Tiga Siswa dari SA Mengharumkan Nama Indonesia di Dunia Pendidikan

0
211

/

Indonesia di sisi prestasi bidang pendidikan mendapat perhatian khusus di mata dunia, hal ini terkait tiga siswa dari Sampoerna Academy (SA) di Malang memperoleh nilai 100 percentage uniform mark yang berarti ketiganya masuk kategori terbaik dalam bidang uji internasional yang diikutinya. Mereka melampaui nilai rata-rata dunia untuk mata pelajaran matematika, seni dan desain, biologi, kimia, teknologi informasi dan komunikasi, matematika tambahan, serta fisika dan berhak atas International General Certificate of Secondary Education (IGCSE). Ketiganya bersaing ketat dengan ribuan pelajar dari 160 negara peserta IGCSE tersebut. Semoga prestasi ini bisa menular ke pelajar-pelajar lain di Indonesia. (@)

 

 

JAKARTA –Sejumlah siswa dari keluarga prasejahtera yang menempuh pendidikan beasiswa di Sampoerna Academy (SA) berhasil meraih nilai persentase secara kumulatif di atas standar dalam ujian sertifikasi internasional 2010-2011 di University of Cambridge, Inggris, beberapa waktu lalu.

Mereka melampaui nilai ratarata dunia untuk mata pelajaran matematika, seni dan desain, biologi, kimia, teknologi informasi dan komunikasi, matematika tambahan, serta fisika dan berhak atas International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).

IGCSE merupakan ujian internasional untuk siswa sekolah menengah yang dikembangkan Cambridge International Examination sejak 1988. Ujian ini dikhususkan bagi siswa berusia 14-16 tahun dan dipercaya oleh sekolah-sekolah di penjuru dunia sebagai acuan untuk mengadakan ujian internasional.

Tahun ini ujian diikuti ribuan siswa dari 160 negara, termasuk Inggris, China, Mesir, dan Malaysia. Education Programs Director Putera Sampoerna Foundation Eddy Henry mengatakan, hasil ini sangat memuaskan terlebih SA baru pertama kali mengikuti IGCSE.

“Tiga siswa dari SA di Malang memperoleh nilai 100 percentage uniform mark. Artinya, mereka ada di grup terbaik di dunia untuk bidang uji tersebut,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata berharap, dengan mengadaptasi kurikulum berskala internasional, SA nanti dapat membawa Indonesia selangkah lebih maju dalam mewujudkan globalisasi pendidikan di setiap lapisan masyarakat. (armydian kurniawan)

/

Indonesia di sisi prestasi bidang pendidikan mendapat perhatian khusus di mata dunia, hal ini terkait tiga siswa dari Sampoerna Academy (SA) di Malang memperoleh nilai 100 percentage uniform mark yang berarti ketiganya masuk kategori terbaik dalam bidang uji internasional yang diikutinya. Mereka melampaui nilai rata-rata dunia untuk mata pelajaran matematika, seni dan desain, biologi, kimia, teknologi informasi dan komunikasi, matematika tambahan, serta fisika dan berhak atas International General Certificate of Secondary Education (IGCSE). Ketiganya bersaing ketat dengan ribuan pelajar dari 160 negara peserta IGCSE tersebut. Semoga prestasi ini bisa menular ke pelajar-pelajar lain di Indonesia. (@)

 

 

JAKARTA –Sejumlah siswa dari keluarga prasejahtera yang menempuh pendidikan beasiswa di Sampoerna Academy (SA) berhasil meraih nilai persentase secara kumulatif di atas standar dalam ujian sertifikasi internasional 2010-2011 di University of Cambridge, Inggris, beberapa waktu lalu.

Mereka melampaui nilai ratarata dunia untuk mata pelajaran matematika, seni dan desain, biologi, kimia, teknologi informasi dan komunikasi, matematika tambahan, serta fisika dan berhak atas International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).

IGCSE merupakan ujian internasional untuk siswa sekolah menengah yang dikembangkan Cambridge International Examination sejak 1988. Ujian ini dikhususkan bagi siswa berusia 14-16 tahun dan dipercaya oleh sekolah-sekolah di penjuru dunia sebagai acuan untuk mengadakan ujian internasional.

Tahun ini ujian diikuti ribuan siswa dari 160 negara, termasuk Inggris, China, Mesir, dan Malaysia. Education Programs Director Putera Sampoerna Foundation Eddy Henry mengatakan, hasil ini sangat memuaskan terlebih SA baru pertama kali mengikuti IGCSE.

“Tiga siswa dari SA di Malang memperoleh nilai 100 percentage uniform mark. Artinya, mereka ada di grup terbaik di dunia untuk bidang uji tersebut,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata berharap, dengan mengadaptasi kurikulum berskala internasional, SA nanti dapat membawa Indonesia selangkah lebih maju dalam mewujudkan globalisasi pendidikan di setiap lapisan masyarakat. (armydian kurniawan)