RAMADHAN LUNTURKAN LEMAK DOSA

0
176

PANJI HIDAYAT

Dosen Universitas Ahmad Dahlan

 

Tidak terasa Ramadhan telah masuk di penghujung waktu, meskipun baru saja jasadiah dan nafs mulai beradaptasi. Momen yang baik ini seakan terus berlalu dan meninggalkan kesan berat untuk meninggalkannya karena banyak hikmah keistimewaan yang sangat genial dibandingkan dengan bulan yang lain. Kerinduan akan datangnya Ramadhan seakan terbuncah apabila kaum muslimin dapat menikmatinya kembali tahun yang akan datang.  Mungkin banyak yang telah beberapa kali melaksanakan puasa Ramadhan selama hidup akan tetapi hanya sedikit sekali manusia yang melebur dalam mengimani rukun Islam yang ke-empat ini.

Kebanyakan setelah puasa usai, manusia kembali ke habitat asal untuk melanjutkan aktifitas yang menabrak sunatullah tanpa mereka sadari atau dengan sadar bahwa perbuatan itu membuat iman semakin korosif. Puasa yang hanya sekadar menjalankan rutinitas akan terasa hambar tanpa makna jika orang tidak bisa menjauhi maksiat yang selalu dilakukan dan tidak sedikit puasa yang dilakukan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Bukankah Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan Allah? Marilah renungkan diri apa yang telah dikatakan Boudin “Bahwa kita menjadi apa yang kita pilih saat ini, kita saat ini adalah akibat pilihan kita di masa lalu, dan pilihan kita saat ini akan menjadi siapa kita di masa yang akan datang. Puasa adalah salah satu bukti ibadah yang membuat hidup manusia bisa berubah dan itu wajib kita imani.

Bergulirnya waktu dari Ramadhan tahun lalu ke Ramadhan tahun sekarang begitu banyak hal yang terlewatkan yaitu dosa yang semakin menumpuk ibarat lemak yang telah membuat kaca hati semakin memudarkan pancaran sinar keilahian yang mengakibatkan orang semakin tenggelam dalam lautan dosa. Apabila lemak dosa itu semakin menumpuk, bukankah deterjen atau pemutih bekerjanya semakin berat untuk memolarisasikan lemak tersebut? Oleh karena itu bulan Ramadhan yang mulia ini orang-orang yang beriman terstimulus menginstal ulang kembali fitrahnya sebagai manusia untuk berlomba-lomba melunturkan lemak dosa dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang sekiranya diterima Allah dengan niat baik yang berdasarkan tuntunan Islam dengan kembali kepada aturan Allah dan Rasul-Nya yang akan mendatangkan ketakwaan. Ketakwaan yang akan mendatangkan ketenangan, keselamatan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Intensitas aktivitas rejuvinasi dengan memakmurkan masjid dalam bentuk melaksanakan shalat jamaah lima waktu di awal waktu, shalat rawatib, shalat tarawih atau qiyamul lail, dan memperbanyak amalan seperti shodaqah, infak, dan zakat. Aktivitas tersebut seharusnya juga bukan hanya semata dilakukan di bulan Ramadhan saja tetapi juga dilakukan di bulan yang lain. Allah menghendaki manusia bekerja dan berjuang menurut fitrahnya sebagai manusia yang berafiliasi untuk berbuat kebajikan, selalu ingin memberi dan menerima yang terbaik, cinta damai, senang menabur kasih sayang, jujur, senang pada keadilan dan persamaan. Fitrah Allah tidak lain adalah karakter dasar manusia dan Allah menginginkan manusia bertahan memelihara integritas fitrahnya tersebut.

Amalan-amalan saat bulan Ramadhan Insya Allah merupakan amalan yang dapat melunturkan lemak-lemak dosa sesuai dalam hadist Nabi yang artinya “Barang siapa mendirikan Ramadhan dengan keimanan dan perhitungan maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” Marilah kita berkhusnudzan kepada Allah karena sesungguhnya hidup akan berjalan seperti yang kita pikirkan. Apa yang kita pikirkan akan diterima oleh akal sebagai sebuah instruksi, akal akan berusaha membuka memori dalam diri untuk mewujudkan apa yang kita pikirkan itu. Akal akan mencari jalan bagaimana agar kita sampai pada yang kita pikirkan. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan melunturkan lemak dosa-dosa kita sehingga di akhir Ramadhan, kita menjadi air yang jernih kembali fitri dan saling membagi maaf antarsesama manusia, taqabballahu minna waminkum syiamana wasiamakum, Semoga Allah masih memberikan kesempatan mempertemukan diri kita untuk menjalankan puasa Ramadhan berikutnya, amien …