Tiga Agenda Besar Korkom IMM UAD

0
170

 

 

Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Ahmad Dahlan UAD periode 2015/2016 pada Senin, (24/08/2015) resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang IMM Djazman al-Kindi Kota Yogyakarta di Aula Islamic Center UAD.

Pelantikan sekaligus talk show pergerakan yang mengusung tema “Meneguhkan Substansi, Ciptakan Manuver Ideologis” ini dihadiri oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UAD, BEM Universitas, Ortom, dan kader IMM se-UAD. Mereka bersatu padu untuk menunjukkan keharmonisan demi kelancaran IMM UAD dalam satu periode ke depan.

Unsur Pembantu Pimpinan selama satu periode akan membawahi 11 komisariat IMM. Immawan Showab, selaku Ketua Korkom menyampaikan bahwa perlu adanya sinergitas antarpemimpin yang akan membawa misi IMM sampai kepada jalur yang diinginkan. PC IMM, Korkom, Komisariat, Rektorat, dan pihak-pihak yang nantinya akan banyak terlibat di IMM UAD, akan banyak dilibatkan demi tercapainya progresif gerakan.

Ketua PC IMM Djazman al-Kindi, Lady Farhana, juga menyampaikan bahwa terdapat tiga agenda besar. Harapannya hal itu dapat di break down oleh Korkom dalam pelaksanaan fungsi, tugas, dan perannya. Tiga pokok itu adalah penguatan ideologi yang akan mulai dibangun di forum rutin pemimpin dengan selalu meng-upgrade pengetahuan kader IMM, pengejawantahan profil kader ikatan yang dilakukan dengan amal-amal nyata bagi masyarakat, dan dakwah media.

“Kita sudah sama-sama menyadari, dalam tataran global, media berperan besar menentukan nilai bahkan sudah sampai tataran doktrin. Hal yang sangat disayangkan. Ternyata, media kemungkaran telah berdiaspora dan menguasai. Oleh karenanya, menjadi kewajiban kita, sebagai kader IMM, untuk mulai menguasai media untuk ber-fastabiqul khoirot, menularkan benih-benih kebaikan dan melawan kemungkaran dengan mencoba mengeluarkan gagasan-gagasan yang diyakini IMM,” ujar Lady Farhana.

Sucipto, M.Pd., BI. selaku pembina IMM UAD menyampaikan bahwa Korkom perlu mengawal keteguhan ideologi bagi pemimpin dan kader yang pernah masuk IMM. Ke depan, Korkom juga mulai mengenalkan forum-forum kajian pemimpin dan akan banyak mengenalkan Muhammadiyah maupun IMM. Setelah memahami sebagai ide yang telah melangit, IMM tinggal membumikan gerakan.  “Korkom juga harus menyadari bahwa IMM bukanlah sekadar organisasi, tetapi sebagai gerakan.” tambahnya.

 

Sumber: Sangpencerah