Jaga Silaturahim di Bulan Suci

302

LPSI ADAKAN TAFSIR ULIL AMRI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Senin, 6 Agustus 2012 – Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta adakan Kajian Tematik: “Tafsir Ulil Amri Dalam Perspektif Al-Qur’an”. Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Kampus 1 UAD, Jl. Kapas, Semaki – Yogyakarta ini bertujuan sebagai media silaturahim dan usaha menanamkan pemahaman serta penafsiran Ulil Amri dalam Perspektif Al-Qur’an.

“Ini adalah salah satu kegiatan dalam serangkaian kegiatan yang sudah kami persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini (1433H). Kegiatan kerohanian ini sudah dimulai pra Ramadhan, dan minggu ini akan estafet, yaitu hari ini (6/8/2012) di Kampus 1, tanggal 7 besok (7/8/2012) di kampus 2 Jl. Pramuka, serta lusa – Rabu, 8 Agustus 2012 di kampus 3. Harapannya, dengan adanya forum semacam ini, semua dosen dan karyawan di lingkungan universitas dapat meningkatkan pengetahuan keagamaan serta keibadahannya (spiritualitas), minimal dengan proses silaturahim. Kami juga ingin mengajak para rekan untuk memahami nilai profesi yang sedang diemban sekarang tidak sebatas kerja, tetapi proses pengabdian terhadap sesama (habluminannas) serta ibadah pada sang Khalik (hablumminallah).” papar Nurcholis, M.Ag., selaku ketua panitia acara saat diwawancarai saat acara selesai.

Beliau juga menambahkan, kegiatan semacam ini merupakan agenda tahunan yang sudah menjadi tradisi. “Ini bukanlah yang pertama. Sudah berjalan sekitar lebih dari 5 tahun. Tidak hanya pra dan Ramadhan saja yang menjadi sorotan kami. Serangkaian acara spiritualitas ini akan berpuncak pada syawalan tanggal 28 Agustus nanti.”

Kegiatan yang dihadiri oleh para karyawan dan dosen UAD ini berjalan khidmat. Tampak adanya komunikasi antara peserta dengan pemateri yang memberi materi.

“Ada banyak hal yang harus kita lakukan untuk mencapai ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Kesemua itu sudah terangkum dan terpapar jelas dalam Al-Qur’an, tergantung kita mau mencari dan mempelajarinya atau tidak. Beberapa di antaranya; beramal shaleh, suka dan mudah memaafkan, sabar, serta sadar atas kesalahan dan cepat melakukan tobat. Beberapa hal ini sangatlah sederhana dan sudah sering kita dengarkan dalam ceramah-ceramah. Tapi, untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang proses berkehidupan.” tegas KH. Anang Rikza, Lc.,M.A., Pimpinan Ponpes Tazakka Batang, Pekalongan.

“Agenda semacam ini, meski terlihat kecil dan sederhana, sangatlah penting dan dibutuhkan. Mengingat aktivitas dari para dosen dan karyawan saat waktu kerja sangat padat. Sehingga terkadang lalai bersilaturahmi dan “mengisi diri”. Hal yang terekam baik dalam memori saya atas kegiatan tadi adalah, bahwa kita sebagai umat, hendaknya menyikapi setiap permasalahan yang ada dan berkembang di sekitar kita, baik yang menimpa diri dan keluarga maupun orang lain. Sebab, setiap peristiwa yang terjadi itu ada cara penyikapannya sendiri-sendiri. Sesuai isi ceramah tadi, Allah Swt pun punya nama dalam menyikapi segala apa yang terjadi dan dilakukan oleh umatnya. Subhanallah. Kenapa kita tidak!” Jelas Muhammad Akhsan, S.Kom., salah satu peserta dari BISKOM. (IHS)

LPSI ADAKAN TAFSIR ULIL AMRI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Senin, 6 Agustus 2012 – Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta adakan Kajian Tematik: “Tafsir Ulil Amri Dalam Perspektif Al-Qur’an”. Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Kampus 1 UAD, Jl. Kapas, Semaki – Yogyakarta ini bertujuan sebagai media silaturahim dan usaha menanamkan pemahaman serta penafsiran Ulil Amri dalam Perspektif Al-Qur’an.

“Ini adalah salah satu kegiatan dalam serangkaian kegiatan yang sudah kami persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini (1433H). Kegiatan kerohanian ini sudah dimulai pra Ramadhan, dan minggu ini akan estafet, yaitu hari ini (6/8/2012) di Kampus 1, tanggal 7 besok (7/8/2012) di kampus 2 Jl. Pramuka, serta lusa – Rabu, 8 Agustus 2012 di kampus 3. Harapannya, dengan adanya forum semacam ini, semua dosen dan karyawan di lingkungan universitas dapat meningkatkan pengetahuan keagamaan serta keibadahannya (spiritualitas), minimal dengan proses silaturahim. Kami juga ingin mengajak para rekan untuk memahami nilai profesi yang sedang diemban sekarang tidak sebatas kerja, tetapi proses pengabdian terhadap sesama (habluminannas) serta ibadah pada sang Khalik (hablumminallah).” papar Nurcholis, M.Ag., selaku ketua panitia acara saat diwawancarai saat acara selesai.

Beliau juga menambahkan, kegiatan semacam ini merupakan agenda tahunan yang sudah menjadi tradisi. “Ini bukanlah yang pertama. Sudah berjalan sekitar lebih dari 5 tahun. Tidak hanya pra dan Ramadhan saja yang menjadi sorotan kami. Serangkaian acara spiritualitas ini akan berpuncak pada syawalan tanggal 28 Agustus nanti.”

Kegiatan yang dihadiri oleh para karyawan dan dosen UAD ini berjalan khidmat. Tampak adanya komunikasi antara peserta dengan pemateri yang memberi materi.

“Ada banyak hal yang harus kita lakukan untuk mencapai ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Kesemua itu sudah terangkum dan terpapar jelas dalam Al-Qur’an, tergantung kita mau mencari dan mempelajarinya atau tidak. Beberapa di antaranya; beramal shaleh, suka dan mudah memaafkan, sabar, serta sadar atas kesalahan dan cepat melakukan tobat. Beberapa hal ini sangatlah sederhana dan sudah sering kita dengarkan dalam ceramah-ceramah. Tapi, untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang proses berkehidupan.” tegas KH. Anang Rikza, Lc.,M.A., Pimpinan Ponpes Tazakka Batang, Pekalongan.

“Agenda semacam ini, meski terlihat kecil dan sederhana, sangatlah penting dan dibutuhkan. Mengingat aktivitas dari para dosen dan karyawan saat waktu kerja sangat padat. Sehingga terkadang lalai bersilaturahmi dan “mengisi diri”. Hal yang terekam baik dalam memori saya atas kegiatan tadi adalah, bahwa kita sebagai umat, hendaknya menyikapi setiap permasalahan yang ada dan berkembang di sekitar kita, baik yang menimpa diri dan keluarga maupun orang lain. Sebab, setiap peristiwa yang terjadi itu ada cara penyikapannya sendiri-sendiri. Sesuai isi ceramah tadi, Allah Swt pun punya nama dalam menyikapi segala apa yang terjadi dan dilakukan oleh umatnya. Subhanallah. Kenapa kita tidak!” Jelas Muhammad Akhsan, S.Kom., salah satu peserta dari BISKOM. (IHS)