Jihan: Sampah Plastik Perlu Dikelola dan Diolah

0
57

Jihan Nur Rahayuningsih merupakan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Masyarakat angkatan 2016. Ia dipercaya menjadi pemateri pada penyuluhan tentang pengelolaan dan pengolahan sampah, salah satu program kerja (proker) Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAD periode ke-76 di Desa Hargosari, Gunungkidul.

Peserta KKN dari divisi VIII.C.1 itu mengiyakan bahwa sampah plastik perlu dikelola dan diolah. Menurutnya, sampah plastik lebih dari kata bahaya. Artinya, dampak yang ditimbulkan bahaya sekali bahkan untuk jangka panjang sampai generasi anak dan cucu ke depannya.

Banyak harapan yang disematkan setelah penyuluhan dan berbagi ilmu pada warga di Balai Desa Hargosari, di antaranya dapat menyadarkan diri sendiri dan menyadarkan orang sekitar terkait sampah. Mengingat tempat pembuangan sampah di Yogyakarta atau Indonesia sudah sangat sedikit, maka pengolahan atau penanganan sampah perlu diperhatikan. Salah satunya bisa dilakukan dengan 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle.

Reduce yaitu mengurangi segala sesuatu yang menimbulkan sampah, misalnya dengan melakukan diet plastik, menggunakan kembali plastik, membawa botol minum saat bepergian, dan menyiapkan kantong kain. Selanjutnya reuse, yaitu kegiatan menggunakan kembali sampah secara langsung. Misal botol minyak, sirup, dan kecap. Sementara recycle yaitu memanfaatkan kembali sehingga menghasilkan produk yang lebih bernilai dan memiliki daya jual yang tinggi, misalnya bisa dibuat kerajinan seperti dompet, taplak meja, dan tas.

Jihan menyampaikan, “Perlu diketahui bahwa sampah yang dibakar dan ditimbun dalam tanah sebenarnya bahaya. Mikroorganisme dalam sampah jika ditimbun memang menjadi sangat baik untuk jadi makanan bagi yang ada di dalam tanah. Namun, belum tentu terurai dan sudah ditimbun dalam tanah. Tanah tersebut digunakan kembali untuk menanam, yang otomatis tanah sudah tercemar. Kalau sudah tercemar, tanaman yang dihasilkan dari dalam tanah tersebut secara tidak langsung akan dimakan oleh manusia dan dapat berdampak negatif pada kesehatan.” (Dew)