• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Menilik Potensi Pangan Lokal sebagai Pangan Fungsional

05/11/2020/in Terkini /by Ard

“Kini, konsumen tidak hanya menginginkan pangan enak dan mengenyangkan, tetapi juga memiliki nilai tambah terhadap kesehatan. Penelitian bahan pangan alami dan fungsinya untuk kesehatan semakin banyak. Meskipun dengan harga sedikit lebih tinggi, ternyata dapat diterima oleh masyarakat,” ujar Ika Dyah Kumalasari, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku ketua program studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada acara webinar World Food Day bertajuk “Pangan Masa Depan: Tantangan, Solusi, dan Harapan”, via Zoom, (24-10-2020).

Ika Dyah Kumalasari, S.Si., M.Sc., Ph.D., saat menyampaikan materi tentang Potensi Pangan Lokal sebagai Pangan Fungsional

Kecenderungan prevalensi penyakit degeneratif yang semakin meningkat di era masyarakat modern, banyak mempengaruhi pilihan pangan tersebut. Orang-orang mulai sadar dengan kesehatan. Secara tidak langsung, perkembangan konsumsi pangan lokal ikut terpengaruh dengan adanya pemahaman masyarakat masa kini. Di mana-mana terjadi perubahan pola hidup dan permintaan perbaikan mutu dan gizi bahan pangan.

Menurut Ika Dyah, untuk memenuhi permintaan masyarakat itu, probiotik bisa digunakan sebagai bahan pangan fungsional. Probiotik merupakan mikroorganisme baik yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan pencernaan manusia. Syarat-syarat probiotik yaitu dalam keadaan hidup, serta memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh. Contoh dari probiotik adalah bakteri kelompok bifidobakteria dan lactobacilli pada makanan fermentasi, sayuran, yogurt, daging, dan minuman berbasis susu.

“Pemerintah sebagai regulator dapat menjebatani perkembangan dalam penelitian neutraseutikal maupun inovasi pada industri pangan, pembuatan regulasi, dan aktif dalam pengkajian pangan fungsioanl di Indonesia. Selain itu, diperlukan kerja sama antara akademisi, lembaga penelitian, asosiasi, dan pelaku usaha,” tutupnya dalam acara kerja sama antara Teknologi Pangan UAD dan Teknologi Pangan Universitas Al Azhar Indonesia. (JM)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ika-Dyah-Kumalasari-S.Si_.-M.Sc_.-Ph.D.-saat-menyampaikan-materi-tentang-Potensi-Pangan-Lokal-sebagai-Pangan-Fungsional.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-05 08:00:242020-11-04 07:42:32Menilik Potensi Pangan Lokal sebagai Pangan Fungsional

Sciesy Game: Keep Science Easy!

04/11/2020/in Terkini /by Ard

Sciecy adalah hasil PKM mahasiswa UAD 2020 yang merupakan media belajar bagi anak-anak supaya paham terhadap sains dan tidak menganggapnya bosan serta menakutkan.

“Kurangnya minat belajar sains pada anak, mengantarkan pada fakta bahwa pembelajaran sains sulit untuk dipahami oleh anak-anak. Hal itu menimbulkan kebosanan dan kejenuhan untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, muncul ide inovasi media pembelajaran yang dapat menunjang anak belajar sains. Setelah berdiskusi panjang, maka diputuskan media kartu permainan bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak supaya lebih asyik dalam memahami sains,” jelas Muthafizhah.

Berkeinginan kuat untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, maka terbentuklah sebuah tim yang diketuai oleh Muthafizhah Dzikriyatul Fajri dari Prodi Fisika angkatan 2018. Anggotanya terdiri atas Rofifah Zaki Hanifa dari Prodi Matematika angkatan 2018, Azra Syafiya dari Prodi Matematika angkatan 2018, dan Ripani Satya Pertiwi dari PBI angkatan 2017. Kini tim tersebut menjadi peserta yang lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima Bidang Kewirausahaan dan didanai pada 2020 mewakili Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Muthafizhah Dzikriyatul Fajri selaku ketua. Anggotanya terdiri atas Rofifah Zaki Hanifa, Azra Syafiya, dan Ripani Satya Pertiwi. Sebuah tim PKM yang didanai pada 2020 mewakili UAD.

Mereka melihat peluang bisnis, ternyata masih sedikit permainan edukasi apalagi yang berbasis sains beredar di pasaran. Akhirnya, terciptalah sebuah produk yang bernama Science Easy (Sciesy). Proses produksinya dilakukan selama dua bulan. Tagline-nya adalah “Keep Science Easy!” Sciesy atau sciesy game adalah sebuah kartu edukasi yang dipasarkan khusus untuk anak umur 9 sampai 12 tahun. Kartu belajar sains memuat fakta-fakta unik sains. Selain dibuat menarik, di dalamnya juga terdapat empat seri yaitu ilmuwan, biologi, fisika, dan matematika.

“Ambil peluang dan kesempatan, karena kita tidak tahu kapan kesempatan itu datang lagi. Terus banyak membaca dan peka terhadap lingkungan, karena sebenarnya banyak sekali permasalahan yang akhirnya bisa dijadikan sarana berkarya khususnya untuk PKM,” pesan Muthafizhah pada 24-10-2020 saat diwawancarai melalui WhatsApp. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sciecy-adalah-media-belajar-bagi-anak-anak-supaya-paham-terhadap-sains-dan-tidak-menganggapnya-bosan-serta-menakutkan..jpg 1081 1081 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-04 12:00:022020-11-04 07:28:50Sciesy Game: Keep Science Easy!

Alumnus PBI UAD Jadi Pembicara di USU

04/11/2020/in Terkini /by Ard

Nila Wati tidak menyangka masih berkesempatan untuk sharing di lingkungan mahasiswa, meski kini bukan lagi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Baginya, semangat belajar yang dibangun dan diperjuangkan ketika menjadi mahasiswa dahulu, berdampak hingga sekarang. Dia yang merupakan delegasi termuda SeaTeacher berkesempatan menjadi pembicara bersama dua orang hebat dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah. Dia juga disandingkan dengan M. Iqbal Harefa sebagai guest star dari USU yang merupakan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada masanya.

Nila Wati saat Sharing-sharing dengan mengusung tema ‘Moral & Intelectual Integrity of New Student on New Normal Condidition’ diikuti oleh sekitar 300 peserta dalam Zoom Meeting bersama USU

Sharing dengan mengusung tema “Moral & Intellectual Integrity of New Student on New Normal Condition” diikuti oleh sekitar 300 peserta melalui Zoom Meeting. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) ini menyampaikan bahwa pembentukan moral, intelektual, dan integritas pada mahasiswa baru di era new normal merupakan tugas bersama, baik mahasiswa, orang tua, dosen, dan segala jajaran pihak di kampus. Oleh karena itu, butuh kesadaran dan kerja sama supaya tujuan bisa tercapai.

Nila mengungkapkan, “Sisi menarik dari acara ini yakni antusias dan semangat peserta yang sangat luar biasa. Hal ini menjadi bukti bagi pelaksanaan dunia pendidikan yang berubah, dari sebelumnya bisa saling berjumpa secara langsung, tetapi sekarang hanya sebatas layar gawai. Apa pun kondisinya, tetap semangat dalam belajar dan tentukan fokus serta tujuan!”

“Ketika kita melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang lain, maka sudah dipastikan kita akan mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan oleh orang lain. Meskipun sekarang proses pendidikan berjalan secara virtual, bukan lantas menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Kondisi new normal justru menjadi kesempatan kita untuk menciptakan hal-hal baru,” pesan Nila saat diwawancarai melalui WhatsApp pada 24-10-2020. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nila-Wati-saat-Sharing-sharing-dengan-mengusung-tema-‘Moral-Intelectual-Integrity-of-New-Student-on-New-Normal-Condidition-diikuti-oleh-sekitar-300-peserta-dalam-Zoom-Meeting-bersama-USU.jpg 719 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-04 08:00:102020-11-04 07:23:11Alumnus PBI UAD Jadi Pembicara di USU

Tips Sukses Jadi Bankir Syariah Internasional

02/11/2020/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Profesi sebagai bankir kini sangat menjanjikan. Karier dan peluang, terutama bankir syariah sangat besar termasuk di dunia global. M. Iman Sastra Mihajat, Ph.D. selaku Head of Sharia Oman Arab Bank membagikan tips suksesnya pada stadium general “Menjadi Bankir Syariah Internasional”. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung pada Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube HMPS Perbankan Syariah UAD (14-10-2020).

M. Iman Sastra Mihajat, Ph.D selaku Head of Sharia Oman Arab Bank saat berbagi tips sukses menjadi bankir syariah internasional

“Jika memiliki impian, haruslah bisa mengontrol diri agar mampu berproses dalam meraih target tersebut. Sebagai contoh, jika ingin menjadi bankir pada 5−10 tahun yang akan datang hendaknya mulai dari semester satu ini kita mengoptimalkan potensi di bidang yang ingin kita capai. Misalnya dengan mengikuti forum ekonomi, komunitas bank syariah, dan seminar sehingga menjadikan kita semakin berwawasan dan meluaskan jaringan,” tutur Iman saat memaparkan materi.

Ia mengimbuhkan, untuk menjadi bankir internasional penting sekali menguasai bahasa asing. Jadi, mulailah mengubah pemikiran dan mengatur tujuan agar tidak salah dalam bertindak. “Kuasai pengetahuan tentang ekonomi syariah, kuasai bahasa asing, dan kuasai ilmu praktik serta teori. Hal ini akan membuat impian menjadi bankir syariah akan terealisasi.”

Motivasi diri agar maju dan mengikuti berbagai forum yang sesuai dengan target impian juga menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, menjadi seorang bankir haruslah mengetahui informasi teraktual mengenai perkembangan ekonomi dunia.

“Tahap yang tidak kalah pentingnya ialah mencari relasi sebanyak-banyaknya. Kita bisa mengikuti komunitas dan saling bertukar pendapat dengan praktisi. Setidaknya, bisa mengenal jajaran orang penting di dunia bankir syariah. Jangan lupa terus berdoa dan tingkatkan usaha agar target dapat tercapai,” pungkasnya di akhir pemaparan materi. (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/M.-Imam-Sastra-Mihajat-saat-menyampaikan-materi-e1604370342959.jpg 526 874 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2020-11-02 11:31:312020-11-03 09:25:47Tips Sukses Jadi Bankir Syariah Internasional

Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

01/11/2020/in Terkini /by Ard

Kecanduan gadget atau gawai pada anak-anak memiliki dampak negatif yang sangat berbahaya dan mengerikan jika benar-benar terjadi. Oleh karena itu Esti Utami, S.Pd., yang merupakan editor, penulis buku Parenting Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak, dan alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) membagi tips mengatasi kecanduan gawai pada anak. Tipsnya yaitu membatasi penggunaan gawai dengan melihat umur anak.

Anak-anak di bawah dua tahun, sebaiknya tidak dibiarkan bermain gawai sendirian. Sementara anak-anak berusia dua sampai empat tahun kurang dari satu jam sehari. Lima tahun ke atas, sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari untuk kebutuhan rekreasional atau kebutuhan di luar belajar.

Tips selanjutnya yaitu mempunyai alternatif kegiatan lain supaya anak tidak bosan dan meminta gawai lagi. Misalnya, anak bisa diajak dalam aktivitas bersama orang tua misal memasak, mengepel atau menyapu, serta ciptakan suasana bermain yang menyenangkan. Jangan beri akses penuh atau letakkan gawai, komputer, dan laptop di ruang yang sulit terjangkau oleh anak. Tips yang terakhir yaitu tetapkan wilayah-wilayah bebas gawai, misal tidak boleh menggunakan gawai dalam kamar, di meja makan, dan di dalam mobil. Orang tua bisa memberikan pujian jika anak berhasil menahan diri untuk tidak menggunakan gawai.

“Anak akan meniru yang dicontohkan orang tuanya. Oleh karena itu, jadilah orang tua yang bijak supaya tumbuh kembang anak tidak terganggu. Usahakan ada waktu untuk bermain bersama anak. Atur waktu untuk menggunakan gawai. Cukuplah menengok gawai pada keadaan darurat saja,” jelas Esti pada 15-10-20 melalui WhatsApp. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Saat-Esti-Utami-S.Pd_.-memegang-buah-karyanya.-Kini-dia-menjadi-penulis-buku-dan-editor-naskah.-Dia-juga-yang-merupakan-alumnus-PBSI-UAD.-e1603762921231.jpg 345 508 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-01 08:00:022020-10-27 08:46:11Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Tips dan Trik Lolos PKM

31/10/2020/in Terkini /by Ard

Menurut Dr. Widodo Hariyono, A.Md., S.T., M.Kes., dalam acara Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bertajuk, “Membentuk Mahasiswa yang Berpengetahuan Luas, Aktif, dan Kreatif melalui Karya Tulis Ilmiah”, ada beberapa kiat agar proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lolos seleksi.

Dr. Widodo Hariyono, A. Md., S.T., M.Kes., saat menyampaikan materi tentang PKM

“Proposal harus sesuai dengan format dan aturan yang berlaku, gunakan bahasa yang padat, jelas, dan mudah dipahami, antara judul, latar belakang, rumusan masalah, tinjauan pustaka, metode penelitian dan target luaran memiliki benang merah, manfaat yang jelas baik bagi mahasiswa maupun masyarakat, kerja sama tim yang apik, serta rincian dana jelas dan sesuai dengan target luaran,” ujarnya via Zoom, (18-10-2020).

Widodo menuturkan tips mencari topik PKM yang kreatif secara cepat dan tepat seperti melakukan observasi di masyarakat dan mempelajari permasalahan yang mereka hadapi. Selain itu, munculkan sikap ingin membantu memecahkan permasalahan tersebut, atau membantu dari bidang penerapan teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat yang belum tersentuh modernitas.

“Kelemahan umum yang sering terjadi ialah tata bahasa yang buruk, pernyataan bagian kesimpulan yang tidak didukung data yang relevan dan akurat, metodologi tidak konkret, serta topik yang sudah sering digunakan,” lanjutnya di acara yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Ahmad Dahlan tersebut.

Widodo menyarankan agar mahasiswa melihat proposal PKM yang baik dan lolos di tahun sebelumnya agar paham tata cara penulisannya. “Perbanyaklah membaca referensi dan literatur yang mendukung, sering diskusi dengan anggota tim lainnya dan konsultasi dengan dosen pembimbing, selalu berpikir kreatif dan inovatif, serta tidak menunda pekerjaan. Jika proposal PKM disetujui dan didanai, maka segera persiapkan pelaksanaan arah kegiatan selanjutnya,” tutupnya. (JM)

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Widodo-Hariyono-A.-Md.-S.T.-M.Kes_.-saat-menyampaikan-materi-tentang-PKM-1.jpeg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-31 08:00:192020-10-26 09:46:28Tips dan Trik Lolos PKM

Buah Manis menjadi Mawapres UAD

30/10/2020/in Terkini /by Ard

Furqanul saat membagikan pengalaman menjadi mawapres

Mahasiswa berprestasi (mawapres) identik dengan mahasiswa yang memiliki segudang prestasi dan ambisi. Rentetan prestasi yang telah diraih akan memberikan manfaat tersendiri di kemudian hari. Furqanul Hakim, S.S., M.Pd., BI. membuktikan bahwa menjadi mawapres sangatlah bermanfaat. Alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2009 ini pernah meraih gelar finalis mawapres tingkat nasional tahun 2009.

Furqanul membagikan pengalaman serta berbagi kiat-kiat menjadi mawapres dalam acara seminar daring “Dahlan Muda Menginspirasi” yang ditayangkan langsung pada kanal YouTube UAD (15-10-2020).

“Mawapres itu tidak hanya butuh banyak piala, prestasi, IPK tinggi saja. Namun yang terpenting memiliki kemauan yang tinggi. Terkadang kita sebenarnya mampu, hanya saja ragu pada kemampuan diri sendiri,” tutur Furqanul dalam sesi pemaparan materi.

Ia menambahkan, tidak perlu takut untuk mencoba berbagai lomba. Sekali pun bukan bidangnya, jika ada bakat sangat penting untuk diasah. “Saya dulu mencoba berbagai lomba. Bahkan lomba yang tidak sesuai dengan bidang ilmu saya coba. Kita tidak tau hasilnya jika belum mencoba,” ungkapnya.

Berkat rentetan prestasi semasa kuliah dan menjadi mawapres di UAD, kini Furqanul aktif sebagai salah satu dosen di STKIP Paracendekia NW Sumbawa dan juri Kompetisi Debat Mahasiswa Nasional (KDMI). Prestasi yang dulu diperoleh memberikan manfaat yang besar pada kariernya.

“Saya mendapatkan relasi kerja juga berkat pengalaman menjadi mawapres UAD. Selain itu kemampuan hard skill dan soft skill sudah terlatih serta cepat menyelesaikan masalah,” pungkasnya. (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Furqanul-saat-membagikan-pengalaman-menjadi-mawapres-1.jpg 720 1257 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-30 08:00:452020-10-26 09:34:13Buah Manis menjadi Mawapres UAD

Bahaya Kecanduan Gawai pada Anak

29/10/2020/in Terkini /by Ard

Di era digital ini gadget atau gawai memang memiliki peran yang membantu dalam perkembangan anak. Walaupun demikian, orang tua harus tahu batasan-batasannya. Jika tidak, maka anak bisa rusak kesehatan fisik maupun mental. Selain itu, sangat dikhawatirkan anak tidak mau bersosialisi, tidak mempunyai teman, dan sekolahnya amburadul. Bahayanya lagi, anak yang sudah parah dalam kecanduan gawai bisa masuk rumah sakit jiwa.

Saat Esti Utami, S.Pd., memegang buah karyanya. Kini dia menjadi penulis buku dan editor naskah. Dia juga yang merupakan alumnus PBSI UAD

Esti Utami, S.Pd., kerap kali mengisi kajian daring muslimah. Salah satunya pada grup WhatsApp Tholabul Ilmi yang bertema The Happiest Mommy “Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak”. Esti merupakan alumnus dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Selain menjadi seorang istri, dia juga menjadi penulis buku dan editor naskah di penerbit Araska, Media Cerdas, Genesis, dan Yanita. Beberapa karyanya telah terbit yaitu buku dengan judul The Happiest Mommy, 7 Seri Fabel, Doa Anak Sehari-hari, Doa Umum, Nama-Nama Bayi, Parenting Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak, dan Melatih Berbicara.

Menurutnya, anak yang kecanduan gawai akan terus-menerus bermain gawai, lebih sering diam, aktivitas lain ditinggalkan, dan menolak bersosialisasi. Selanjutnya, anak selalu meminta gawai. Apabila tidak diberikan, anak mengamuk dan membuat kegaduhan. Ketika diajak bermain di luar rumah, anak meminta untuk pulang dan memilih memainkan gawainya. Bahkan, anak menolak untuk makan dan mandi.

“Agar anak tidak kecanduan gawai, maka gunakan gawai secara cermat. Misalnya digunakan untuk belajar menghitung, mengenal warna, bentuk, huruf, binatang, dan sebagainya. Jangan biarkan anak menonton sendiri, selalu dampingi anak dalam belajar dan ajak komunikasi. Alihkan anak pada hal lain untuk meminimalisir penggunaan gawai, misalnya bermain bola, melihat ikan, dan menyiram tanaman. Ketegasan juga diperlukan supaya tidak terjadi kecanduan gawai pada anak,” pesan Esti melalui grup WhatsApp pada 5-10-20. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Saat-Esti-Utami-S.Pd_.-memegang-buah-karyanya.-Kini-dia-menjadi-penulis-buku-dan-editor-naskah.-Dia-juga-yang-merupakan-alumnus-PBSI-UAD.-e1603762921231.jpg 345 508 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-29 12:00:332020-10-27 08:43:36Bahaya Kecanduan Gawai pada Anak

Serba-serbi PKM UAD

29/10/2020/in Terkini /by Ard

Dr. Widodo Hariyono, A. Md., S.T., M.Kes., saat menyampaikan materi tentang PKM

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan ajang kompetisi kreativitas ilmiah terbesar di Indonesia yang menyajikan ide-ide kreatif mahasiswa. “Ide-ide tersebut dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri atas berbagai bidang seperti penelitian, penerapan teknologi, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, karsa cipta, gagasan tertulis, serta artikel ilmiah,” ungkap Dr. Widodo Hariyono, A.Md., S.T., M.Kes. selaku Pembimbing Berprestasi dalam Bidang Penalaran Terbaik 2019 via Zoom, (18-10-2020).

PKM menjadi ajang bergengsi tingkat nasional tiap tahunnya dengan dana hibah yang besar, diskusi berkala, jaringan yang luas, mengasah soft skills, memacu kecerdasan, semangat kompetisi, serta cita-cita yang tinggi. Alur yang harus dilewati peserta PKM yaitu, mengajukan proposal ke dinas pendidikan tinggi, tim yang lolos akan menerima hibah, masuk finalis PIMNAS, dan yang terakhir pengumuman juara.

“Hal yang perlu dipersiapkan dalam menyusun proposal PKM yaitu, membaca buku pedoman PKM yang akan diteliti, memilih bidang PKM yang diminati, fokus mempelajari jenis PKM yang dipilih, mendiskusikannya dengan tim dan dosen pembimbing, membuat proposal bertahap dan mengembangkan idenya, proses terakhir yaitu menguji dan memperbaiki, serta menuntaskan administrasi,” lanjutnya dalam acara Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bertajuk “Membentuk Mahasiswa yang Berpengetahuan Luas, Aktif, dan Kreatif melalui Karya Tulis Ilmiah”. Acara diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Ide atau gagasan merupakan hal yang sangat mahal dan bersifat rahasia. “Ujilah ide yang sudah ditentukan dengan diskusi, catatlah gagasan yang muncul dan lakukan pengembangan, serta cari literatur pendukung yang memadai untuk memperkuat ide tersebut,” tutupnya. (JM)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Widodo-Hariyono-A.-Md.-S.T.-M.Kes_.-saat-menyampaikan-materi-tentang-PKM-2.jpeg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-29 08:00:192020-10-26 09:32:13Serba-serbi PKM UAD

Mulai dari Suka Mengajar, Akhirnya Menjadi Wali Kelas

28/10/2020/in Terkini /by Ard

“Saya sangat suka mengajar, suka tantangan, dan belajar hal-hal yang baru. Waktu di sana, saya sangat senang karena itu pengalaman pertama kali mengajar di luar negeri. Apalagi di tempat magang, bahasa Inggris menjadi bahasa keseharian,” kata Siti Aminah, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang pernah magang di Filipina.

Siti Aminah dalam Sharing Session yang berlangsung di kanal facebook OIA UAD.

Menurutnya, tantangan mengajar di luar negeri sangatlah menarik. Selama di Filipina, Senin-Jumat ia mengajar di kelas 7 SMP dan diamanahi menjadi wali kelas. Setiap Sabtu, ia menolong temannya untuk mengajar SD.

“Bisanya kegiatan di minggu pertama ialah observasi kelas, jadi asisten, dan baru mengajar. Namun, saya hanya didampingi dua kali, setelah itu dilepas sendiri. Saat itu juga bertepatan dengan UTS dan supervisor menantang saya. Saya hanya diberi buku paket, lalu diminta mencari lima topik mengajar,” terang Aminah dalam Sharing Session yang mengusung tema “Magang Mengajar di Luar Negeri” yang berlangsung di kanal Facebook Oia UAD, Jumat (16-10-2020).

Ia melanjutkan, pertama kali mengajar ia sama sekali tidak merasa gugup karena siswa sangat antusias. Meskipun dalam satu kelas ada 32 siswa, ia dengan mudah mengatur siswa saat pelajaran berlangsung. Ditambah, fasilitas yang ada di tempat sangat istimewa, apalagi ada ruang untuk menjalankan ibadah.

Selain mengajar, Aminah diajak berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa. Di situ ia berbagi cerita tentang Indonesia, setelah itu menceritakan tentang universitas. Dalam mini diskusi, ia mengungkapkan kebanggaannya kuliah di UAD yang memberikan fasilitas untuk ia belajar dan berusaha. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Siti-Aminah-dalam-Sharing-Session-yang-berlangsung-di-kanal-facebook-Oia-UAD..jpeg 607 800 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-28 12:00:312020-10-26 09:14:47Mulai dari Suka Mengajar, Akhirnya Menjadi Wali Kelas
Page 562 of 574«‹560561562563564›»

TERKINI

  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026
  • Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal26/02/2026
  • Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi25/02/2026
  • Mahasiswa FKM UAD Adakan Senam dan Edukasi Hipertensi di Wonocatur25/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026
  • Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria25/02/2026
  • Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi25/02/2026
  • Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi24/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top