Mahasiswa PBSI UAD Studi Banding ke Bandung

0
207

Minggu (09/05) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan studi banding ke Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Padjajaran (Umpad) Bandung, Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa dalam memahami ilmu yang ada di luar UAD sebagai landasan untuk mengembangkan bidang keilmuan. Kunjungan diikuti oleh mahasiswa dan Dosen PBSI UAD.

Kunjungan tersebut tidak membandingkan dan melihat kegiatan apa yang belum terlaksana di PBSI UAD saja, tetapi juga dalam rangka menjalin silturahmi dengan berbagai universitas yang ada di Bandung, khususnya pada bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, guna meningkatkan kualitas HMPS PBSI. Drs. H. Dadang Iskandar, MPd selaku dekan FKIP Unpas mengatakan ”kami senang dengan adanya kunjungan UAD ke Unpas, semoga apa yang diinginkan oleh Pihak UAD dapat terpenuhi. Saya harap ini terus berlanjut dalam menjaga silaturahmi”.

Tri Lestari selaku ketua HMPS PBSI UAD menjelaskan bahwa ”Dengan adanya studi banding ini kami mendapat motifasi dalam mengembangkan pola pikir yang ada di PBSI UAD. Kami yakin bisa melaksanakan kegiatan apa yang telah dilaksanakan Unpas, dengan kemampuan yang kami punya sekarang yaitu dengan menggabungkan departemen-departemen di HMPS PBSI UAD seperti JAB, Kreskit serta dengan dukungan dari pihak kampus”.

Kunjungan tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Unpas ke UAD beberapa waktu lalu, ini merupakan langkah dalam menjalin silaturahmi dengan Unpas. Selain ke Unpas mereka juga melakukan kujungan ke Umpad, di sana banyak hal yang didapatkan hal yang berbeda dalam pola struktur pembelajaran yang diterapkan oleh Unpad, selanjutnya mereka mengunjungi Musium Asia-Afrika dan ke Tangkuban Perahu serta Pemandian Air Panas Ciater. ”Banyak pengalaman yang kami dapatkan dari studi banding ini, semoga dengan adanya studi banding ini FKIP khususnya PBSI UAD menjadi lebih baik ke depannya”, ucap Rahmat peserta studi banding tersebut. (Sbwh)

 

 

Minggu (09/05) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan studi banding ke Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Padjajaran (Umpad) Bandung, Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa dalam memahami ilmu yang ada di luar UAD sebagai landasan untuk mengembangkan bidang keilmuan. Kunjungan diikuti oleh mahasiswa dan Dosen PBSI UAD.

Kunjungan tersebut tidak membandingkan dan melihat kegiatan apa yang belum terlaksana di PBSI UAD saja, tetapi juga dalam rangka menjalin silturahmi dengan berbagai universitas yang ada di Bandung, khususnya pada bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, guna meningkatkan kualitas HMPS PBSI. Drs. H. Dadang Iskandar, MPd selaku dekan FKIP Unpas mengatakan ”kami senang dengan adanya kunjungan UAD ke Unpas, semoga apa yang diinginkan oleh Pihak UAD dapat terpenuhi. Saya harap ini terus berlanjut dalam menjaga silaturahmi”.

Tri Lestari selaku ketua HMPS PBSI UAD menjelaskan bahwa ”Dengan adanya studi banding ini kami mendapat motifasi dalam mengembangkan pola pikir yang ada di PBSI UAD. Kami yakin bisa melaksanakan kegiatan apa yang telah dilaksanakan Unpas, dengan kemampuan yang kami punya sekarang yaitu dengan menggabungkan departemen-departemen di HMPS PBSI UAD seperti JAB, Kreskit serta dengan dukungan dari pihak kampus”.

Kunjungan tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Unpas ke UAD beberapa waktu lalu, ini merupakan langkah dalam menjalin silaturahmi dengan Unpas. Selain ke Unpas mereka juga melakukan kujungan ke Umpad, di sana banyak hal yang didapatkan hal yang berbeda dalam pola struktur pembelajaran yang diterapkan oleh Unpad, selanjutnya mereka mengunjungi Musium Asia-Afrika dan ke Tangkuban Perahu serta Pemandian Air Panas Ciater. ”Banyak pengalaman yang kami dapatkan dari studi banding ini, semoga dengan adanya studi banding ini FKIP khususnya PBSI UAD menjadi lebih baik ke depannya”, ucap Rahmat peserta studi banding tersebut. (Sbwh)