UAD Adakan Seminar Internasional dengan University of Saint Anthony Filipina

0
223

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan kualitas akademis civitas FE UAD pada khususnya, serta menambah jaringan dan kerja sama. Harapannya adalah semakin mempererat hubungan antara UAD dan USANT.”

Begitulah yang dikatakan Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan (FE UAD) pada Selasa, 7 Oktober 2014 di ruang sidang kampus 1. Ia bersama para dosen, baik dari dalam maupun luar UAD (UPN, STIE Widya Wiwaha, Universitas Widya Mataram), dan para mahasiswa hadir dalam seminar internasional dengan tema “ASEAN  Economic Community”. Acara ini diselenggarakan oleh FE UAD yang bekerja sama dengan University of Saint Anthony (USANT) Filipina.

Kegiatan dibuka dengan pemberian sambutan oleh Wakil Rektor IV UAD, Prof. Dr. Sarbiran, dilanjutkan sambutan dari Dekan FE UAD. Acara dilanjutkan dengan seminar dengan menghadirkan pembicara Dr. Jose Ballestero dari USANT dan Khusnul Hidayah, M.Si dari FE UAD. Selain itu, dilaksanakan pula MoU antara kedua universitas tersebut. Sesi terakhir adalah presentasi artikel oleh dosen dan mahasiswa FE UAD.

Agenda selanjutnya direncanakan adanya pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kerja sama di bidang penelitian maupun publikasi karya ilmiah. Kegiatan ini juga merupakan ajang untuk diskusi dan sharing pengalaman kedua negara dalam rangka menghadapi tren ekonomi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Sebagaimana diketahui bersama, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-21 di Cebu, Filipina tahun 2007 lalu, ASEAN telah membulatkan tekad untuk menjadi kawasan yang terintegrasi, sebagaimana termaktub dalam dokumen “Cebu Declaration on the Accelaration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015”.

Komunitas ASEAN–sesuai dengan Bali Concord II tahun 2003–terdiri atas tiga pilar, yaitu Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community/ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN/KEA (ASEAN Economic Community/AEC), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). Melalui kegiatan ini, para akademisi dapat saling berdiskusi dan berinteraksi membahas isu tersebut. Harapannya, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat Indonesia maupun Filipina.