• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mengenang Penyair Perempuan yang Hilang di Permukaan Sastra

31/12/2018/in Feature /by NewsUAD

Dulu, banyak penyair yang muncul dari kalangan perempuan. Hal tersebut mungkin dipicu karena orang berpandangan perempuan sebagai makhluk yang lemah sehingga mereka ingin menyangkal itu. Ada juga yang beranggapan, saat itu perempuan mau turut andil merespons konflik di lingkungan sekitar dengan bersastra.

Namun sayang, banyak juga penyair perempuan yang hilang, tanpa memberi kabar, apalagi mengucapkan salam. Ibarat kata seperti calon pacar yang sudah menjadi mantan. Biasanya kejadian itu melanda ketika perempuan itu menikah. Ada juga yang beranggapan kalau perempuan masih terikat tanggung jawab, belum sepenuhnya bebas untuk menjamah kesusastraan. Kejadian itu juga diceritakan oleh penyair perempuan Indonesia yang masih aktif menulis yaitu Ulfatin CH.

“Dulu, minim sekali perempuan yang ikut di acara kesenian dan kepenyairan, tidak seperti perempuan sekarang ini yang lebih bebas,” katanya saat mengisi di acara Forum Apresiasi Sastra (FAS) yang terselenggara berkat kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Ia menjelaskan, beban tanggung jawab yang dipukul perempuan sangatlah berat. Perempuan dilarang bergaul dengan lelaki, tidak bisa keluar malam, sehingga tidak tahu kejadian di luar karena terlalu sering terkurung di rumah.

“Padahal kalau di dunia sastra, pergaulannya kebanyakan dengan lelaki. Bagi saya, perempuan boleh bergaul dengan siapa saja, tidak terkecuali dengan lelaki. Namun, bergaul dalam konteks apa dulu? Kalau untuk belajar, boleh.”

Ia melanjutkan, kebebasan perempuan didapat ketika mereka merantau sembari melanjutkan pendidikan. Dari situlah mulai muncul banyak penyair perempuan. Tetapi, ya karena alasan menikah dan lain sebagainya, mereka kembali “menghilang”. Ini tentu sangat disayangkan.

“Khusus perempuan sekarang yang mau menulis, bersiaplah menjadi penulis yang baik, jujur, dan tahan uji. Ibaratnya kalau sudah masuk dalam barisan, jangan sampai keluar dari barisan lagi, sebab kamu sudah masuk dalam tim. Suatu saat setelah menjadi anggota barisan, kamu akan menjadi pemandu di dalam barisan itu,” pesannya di kampus 4 UAD Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (26-12-2018).

“Jika perempuan menulis dengan perasaan yang jujur, pasti ketika menulis hasil tulisannya itu sangat indah. Jangan lupa, jadilah penulis yang tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang perempuan seperti NH Dini,” imbuhnya. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FAS-Edisi-ke-83-Penyair-Perempuan-Indonesia-3.jpg 1000 1500 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-12-31 09:59:572018-12-31 10:00:40Mengenang Penyair Perempuan yang Hilang di Permukaan Sastra

TERKINI

  • Baitul Arqam Mahasiswa UAD Angkatan 2025 Gelombang 2 Resmi Ditutup10/06/2026
  • Dahlan Muda Menginspirasi di MA Miftahunnajah Sleman10/06/2026
  • Mahasiswa UAD Berbagi Inspirasi di Ponpes Taruna Al-Qur’an Putri09/06/2026
  • Penyuluhan Kesehatan Dorong Penggunaan Obat yang Tepat09/06/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Praktisi on Class Bersama BSI08/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Borong Tiga Penghargaan dalam Lomba National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition10/06/2026
  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026
  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top