar selalu menjaga hati kita. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyampaian-materi-Suwandi-Hamdan-S.-Pd.-M.-Pd-dosen-di-Program-Studi-Pendidikan-Agama-Islam-pada-Kajian-Keislaman-yang-diselenggarakan-oleh-Departemen-Agama-Badan-Eksekutif-Mahasiswa.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-29 10:12:342022-03-29 10:12:34Bersihkan Hati Sambut Ramadan

General Lecture Interprofessional Education

29/03/2022/in Terkini /by Ard

dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp. PD-KGH FINASIM Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memaparkan materi pada Kuliah Umum Interprofessional Education (Foto: Farida)

Kolaborasi antara Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kuliah umum dengan tajuk “Interprofessional Education” pada Sabtu, 26 Maret 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri adalah dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp. PD-KGH. FINASIM. selaku dosen Fakultas Kedokteran UAD.

Dwi Utami, S.Si., M.Si., Apt. selaku Kepala Program Studi Sarjana Farmasi UAD menyampaikan, kolaborasi ini akan menjadi suatu motor penggerak, tempat antara satu mahasiswa dengan yang lain dapat saling mengenal, kolaborasi, juga menginisiasi kegiatan lain yang diminati. Kolaborasi sangat penting di lingkup kesehatan, karena akan saling berinteraksi pada saat dunia kerja.

Lebih lanjut, Barkah menyampaikan Interprofessional Education (IPE) merupakan praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan yang saling mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan kesehatan. IPE menjadi suatu metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis kelompok untuk menciptakan suasana belajar kolaborasi untuk mewujudkan praktik kolaborasi di lapangan kerja. IPE akan terjadi ketika anggota dari dua atau lebih profesi belajar tentang dan dari satu sama lain.

“Mahasiswa yang mendapatkan IPE kemungkinan lebih memahami peran dan tanggung jawab antar profesi, karena akan memahami peran masing-masing. Kompetensi yang menjadi dasar IPE yaitu nilai atau etika dalam praktik, peran atau tanggung jawab, komunikasi antarprofesi serta tim, dan kerja sama,” papar Barkah.

Aktor yang dapat berkecimpung untuk mengimplementasikan IPE yaitu pemimpin di bidang kesehatan dan pendidikan, mahasiswa dan profesional kesehatan yang berkomitmen, pendidik serta individu, dan komunitas atau masyarakat. Manfaat IPE dalam kemajuan menuju universal health yaitu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan akses keprofesian kesehatan, meningkatkan kepercayaan pada profesional kesehatan, pengurangan biaya perawatan kesehatan, meningkatkan praktik, dan produktivitas di tempat kerja.

Terakhir Barkah berharap dengan adanya kuliah umum ini dapat mengantarkan mahasiswa menjadi manusia yang holistik dalam menangani semua kasus di masyarakat. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Barkah-Djaka-Purwanto-Sp.-PD-KGH-FINASIM-selaku-Dosen-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-sedang-memaparkan-materi-pada-Kuliah-Umum-Interprofessional-Education.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-29 08:36:292022-03-29 08:36:29General Lecture Interprofessional Education

Closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar #6 HMPS PGSD UAD

16/03/2022/in Terkini /by Ard

Closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar #6 HMPS PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Sebuah kesyukuran dan prestasi tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar karena PGSD merupakan salah satu program studi yang baru, tetapi sudah memiliki rangkaian prestasi yang luar biasa. Akreditasi A menunjukkan bahwa PGSD ini unggul dan mempunyai catatan baik di dalam prosesnya. Apa pun hasil yang diselenggarakan hari ini, adik-adik adalah pemenang, keikutsertaan adik-adik dan pendamping adalah sebuah kemenangan keberanian mengalahkan semuanya,” tutur Dr. Dody Hartanto, M.Pd. selaku Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat memberikan sambutan.

Ia hadir dalam closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar (GPSD) ke-6 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Minggu, 13 Maret 2022. Acara ini bertajuk “Mengasah Talenta di Era New Normal demi Mewujudkan Masa Depan (Menata Era Meraih Cita)” dan sukses dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube HMPS PGSD UAD. Selain itu, acara juga digelar luring bertempat di Kampus V UAD Yogyakarta Jl. Ki Ageng Pemanahan No.19, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Acara GPSD ke-6 ditutup dengan pengumuman pemenang lomba GPSD dari berbagai kategori seperti lomba bulu tangkis putri, lomba bulu tangkis putri, lomba hafalan surah kelas bawah, lomba hafalan surah kelas atas, lomba cerdas cermat agama, dan lomba menyanyi.

Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD berharap melalui acara GPSD ini para siswa Sekolah Dasar (SD) tetap semangat untuk terus belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita. Dengan adanya acara ini dapat menjadi wadah untuk menunjukkan tingkat kemampuan prestasi diri, tentunya siswa SD tidak terlena dengan adanya pandemi ini sehingga tetap dapat mengukir prestasi. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Closing-Gebyar-Prestasi-Sekolah-Dasar-6-HMPS-PGSD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1184 1776 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-16 11:42:432022-03-16 11:42:43Closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar #6 HMPS PGSD UAD

UAD Respons Revolusi Digital pada Seminar Pra-Muktamar ke-16

11/03/2022/in Terkini /by Ard

Seminar Pra-Muktamar ke-16 Milad Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Kamis, 10 Maret 2022, dipilih oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menggelar Seminar Pra-Muktamar ke-16. Seminar tersebut mengusung tema “Media, Masyarakat, dan Dakwah Muhammadiyah” yang berlangsung di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD secara luring dan daring.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Ismail Fahmi, Ph.D. pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Dr. Muchlas, M.T. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Ketua Komisi Hubungan antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo, serta Peneliti BRIN Wahyudi Akmaliah, Abdullah Sammy, Makroen Sanjaya, M.Sos., Hikmawan Saefullah, Ph.D., dan Fahd Pahdefie, M.A.

Muchlas yang juga selaku Rektor UAD pada sambutannya menuturkan bahwa di usia Persyarikatan Muhammadiyah saat ini telah mencapai satu milenium lebih satu dekade atau berusia 110 tahun. Menurutnya, bagi sebuah organisasi merupakan usia yang sudah matang. Hal itu dibuktikan dengan Persyarikatan Muhammadiyah telah memberikan banyak dedikasi, pengabdian, dan sumbangan besar bagi kemanusiaan, khususnya di Negara Republik Indonesia

Ia menyampaikan bahwa seiring bertambahnya usia, Persyarikatan Muhammadiyah menghadapi tantangan yang luar biasa yakni disrupsi teknologi digital. Dalam menghadapi tantangan ini, Muchlas berharap agar Muhammadiyah dapat mengambil peran, tidak hanya merespons secara reaktif saja, tetapi juga melakukan upaya-upaya transformasi digital agar menjadi pelaku utama sebagai disruptor. “Muhammadiyah mampu mengambil peran yang signifikan, khususnya dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah di era digital agar menjadi lebih efektif,” jelasnya.

Senada dengan tajuk seminar, Muchlas melihat bahwa seminar ini sangat relevan dengan kondisi terkini. “Sebab Muhammadiyah memiliki kewajiban dan spirit untuk merespons disrupsi melalui upaya transformasi digital dengan mengambil peran penting agar menjadi disruptor digital, dan kami berharap seminar ini bisa memenuhi fungsinya sebagai sarana pencerahan kita bersama. Selain itu juga memperoleh bahan-bahan serta masukan untuk menyukseskan program kerja di Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2022,” tutup Muchlas.

Selanjutnya, Dr. H. Agung Danarto M.Ag. Sekretaris PP Muhammadiyah dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa Seminar Pra-Muktamar ke-16 ini dalam rangka menjaring berbagai masukan untuk menyelenggarakan Muktamar Muhammadiyah ke-48 mendatang.

“Steering committee Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 menyelenggarakan berbagai seminar dengan tema berbeda, mengundang para pakar di Indonesia untuk berbagi ilmu, juga bertukar informasi dengan Muhammadiyah tentang berbagai hal yang sedang terjadi di dunia saat ini,” ujar Agung.

Dengan terlaksananya seminar ini ia berharap berbagai kritik, saran, dan masukan bagi kiprah Muhammadiyah ke depan. Menurutnya hal menjadi penting sebab di Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah nanti tidak sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga menetapkan program-program dan kebijakan bagi kemaslahatan umat dan bangsa.

“Oleh karenanya harus disiapkan secara serius dengan melibatkan para pakar sebanyak-banyaknya, sehingga program yang dilaksanakan Muhammadiyah benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Baik bagi masyarakat, bangsa, dan negara menuju akselerasi Indonesia, Islam, serta dunia berkemajuan,” jelasnya.

Terkait disrupsi digital, Agung memaparkan data pengguna media sosial di Indonesia. Menurutnya, penggunaan media sosial bukan lagi sebagai kebutuhan sampingan, tetapi masyarakat sudah tergantung dengan internet. Di tengah proses revolusi digital yang terus berlangsung, Agung bersyukur sebab Muhammadiyah di era masa lalu dengan amal usahanya bisa mewarnai dunia modern. Namun, sekaligus jadi peringatan bagi Muhammadiyah saat terjadi revolusi teknologi digital. Jika Muhammadiyah tidak mengambil peran maka, tidak hanya ketinggalan tetapi akan terlindas dengan revolusi itu sendiri.

“Pada forum ini, di samping dapat menyadarkan kita (baca; masyarakat Muhammadiyah) akan pentingnya revolusi digital, sekaligus sebagai edukasi bagi warga Muhammadiyah agar memandang permasalahan ini adalah hal yang serius dan penting. Seperti halnya dulu Muhammadiyah memandang pentingnya mendirikan amal usaha pendidikan, kesehatan, dan lainnya,” jelas Agung.

Senada dengan pemaparan sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah di abad kedua yang ditandai dengan kehadiran internet ini jauh berbeda pada abad pertama. Peran Muhammadiyah dalam merespons keberadaan revolusi digital penting dilakukan. Termasuk, bagaimana amal usaha Muhammadiyah mampu menanggapi perubahan yang terjadi di masyarakat digital sehingga Muhammadiyah harus merespons setidaknya dengan tiga langkah, yakni antisipasi, adaptasi, dan inovasi.

Ia menjelaskan bahwa langkah antisipasi adalah dengan mencermati perubahan masyarakat dari waktu ke waktu. Langkah adaptasi dengan menyesuaikan perangkat lama yang masih bisa direkonstruksi dengan tuntutan zaman. Dan langkah inovasi dengan berubah menyesuaikan diri dengan zaman.

“Muhammadiyah harus dengan serius menghadapi perubahan ini. Ketika dunia berlari, maka Muhammadiyah harus berlari mengimbangi perubahan tersebut,” ujar Guru Besar Sosiologi Agama Islam itu. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Pra-Muktamar-Milad-Muhammadiyah-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-UAD.jpeg 721 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-11 09:08:412022-03-11 09:08:41UAD Respons Revolusi Digital pada Seminar Pra-Muktamar ke-16

FKIP UAD Gelar Seminar Nasional Hasil PLP II

20/02/2022/in Terkini /by Ard

Seminar Nasional Hasil Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Angkatan 18 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Seminar Nasional Hasil Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan II digelar kembali pada hari Jumat, 19 Februari 2022. Seminar ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting. Pembicara yang di undang dalam seminar ini meliputi  Dr. Wagiran, M.Pd., Prof. Drs. Dr. Harun Joko P., S.E., M.Hum., dan Prof. Drs. Herman Dwi S., M.Sc., M.T., Ph.D.

Tema yang di usung pada seminar nasional hasil pelaksanaan PLP II kali ini adalah “Penyiapan Calon Guru yang Adaptif dan Inovatif untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Era Teknologi 5.0”. Pemateri pertama yaitu bapak Wagiran selaku Ketua Subpokja Kampus Mengajar yang menyampaikan materi mengenai program kampus mengajar.

Wagiran menjelaskan, “kegiatan Kampus Merdeka bertujuan membekali mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan keahlian dengan menjadi partner guru dan sekolah dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi sekolah.”

Beliau juga menambahkan, dalam mengikuti program kampus mengajar, mahasiswa akan memperoleh berbagai macam skill seperti keterampilan mengajar, kepekaan sosial, bekerja sama, kreatif, problem solving. Berpikir kritis, kepemimpinan, empati dan kemampuan capaian belajar lainnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Harun Joko, beliau berharap setelah pelaksanaan seminar ini dapat menghasilkan dua jurnal yaitu jurnal IKI (inovasi, kreasi, invensi) LPTK PTMA dan jurnal ilmiah magang DIK yang ditulis oleh mahasiswa dan berkolaborasi dengan minimal 2 dosen PTMA. Misalnya, ditulis 2 mahasiswa UAD, 2 mahasiswa UMS, 1 dosen UAD, dan 1 dosen UMS.”

Selanjutnya yaitu penyampaian dari pemateri terakhir Prof. Drs. Herman Dwi S., M.Sc., M.T., Ph.D. dengan materi yang berjudul “Kompetensi Teknologi (TIK) bagi Guru Masa Depan”. Herman menegaskan bahwa bagi calon guru harus mengembangkan dan meningkatkan keahliannya dalam mengajar. Seorang guru milenial tentunya harus memiliki kecakapan bidang studi, selain juga harus memiliki kecakapan belajar terutama kecakapan informasi, media, dan teknologi.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Nasional-Hasil-Pengenalan-Lapangan-Persekolahan-PLP-II-Angkatan-19-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.png 351 624 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-20 18:40:392023-06-06 07:46:28FKIP UAD Gelar Seminar Nasional Hasil PLP II

Terus Meningkat, UAD Tempati Peringkat 15 Simkatmawa 2021

10/12/2021/in Terkini /by Ard

UAD Peringkat 15 Simkatmawa 2021 (Foto: Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih peringkat 15 bidang kemahasiswaan perguruan tinggi pada Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa) tahun 2021. UAD mengalami peningkatan dari tahun 2020 yang memperoleh peringkat 19 nasional, hal tersebut terungkap dalam laman simkatmawa.kemendikbud.go.id, Selasa (07-12-2021).

Pada tahun ini pengumuman dibedakan menjadi dua peringkat, yakni peringkat di liga dan peringkat nasional (universitas). Untuk di liga, UAD memperoleh peringkat 16 sedangkan untuk nasional berada di peringkat 15.

Liga 1 merupakan kumpulan kampus besar, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia, yang memiliki jumlah mahasiswa aktif lebih dari 18.000 mahasiswa. Sedangkan Liga 2 jumlah mahasiswa aktif lebih 5.000 kurang dari 18.000. Untuk Liga 3 jumlah mahasiswa aktif lebih dari 1.000 dan kurang dari 5.000, serta Liga 4 jumlah mahasiswa aktif di bawah 1.000.

Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD menjelaskan, Simkatmawa merupakan sistem pelaporan kegiatan bidang kemahasiswaan untuk penilaian kinerja kemahasiswaan perguruan tinggi PTN maupun PTS di Indonesia. Sistem ini diadakan oleh Kemendikbudriset dan pemeringkatan dilakukan setiap tahun guna mengetahui kualitas pengelolaan dan pembinaan kemahasiswaan di perguruan tinggi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat empat indikator penilaian dalam Simkatmawa, yaitu Manajemen Institutional, Implementasi Regulasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kompetisi yang Diadakan oleh Kemendikbudristek, serta Prestasi Mandiri. Seluruh kegiatan tersebut berjalan dalam satu tahun kemudian dihitung dan diberikan penilaian.

“Mendorong naiknya peringkat ini adalah mahasiswa yang makin aktif mengikuti berbagai perlombaan dan kompetisi kemahasiswaan, khususnya kegiatan yang diadakan oleh Kemendikbud,” ujar Fajri.

Ia berharap ke depannya, UAD terus melakukan pembinaan kepada mahasiswa untuk lebih aktif dalam kegiatan serta memberikan support system kepada mereka. Selain itu UAD akan memberikan fasilitas berupa pendampingan intensif pada saat mahasiswa mengikuti kompetisi. Dengan begitu universitas ini bisa mempertahankan peringkat, bahkan bisa naik peringkat tahun depan. (Amb)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/UAD-Peringkat-15-Simkatmawa-2021.jpg 1080 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-12-10 11:08:252021-12-11 07:48:33Terus Meningkat, UAD Tempati Peringkat 15 Simkatmawa 2021

Pentingnya Guru PAUD Mengenali Kurikulum Internasional

09/12/2021/in Terkini /by Ard

Kuliah Tamu Kurikulum Internasional Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Di dunia ini, setiap negara lahir dengan berbagai sejarah, termasuk pada bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dosen PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Diah Andika Sari, M.Pd. mengatakan, perkembangan PAUD berkaitan dengan sejarah suatu negara. Tentunya, setiap negara memiliki kurikulum yang berbeda sesuai kebijakan yang ada.

“Ternyata ada hubungannya antara lamanya kemerdekaan dengan kemajuan PAUD,” ujarnya saat menjadi narasumber Kuliah Tamu Kurikulum Internasional PAUD di kanal YouTube PGPAUD FKIP UAD (05-12-2021).

Diah bercerita, UMJ telah menghadirkan mata kuliah kurikulum internasional, yang di dalamnya membahas perjalanan Kurikulum PAUD yang dilakukan pada dunia internasional. Hal ini guna mengenalkan beragam kurikulum tiap negara, yang kemudian bisa dijadikan referensi untuk perancangan kurikulum di Indonesia.

“Mata kuliah ini tujuannya melatih mahasiswa untuk bisa menganalisis, membandingkan, juga mengevaluasi kelayakan pelaksanaan kurikulum internasional, yang bisa diadopsi sesuai dengan nilai dan budaya pendidikan di Indonesia.”

Diah mengaku sering kali memotivasi mahasiswanya untuk aktif pada bidang nonakademik, misalnya olahraga maupun seni. Ia menjelaskan semua kegiatan ini akan sangat bermanfaat di saat nanti sudah menjadi guru PAUD, karena dunia anak terlepas dari hal-hal seperti ini.

“Setiap manusia harus mendapatkan dunia sesuai dengan masanya, artinya anak usia dini harus menikmati masa-masa dunia anaknya, begitu pun saat remaja, dan seterusnya. Di berbagai negara pun mereka menerapkan hal yang sama, yakni mendalami banyak bidang di luar akademik. Setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang sesuai dengan perkembangan seharusnya,” ungkapnya. (rri)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-Tamu-Internasional-Pendidikan-Guru-Pendidikan-Anak-Usia-Dini-PGPAUD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-12-09 08:39:472021-12-09 09:35:31Pentingnya Guru PAUD Mengenali Kurikulum Internasional

Workshop Series Edupreneurship Prodi BK FKIP UAD

08/12/2021/in Terkini /by Ard

Workshop Series Edupreneurship Prodi BK FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan workshop series dengan tema “Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling di Setting Anak Berkebutuhan Khusus, Krisis, dan Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (19-11-2021).

Workshop dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Prodi BK UAD. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan edupreneurship sebelumnya.

Ketua Program Studi BK FKIP UAD, Irvan Budhi Handaka, M.Pd. menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian aktivitas program mengajar Kampus Merdeka. Output kegiatan ini adalah publikasi sekaligus pemasaran produk-produk hasil pengembangan mahasiswa.

Sementara Dekan FKIP UAD, Dr. Trikinasih Handayani, M.Si. mengungkapkan, Prodi BK FKIP UAD telah menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas, mengingat prodi ini menjadi salah satu prodi unggulan di UAD karena tiga kali berturut-turut terakreditasi A dan tersertifikasi AUN QA.

“Dengan workshop ini, kami menginginkan agar mahasiswa memiliki keterampilan di bidang edupreneurship. Akan lebih baik jika workshop diselenggarakan sejak mahasiswa di semester awal, sehingga memiliki waktu pengembangan diri yang panjang,” katanya.

Workshop series dihadiri tujuh pemateri sebagai ahli media dan materi sesuai dengan tema yang dikembangkan. Hari pertama diisi narasumber ahli pengembangan media Faris Setyawan, M.Pd. dari The Indonesian Mathematical Society IndoMS. Dalam materinya, ia menyampaikan tentang cara mengembangkan media BK berupa modul digital. Pemateri selanjutnya adalah Viant Arsis Vivaldy, S.Pd. dari Amanah Design yang menyampaikan materi tentang pengembangan media grafis.

Hari kedua diisi Asrul Saptono, S.T, M.M. dari TV Muhammadiyah yang menyampaikan materi tentang video edukatif. Pemateri kedua Irene Maya Simon, M.Pd. dari Ikatan Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (IIBKIN) menyampaikan tentang pengembangan alat permainan edukatif dalam bimbingan dan konseling.

Pada hari ketiga, Senin (22-11-2021) workshop difokuskan pada strategi pemasaran media dan pengembangan materi media BK untuk tema setting Anak Berkebutuhan Khusus, krisis dan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam tiga breakout room Zoom Meeting sesuai dengan tema yang diminati mahasiswa. Penjaringan peminatan telah dilakukan sebelumnya menggunakan instrumen terstruktur dan konsultasi dengan dosen wali.

Room pertama menghadirkan Sukinah M.Pd. dari Yayasan Bina Anggita yang membahas cakupan materi pengembangan untuk BK di setting Anak Berkebutuhan Khusus. Room kedua menghadirkan Rinna Apriliani Sugiarti, S.Psi, M.Sc. dari BNNP DIY yang membahas mengenai BK di setting krisis. Room ketiga menghadirkan Pathah Pajar Mubarok, M.Pd. dari Biro Konseling Edupotensia yang membahas tentang BK di setting keluarga. Sesi akhir materi dilanjutkan di mainroom dengan menghadirkan Dr. Purwoko, S.E., M.M. sebagai Dirut CV KING Ganesha yang memaparkan materi tentang strategi pemasaran media BK.

Irvan berharap, setelah mengikuti workshop mahasiswa mampu mengembangkan media BK yang inovatif dan kreatif sesuai dengan tema yang diminati. “Kami menginginkan dengan workshop ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan media yang kreatif dan inovatif dan dapat menjadi sarana entrepreneurship untuk bidang keilmuan bimbingan dan konseling.” (doc/ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Workshop-Series-Edupreneurship-Prodi-BK-FKIP-UAD.jpeg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-12-08 12:54:362021-12-08 12:54:36Workshop Series Edupreneurship Prodi BK FKIP UAD

BSDM UAD Rumuskan Instrumen Penilaian Kinerja Pegawai

08/12/2021/in Terkini /by Ard

BSDM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan Workshop Penyusunan Instrumen Penilaian Kinerja bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Foto: Istimewa)

Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan Workshop Penyusunan Instrumen Penilaian Kinerja bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan yang berlangsung Selasa (07-12-2021) di Arjuna Hotel dihadiri Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Wakil Rektor Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI), beberapa kepala bidang di UAD, serta tim dari Psikologi.

Dr. Hendro Widodo, M.Pd. Kepala BSDM UAD mengatakan, workshop ditujukan untuk merumuskan indikator-indikator minimal yang dapat digunakan sebagai ukuran dalam menilai kinerja dosen dan tenaga kependidikan.

“Indikator yang dirumuskan meliputi aspek profesionalitas, yakni tugas pokok dan fungsi, serta kegiatan-kegiatan fundamental lainnya yang terkait aktivitas al-Islam dan kemuhammadiyahan. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk menunaikan fungsi UAD sebagai media pendidikan, pelayanan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan kaderisasi,” ungkap Hendro.

Anhar Ansyary, M.Si., Ph.D. sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD sangat berharap agar institusinya dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan BSDM. Sebab, penguatan dan pengembangan SDM perlu pelibatan banyak pihak, tidak terkecuali LPSI-BSDM. Oleh karena itu, ke depan dua institusi ini perlu terus meningkatkan kerja sama untuk mengembangkan SDM di UAD.

Pandangan serupa juga disampaikan Ir. Azman Latief Sekretaris BPH UAD. Menurutnya workshop ini sangat bagus dan menjadi kebutuhan mendesak, mengingat UAD sudah menjadi institusi besar.

“UAD saat ini sudah memiliki 1.176 dosen dan tenaga kependidikan sehingga kinerjanya sudah harus diatur dan diukur secara sistematis. Penilaian kinerja ini nantinya akan terhubung dengan reward dan tunjangan kinerja sehingga para dosen dan tenaga kependidikan memiliki motivasi tinggi untuk mencapai kinerja yang maksimal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan sistem yang akan semakin memajukan UAD,” tandasnya. (doc/ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BSDM-UAD-mengadakan-kegiatan-Workshop-Penyusunan-Instrumen-Penilaian-Kinerja-bagi-Dosen-dan-Tenaga-Kependidikan.jpeg 725 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-12-08 10:03:482021-12-08 10:03:48BSDM UAD Rumuskan Instrumen Penilaian Kinerja Pegawai

Mahasiswa UAD Juara Harapan II Penulisan Esai Tingkat Nasional

08/12/2021/in Prestasi /by Ard

Febi Nurul Safitri (kiri) dan Muhammad Gufron (kanan) Mahasiwa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut terlibat dan berkontribusi pada ajang Kompetisi Esai dan Pidato Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Resimen Mahasiswa Pasopati Universitas Negeri Yogyakarta (Menwa UNY). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Menwa UNY Ke-43 dengan mengusung tema “Peran Pemuda dalam Aksi Nyata Bela Negara”.

Pada kesempatan tersebut Febi Nurul Safitri dan Muhammad Gufron, keduanya berasal dari Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo) angkatan 2018 mengikuti cabang penulisan esai dan berhasil meraih Juara Harapan II Tingkat Nasional. Judul esai yang ditulis adalah “Membumikan Bahasa Indonesia sebagai Upaya Indonesia yang Bermartabat”.

“Karena saya sering lihat fyp di TikTok, juga tweet di Twitter, kok banyak yang memakai bahasa Jakarta Selatan (Jaksel), ya? Saya rasa bahasa Jaksel ini kalau tidak disaring dengan baik bisa menggeser peran bahasa Indonesia. Sebagaimana peran bahasa Indonesia, yakni sebagai bahasa nasional sekaligus bahasa pemersatu, sehingga harus selalu dibumikan,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Febi, perempuan kelahiran Yogyakarta ketika ditemui di salah satu warung kopi sekitar UAD.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bahasa Jaksel sering disebut bahasa gaul atau informal, biasanya campuran bahasa Indonesia dan Inggris. Tak hanya diucapkan secara lisan, bahasa Jaksel juga sering digunakan melalui pesan singkat di media sosial oleh generasi saat ini.

“Maksud membumikan di sini yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar apa yang ingin disampaikan bisa diterima oleh pembaca atau lawan bicaranya. Itu bukan berarti mencela bahasa asing, karena mempelajari bahasa asing juga sangat penting. Namun, sebagai warga negara Indonesia, sudah sepantasnya kita mengutamakan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah,” tambah Febi pada Senin, (06-12-2021).

Kompetisi tersebut berlangsung pada 18 Oktober 2021 hingga 20 November 2021 secara daring. Pada 20 November 2021 mereka melakukan presentasi hasil esai bagi peserta yang berhasil masuk 10 besar. “Jadi setelah pengumpulan karya, ada pengumuman lolos 10 besar untuk kategori esai. Alhamdulillah kami masuk, dan melakukan presentasi pada 20 November 2021. Pengumuman dilakukan tanggal 22 November 2021,” pungkasnya. (hmd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Febi-Nurul-Safitri-kiri-dan-Muhammad-Gufron-kanan-Mahasiwa-Program-Studi-Sastra-Indonesia-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto-Istimewa.jpg 901 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-12-08 09:20:542021-12-11 11:40:41Mahasiswa UAD Juara Harapan II Penulisan Esai Tingkat Nasional
Page 446 of 448«‹444445446447448›»

TERKINI

  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025
  • Mengolah Sampah Plastik Menjadi Paving Block27/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top