• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

DPD dalam Pusaran Persoalan Bangsa

31/05/2022/in Terkini /by Ard

Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan acara Obrolan Tipis-Tipis (OTT) dengan narasumber Drs. H.M. Afnan Hadikusumo (Foto: Farida)

Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan acara Obrolan Tipis-Tipis (OTT) dengan tajuk “DPD dalam Pusaran Persoalan Bangsa”. Acara ini berlangsung pada Kamis, 26 Mei 2022, melalui kanal YouTube lablawuad. Hadir sebagai narasumber adalah Drs. H.M. Afnan Hadikusumo yang merupakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia.

Di awal Afnan memaparkan mengenai persoalan perpanjangan periode presiden atau tiga periode. Ia mengatakan bahwa yang sebenarnya tidak ada perpanjangan masa jabatan presiden yang ada hanyalah penundaan pemilu, sehingga secara otomatis masa jabatannya tertunda. Wacana persoalan perpanjangan masa periode presiden, berujung pada persoalan regulasi, yang tidak tertera pada Undang-Undang Dasar dan turunannya. DPD sebagai representasi perwakilan masyarakat daerah perlu meluruskan keinginan perpanjangan masa jabatan presiden, bahwa wacana tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang ada, sehingga untuk menjadi sebuah kegiatan perlu dibuatkan payung hukumnya terlebih dahulu.

“Kita ini kan sedang krisis keteladanan, nah yang kita pikirkan di DPD itu bagaimana memberikan teladan kepada masyarakat, sikap-sikap kenegarawanan itu seperti apa. Berpolitik boleh, tetapi masih harus tetap berpegang pada aturan-aturan yang berlaku,” papar Afnan.

Ia juga berbicara mengenai persoalan bangsa di bidang eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) di tingkat daerah, bahwa SDA di Indonesia yang kita miliki dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh dapat mengentaskan kemiskinan. Persoalan yang dihadapi yaitu pada jual mentah seperti batu bara. Manajemen pengelolaan dan regulasi SDA di Indonesia juga masih tergolong kurang baik. Saat ini semua bahan pangan yang bersumber dari kekayaan alam di Indonesia banyak impor, seperti gula.

Lebih lanjut, ia berbicara mengenai persoalan kebangsaan terkait pemilu yang akan dilaksanakan serentak pada tahun 2024, tetapi banyak masa jabatan di daerah yang mati sebelum habis masa jabatan. Pada dasarnya penyelenggaraan pemerintah tidak boleh ada kekosongan, tetapi karena sudah habis masa jabatan harus diisi oleh pejabat yang ditunjuk. Seorang pejabat harus bersifat netral, tidak boleh menganulir kebijakan pemerintah yang lama.

Di akhir OTT, Afnan menyampaikan, “Dalam pemilihan komisioner, DPD hanya terlibat dalam pemilihan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam pembuatan undang-undang DPD ikut berpartisipasi di dalamnya, tetapi terkadang ditolak oleh DPR.” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sedang-mengadakan-acara-Obrolan-Tipis-Tipis-OTT-dengan-menghadirkan-narasumber-adalah-Drs.-H.M.-Afnan-Hadikusumo.-foto-farida-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-31 14:42:512022-05-31 14:42:51DPD dalam Pusaran Persoalan Bangsa

KKN UAD Adakan Program ‘Ecobricks’ untuk Memanfaatkan Sampah Plastik

31/05/2022/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Adakan Program ‘Ecobricks’ untuk Memanfaatkan Sampah Plastik di Tegaltandan, Bantul, Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Periode 81 Unit I.D.3 menyelenggarakan program Ecobricks bersama anak-anak RT 17 Tegaltandan, Banguntapan, Bantul, di Balai RT 17 Tegaltandan pada Jumat, 27 Mei 2022. Sebanyak 23 anak mengikuti kegiatan tersebut dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan.

Ketua Penyelenggara program Ecobricks, Fatimah Nur Rahma, mengungkapkan tujuan program tersebut untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik. Ia juga menyebutkan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebagai latar belakang diadakannya program tersebut.

“Kita tahu kan bahwa TPST Piyungan itu sudah penuh dan ditutup. Kadang, juga ada hewan-hewan di sekitar sampah seperti sapi dan kerbau yang nantinya akan dikonsumsi oleh manusia dan itu berbahaya. Karena itu, kami ingin mengedukasi anak-anak ini untuk mendaur ulang sampah dan tidak menambah jumlah sampah yang akan mencemari lingkungan,” kata Fatimah.

Ia juga menjelaskan bahwa produk dari program Ecobricks dapat dijadikan sebagai bahan baku penyusun beberapa furnitur rumah tangga seperti kursi, meja, dinding, dan dekorasi rumah maupun taman. “Karena sifatnya yang solid dan tidak mudah terurai, ecobricks ini dapat digunakan untuk membuat kursi, meja, dinding, dekorasi rumah, dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, dilansir dari Republika, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup warga sejak setelah Lebaran. Imbas penutupan tersebut mengakibatkan penumpukan sampah di tingkat rumah tangga maupun TPS-TPS lain. Sementara itu, Kabupaten Bantul menghasilkan 170 hingga 180 ton sampah per hari. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, meminta masyarakat untuk mengoptimalkan TPS-TPS dan mengurangi jumlah sampah.

“Jadi, harus dilakukan upaya pemilahan, pengurangan, dan optimalkan yang sudah ada. Kami sudah matur ke Bupati agar ada arahan-arahan untuk menyikapi,” kata Ari dilansir dari Republika pada 10 Mei 2022. (mtai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Adakan-Program-‘Ecobricks-untuk-Memanfaatkan-Sampah-Plastik-Foto-Istimewa.jpg 1088 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-31 14:22:402022-05-31 14:22:40KKN UAD Adakan Program ‘Ecobricks’ untuk Memanfaatkan Sampah Plastik

Menguatkan Psikoreligi dengan Berzikir

30/05/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Agus Sukaca, M.Kes. memaparkan materi pada diskusi panel gangguan jiwa dan penguatan psikoreligi blok 3.5 psikiatri di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

Dalam khazanah kajian keislaman, masalah gangguan jiwa telah dilakukan kajian yang mendalam, termasuk yang dilakukan oleh Ibnu Sina yakni salah satu tokoh muslim kedokteran modern. Ia melakukan kajian tentang kejiwaan yang juga merupakan bagian dari cara pendekatan kepada pasiennya.

“Dalam bahasa Arab khauf yang artinya sedih, ketakutan, atau khawatir, hal ini yang sering menjadi akar permasalahan dari berbagai gangguan jiwa,” tutur dr. Agus Sukaca, M.Kes. saat berkesempatan menjadi pemateri dalam Diskusi Panel Gangguan Jiwa dan Penguatan Psikoreligi Blok 3.5 Psikiatri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (24-05-2022).

Tidak sedikit dalam kitab suci Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kondisi seseorang yang tidak akan mengalami khauf. Salah satunya sur

ah Al-Baqarah ayat 112 yang artinya, “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah , sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhan-Nya dan tidak ada khauf di atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

Adapun orang-orang yang tanpa khauf dan sedih adalah yang mengikuti petunjuk Allah Swt., beriman kepada Allah dan hari akhir, beramal saleh, berserah diri kepada Allah, berbuat kebaikan, menafkahkan hartanya di jalan Allah, mati di jalan Allah, selalu melakukan perbaikan, menjadi wali Allah, serta menegakkan tauhid dan beristikamah.

“Orang yang beriman dan beramal saleh akan diberikan kehidupan yang baik, di antaranya adalah minim gangguan jiwa atau bisa mengatasi hal tersebut dengan baik,” lanjut Agus. “Iman dan amal saleh memberikan perasaan aman yang membuat hati tenang, endorfin atau hormon kebahagiaan menjadi melimpah ruah sehingga didapat kehidupan yang baik.”

Di samping itu, ada upaya-upaya untuk meningkatkan psikoreligi, antara lain membaca Al-Qur’an sebagai penyembuh dan rahmat. Banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan membaca Al-Qur’an salah satunya ketenangan. Seorang peneliti Dr. Ahmad Al-Qadhi di klinik besar Florida, Amerika Serikat, membuktikan, mereka (nonmuslim) yang diperdengarkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terjadi relaksasi mereka menjadi lebih nyaman hingga 65%. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Agus-Sukaca-M.Kes-pada-kesempatannya-menjadi-pemateri-di-diskusi-panel-gangguan-jiwa-dan-penguatan-psikoreligi-blok-3.5-psikiatri.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 14:57:132022-05-30 14:57:13Menguatkan Psikoreligi dengan Berzikir

Ember Tumpuk, Solusi Upaya Pengelolaan Sampah Dapur Organik

30/05/2022/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan cara pengelolaan limbah dapur rumah tangga dengan metode ember tumpuk (Foto: Istimewa)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyosialisasikan cara pengelolaan limbah dapur rumah tangga dengan metode ember tumpuk. Kegiatan yang diikuti oleh lima belas ibu-ibu PKK di RW 09 Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, itu dilaksanakan di Balai Warga RW 09 dan dipandu oleh Sri Utami selaku pemateri.

Pelatihan diawali dengan menjelaskan tentang manfaat pembuatan pengelolaan ember tumpuk, cara kerja ember tumpuk, serta melakukan interaksi tanya jawab perihal ember tumpuk. Dikatakan oleh Sri Utami, ember tumpuk merupakan suatu alat untuk memproses limbah rumah tangga yang dibuat dengan menyatukan dua buat ember yang disusun bertingkat.

“Ember tumpuk ini menggunakan bantuan dari larva Hi pada skala rumah tangga. Larva Hi dikenal juga sebagai lalat hitam, yang dapat membantu proses pengomposan dan mempercepat proses pembusukan atau penguraian sampah,” ujarnya.

Metode ember tumpuk dibuat dengan menggunakan alat sederhana dan mudah diperoleh, sehingga teknologi ini sangat mudah diaplikasikan di rumah. Selain itu, ember tumpuk mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk cair yang ramah terhadap lingkungan.

Dengan adanya ember tumpuk di setiap rumah tentu secara tidak langsung dapat membantu memperbaiki lingkungan dan mengurangi sampah. Setiap orang dapat membuat pupuk cair organik yang murah dan mendukung lahan pertanian, terutama pupuk sebagai perangsang akar tumbuhan.

“Inti dari kegiatan ini adalah pengelolaan sisa bahan makanan menjadi pupuk siap pakai dengan cara menggunakan magot yang dilestarikan, dan kita mampu menerapkan kebiasaan untuk memilah-milah sampah rumah tangga,” tambah Alifradica, salah satu mahasiswa KKN.

Selain itu, kegiatan ini merupakan suatu inovasi sederhana dalam pengelolaan limbah sisa makanan yang dapat dibuat secara mandiri di rumah dengan mudah. Harapannya, warga di RW 09 Gambiran dapat mempraktikkan metode yang sangat berguna tersebut. Acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan penyerahan ember tumpuk yang sudah dibuat oleh mahasiswa KKN Alternatif kepada perwakilan RT di wilayah RW 09 Gambiran. (doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-cara-pengelolaan-limbah-dapur-rumah-tangga-dengan-metode-ember-tumpuk-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 11:33:382022-05-30 11:34:00Ember Tumpuk, Solusi Upaya Pengelolaan Sampah Dapur Organik

Pentingnya Memahami Penyusunan Laporan Keuangan dalam Bisnis

30/05/2022/in Terkini /by Ard

Peserta Pendampingan Pelatihan Keuangan dan BEP oleh PKM Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

Dalam berwirausaha tentunya wajib mengetahui laporan keuangan, laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu entitas pada periode tertentu. Dr. Hendro Setyono, S.E., M.Sc. menjelaskan banyak hal pada sesi Pendampingan Pelatihan Keuangan dan BEP oleh Pengurus Program Kreativitas Mahasiswa

(PKM) Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Tak ketinggalan, ia juga menyampaikan beberapa manfaat menyusun rencana dan laporan keuangan.

“Pertama, memudahkan alokasi rencana dan biaya, atau disebut set up biaya awal dalam berbisnis. Kedua, sebagai acuan, jangan sampai bisnis yang sudah direncanakan melenceng jauh dari rencana awal. Ini bertujuan untuk pendisiplinan. Ketiga, memudahkan benefit, dan keempat memudahkan penentuan harga produk,” jelasnya, (24-05-2022).

Menyusun laporan keuangan memiliki beberapa tujuan, yakni untuk menghitung biaya modal baik modal sendiri maupun modal asing/pinjaman jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Adapun bentuknya yakni laporan cash flow, laporan laba rugi, dan neraca.

“Cash flow merupakan laporan masuk dan keluarnya uang tunai sebuah bisnis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Laporan laba rugi, yakni bagian dari laporan keuangan suatu bisnis yang dihasilkan pada satu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba bersih. Terakhir, neraca merupakan kepemilikan atau posisi aset,” lanjut Hendro.

Ia juga menjelaskan tentang penentuan harga produk. Pertama berdasarkan biaya, harga produk memiliki tiga macam. Mark up yaitu penentuan harga dengan menambah keuntungan yang diinginkan pada produk yang diketahui harga pokoknya. Misal, harga pokok suatu produk sebesar Rp100.000,00 mark up-nya 20%, maka harga jualnya adalah harga pokok ditambah mark up.

Kemudian ada margin. Margin merupakan penentuan harga dengan menambah keuntungan yang diinginkan dari harga produksi, dan harga pokok sudah tidak dapat diketahui karena sudah dicampur. Lalu BEP, beberapa hal yang perlu diketahui pada metode BEP ini, biaya variabel setiap produk, biaya tetap produksi, harga jual, jumlah produk, serta asumsi semua produk habis terjual dengan harga yang sama.

Penentuan harga produk yang kedua adalah berdasarkan nilai, yakni produk dijual berdasar manfaat baik fungsional maupun emosional. Selanjutnya berdasarkan harga berlaku, biasanya harga di pasar sudah terbentuk, produsen menyesuaikan supaya tetap laba sehingga biaya produksi ditekan di bawah harga jual. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peserta-Pendampingan-Pelatihan-Keuangan-dan-BEP-.jpeg 476 884 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 10:45:272022-05-30 10:45:27Pentingnya Memahami Penyusunan Laporan Keuangan dalam Bisnis

Stigma Gangguan Jiwa dan Dinamika Kesehatan Jiwa di Masyarakat

30/05/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Widea Rosi Desvita, Sp.Kj. pemateri Diskusi Panel Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

“Tidak sedikit berita dari fenomena yang terjadi di masyarakat apabila digali lebih latar belakang dan dinamikanya, bagaimana itu bisa terjadi seperti kasusnya Sumanto yang pemakan mayat, kisah metamorfosa kerajaan tahta suci menjadi kaum eden, berbagai kekerasan di rumah tangga serta kekerasan seksual, hingga dokter bunuh diri akibat tertekan tangani Covid-19,” kata dr. Widea Rossi Desvita, Sp.Kj. pada Diskusi Panel Gangguan Jiwa dan Penguatan Psikoreligi Blok 3.5 Psikiater di Amphitarium lantai 7 Gedung Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, (24-05-2022).

Apabila dikupas lebih jauh, banyak sekali peristiwa yang terjadi berkaitan dengan kondisi kejiwaan seseorang. Dengan demikian tidak harus menjadi psikiater, dokter bertanggung jawab masalah kesehatan bukan hanya kesehatan fisik, tetapi harus melihat pasiennya secara komprehensif.

Selama ini, ada beberapa mitos gangguan kejiwaan yang akhirnya menjadi stigma, yakni orang yang memiliki gangguan kejiwaan adalah orang yang pribadinya lemah, kurang ibadah, risiko melakukan kekerasan, orang yang memiliki gangguan jiwa harus minum obat seumur hidup, atau mereka hanya pura-pura.

Sebagai seorang psikiater, dr. Widea membagikan pengalaman di balik ruang praktiknya. “Seorang pasien yang masih remaja dengan sabar berkonsultasi tentang kejiwaannya. Hal itu sangat ditentang oleh keluarga karena anggapan kurang ibadah, sampai obatnya dibuang oleh ibunya. Untungnya kejadian tersebut tidak membuatnya menciut, ia kembali lagi berkonsultasi dan mendapatkan solusi yakni perlunya dukungan dari sahabat.”

Kejadian tersebut membuktikan bahwa stigma tentang kejiwaan di masyarakat masih sangat kuat bahkan hingga sekarang. Benar ketika berbicara tentang gangguan kejiwaan, kita tidak bisa sendirian, butuh sistem karena ini merupakan sesuatu yang complicated.

Stigma tersebut menjadi hal penting untuk dibahas. Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 800 orang meninggal setiap tahunnya atau sekitar 1 orang setiap 40 detik karena bunuh diri. Kemudian dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota keluarga dengan psikosis/skizofrenia, lebih dari 19 juta penduduk usia di atas 15 tahun terkena gangguan mental emosional, dan lain sebagainya.

Stigma pada orang dalam gangguan kejiwaan adalah realitas, sesuatu yang nyata dan ditemui setiap hari di tengah masyarakat. Hal ini muncul di seluruh lapisan masyarakat tidak hanya masyarakat awam, bahkan dalam profesi antardokter pun menganggap ini masih menjadi stigma.

Adapun beberapa faktor mengenai stigma gangguan jiwa yakni, gila adalah aib, mitos gangguan jiwa, kurangnya pengetahuan tentang gangguan jiwa, tidak ada dukungan keluarga, dan perasaan malu. Dampak yang diakibatkan juga cukup besar, seperti harga diri dan kepercayaan diri berkurang, mengucilkan diri yang akhirnya enggan mencari informasi yang benar, terisolasi secara sosial sehingga bisa meningkatkan beban pikiran dan perasaan, serta tidak dianggap layak menerima pendidikan dan pekerjaan.

Lalu, bagaimana menangani stigma ini? Edukasi kepada masyarakat tentang gangguan jiwa, edukasi dengan keluarga tentang cara hidup dengan orang yang memiliki gangguan jiwa, pemberdayaan organisasi konsumen dan keluarga, kampanye publik tentang kesehatan jiwa, peningkatan pelayanan kesehatan jiwa, serta advokasi pada penentu kebijakan. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Widea-Rosi-Desvita-Sp.Kj_.-pemateri-Diskusi-Panel-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 10:09:352022-05-30 10:09:35Stigma Gangguan Jiwa dan Dinamika Kesehatan Jiwa di Masyarakat

Inas Ghaida, Mahasiswa Sastra Inggris UAD yang Sukses Jadi Awardee IISMA 2022

30/05/2022/in Terkini /by Ard

Annisa Inas Ghaida Widadsari, Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berhasil lolos IISMA 2022 (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2019, Annisa Inas Ghaida Widadsari, berhasil lolos seleksi Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022. Inas, sapaan akrabnya, akan berangkat ke University of Pécs, Hungaria, untuk belajar di sana selama satu semester. Berdasarkan lini masa di laman web IISMA, periode pembelajaran akan dilaksanakan mulai bulan September 2022‒Januari 2023.

Inas mengungkapkan bahwa keberhasilannya ini merupakan sebuah pencapaian besar dalam hidup. Mendapatkan kesempatan untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa adalah cita-cita yang diimpikannya sejak dulu dan tidak pernah terbayangkan akan tercapai melalui IISMA. Meski ada sedikit ketakutan dan kekhawatiran karena belum pernah menjalaninya, Inas yakin bahwa langkah ini akan membawa perubahan besar dalam hidupnya.

Hampir sama dengan sistem seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), proses pemilihan universitas di IISMA dipilih sendiri oleh mahasiswa. Makin tinggi ranking universitas terkait, maka makin ketat pula peluang masuknya. Mengatasi hal tersebut, Inas menuturkan bahwa dirinya banyak dibantu oleh dosen dan alumni IISMA tahun lalu untuk menentukan pilihan. Meski tidak lolos di pilihan pertama, yaitu University of Liverpool, ia menyatakan itu bukan masalah besar karena Hungaria juga menawarkan sejuta pesona lewat budayanya. Di samping itu, biaya hidup yang terjangkau juga menjadi salah satu alasan Inas memilih Hungaria sebagai tujuan.

Terdapat beberapa course yang akan diikuti oleh Inas selama belajar di University of Pécs, yaitu Introduction to Film Studies, Tourism Management, The Art of Writing and Presenting, dan Introduction to the Ancient Greek and Roman World. Untuk persiapan yang dilakukan selama mengikuti proses seleksi, ujian kecakapan bahasa Inggris dan pengumpulan berkas menjadi dua hal yang cukup menguras usaha. Dibandingkan TOEFL iBT dan IELTS, Inas lebih memilih Duolingo karena biaya yang terjangkau dan host university bersedia menerima Duolingo sebagai prasyarat.

Berteman baik dengan Bagas Al Fajri (Awardee IISMA 2021) telah membantu Inas dalam persiapan dirinya menghadapi proses seleksi IISMA. “Berkat Bagas, saya jadi tidak terlalu banyak mengalami kendala yang berarti sejauh ini,” tuturnya. Satu dua hal yang sedikit menjadi hambatannya adalah pemilihan universitas dan penulisan esai. Awalnya University of Edinburgh menjadi pilihan Inas karena itu merupakan mimpinya. Namun kemudian hal tersebut harus kandas karena mereka mengubah persyaratan jadi tidak menerima Duolingo. Untuk penulisan esai, Inas mengaku harus melakukan beberapa kali revisi agar esainya bisa masuk sesuai kriteria.

Saat ini, Inas sedang dalam proses pengurusan visa untuk keberangkatannya. Meski belum diumumkan tanggal pasti untuk keberangkatan, berdasarkan jadwal di lini masa web, diperkirakan akan dilaksanakan pada Agustus akhir atau awal September 2022. Pembelajaran akan dilakukan selama musim gugur di negara tujuan.

Dengan langkah baru ini, Inas berharap dirinya bisa lebih berani untuk mencoba sesuatu yang baru, memberi challenge untuk diri sendiri agar tahu sejauh mana limit yang bisa dicapai. “IISMA telah memberi sebuah encouragement bagi saya untuk terus berkembang. Ketika melihat awardee lain yang hebat-hebat, saya tidak merasa ciut atau insecure, justru saya makin ingin berpacu untuk berusaha agar menjadi sama hebatnya dengan mereka,” ungkap Inas saat diwawancarai melalui WhatsApp (25-05-2022). Bukti konkretnya, saat ini ia sedang ikut menjadi salah satu kandidat untuk seleksi perwakilan universitas (student representative) mewakili masing-masing host university. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Annisa-Inas-Ghaida-Widadsari-Mahasiswa-Sastra-Inggris-Universitas-Ahmad-DahlanUAD-yang-berhasil-lolos-IISMA-2022-Foto-Istimewa.jpg 737 719 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 08:06:442022-05-30 08:06:44Inas Ghaida, Mahasiswa Sastra Inggris UAD yang Sukses Jadi Awardee IISMA 2022

Pembukaan TPA di Rumah Tahfiz Al-Qur’an Kelurahan Sorosutan Nitikan

29/05/2022/in Terkini /by Ard

Kegiatan di Rumah Tahfidz di Nitikan, Sorosutan, Yogyakarta bersama KKN Satgas Covid-19 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.C.2 (Foto: Istimewa)

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Satgas Covid-19 UAD Unit I.C.2 sudah berlangsung sejak tanggal 14 April 2022 lalu dengan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rokhmayanti, S.K.M., M.P.H. yang merupakan dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Saat Ramadan 1443 H, fokus program kerja mereka melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan bersama masyarakat RW 12 Nitikan, Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta.

Program yang setiap hari berjalan adalah pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan tadarus. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Ishlaah selama sebulan penuh. Setelah Ramadan, TPA tetap berjalan, tetapi berpindah tempat pelaksanaannya.

Selepas Idulfitri 1443 H, Kelurahan Sorosutan kembali menyelenggarakan tradisi syawalan yang merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara tersebut sekaligus menjadi momen tepat untuk membuka kembali kegiatan TPA yang dilaksanakan di rumah tahfiz sebagai tempat pembelajaran yang baru. Pembukaan berlangsung pada Selasa, 17 Mei 2022, dengan mengundang masyarakat setempat, tokoh agama, serta para mahasiswa KKN Relawan Satgas Covid-19 I.C.2 UAD.

Acara dibuka oleh Widodo selaku Ketua RT 47, dan beberapa sambutan berikutnya dari tokoh agama serta masyarakat setempat. Lalu dilanjutkan pengenalan dan pengakraban bersama anak-anak.

“Jadwal TPA ditetapkan pada Senin, Selasa, dan Rabu, dilakukan setelah salat Magrib hingga selesai. Anak -anak terlihat sangat antusias dengan adanya pembukaan acara TPA ini,” kata Widodo.

Masyarakat setempat berharap dengan diadakan kembali kegiatan ini, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa pertumbuhannya. Tidak hanya itu, anak-anak juga bisa lebih mengenal satu sama lain dan menciptakan hafiz-hafiz penghafal Al-Qur’an serta membentuk lingkungan yang positif. (doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rumah-Tahfidz-di-Nitikan-Sorosutan-dan-KKN-Satgas-Covid-19-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Unit-I.C.2-Foto-Istimewa.jpeg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-29 07:39:072022-05-29 07:54:49Pembukaan TPA di Rumah Tahfiz Al-Qur’an Kelurahan Sorosutan Nitikan

Mewujudkan Saintis yang Kreatif dan Inovatif dalam Program Kreativitas Mahasiswa

28/05/2022/in Terkini /by Ard

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: BEM FAST)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) FAST yang merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diadakan oleh Departemen Literatur dan Pengembangan. Acara ini digelar secara luring di Ruang Serbaguna Lantai 10, Gedung Utama Kampus IV UAD pada Kamis, 15 Mei 2022. Lomba yang mengusung tema “Mewujudkan Saintis yang Kreatif dan Inovatif dalam Program Kreativitas Mahasiswa” itu terbuka untuk seluruh mahasiswa aktif FAST UAD.

Yusrina Izza Rahayu selaku ketua pelaksana mengungkapkan tujuan dan latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas. Selain itu meningkatkan soft skill dan hard skill yang telah dimiliki mahasiswa, serta dapat menuangkan ide melalui kerja sama dalam tim.

Terdapat sepuluh bidang lomba PKM yang dapat menjadi acuan para peserta untuk menuangkan ide-ide kreatif. Di antaranya PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI), PKM-Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT), PKM-Video Gagasan Konstrustif (PKM-VGK), PKM-Riset Eksata (PKM-RE), PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), PKM-Penerapan Iptek (PKM-PI), dan PKM-Karya Inovatif (PKM-KI).

“Ada sekitar 14 tim yang mendaftar. Dari ke-14 tim tersebut kami seleksi lagi untuk menentukan 10 besar yang akan melaju ke tahap selanjutnya yaitu presentasi, hingga akhirnya diperoleh 3 tim terbaik,” papar Yusrina saat diwawancara.

Yusrina berharap, dengan diadakannya lomba PKM FAST ini mahasiswa dapat lebih semangat dalam menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang nantinya bermanfaat untuk masyarakat luas. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Kreativitas-Mahasiswa-PKM-Fakultas-Sains-dan-Teknologi-Terapan-FAST-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-BEM-FAST.jpeg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-28 14:06:432022-05-28 14:06:43Mewujudkan Saintis yang Kreatif dan Inovatif dalam Program Kreativitas Mahasiswa

Adab Sebelum Ilmu

27/05/2022/in Terkini /by Ard

Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. pemateri Syawalan Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laela)

Sabtu, 21 Mei 2022, Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan syawalan dengan mengusung tema “Adab Sebelum Ilmu”. Acara ini merupakan agenda dari Prodi Pendidikan Biologi dengan tujuan menjalin silaturahmi pasca-Idulfitri, membangun kembali komunikasi, serta mempersiapkan perkuliahan luring setelah ujian tengah semester usai.

Berlangsung selama tiga jam melalui platform Zoom Meeting dan tayang melalui kanal YouTube PBio UAD Official, hadir Ustaz Budi Jaya Putra, S. Th.I., M.H. selaku pemateri sekaligus dosen Al Islam dan Kemuhammadiyah (AIK). Sebanyak 53 partisipan membersamai acara tersebut yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, orang tua/wali mahasiswa, dan alumi Prodi Pendidikan Biologi UAD.

“Tema syawalan pada hari ini menarik sehingga bermanfaat bagi semua partisipan baik dosen, mahasiswa, maupun orang tua/wali mahasiswa. Perlu kita ketahui ilmu adalah bagian dari ketaatan mengharap rida Allah Swt., di balik itu semua adab yang akan menentukan keberkahan dari ilmu yang kita dapatkan. Harapan dilaksanakan acara ini yaitu kita bisa menuntut ilmu sesuai dengan ajaran agama Islam dan membawa keberkahan di dunia dan akhirat.” papar Novi Febrianti, M.Si. selaku Kaprodi Pendidikan Biologi dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Ustaz Budi membahas mengenai pentingnya adab sebelum ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

“Mempelajari adab sebelum ilmu penting dipahami setiap pribadi untuk kehidupan lebih baik. Adab adalah kehalusan, kebaikan pekerti, kesopanan, dan akhlak mulia. Orang yang baik akhlaknya maka baik pula adabnya, karena pada dasarnya akhlak adalah pekerti atau kelakuan,” paparnya.

Berkaitan dengan itu, ia menjelaskan bahwa dengan memperhatikan adab akan mempermudah seseorang memperoleh ilmu. Seseorang yang menjunjung tinggi adab maka ia pasti berilmu, tetapi orang berilmu belum tentu memiliki adab yang baik. Seperti dalam kehidupan sekarang, tidak sedikit orang yang berilmu tetapi rendah tata krama, sopan santun kepada orang tua ataupun rekan sebaya. Sehingga pendidikan pertama dan utama yang wajib diterapkan pada anak usia dini yaitu pendidikan karakter.

“Iman, adab, ilmu, dan amal adalah tingkatan urutan dalam kehidupan, sehingga amal yang baik adalah hasil dari kuatnya iman, baiknya adab, dan tingginya ilmu. Perlu ditekankan kembali kepada mahasiswa jangan bangga mendapat IPK tinggi, tetapi bangga dan iringi syukur jika ilmu yang didapatkan bermanfaat dan membawa keberkahan. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui keberkahan ilmu tersebut? Keberkahan ilmu dapat kita rasakan dengan hadirnya kemudahan-kemudahan yang Allah berikan lewat cara-cara yang tidak terduga,” tutupnya. (lae)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Budi-Jaya-Putra-S.Th_.I.-M.H.-sedang-memaparkan-materi-mengenai-adab-sebelum-ilmu-pada-kajian-yang-diselenggarakan-oleh-Pendidikan-Biologi-UAD.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-27 16:52:312022-05-27 17:01:16Adab Sebelum Ilmu
Page 401 of 750«‹399400401402403›»

TERKINI

  • Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah06/04/2026
  • Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT06/04/2026
  • Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat05/04/2026
  • Mengapa Integritas Lebih Utama dari Sekadar Kecanggihan?04/04/2026
  • Menggali Makna Wakaf dari Kisah Khaibar dan Sahabat Umar03/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top