Cumluade Wisudawan UAD Periode 2010-2011 yang Luar Biasa

0
172

Upacara wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia Periode 2010-2011 dilakasanakan di JEC (Jogja Expo Center ) Yogyakarta pada Sabtu (24/07). Pelakasanaan wisuda kali ini menawarkan suasana menarik yang didesain dengan panduan lampu gemerlap dan alunan musik yang menghibur undangan dan wisudawan yang berjumlah 549 wisudawan/wisudawati. Hal yang menarik dari lulusan kali ini adalah mahasiswa yang lulus dengan perdekat Cumluade adalah mahasiswa yang dulunya tidak lulus Ujian Nasional (Unas).

 

Seperti perayaan sebelumnya, pelaksanaan wisuda UAD dikemas ala edutainment dengan pernak pernik lampu dan aluna musik. Akan tetapi pelulusan periode kali ini memberikan kejutan sekaligus pembuktian dalam proses belajar mengajar di UAD berhasil.

 

Oman Arafidra adalah mahasiswa jurusan Hukum yang tercatat tidak lulus dalam Ujian Nasional ketika duduk di bangku sekolah SMA. Tapi, secara mengejutkan mahasiswa asal Sumatra Selatan ini menyandang predikat Cumluade dengan IPK 3,93. “Dulu saya mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan ketika duduk di bangku SMA. Saya yang sekolah di salah satu SMA di Yogyakarta terancam dipulangkan ke kampung halaman oleh orang tua saya karena selalu mengecewakan mereka. Saya sering sekali dihukum lantaran sering bolos sekolah dan akibatnya saya tidak lulus Ujian Nasional (Unas). Kenang Oman ketika ditemui.

 

Tidak lulus unas bukan berarti membuat Oman putus asa. Justru belajar dari pengalaman pahit itulah. Putra pasangan Ansori dan Zakiyah ini lantas bertekad untuk berubah. Dia ingin menjadi lebih baik dan menunjukka kepada orang tuanya.

 

Selain Oman Cumluade yang tidak kalah menariknya adalah Dwi Wahyu dengan IPK 3,77. Selain kuliah aktifitas sehari-harinya adalah sebagai pekerja disebuah “Pabrik Kulit”. Mahasiswa yang hobi membaca ini tidak hanya menyandang predikat Cumluade tapi juga dinobatkan sebagai mahasiswa lulusan tercepat periode ini.

 

Dalam kesibukanya Dwi Wahyu menyempatkan waktunya dalam mengasah dan memperluas ilmunya dengan membaca buku dan media massa selain itu dia juga aktif sebagai Angota Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan anggota Kokam di tempat tinggalnya Baguntapan Bantul. “Kalau kita tidak membaca buku, dari mana kita mendapatkan informasi dan pengetahuan? Buku ibarat makanan dan air. Kalau tidak makan dan minum, tentu tubuh kita tidak memiliki tenaga” terang Dwi mahasiswa angkatan 2006 tersebut.

 

Wisudawan beserta predikatnya tersebut membuktikan bahwa UAD telah memberikan gaya dan sistem pembelajaran yang cukup baik bagi mahasiswanya. Melihat apa yang terjadi di atas yaitu yang telah di buktikan oleh Oman Arafidra dan Dwi Wahyu dengan predikat lulusan terbaik dan lulusan termuda pada periode 2010-2011.(Sbwh)

 

 

Upacara wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia Periode 2010-2011 dilakasanakan di JEC (Jogja Expo Center ) Yogyakarta pada Sabtu (24/07). Pelakasanaan wisuda kali ini menawarkan suasana menarik yang didesain dengan panduan lampu gemerlap dan alunan musik yang menghibur undangan dan wisudawan yang berjumlah 549 wisudawan/wisudawati. Hal yang menarik dari lulusan kali ini adalah mahasiswa yang lulus dengan perdekat Cumluade adalah mahasiswa yang dulunya tidak lulus Ujian Nasional (Unas).

 

Seperti perayaan sebelumnya, pelaksanaan wisuda UAD dikemas ala edutainment dengan pernak pernik lampu dan aluna musik. Akan tetapi pelulusan periode kali ini memberikan kejutan sekaligus pembuktian dalam proses belajar mengajar di UAD berhasil.

 

Oman Arafidra adalah mahasiswa jurusan Hukum yang tercatat tidak lulus dalam Ujian Nasional ketika duduk di bangku sekolah SMA. Tapi, secara mengejutkan mahasiswa asal Sumatra Selatan ini menyandang predikat Cumluade dengan IPK 3,93. “Dulu saya mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan ketika duduk di bangku SMA. Saya yang sekolah di salah satu SMA di Yogyakarta terancam dipulangkan ke kampung halaman oleh orang tua saya karena selalu mengecewakan mereka. Saya sering sekali dihukum lantaran sering bolos sekolah dan akibatnya saya tidak lulus Ujian Nasional (Unas). Kenang Oman ketika ditemui.

 

Tidak lulus unas bukan berarti membuat Oman putus asa. Justru belajar dari pengalaman pahit itulah. Putra pasangan Ansori dan Zakiyah ini lantas bertekad untuk berubah. Dia ingin menjadi lebih baik dan menunjukka kepada orang tuanya.

 

Selain Oman Cumluade yang tidak kalah menariknya adalah Dwi Wahyu dengan IPK 3,77. Selain kuliah aktifitas sehari-harinya adalah sebagai pekerja disebuah “Pabrik Kulit”. Mahasiswa yang hobi membaca ini tidak hanya menyandang predikat Cumluade tapi juga dinobatkan sebagai mahasiswa lulusan tercepat periode ini.

 

Dalam kesibukanya Dwi Wahyu menyempatkan waktunya dalam mengasah dan memperluas ilmunya dengan membaca buku dan media massa selain itu dia juga aktif sebagai Angota Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan anggota Kokam di tempat tinggalnya Baguntapan Bantul. “Kalau kita tidak membaca buku, dari mana kita mendapatkan informasi dan pengetahuan? Buku ibarat makanan dan air. Kalau tidak makan dan minum, tentu tubuh kita tidak memiliki tenaga” terang Dwi mahasiswa angkatan 2006 tersebut.

 

Wisudawan beserta predikatnya tersebut membuktikan bahwa UAD telah memberikan gaya dan sistem pembelajaran yang cukup baik bagi mahasiswanya. Melihat apa yang terjadi di atas yaitu yang telah di buktikan oleh Oman Arafidra dan Dwi Wahyu dengan predikat lulusan terbaik dan lulusan termuda pada periode 2010-2011.(Sbwh)