• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Industri Tak Sentuh Riset Akademisi

30/01/2016/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Kesenjangan dunia akademisi dengan dunia industri masih sangat lebar. Termasuk di bidang hasil-hasil riset. Hanya sedikit hasil penelitian perguruan tinggi yang kemudian dimanfaatkan industri. Besar kemungkinan, ada spesifikasi dunia industri yang berbeda dengan riset-riset yang dilakukan universitas.

“Pemanfaatan hasil riset selama ini jauh di bawah tiga puluh persen. Ini harus segera dicari jalan keluarnya,” ungkap Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr. Kasiyarno, M.Hum., di sela Confast (Conference on Fundamental and Applied Science Advanced Technology) 2016, yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Senin (25/1/2016).

“Sekarang ini”, lanjut Kasiyarno, “program yang akan dijalankan adalah menghubungkan akademisi dan industri. Perkembangan industri sangat cepat dan harus diakui akademisi sangat sulit mengejarnya. Dana menjadi salah satu kendala,” tandasnya.

Dunia industri, menurut Kasiyarno, pun selalu ingin menerima segala sesuatu yang siap pakai. Sayangnya, tidak semua perguruan tinggi mengarah ke situ. “Jika memang menginginkan yang siap pakai, mestinya bisa dipenuhi oleh sekolah-sekolah vokasi maupun politeknik.”

Akhirnya, perguruan tinggi hanya bisa mengarahkan agar hasil-hasil riset para dosen bisa lebih banyak diterapkan. Itu pun sering susah masuk ke dunia industri karena biasanya dunia industri memiliki spesifikasi tertentu. Karena itulah, industri memiliki program penelitian dan pengembangan sendiri. “Karenanya, paling banter yang bisa dilakukan para akademisi adalah melakukan kolaborasi dengan unit penelitian dan pengembangan yang dimiliki industri,” tutur Kasiyarno.

Confast 2016 yang dirintis sejak 2012, menurut ketua panitia Dr. Damar Yoga Kusuma, memang dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan riset di dunia akademisi dengan pemanfaatannya di dunia nyata, di masyarakat maupun dunia industri.

“Dengan demikian, penelitian di universitas tak berakhir hanya pada lorong-lorong gelap perpustakaan. Di sisi lain, industri dalam negeri kita dapat memanfaatkan inovasi-inovasi penelitian terbaru untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga mampu bersaing dengan industri serupa di negara tetangga dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean pada tahun ini,” jelasnya.

Seminar internasional itu menampilkan pembicara utama Prof. Lee Pooi See dari Nanyang Technological University, Singapura, dan Prof. Hariyadi dari UAD. Dua ahli di bidang Fisika dan Ilmu Material itu berbagi pandangan dan pengalaman tentang bagaimana membawa penelitian di universitas ke taraf industri.

Forum ilmiah yang berlangsung hingga Selasa (26/1/2016) ini juga mengundang Prof. Jason J Jung dari Chung-An University, Korea Selatan, yang merupakan ahli di bidang big data, terutama menyangkut data dari media sosial.

Prof. John A Carver dari the Australian National University juga turut hadir untuk berbagi pengetahuan tentang protein struktur dan korelasinya di bidang biomedis dan pangan.

“Acara ini ditutup oleh Direktur Dana Penelitian LPDP, Kemenkeu RI, Dr. M. Sofwan Effendi, yang menyampaikan tentang tantangan dan peluang dunia riset di Indonesia,” ujar Damar.

Dengan para peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta luar negeri, antara lain Rusia, Estonia, Arab Saudi, Polandia, Singapura, dan Malaysia, Confast 2016 menerima lebih dari 200 abstrak dari pendaftar. Dari jumlah itu, sebanyak 166 abstrak lolos seleksi dan dipresentasikan dalam seminar tersebut.

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2016-01-30 01:10:302016-01-30 01:10:30Industri Tak Sentuh Riset Akademisi
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

TERKINI

  • Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK06/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK06/08/2026
  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo06/08/2026
  • UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator06/08/2026
  • Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK06/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026

FEATURE

  • Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh06/08/2026
  • Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan06/08/2026
  • Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat06/08/2026
  • Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu29/07/2026
  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top