Film Merawat Ingatan Menyabet Dua Penghargaan
Film pendek berjudul Merawat Ingatan karya mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), meraih penghargaan sebagai film terbaik dan sinematografi terbaik pada lomba yang diadakan oleh studio Produksi Film Negara (PFN) dengan tema âNasionalismeâ.
âProduksi film ini dibuat oleh tim Operasi Silang yang anggotanya terdiri dari gabungan mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi UAD angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019. Awal tim Operasi Silang berkarya bermula dari membiasakan membikin konten atau foto pada momen tertentu. 2020 kali ini tercetus ide membuat fim pendek karena ada lomba. Kami menyusun konsep film via daring karena masih di kampung halaman masing-masing, setelah semua anggota berada di Yogyakarta kami memulai produksi,â ungkap Made Ivan Mandalika selaku produser film.
Film Merawat Ingatan bercerita tentang seorang janda tua yang sedih karena tidak diadakannya upacara 17 Agustus imbas dari pandemi Covid-19. Padahal upacara tersebut adalah aktivitasnya untuk mengenang mendiang suaminya yang seorang veteran. âKendala terbesar yang dihadapi adalah soal mengurus perizinan tempat karena kondisi pandemi. Ada ketakutan dan kesulitan karena memakai talent seorang yang sudah lanjut usia yang rentan terkena virus corona. Selain itu, saat syuting kami juga harus menjaga jarak, menggunakan masker dan cuci tangan,â jelasnya saat diwawancarai via WhatsApp, (12-9-2020).
Ivan berharap tim Operasi Silang selanjutnya bisa menjadi wadah kolaborasi mahasiswa UAD. Â âSemoga karya kami selanjutnya dapat dikenal dan dinikmati banyak orang di luar UAD. Target kami ke depannya akan produksi film lagi di beberapa tempat,â tutupnya. (JM)




Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam rangka menyapa mahasiswa baru (maba), akhirnya mengadakan Program Pengenalan Kampus (P2K). Di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai sistem Panduan Umum Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2020, aktivitas P2K dilakukan secara daring. âBersama UAD Kita Wujudkan Insan Kompetitif dan Tangguh Berbasis Nilai-Nilai Islam Menuju Indonesia Bangkitâ menjadi tema P2K UAD 2020, yang dilaksanakan 14â18 September 2020.



Catur Agil Pamungkas, Ferina Widyawati Ayu Silvi, dan Syaffira Amalia Risti, dibimbing langsung oleh Muhammad Farid Alwajdi, S.H., M.Kn. selaku dosen Prodi Ilmu Hukum dan Muhammad Saleh, S.H., M.H., berhasil meraih piala Ki Bagus Hadikusumo sekaligus mendapat predikat best speaker. âPembaruan Hukum yang Berdasarkan NilaiâNilai Pancasilaâ menjadi tema menarik yang diangkat panitia.
âMosi pembentukan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila menjadi sangat menantang. Hal ini karena posisi pro yang sangat sulit. Kami harus melawan banyaknya persepsi publik yang cenderung tidak setuju. Pembatasan mosi menjadi langkah efektif dengan mengangkat argumen berdasarkan krisisâkrisis  dan sulitnya implementasi Pancasila,â ungkap Syaffira. (Chk)



