• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Kegiatan Pelatihan Desain Grafis Vol. 1 IMM FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FTI UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Desain Grafis Vol. 1 pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Google Meet ini menghadirkan Zeko Baharudin Firdaus selaku Graphic Designer & Illustrator sebagai pemateri.

Pelatihan kali ini mengusung tema “Bisa Desain Itu Penting! Yuk, Belajar Bareng”. Dalam penyampaiannya, pemateri menjelaskan definisi desain grafis sebagai komunikasi visual, proses mendesain yang baik melalui metode pengamatan (imitation), hingga elemen-elemen dalam Design System yang mencakup tema warna, teks, dan komponen. Pemateri juga menekankan pentingnya penggunaan warna yang tepat agar sebuah karya visual nyaman untuk dipandang dan pesannya tersampaikan dengan baik.

“Gunakan konsep warna yang cocok, enak untuk digradasi, dan gabungkan warna-warna yang tidak terlalu jauh. Perhatikan color contrast, closely related, color tones, serta color portion,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zeko membagi komponen desain menjadi tiga bagian utama. Pertama, Core Component yang berisi teks dan gambar atau foto utama. Kedua, Ornament Component yang berfungsi sebagai elemen estetika tambahan, seperti efek visual atau elemen daun pada tepi desain, dengan catatan tidak boleh terlalu mencolok (flashy). Ketiga, Background Component yang berfungsi memberikan kedalaman agar desain tidak terlihat sepi atau mati.

Memasuki materi Layouting, pelatihan ini menyoroti dua aspek penting: Hierarchy (hierarki) dan Balance (keseimbangan). Hierarki berkaitan erat dengan user flow atau alur pandang audiens saat melihat struktur desain, yang biasanya bermula dari atas ke area samping kiri. Sementara itu, keseimbangan sangat bergantung pada penggunaan whitespace (ruang kosong).

Acara ini juga diisi dengan sesi bedah karya interaktif terhadap beberapa unggahan media sosial IMM FTI UAD. Zeko secara langsung memberikan saran terkait tata letak (layouting), hierarki, penggunaan ruang kosong (whitespace), hingga pembatas elemen desain.

Melalui kegiatan ini, harapannya para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai prinsip desain, tipografi, dan tata letak. Pelatihan ini juga diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya komunikasi visual yang fungsional, menarik, dan profesional. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kegiatan-Pelatihan-Desain-Grafis-Vol.-1-IMM-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FTI-UAD.jpeg 756 1584 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:43:122026-03-05 10:43:12IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis

Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ika)

Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 27 Februari 2026 hadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, dibahas terkait Islam Wasathiyah dan menekankan pentingnya bagaimana menghadirkan wajah Islam yang menyejukan di ruang publik melalui pemahaman agama yang komprehensif dan kontekstual.

Dalam ceramahnya, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., menjelaskan bahwa Islam dapat tampil sebagai agama yang membawa kesejukan apabila dipahami secara otentik, yaitu sesuai dengan tujuan pewahyuan Allah Swt. dan dakwah Rasulullah saw. Ia mengutip Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang rahmatan lil ‘alamin. “Islam diwahyukan untuk mewujudkan rahmat Allah bagi seluruh alam,” ujarnya di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.

Rahmat Allah yang dimaksud adalah hayah thayyibah atau hidup yang baik, dengan tiga indikator utama, yaitu sejahtera (lahum ajruhum ’inda rabbihim), damai (wala khaufun ’alaihim), dan bahagia (wala hum yahzanun) baik di dunia maupun di akhirat.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa konsep Islam rahmatan lil ’alamin dijabarkan dalam Al-Quran melalui istilah syari’atan minal amr sebagaimana termuat dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 18. Mengutip tafsir karya Ar-Razi, syariat tidak hanya mencakup urusan agama, tetapi juga urusan dunia. “Syariat adalah jalan mengelola urusan agama dan dunia sekaligus,” jelasnya.

Terdapat lima aspek utama dalam syariat tersebut, yaitu Al-Kitab yang mencakup tauhid, ibadah, dan amal kebajikan; al-hukmah atau kekuasaan untuk mengatur kehidupan secara adil; an-nubuwuh yang meneladani peran para nabi dalam membangun peradaban, kemakmuran, serta keunggulan umat.

Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., juga mencontohkan bagaimana para nabi membangun peradaban, mulai dari Nabi Adam yang membangun peradaban berpakaian, Nabi Idris memperkenalkan pakaian yang dijahit dan budaya tulis dengan pema, Nabi Nuh membangun peradaban pelayaran, Nabi Saleh membangun peradaban peternakan, Nabi Ibrahim membangun peradaban kemanusiaan, Nabi Musa membangun peradaban hukum hingga Nabi Muhammad saw. Membangun peradaban literasi melalui wahyu iqra’.

Pada akhir ceramah, ia mengajak umat islam untuk memahami dan mengamalkan syariat secara utuh agar mampu menghadirkan Islam yang menenangkan, bukan menakutkan. ”Jika kita mengamalkan syariat secara menyeluruh, umat Islam dapat menjadi umat yang makmur dan unggul,” tutupnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:28:242026-03-05 10:28:24Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik

KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Pelatihan pembuatan eco enzyme oleh KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Karang Taruna Wahana Krida Muda, Tegalsari (Foto. KKN UAD)

Bayangkan kulit pisang, sisa sayur, dan ampas buah yang biasanya berakhir di tempat sampah kini bisa “naik kelas” menjadi cairan serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga. Gagasan sederhana inilah yang dibawa oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 155 Unit IV.C.1 dalam pelatihan pembuatan eco-enzyme di Pedukuhan Tegalsari, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan edukasi lingkungan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Furqon Tegalsari RT 07. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iin Narwanti, M.Sc., Ph.D. Pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta ini menyasar Karang Taruna Wahana Krida Muda sebagai peserta utama, sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

Selain mengurangi timbunan sampah organik, eco-enzyme dapat dimanfaatkan secara lebih konkret dalam keseharian. Cairan hasil fermentasi ini umumnya digunakan sebagai pembersih lantai atau kamar mandi setelah diencerkan, penghilang bau, penyegar saluran air, hingga larutan penyubur tanaman dan kompos cair pendamping dengan takaran pengenceran yang tepat. Manfaat ini membuat pengolahan sampah dapur tidak berhenti pada kata “buang”, melainkan bertransformasi menjadi produk yang bernilai guna.

Dalam sesi materi, perwakilan mahasiswa, Putri Damai Rahmawati, memperkenalkan konsep dasar eco-enzyme sebagai cairan serbaguna hasil fermentasi dari bahan sederhana, yakni gula, sisa kulit buah atau sayuran segar, dan air. Peserta juga mempelajari rumus dasar perbandingan 1:3:10 (1 bagian gula, 3 bagian sisa buah/sayur, dan 10 bagian air), beserta ketentuan teknis pembuatannya. Ketentuan tersebut meliputi penggunaan wadah plastik yang dapat ditutup rapat, pengisian air maksimal sekitar 60% dari volume wadah, serta pentingnya penyimpanan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Proses fermentasi hingga panen dijelaskan memerlukan waktu sekitar 90 hari atau kurang lebih tiga bulan di wilayah tropis. Hasil yang sudah matang umumnya berwarna kecokelatan dan beraroma asam segar khas fermentasi. Pada sesi praktik, peserta didampingi oleh panitia untuk menakar bahan, mencampur, memberi label tanggal pembuatan, hingga memahami cara perawatan wadah selama masa fermentasi.

“Kami ingin memberi alternatif pengelolaan sampah organik yang mudah dilakukan warga. Eco-enzyme dipilih karena bahannya tersedia di dapur dan cara membuatnya sangat sederhana,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti praktik, mulai dari menakar bahan hingga memberi label pada wadah fermentasi. Pada sesi tanya jawab, pertanyaan yang paling banyak muncul berkaitan dengan takaran 1:3:10, cara mengatasi gas yang muncul selama fermentasi, serta tanda-tanda eco-enzyme yang sudah siap dipanen. Panitia berharap kebiasaan mengolah sampah organik dapat dimulai dari dapur masing-masing dan perlahan menjadi gerakan kolektif di lingkungan pemuda Tegalsari.

Dengan adanya kegiatan ini, Karang Taruna Wahana Krida Muda didorong untuk lebih proaktif dan kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Selanjutnya, mereka diharapkan dapat menindaklanjuti pelatihan ini dengan memproduksi batch eco-enzyme bersama secara berkala, mengajak warga memisahkan sampah organik, serta membagikan hasil panen tersebut untuk kebutuhan rumah tangga atau perawatan tanaman. Bagaimanapun juga, melalui langkah kecil yang konsisten, sampah organik yang semula dianggap masalah dapat berubah menjadi solusi ramah lingkungan di tingkat kampung. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-pembuatan-eco-enzyme-oleh-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Karang-Taruna-Wahana-Krida-Muda-Tegalsari-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:16:022026-03-05 10:16:02KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna

KKN UAD Kenalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Proses Pembuatan Lilin Aroma Terapi oleh Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. KKN UAD)

Pengelolaan minyak jelantah yang tepat masih kerap luput dari perhatian masyarakat, padahal dapat menimbulkan dampak yang cukup serius bagi lingkungan dan kesehatan. Limbah minyak yang dibuang sembarangan, terutama ke saluran air, berpotensi mencemari tanah dan perairan, menyumbat drainase, bahkan merusak ekosistem. Sementara itu, penggunaan minyak jelantah secara berulang untuk memasak berisiko menyebabkan gangguan kesehatan akibat menumpuknya senyawa berbahaya.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Reguler Periode 155 Unit III.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai solusi sederhana yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Pedukuhan Wiyu, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Reguler Periode 155 Unit III.C.2 UAD mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan. Warga juga dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan agar mampu memahami proses pembuatan dan penerapan secara mandiri.

Antusiasme warga dalam mengikuti jalannya kegiatan menjadi bukti respons positif masyarakat terhadap program tersebut. Ibu Dayati selaku Dukuh Wiyu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini sangat membantu kami. Selain belajar cara mengolah minyak bekas, kami juga menjadi lebih sadar untuk tidak membuangnya secara sembarangan,” jelasnya.

Lilin aromaterapi ini dipilih karena proses pembuatan yang tergolong sederhana, memiliki fungsi praktis, dan dinilai dapat dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha kreatif berbasis limbah rumah tangga. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Proses-Pembuatan-Lilin-Aroma-Terapi-oleh-Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:03:152026-03-05 10:03:15KKN UAD Kenalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Meneladani Kebiasaan Rasulullah di Bulan Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

04/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali digelar pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD. Kegiatan tausiah tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Anhar Anshori, M.S.I., Ph.D. dengan mengusung tema “Ramadan Bersama Nabi: Meneladani Produktivitas Rasulullah di Bulan Puasa”.

Dalam kajiannya, Ustaz Anhar menyebutkan bahwa terdapat tiga hal utama yang perlu dipahami agar puasa yang dijalankan oleh umat Islam menjadi berkualitas.

“Pertama, ideologi yang mendasari pemahaman kita dalam melaksanakan ibadah puasa. Kedua, tujuan ibadah puasa yang ditetapkan Allah. Ketiga, usaha maksimal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan puasa,” ujarnya.

Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan status keimanan orang-orang yang berpuasa. Menurutnya, iman yang kuat serta terikat dalam hati dan pikiran akan menjadi energi besar untuk mencapai tujuan puasa, sekaligus menjauhkan seseorang dari perbuatan yang sia-sia.

Anhar menekankan bahwa orientasi utama ibadah bukan semata-mata mengharapkan pahala, melainkan mengharapkan cinta dan rida Allah Swt. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, pandangan, dan perasaan selama berpuasa. Kualitas puasa tidak dinilai dari sekadar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga pada pengendalian diri secara penuh.

Dalam ceramahnya, Ustaz Anhar turut menyinggung kebiasaan Rasulullah saw. yang senantiasa melaksanakan salat di sepertiga atau pertengahan malam dan membaca Al-Qur’an secara tartil. Ia mengajak jemaah untuk tidak sekadar mengejar target jumlah juz, melainkan membaca Al-Qur’an secara tartil dengan memperhatikan tajwid, makhraj, dan tafsirnya.

“Lebih baik kita membaca satu juz dengan memahami tafsirnya daripada hanya sekadar membaca 30 juz tanpa memahami isinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Rasulullah saw. setiap malam bertadarus dengan bimbingan Malaikat Jibril a.s., yang berarti bukan sekadar membaca, melainkan juga mempelajari kandungan Al-Qur’an. Menutup kajian, Ustaz Anhar mengajak jemaah untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadan dengan terus meningkatkan kualitas ibadah, termasuk melakukan iktikaf di masjid. Menurutnya, iktikaf menjadi momen terbaik bagi umat muslim untuk merenung, mengevaluasi diri, serta memperbanyak istigfar, tahlil, dan tahmid. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-tarawih-dalam-rangkaian-kegiatan-Ramadan-di-Kampus-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-04 09:58:332026-03-04 09:58:33Meneladani Kebiasaan Rasulullah di Bulan Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Pembuatan Lubang Biopori di Dusun Ploso

04/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Inisiasi Pembuatan Lubang Biopori di Dusun Ploso (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program pembuatan lubang biopori di Dusun Ploso, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, pada 13–16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di enam RT dengan total 20 lubang biopori yang berhasil dibuat bersama warga.

Program diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pengertian dan manfaat biopori. Mahasiswa menjelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan air yang berfungsi meningkatkan daya serap tanah sekaligus sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga. Selain mengurangi genangan air saat musim hujan, biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan biopori di titik-titik yang telah disepakati. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap di enam RT agar lebih efektif serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa dan warga bekerja bersama mulai dari pengeboran tanah hingga pengisian lubang dengan sampah organik.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Warga mulai memahami bahwa limbah dapur, daun kering, dan sisa sayuran tidak perlu dibakar atau dibuang, melainkan dapat dimanfaatkan melalui biopori sebagai upaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 155 UAD berharap masyarakat Dusun Ploso dapat terus memanfaatkan dan merawat lubang biopori yang telah dibuat. Kehadiran 20 lubang biopori di enam RT diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih bijak dan berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-Pembuatan-Lubang-Biopori-di-Dusun-Ploso-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-04 09:42:372026-03-04 09:42:37Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Pembuatan Lubang Biopori di Dusun Ploso

Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si., penceramah tarawih di Masjid IC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kajian dan salat tarawih berjemaah pada rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Sabtu, 28 Februari 2026. Tausiah kali ini disampaikan oleh Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si., Wakil Ketua LP2M PP Muhammadiyah sekaligus Dosen Psikologi UAD, yang mengusung tema “Parenting Qur’ani: Mendidik Generasi Alpha di Tengah Gempuran Budaya Pop”.

Mengawali tausiahnya, Dr. Khoiruddin mengingatkan jemaah bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah untuk mencapai ketakwaan, sebagaimana difirmankan Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Lebih jauh, ia memaparkan bahwa muara dari ketakwaan tersebut adalah falah, yang bermakna kebahagiaan, kesuksesan, atau kesejahteraan hidup. 

“Kalau banyak orang yang merasa kurang bahagia, berarti takwanya bermasalah,” tuturnya.

Dalam konteks parenting Qur’ani dan mendidik anak, ia menyoroti pentingnya mengajarkan generasi masa depan cara meraih kebahagiaan yang sejati. Dari kacamata psikologi, kebahagiaan bersifat subjektif (subjective well-being) karena sangat bergantung pada bagaimana seseorang mempersepsikan dan menginterpretasikan realitas yang ada, bukan sekadar melihat realitas objektifnya. Sikap mental ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw. yang menyebut urusan orang beriman itu amat menakjubkan, mereka senantiasa bersyukur saat mendapat nikmat dan bersabar ketika ditimpa kesulitan.

Untuk menghadapi masa depan yang serba tidak pasti dan berubah-ubah, Dr. Khoiruddin menekankan tiga modal utama yang harus ditanamkan kepada generasi mendatang. Modal pertama adalah ikhlas karena Allah Swt., yang terbukti mampu membebaskan manusia dari rasa khawatir terhadap masa depan maupun kesedihan atas masa lalu. Modal kedua adalah senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

Modal ketiga adalah membekali anak dengan kesabaran. Ia merinci sabar ke dalam tiga dimensi, yakni sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menghindari larangan-larangan agama, dan sabar tatkala menghadapi musibah atau situasi yang tidak menyenangkan.

Di akhir tausiahnya, ia berpesan agar para jemaah dapat menularkan tiga fondasi tersebut agar anak-anak kelak menjadi generasi yang kuat. Rangkaian kegiatan malam itu pun dilanjutkan dengan ibadah salat tarawih berjemaah yang diawali dengan salat Iftitah. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Khoiruddin-Bashori-M.Si_.-penceramah-tarawih-di-Masjid-IC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 11:28:002026-03-03 11:28:00Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan

Pengaruh Puasa dan Zikir terhadap Struktur Otak Manusia

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kupas Pengaruh Puasa dan Zikir Terhadap Struktur Otak Manusia (Foto. Septia)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Pada malam kedelapan Ramadan yang bertepatan dengan Rabu, 25 Februari 2026, agenda diisi dengan ceramah tarawih yang disampaikan oleh Kepala Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UAD sekaligus Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. Beliau membawakan tema yang unik bertajuk “Neurosains Ibadah: Bagaimana Puasa dan Zikir Mengubah Struktur Otak dan Perilaku Manusia”.

Dalam pemaparannya, Prof. Suyadi mengawali kajian dengan mengupas Surah Ali Imran ayat 190–191 yang membahas tentang konsep Ulul Albab. Ia menjelaskan bahwa Ulul Albab bukan sekadar merujuk pada orang yang berakal secara rasional, melainkan mereka yang memiliki inti dari pemikiran esensial. Pemikiran ini senantiasa didasari oleh kejernihan hati, sehingga seseorang mampu berpikir jauh lebih mendalam dalam merenungkan setiap ciptaan Allah Swt.

Lebih lanjut, ia mengaitkan konsep Ulul Albab tersebut dengan bidang kajian mutakhir neurosains, khususnya neuroteologi atau spiritualitas otak. Berdasarkan riset yang menggunakan teknologi pencitraan otak, para ilmuwan menemukan fakta bahwa ketika seseorang melakukan ibadah sesuai keyakinannya, terdapat area-area tertentu di dalam otak yang dialiri darah lebih banyak dibandingkan saat melakukan aktivitas biasa. Ibadah juga terbukti memicu terbentuknya gelombang otak khusus yang sering dikenal dengan istilah God Spot atau sirkuit spiritual.

Prof. Suyadi kemudian menekankan keistimewaan ibadah puasa dibandingkan ibadah mahdah lainnya. Menurutnya, puasa sangat fleksibel karena dapat dilakukan bersamaan dengan ibadah ghairu mahdah.

“Jika seorang dosen mengajar dalam keadaan berpuasa, maka ibadah mahdah berupa puasa dan ibadah ghairu mahdah berupa mentransfer ilmu akan berjalan secara beriringan,” jelasnya.

Pengulangan rutinitas ibadah semacam ini membuat struktur sirkuit di dalam otak semakin terkondisikan dengan baik. Semakin sering seseorang beribadah, maka struktur otaknya akan semakin terbiasa merespons berbagai hal untuk membentuk kepribadian yang bertakwa. Indikator utama dari ketakwaan ini dapat dilihat dari cara seseorang bertindak, berpikir, dan merenung yang selalu dilandasi dengan kebeningan hati serta kejernihan pikiran. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Kupas-Pengaruh-Puasa-dan-Zikir-Terhadap-Struktur-Otak-ManusiaFoto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 11:10:092026-03-03 11:10:09Pengaruh Puasa dan Zikir terhadap Struktur Otak Manusia

Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. pada tarawih ke-12 Ramadan 1447 H dalam rangkaian RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Ceramah Tarawih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Ahad malam, 1 Maret 2026. Acara tersebut menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I., Ketua Bidang Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, sebagai penceramah.

Dalam ceramah bertajuk “Psychological Well-being dalam Islam: Meraih Ketenangan Jiwa Melalui Ibadah yang Berkualitas”, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan pendidikan atau ibadah, melainkan juga disebut sebagai sahru’l ilaj atau bulan terapi yang menawarkan penyembuhan jiwa dan fisik. Ia memaparkan bahwa ibadah puasa merupakan bentuk imunisasi spiritual dan fisik yang efektif, didukung oleh berbagai riset medis. “Lambung manusia adalah pusat berbagai macam penyakit, maka manajemen perut melalui ibadah puasa merupakan terapi untuk mendapatkan kesehatan yang ideal dan maksimal,” ungkapnya.

Dr. Ruslan juga menyoroti peran strategis zikir dalam menata emosi dan memberikan ketenangan jiwa. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 75% solusi bagi problematika manusia berasal dari hati yang tenang melalui zikir dan ibadah. Sebaliknya, lalai dari zikir dapat menyebabkan penyakit mental kronis seperti stres dan depresi. “Sebab dalam diri manusia terdapat dua potensi, potensi yang sering menyebabkan orang kemudian jauh dari Allah sehingga mengalami suatu keadaan-keadaan yang tidak membahagiakan dirinya serta potensi yang bisa menyebabkan manusia mengalami ketenangan, ketenteraman, dan kesehatan mental,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ibadah yang berkualitas harus dilandasi niat ikhlas, memahami filosofi ibadah, serta dilakukan dengan penuh kemantapan atau biwakorin. Ia juga mengisahkan perjuangan Ali bin Abi Thalib yang menjadikan salat sebagai kekuatan spiritual luar biasa dalam menghadapi ujian hidup.

Menutup ceramahnya, Dr. Ruslan mengajak jemaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memaksimalkan potensi positif dalam diri dan menekan potensi negatif melalui manajemen hati. Ia berharap melalui ibadah yang berkualitas dan totalitas, setiap individu dapat meraih derajat ketakwaan sekaligus ketenangan jiwa yang hakiki. (ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ruslan-Fariadi-AM-S.Ag_.-M.S.I.-pada-tarawih-ke-12-Ramadan-1447-H-dalam-rangkaian-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 10:46:322026-03-03 10:46:32Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Silaturahmi bersama LKSA Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah ’Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 700 peserta tersebut berlangsung di Masjid Islamic Center UAD.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPKS PWM) DIY, Zainal Arifin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UAD merupakan tuan rumah ketiga dalam rangkaian agenda buka bersama LKSA DIY, setelah Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Agenda buka bersama ini sebelumnya sudah dilaksanakan di UNISA, UMY, dan hari ini diselenggarakan di UAD,” ujarnya. Ia juga menyoroti tagline #Semua Bisa Kuliah di UAD yang diharapkan mampu memotivasi anak-anak panti asuhan untuk melanjutkan kuliah dan terus semangat meraih mimpi.

Kepala Bidang Kemasyarakatan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I., menyampaikan bahwa UAD bekerja sama dengan Lazismu UAD untuk dalam memberikan bantuan. ”Kami bekerja sama dengan Lazismu UAD untuk memberikan bingkisan berupa alat tulis dan alat mandi. Selain itu, UAD juga menyediakan beasiswa bagi siswa penghafal Al-Qur’an,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Lazismu UAD oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UAD, Kepala LPSI UAD, dan Ketua Lazismu UAD kepada Pengurus Panti Asuhan Abdul Alim Imogiri, Panti Asuhan Ahmad Dahlan, Kulon Progo, dan Panti Asuhan A.R. Fachruddin, Kulon Progo selaku perwakilan panti asuhan Muhammadiyah se-DIY.

Ketua PWM DIY, Dr. Nurahman Gazali, M.A., menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 24 panti asuhan yang berada di bawah naungan LKSA DIY.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kajian bertema “Ramadan Madrasah Kehidupan” yang disampaikan oleh Ustaz Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Silaturahmi-bersama-LKSA-Muhammadiyah-dan-Aisyiyah-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 10:26:322026-03-03 10:26:32UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY
Page 10 of 548«‹89101112›»

TERKINI

  • UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 202610/04/2026
  • Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali10/04/2026
  • UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim09/04/2026
  • Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali09/04/2026
  • KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari08/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top