Kelapa, Antarkan Alifia Juara 3 di Universitas Mataram

18

Alifia Husna mahasiswi Program Studi (Prodi) Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan melalui esai yang berjudul “Kelapa sebagai Agen Kemopreventif pada Kanker”, berhasil menduduki juara 3 di ajang Medical Science and Research Competition pada 7−9 Februari 2020. Medical Science and Research Competition diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Alifia begitu biasa disapa, menjelaskan bahwa seharusnya lomba dilaksanakan pada November lalu. Namun, ada beberapa kendala sehingga perlombaan diundur dan dilaksanakan pada bulan Februari.

“Penyelenggaranya dari kedokteran, otomatis pesertanya dari fakultas kedokteran termasuk jurinya. Saya sempat ragu juga melihat peserta yang lolos kebanyakan dari PTN ternama. Dan, saya menjadi peserta dari PTS satu-satunya,” ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp. Walaupun sempat pesimis di awal, saat grand final Alifia berusaha meyakinkan diri untuk bersaing dan mampu memberikan yang terbaik.

Alifia saat menerima hadiah lomba

Ia mengungkapkan bahwa proses perlombaan diawali dengan mengirimkan paper esai. Kemudian masuk ke dalam tahap seleksi dan diambil 10 finalis untuk mempresentasikan esai di Universitas Mataram. Dengan keyakinan dan rasa percaya diri, akhirnya Alifia mampu menjadi juara 3 dan berhasil membuktikan bahwa walaupun bukan dari fakultas kedokteran, ia mampu bersaing dengan peserta lain.

Widyasari Putranti, M.Sc., Apt. selaku dosen Prodi Farmasi menjadi pembimbing selama perlombaan. Cocos nucifera L. sebagai agen kemopreventif pada kanker menjadi gagasan yang ditulis di esai. Sebelum mengambil topik kelapa, ia sudah melakukan riset di berbagai jurnal. Kelapa merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk melakukan kemo pada pasien kanker. Kelapa juga tergolong ke dalam tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Oleh karena itu, Widyasari mendampingi Alifa untuk semakin mengukuhkan kegunaan kelapa melalui karyanya.

“Selain ingin menambah pengalaman dalam perlombaan kepenulisan, saya ingin menjadi agent of change juga di dunia kesehatan pada khususnya. Setidaknya dengan menyumbangkan ide dan gagasan ilmiah ini, dapat berguna di masa yang akan datang dan dapat mengimplementasikan,” tutupnya di akhir wawancara. (Chk)