• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan
Pelepasan Penyu UAD di parangtritis baron gua cemaren.jpg

Menyelamatkan Kepunahan Penyu

16/03/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Saat ini, penyu di dunia hanya tersisa 7 jenis dan semuanya dikategorikan sebagai spesies yang rawan punah (endangered species). Jenisnya antara lain Penyu Belimbing, Penyu Tempayan, Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Abu, Penyu Pipih, dan Penyu Kempii.

Menurut Monitoring Evaluasi (Monev) Agung Budiantoro, S.Si., M.Si., ada 6 jenis penyu yang dapat ditemukan di perairan Indonesia. Penyu-penyu tersebut mendarat untuk bertelur. Salah satu kawasan yang dijadikan pendaratan adalah pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk di kawasan kabupaten Bantul, DIY.

Pesisir Bantul yang menjadi habitat pendaratan penyu adalah Pantai Pelangi Depok, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, dan Pantai Baru Pandansimo. Di semua area pendaratan penyu, sudah terdapat kelompok konservasi yang berdiri atas kesadaran masyarakat. Semua tempat ini mudah dijangkau sehingga menjadi kawasan wisata yang kerap dikunjungi warga. 

Menurut Agung, penyu yang mendarat di pantai selatan kabupaten Bantul ada beberapa jenis, yaitu Penyu Lekang, Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Belimbing.

“Penyu Lekang merupakan penyu yang paling sering dijumpai mendarat di pantai selatan kabupaten Bantul. Penyu ini mempunyai ciri khas berwarna abu-abu sehingga sering disebut juga Penyu Abu-abu. Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil daripada jenis lain. Selain itu, penyu ini mempunyai 6 pasang atau lebih sisik kostal di bagian punggung dengan warna abu-abu yang menjadi karakteristik pembeda.”

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Penyu Lekang secara periodik pada bulan Mei sampai Agustus mendarat di Pantai Bantul. Sebagai tempat pendaratan penyu setiap tahun, maka perlu adanya upaya konservasi. Upaya tersebut sudah didukung 4 kelompok konservasi yang berasal dari masyarakat, BKSDA, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), serta perguruan tinggi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tematik konservasi penyu. Selain itu, tim hukum dan konservasi dari UAD mulai tahun 2011 sudah mengawal hingga terbitnya Peraturan Bupati Bantul No. 284 tahun 2014 tentang kawasan konservasi penyu di Bantul.”

Tercatat, sejak 2011 Agung yang merupakan Dosen Prodi Biologi UAD ini sudah menjadi ketua program KKN PPM tematik penyu. Ia aktif mendampingi upaya konservasi penyu di Bantul dan beberapa kali diundang Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Bantul untuk memberikan pelatihan. Selama ini, hal-hal yang telah dilakukan antara lain:

 

Tahun 2013

  1. Pembangunan sarana pendukung kawasan konservasi penyu, seperti pembangunan Gedung Pusdatin (pusat data dan informasi) agar pengunjung mengetahui data dan informasi mengenai konservasi penyu yang ada di kawasan tersebut.
  2. Pembangunan fasilitas umum seperti MCK untuk mendukung kawasan konservasi harus diperbanyak lagi.
  3. Pengadaan papan petunjuk informasi tempat-tempat pendaratan yang harus close area  di jam-jam tertentu untuk pendaratan penyu, papan penunjuk tempat-tempat wisata edukasi penyu, dan sebagainya.
  4. Publikasi tentang adanya kawasan konservasi penyu, baik melalui web, pamflet, atau media lain.
  5. Pelatihan-pelatihan bagi pemandu wisata yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk dapat memiliki SDM yang berkualitas dalam pemasaran pariwisata konservasi penyu.
  6. Pemberian Reader Tagging Microchip bagi kelompok konservasi penyu Mino Raharjo di Pantai Goa Cemara, Patihan.

 

Tahun 2014

  1. Pelatihan di bidang Excellent Service (Pelayanan Prima) bagi masyarakat Pokdarwis. Perlunya pelatihan dan pendampingan di bidang manajemen potensi wisata dari peningkatan SDM-nya agar dapat melayani wisatawan dengan baik dan dapat mengembangkan sendiri potensi kawasan menjadi objek wisata.
  2. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di kawasan sekitar kecamatan Sanden sebagai upaya sosialisasi tentang kawasan konservasi dan merupakan upaya transfer keilmuan tentang konservasi binatang yang endangered atau terancam punah dari muka bumi.
  3. Pelatihan Training of Traner (TOT) berbasis Ekowisata Konservasi Penyu kepada Pokdarwis dan Kelompok Konservasi Penyu agar bisa menjadi pemandu wisata di daerah mereka sendiri.
  4. Pelatihan pembuatan miniatur terumbu karang sebagai habitat alami penyu.
  5. Pengumpulan data biologi dan ekologi pendaratan penyu di Pantai Bantul dan pembuatan basis data konservasi penyu sebagai pendukung tempat ekowisata di Pantai Goa Cemara.
  6. Sosialisasi zonasi kawasan konservasi penyu sebagai rencana aksi pasca diberlakukannya Peraturan Bupati Bantul tentang Kawasan Pencadangan Taman Pesisir.

 

Meskipun kegiatan terpusat di Pantai Goa Cemara, Agung selalu mengundang kelompok konservasi penyu dari daerah lain sehingga harapannya semua mendapat peningkatan pengetahuan tentang hal tersebut.

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/pelepasan_penyu_uad_di_parangtritis_baron_gua_cemaren.jpg 283 442 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-03-16 02:24:152015-03-16 02:24:15Menyelamatkan Kepunahan Penyu
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

TERKINI

  • UAD Dorong Digitalisasi Pengelolaan Sampah BUMDes 19/06/2026
  • LPSI UAD Ajak Sivitas Akademika Maknai Hijrah melalui Pengajian 1 Muharam 1448 H19/06/2026
  • Tim Dosen UAD Kembangkan Wisata Religi Digital di Karangkajen 18/06/2026
  • Tim Prodamat MPAI UAD Gelar Pelatihan Dakwah Visual 18/06/2026
  • Alur Teknis dan Mekanisme Pengisian Portofolio Digital Mahasiswa UAD18/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Medali Perunggu ONMIPA-PT 202618/06/2026
  • Mahasiswa UAD Juara III Solo Vocal Pop pada Euphoria Art Competition 2026 Tingkat Nasional15/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Solo Vocal Pop pada Diksivyta Art Festival 202612/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional lewat Penelitian Fenomena Toxic Relationship di TikTok12/06/2026
  • Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabencana Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional11/06/2026

FEATURE

  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026
  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top