Sonata Antarkan UAD Bawa Pulang Piala Bergilir Rektor Universitas Udayana

244

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tak henti-hentinya menuai prestasi. Kini giliran Tim Ringroad melalui karya tulis yang berjudul Sonata (Smart Planthopper Solar Trap), berhasil membawa pulang piala bergilir Rektor Universitas Udayana Bali, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agroteknologi, Fakultas Pertanian pada 8−9 Februari 2020.

Ajang Agroecotecnology Scientific Enthusiast Competition (ASEC 2020) itu diikuti oleh banyak finalis. Namun, hanya 5 peserta yang mampu lolos ke babak final yaitu UAD, Universitas Brawijaya (UB) dengan 2 tim, Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Univeristas Jember. Tim Ringroad sempat grogi melihat UB mengirimkan 2 tim sekaligus, dan menyandang gelar juara umum tahun lalu.

Tim Ringroad saat menerima Piala Rektor Bergilir Universitas Udayana

Tim Ringroad terdiri atas Fadil Fajeri mahasiswa Program Studi Teknik Elektronika dan Reki Taupik Pajar mahasiswa Program Studi Teknik Industri. Kedua mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri ini, berhasil menjadi juara 1 serta meraih predikat juara umum setelah mengalahkan UB dan finalis lainnya.

Fadil menuturkan, proses perlombaan diawali dengan brainstorming mencari ide, mengirimkan abstrak hingga submit, dan lolos. Dilanjutkan penulisan full paper sembari mengolah data di lapangan, kemudian lolos lima besar, dan diundang untuk presentasi di Universitas Udayana. Tim Ringroad mendapatkan bimbingan langsung dari Tatbita Titin Suhariyanto, S.T., M.Sc. selaku dosen Program Studi Teknik Industri.

Sonata yang berhasil mendapatkan poin tertinggi tersebut, merupakan sebuah alat perangkap hama wereng yang memanfaatkan energi matahari sehingga ramah lingkungan dan ramah kantong. Karya tulis itu disesuaikan dengan tema yang diangkat oleh panitia yaitu “Inovasi Teknologi dalam Mendukung Industri Agriculture”.

Dengan persiapan yang mepet, yakni pengumuman lomba dan jadwal keberangkatan ke Bali yang berdekatan, mengharuskan Tim Ringroad untuk lembur menyelesaikan prototipe Sonata. Terlebih saat H-1 prototipe sempat tidak berfungsi karena sempat dibongkar saat dimasukkan ke bagasi selama perjalanan menuju Bali. Untungnya, semua kendala bisa diatasi sehingga Tim Ringroad mampu presentasi dengan baik.

“Semoga bisa terus berinovasi dan terus mengembangkan alat yang sudah dibuat, agar bisa mengimplementasikannya tidak berhenti pada lomba saja,” harap Fadlil saat dihubungi via WhatsApp. (Chk)