Melewati Dunia Tubuh, Menuju Dunia Ruh

0
168

Forum Apresiasi Sastra  ke-55

 

“Belajar sastra tidak hanya belajar tentang satu disiplin ilmu, tetapi pada akhirnya akan belajar disiplin ilmu lain,” ujar Dwi Rahariyoso, penyair sekaligus alumnus Pascasarjana Ilmu Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tema yang diangkat pada acara Forum Apresiasi Sastra (FAS) yang diselenggarakan Rabu, (7/10/2015) di hall kampus II Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini membahas mengenai “Kontraksi Tubuh dalam Antologi Puisi Di Bawah Kibaran Sarung karya Joko Pinurbo”.

“Kita tidak pernah bisa lepas dari sejarah dan penjajahan. Maka, apa yang sedang kita nikmati sekarang adalah salah satu bentuk dari sisa penjajahan tersebut. Bentuk penjajahan sendiri bermacam-macam, salah satunya penjajahan secara bahasa.”

Dalam diskusi itu, kacamata teori yang digunakan adalah teori poskolonial.

“Jika melihat perkembangan sastra dewasa ini, bahasa menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh penulis dan pembacanya.”

Yoso menambahkan bahwa Joko Pinurbo merupakan penulis yang tidak perlu diragukan lagi kepenyairannya. Ia memilih untuk melewati konvensi dan melakukan invasi dan inovasi, menggunakan bahasa yang di luar kebiasaan orang. Salah satunya menggunakan bagian anggota tubuh dalam puisi-puisinya.

“Dalam konsep poskolonial, Sara Upstone dijelaskan bahwa tubuh yang metaforik adalah tubuh dalam wacana kolonial, yang bisa dibagi-bagi seperti halnya negara atau kota. Jadi, di dalam puisi-puisi Joko Pinurbo tubuh hanya sebagai simbol dan bukan menjadi tujuan secara utuh, hanya sebagai konstruksi ruang metonimis,” jelasnya lebih lanjut.

Disadari atau tidak, puisi Joko Pinurbo telah mengarah pada taraf religiusitas. Hal itu ditunjukkan dari sudut pandang poskolonialisme, bahwa tubuh merupakan ruang tersendiri yang akan diisi oleh ruh.

FAS ini merupakan agenda rutin bulanan ini diadakan setiap hari Rabu pada minggu kedua. Acara ini terselenggara berkat adanya kerja sama antara Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD.