Sendikmad: Berpikir Tingkat Tinggi

0
14

Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Matematika Ahmad Dahlan yang disingkat Sendikmad. Sendikmad ini mengusung tema “Mengembangkan Kemampuan Literasi dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOST) melalui Pembelajaran Matematika Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0”. Acara berlangsung di kampus 4 UAD Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (3/11/2018).

Sendikmat mendatangkan pembicara yang andal seperti Dr. Nanang  Susyanto, M.Sc. selaku Biometric Recognition and Classification Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), dan Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si., Guru Besar Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang.

Pada sesi kedua Sendikmad, Muhadjir mendapat giliran memberikan orasi yang mengungkapkan, pelajar matematika jangan hanya terpaku ke angka-angka saja. Tetapi, harus bisa mengajar peserta didik yang mampu membentuk karakter peserta didik sehingga memiliki daya kritis, daya tahan, konsentrasi, fokus, dan membuat peserta didik pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah serta menemukan solusinya.

“Pembelajaran matematika bukan lagi masalah benar dan salah, tetapi lebih pada prosesnya. Para guru atau pendidik harus mengarahkan peserta didik untuk tidak berorientasi pada benar dan salah. Kalau hanya fokus pada hal itu, ketika diberi pekerjaan rumah (PR) bisa saja dapat nilai seratus. Padahal itu yang mengerjakan ibunya,” jelas Muhadjir.

Lanjutnya, ia tidak sependapat terkait soal matematika yang berbentuk pilihan ganda. Menurutnya, soal jenis itu tidak meningkatkan proses penalaran dan daya kritis. Tetapi, lebih pada keberuntungan, jika kebetulan menjawab benar maka akan mendapat nilai bagus.

Orasi dan kehadiran Muhadjir disambut baik oleh Dr. Kasiyarno, M.Hum., selaku Rektor UAD, yang pada seminar ini memberi sambutan dua kali. “Event seperti ini sangat langka terjadi, karena dalam satu event saya sambutan dua kali, saking pentingnya. Kedatangan Mendikbud untuk berkontribusi ke UAD merupakan kehormatan yang luar biasa. Selain di seminar ini, Mendikbud juga banyak berkontribusi dengan pembangunan museum Muhammadiyah yang dibangun di kampus 4 ini.”

Ia berterima kasih kepada Mendikbud atas dukungannya. Sehingga UAD bisa terus berkembang dan selalu mengikuti perkembangan zaman di negara ini. (ASE)