• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Superheateam 2.0 UAD Borong Penghargaan dalam Ajang ICRCC

24/05/2023/in Prestasi /by Ard

Tim Superheateam 2.0 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Tim Superheateam 2.0 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Abdul Aziz, dan beranggotakan Rama Diva Fauzia, Mawarni, Noval Arwansyah, Rafli Ramadhan, serta dimanajeri oleh Mar’atu Roisa Amini, berhasil menyabet Most Consistent Performance, Most Favorite Video Profile, sekaligus juara IV Presentation and Race Car dalam ajang Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC). Acara berlangsung dari Kamis hingga Minggu, 11 hingga 14 Mei 2023, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

ICRCC merupakan sebuah kompetisi berskala internasional terbesar yang diadakan bagi mahasiswa sarjana untuk merancang dan membuat prototipe mobil yang digerakkan oleh reaksi kimia yang akan berhenti secara akurat untuk mencapai jarak tertentu. Kompetisi ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan peserta dalam mengontrol reaksi kimia.

Dalam kompetisi bergengsi ini, Superheateam 2.0 mengusung mobil yang diberi nama Cyber-O 7.0, sebuah mobil dengan menggunakan sistem pneumatik yang digerakkan oleh gas bertekanan hasil dari reaksi kimia. Keunggulan sistem tersebut adalah lebih ramah lingkungan dikarenakan produk akhirnya berupa air dan oksigen.

“Cyber-O 7.0 mengusung tema back to nature yakni menggunakan triplex sebagai bodi dari mobil. Kami menggunakan material ini dikarenakan terinspirasi dengan banyaknya triplex sisa pembangunan yang kurang terpakai. Dan alhamdulillah kami satu-satunya tim yang menggunakan bahan tersebut,” papar Azis saat diwawancarai.

Ia menjelaskan bahwa manfaat dari penggunaan triplex yaitu tim mampu menekan biaya untuk bodi mobil sampai 90 persen. Selain itu menggunakan triplex sisa pembangunan lebih ramah lingkungan dibanding menggunakan material lain seperti akrilik. Mobil juga menjadi lebih ringan dan berdampak pada pengeluaran bahan kimia yang lebih sedikit.

Azis mengaku, persiapan yang dilakukan tim terbilang sangat mepet, ditambah terpotong dengan liburan Hari Raya Idulfitri.

“Kami juga memiliki hambatan yang cukup berarti dan sangat memakan waktu persiapan, di mana reaktor atau vessel yang kami gunakan selalu bocor. Kami berusaha untuk menservisnya tetapi selalu bocor kembali. Bahkan kami sudah mengganti reaktor sebanyak 3 kali. Hal ini membuat waktu persiapan menjadi sangat sedikit dan kurang maksimal,” paparnya. Meski begitu, Azis dan tim tetap mengupayakan yang terbaik dan bersyukur dengan prestasi yang telah diraih.

“Harapannya kami bisa terus mempertahankan dan meningkatkan pencapaian ini, dan kami juga akan terus berinovasi untuk mengembangkan mobil agar menjadi lebih baik lagi. Semoga Chem-E-Car UAD bisa terus berjaya di tengah persaingan yang kuat,” imbuhnya. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Superheateam-2.0-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1133 1700 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-24 08:06:402023-05-24 08:06:40Superheateam 2.0 UAD Borong Penghargaan dalam Ajang ICRCC

Dorong Karier Mahasiswa, HMPS Fisika UAD Gelar Pelatihan CV

24/05/2023/in Terkini /by Ard

Pelatihan pembuatan CV dan wawancara oleh HMPS Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Curriculum vitae (CV) dan surat lamaran kerja adalah elemen penting dalam melamar pekerjaan. Sebuah CV yang efektif dan menarik akan meningkatkan kesempatan pelamar mendapatkan pekerjaan idaman. Tak hanya itu, wawancara kerja juga menjadi tahapan penting untuk menentukan keberhasilan karier.

Oleh sebab itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan (HMPS) Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan CV dan Wawancara pada Sabtu, 13 Mei 2023 secara daring melalui platform Zoom Meeting dan ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Pendidikan Fisika UAD.

Mengusung tema “Membangun Kreativitas dan Kualitas sebagai Bekal di Dunia Kerja”, Ketua Pelaksana Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa tujuan dilaksanakan pelatihan ini yaitu agar mahasiswa paham cara menyusun CV dan surat lamaran kerja yang baik dan benar, serta sebagai wadah mahasiswa untuk berlatih wawancara kerja.

“Pada pelatihan ini terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama, mahasiswa dibelikan materi tentang wawancara, dan sesi kedua, mahasiswa diberikan materi pelatihan,” paparnya. Ia juga mengaku, para peserta yang mengikuti pelatihan ini sangat interaktif dengan pemateri. “Contohnya pada saat sesi tanya jawab dibuka, banyak sekali peserta yang ingin bertanya.”

Acara tersebut menghadirkan langsung Founder and CEO HTT.ID, Lovandri Dwanda Putra M.Pd. Ia secara gamblang membahas terkait CV yang baik dan benar, efektif, hingga menarik. Hadir pula dosen Psikologi UAD Dian Fithriwati Darusmin, M.A., Psikolog yang memaparkan materi terkait wawancara kerja.

Sri berharap dengan diadakannya pelatihan ini, para peserta dapat makin mantap dalam menyusun CV dan wawancara kerja sehingga dapat membantu membidik peluang untuk bekerja di perusahaan maupun instansi yang mereka inginkan. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-pembuatan-CV-dan-wawancara-oleh-HMPS-Fisika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-24 07:39:312023-05-24 07:39:31Dorong Karier Mahasiswa, HMPS Fisika UAD Gelar Pelatihan CV

KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Luncurkan Buku di UAD

23/05/2023/in Terkini /by Ard

Launching dan Bedah Buku karya KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah dalam gelaran Launching dan Bedah Buku Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman berjudul Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management dalam Membangun Team Work. Acara yang berlangsung di Amphitarium Kampus IV UAD pada Senin, 22 Mei 2023 ini bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) dan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. beserta jajarannya.

Hadir pula Komandan Kasdam IV Diponegoro Brigadir Jenderal TNI Ujang Darwis, Korem 072 Pamungkas Brigadir Jenderal TNI Joko Purnomo, Ketua Badan Pembina Harian UAD Prof. Dr. Marsudi Triatmojo, Rektor UAD Dr. Muchlas M.T. beserta jajarannya, dan segenap tamu undangan. Dosen Fakultas Hukum UAD Dr. Drs. Immawan Wahyudi, M.H. serta Sekretaris Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah Dani Setiawan, M.Si., turut membersamai sebagai pembahas yang dimoderatori oleh seorang jurnalis profesional, Nitia Anisa.

Jenderal Dudung mengatakan buku yang mengulas secara mendalam tentang gaya kepemimpinan strategis antara pemimpin dengan anak buah pada suatu kerja sama di dalam suatu organisasi ini, merupakan hasil penelitian disertasinya. Tepatnya saat ia menempuh program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Strategic Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti 2022 lalu.

“Munculnya gagasan untuk menyusun disertasi dengan tema kepemimpinan strategis ini tidak bisa dilepaskan dari kiprah dan pengalaman saya di dunia militer. Atas pengalaman tersebut saya menyadari betapa pentingnya gaya kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia untuk mendukung tujuan organisasi,” paparnya.

Sebagai seorang pemimpin, Jenderal Dudung berusaha mengedepankan nilai-nilai keterbukaan, kejujuran, kebersamaan dengan landasan disiplin dan kehormatan dalam bingkai kepasrahan aktif kepada petunjuk Allah Swt.

Ia menjelaskan, bahwa gaya kepemimpinan strategis yaitu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, mempertahankan fleksibilitas, berpikir secara strategis, dan bekerja dengan orang lain. Hal tersebut penting untuk membangun lingkungan yang kondusif sekaligus untuk memulai perubahan yang akan menciptakan masa depan yang baik bagi organisasi.

Dalam sesi bedah buku, Dani Setiawan berpendapat bahwa yang menarik dari buku berisi 205 halaman ini jika diperhatikan secara detail, Jenderal Dudung bukan hanya memiliki keahlian khusus dalam bidang pertahanan atau ketentaraan, tetapi juga punya minat khusus terhadap bidang ekonomi.

Sementara itu, Haedar Nashir dalam sambutannya menyebut bahwa buku yang ditulis oleh KASAD TNI AD tersebut dapat membangkitkan nilai-nilai positif bagi kehidupan. “Mudah-mudahan dengan adanya buku dari Pak KASAD ini, bukan hanya dipelajari tetapi juga disebarluaskan menjadi state of mind para pimpinan daerah hingga pimpinan politik membawa Indonesia dengan kepemimpinan strategis,” kata Haedar. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Launching-dan-Bedah-Buku-karya-KASAD-Jenderal-TNI-Dudung-Abdurachman-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-23 12:36:582023-05-23 12:36:58KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Luncurkan Buku di UAD

UAD Wisuda 1.191 Lulusan Periode April 2023

23/05/2023/in Terkini /by Ard

Prosesi wisuda oleh Dr. Muchlas, M.T. Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dengan Agenda Wisuda Sarjana Terapan, Sarjana, dan Magister di Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu, 20 Mei 2023. Sebanyak 1.191 wisudawan mengikuti prosesi wisuda secara khidmat. Mereka terdiri atas 3 wisudawan lulusan program diploma, 1.071 lulusan program sarjana, dan 117 lulusan program magister. Dari jumlah tersebut, 750 di antaranya lulus dengan predikat cum laude atau dengan pujian.

Masih sama dengan gelaran sebelumnya, wisuda periode April 2023 kali ini juga diselenggarakan secara daring bagi 51 wisudawan yang memilih metode tersebut. Sebelumnya, gladi bersih wisudawan telah dilaksanakan pada 17 Mei 2023 untuk wisudawan daring dan 19 Mei 2023 untuk wisudawan luring. Wisuda periode April tersebut ditunda pelaksanaannya menjadi bulan Mei untuk menghormati Hari Raya Idulfitri.

Rangkaian acara dilangsungkan secara khidmat dengan dipimpin oleh Rektor dan rombongan Senat UAD. Sementara untuk prosesi wisuda, dilakukan oleh masing-masing Dekan dan Wakil Dekan dari tiap fakultas. Besse Nur Fatimah Hefri, sebagai salah satu wisudawan terbaik dari Program Studi (Prodi) Manajemen didapuk untuk memimpin pembacaan prasetya alumni. Sedangkan untuk sambutan wisudawan terbaik, diwakili oleh Danang Rizki Fadilla Amanta dari Prodi Hukum.

Dalam pidatonya, Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T., memberikan selamat sekaligus apresiasi kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. “Dengan iringan doa semoga perjalanan dan perjuangan Saudara selanjutnya dikaruniai hidayah, pertolongan, kesuksesan, dan rida dari Allah Swt.,” ucap Rektor.

Ia berpesan kepada seluruh wisudawan untuk terus mengamalkan dan mengembangkan ilmu serta pengalaman yang didapat baik di lingkungan profesi maupun lingkungan masyarakat. Menumbuhkan perasaan bangga menjadi alumni UAD, tetap rendah hati, menjaga sopan santun di mana pun dan kapan pun, serta terus memegang teguh nilai-nilai keislaman.

“Terakhir, berkaryalah, berprestasilah, dan jadilah bermanfaat di mana pun Saudara berada sesuai dengan nilai-nilai dasar UAD yaitu inovatif, profesional, dan dedikatif,” pungkasnya. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prosesi-wisuda-oleh-Dr.-Muchlas-M.T.-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-23 11:58:092023-05-23 11:58:09UAD Wisuda 1.191 Lulusan Periode April 2023

Mahasiswa UAD Juara III Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional

11/05/2023/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III lomba cipta puisi FSPI 2023 (Foto: Istimewa)

Narendra Brahmantyo mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menjuarai lomba kategori penulisan puisi pada Festival Seni Pertunjukan Indonesia (FSPI) 2023 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Puisi berjudul “Kasus Pencurian Tak Terduga di Sebuah Kota” berhasil meraih juara III penulisan puisi dalam perlombaan tingkat nasional tersebut.

Dari berbagai kategori, terdapat 13 delegasi perwakilan dari UAD yang meraih penghargaan dari juara I hingga juara harapan II. Lomba tersebut dimulai pada tanggal 1 Maret, kemudian dilanjut pengumpulan karya pada tanggal 11 Maret, dan pengumuman pemenang lomba pada 28 April 2023.

Tujuan diadakannya lomba adalah untuk mencari minat dan bakat mahasiswa di seluruh Indonesia khususnya dalam bidang seni, seperti seni fotografi, vokal grup, komik strip, cipta lagu, video musikalisasi puisi, seriosa, dan berbagai kategori lomba yang lain.

“Ini adalah lomba terbesar yang saya ikuti, dan kali ini saya membawa nama UAD sebagai delegasi melalui seleksi internal kampus. Pada kesempatan-kesempatan sebelumnya saya lebih banyak mengikuti lomba secara mandiri,” ungkap Narendra.

Lomba tersebut diikuti total 1.778 tim dengan jumlah yang terlibat sekitar 2.000 peserta dari 157 perguruan tinggi dari 21 provinsi yang ada di Indonesia.

“Walaupun saya sudah memenangkan beberapa lomba cipta puisi, saya selalu merasa ada beberapa hal yang harus ditingkatkan, atau mungkin harus mencoba hal-hal baru seperti menulis cerpen, naskah drama, dan memperluas kemampuan yang lain.”

Narendra juga berharap mahasiswa UAD harus lebih giat bukan dari aspek akademis saja, melainkan dari aspek-aspek lain seperti organisasi atau lomba, karena hal tersebut mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa secara mental dan kualitas.

“Nanti secara mental, jika seorang mahasiswa tersebut kalah dalam perlombaan ia akan memiliki sikap, apakah ia akan melanjutkan perlombaan yang lain, meningkatkan karyanya, atau apa pun itu.” (syf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-lomba-cipta-puisi-FSPI-2023-Foto-Istimewa.jpeg 720 1276 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-11 08:24:442023-05-11 08:24:44Mahasiswa UAD Juara III Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional

BEM FKM Kunjungan Kerja ke UNIMUS

10/05/2023/in Terkini /by Ard

Kunjungan BEM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke UNIMUS (Foto: Istimewa)

Konsultan manajemen asal Amerika, Margaret Wheatley, pernah menyampaikan bahwa dalam organisasi, daya nyata dan energi dihasilkan melalui suatu hubungan. Pola-pola hubungan dan kapasitas membentuk mereka lebih penting daripada tugas, fungsi, peran, dan posisi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah relasi guna meningkatkan kinerja dari organisasi seperti yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pada 1 Mei 2023, sebanyak pengurus BEM FKM UAD diterjunkan ke FKM Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) untuk melakukan kunjungan kerja. Tema kunjungan kerja ini bertajuk “Sharing Ideas to Improve the Organization Performance of BEM FKM UNIMUS and BEM FKM UAD”.

Kunjungan kerja merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan bertukar pikiran guna meningkatkan produktivitas kerja ormawa. Pada tahun 2019, BEM FKM UAD juga pernah diterjunkan ke Depok untuk mengunjungi Universitas Indonesia (UI) dalam rangka studi banding.

Dr. Sayono, S.K.M., M. Kes. (Epid). Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIMUS menyampaikan bahwa terdapat potensi untuk mendeklarasikan asosiasi BEM Kesmas Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

“Berangkat dari pertemuan hari ini, FKM UAD dan FKM UNIMUS bisa mencetuskan deklarasi asosiasi atau ikatan BEM Kesmas Nasional Muhammadiyah. Saya kira hal tersebut akan memberi dampak positif bagi masing-masing ormawa yang berada di bawah naungan Muhammadiyah sehingga bisa bertumbuh bersama,” pungkasnya.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-BEM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-UNIMUS-Foto-Istimewa.jpg 1099 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-10 08:06:012023-05-10 08:14:17BEM FKM Kunjungan Kerja ke UNIMUS

Penyesalan Selalu Datang di Akhir

08/05/2023/in Feature /by Ard

Kajian di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan narasumber Muhammad Sayuti, M.Ed., Ph.D., Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Foto: Istimewa)

Selama ini kita sangat akrab dengan pernyataan bahwa amal itu dilihat dari niatnya, tetapi hal tersebut belumlah cukup. Menurut Muhammad Sayuti, M.Ed., Ph.D., Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam kesempatan ceramah di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, mengatakan bahwa sesungguhnya amal itu juga dilihat dari akhir atau ujungnya. Maksudnya bagaimana?

Suatu fenomena yang sudah melekat di masyarakat jika makin mendekati Hari Raya Idulfitri maka pusat perbelanjaan akan makin ramai. Inilah tantangan bagi umat muslim, apakah di akhir Ramadan makin dekat dengan masjid atau malah semakin dekat dengan mal. Kenikmatan duniawi memang melenakan, sering membuat manusia lupa bahwasanya betapa kesempatan menjumpai Ramadan yang diberikan oleh Allah sungguh berharga.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam ayat Al-Qur’an banyak diulang-ulang tentang penyesalan orang yang sudah meninggal. Kenapa?

“Setiap orang yang sudah wafat itu kecewa, tetapi kecewa dan menyesalnya orang yang sudah sampai ajal sudah berbeda level, tidak seperti kita dulu jika tidak lulus mata kuliah masih bisa mengulang. Sebab, manusia jika sudah ditentukan akhir usianya di dunia maka tidak ada kesempatan untuk mengulang kembali ke dunia,” jelas Ustaz Muhammad Sayuti.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia bercerita tentang kisah seorang sahabat Nabi yang selalu salat berjamaah di masjid dan datang jauh lebih awal sebelum waktu salat tiba. Namun, di suatu subuh sahabat Nabi tersebut tidak datang dan ketika Nabi menanyakan keberadaannya kepada para jamaah yang lain tidak ada satu pun yang mengetahuinya.

Singkat cerita, selepas salat Subuh, Nabi ditemani beberapa jamaah lain mengunjungi rumahnya. Ternyata, rumahnya terhitung jauh hingga saat Duha Nabi baru sampai di rumahnya. Saat Nabi mengatakan maksud kedatangannya, alangkah terkejutnya Nabi dan lainnya karena sosok sahabat Nabi yang ia cari baru tadi pagi meninggal dunia.

Kemudian istri sahabat Nabi tersebut berkata kepada Nabi, “Ya Rasulullah ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya ia berteriak 3 kali dengan masing-masing teriakan disertai 1 kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya.”

Rasulullah bertanya, “Apa saja kalimat yang diucapkannya?”. “Di masing-masing teriakannya, ia berucap kalimat ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh, aduh kenapa tidak yang baru, aduh kenapa tidak lebih banyak’,” jawab istri sahabat.

“Pertama, ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh’, kalimat tersebut merupakan bentuk penyesalan mengapa rumahnya tidak lebih jauh sehingga pahala yang ia dapatkan jauh lebih besar lagi, karena ia tahu jika 1 langkah menuju masjid dihitung 1 kebaikan oleh Allah, otomatis makin jauh jarak rumah dengan masjid maka makin banyak pahala yang ia dapatkan,” terang Ustaz Muhammad Sayuti.

Kedua, “Aduh, kenapa tidak yang baru”, dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa sahabat Nabi tersebut bersedekah baju bekas pantas pakai kepada tunawisma yang ditemuinya saat menuju masjid. Maka ia menyesal kenapa tidak yang baru dan lebih baik yang ia berikan, tentu pahalanya akan lebih besar.

Ketiga, “Aduh kenapa tidak lebih banyak”, dalam hal ini sahabat Nabi tersebut menyesal mengapa jumlah yang ia sedekahkan tidak lebih banyak lagi.

“Orang meninggal itu muda ya pantas, remaja ya pantas, anak-anak pun juga pantas, apalagi yang tua. Oleh karena itu, mari kita kencangkan ikat pinggang, mari kita manfaatkan sebaik mungkin serta perbanyak sedekah dan yakinlah tidak ada orang yang miskin karena bersedekah. Jangan sampai terjadi penyesalan di akhir hayat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan jika bersedekah tidak hanya berbentuk uang, melainkan bisa berupa membersihkan masjid, bekerja, bahkan senyuman pun merupakan bagian dari sedekah. Sangat mudah, bukan? Jadi tinggal konsistensi dalam beramal yang perlu dikuatkan, karena sesungguhnya amal itu dilihat juga dari ujungnya apakah konsisten atau tidak. (SFL).

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-narasumber-Muhammad-Sayuti-M.Ed_.-Ph.D.-Sekretaris-Pimpinan-Pusat-Muhammadiyah-Foto-Istimewa.jpg 720 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-08 08:38:392023-05-08 08:38:39Penyesalan Selalu Datang di Akhir

Kategori Penelitian, UAD PTS Terbaik Indonesia Versi SCImago

08/05/2023/1 Comment/in Terkini /by Ard

Gedung Utama Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

SCImago Institutions Rankings (SIR) telah merilis data hasil pemeringkatan tahun 2023 untuk universitas atau perguruan tinggi dan lembaga penelitian di seluruh dunia. Terdapat 3 indikator utama yang digunakan dalam proses pemeringkatan tersebut, yaitu research (50%), innovation (30%), dan societal impact (20%). Selanjutnya, tiap indikator didukung oleh sejumlah aspek penilaian, di antaranya high quality publication dan international collaboration untuk indikator research, innovation knowledge dan patents untuk indikator innovation, serta inbound links dan web size untuk kategori societal impact.

Berdasarkan data SCImago itu, secara keseluruhan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menempati posisi pertama se-Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), kedua se-Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan ke-37 se-Perguruan Tinggi di Indonesia. Khusus untuk kategori research atau penelitian, UAD memperoleh posisi pertama se-PTS dan se-PTMA, serta posisi ke-34 se-Perguruan Tinggi di Indonesia. Hasil ini telah memperkuat dan menunjukkan eksistensi UAD sebagai salah satu universitas yang memiliki rekam jejak penelitian dan publikasi terbaik di Indonesia.

Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, S.Si., M.Pd. selaku Kepala Bidang Publikasi Ilmiah di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD menyampaikan, “Sejumlah dosen UAD dalam setahun terakhir mengalami peningkatan dalam hal mempublikasikan artikel hasil penelitian mereka di High-Impact Journal, yang mana sebagian besar masuk kategori Q1 di SCImago Journal Rank.”

Tambahnya, “Peningkatan jumlah Kekayaan Intelektual dosen-dosen UAD dalam bentuk Paten, Desain Industri, dan Paten Sederhana, juga luar biasa. Hal ini memiliki komposisi yang juga besar di dalam pemeringkatan SIR kategori inovasi yakni 30%.” Tentu saja, hal tersebut sejalan dengan peran serta LPPM yang mendongkrak luaran hasil penelitian dosen di lingkungan UAD, tercermin pada banyaknya skema penelitian yang dikeluarkan oleh UAD untuk mengakomodir penelitian para dosen.

“LPPM UAD memiliki Bidang Riset dan Inovasi (BRIn) dan Bidang Publikasi Ilmiah (BPI), yang selalu mengadakan workshop dan pendampingan dalam pembuatan proposal penelitian. Tentu ini akan meningkatkan animo para peneliti untuk bekerja giat memperoleh dana hibah yang luar biasa,” jelasnya.

Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bawah naungan LPPM UAD juga memiliki peran penting di dalam pemeringkatan SIR. Dalam ajang Simposium Nasional Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tahun 2022, Sentra HKI UAD meraih 3 penghargaan dari 5 kategori yang dilombakan.

“Langkah selanjutnya, kami akan berfokus pada penguatan kompetensi literasi publikasi para dosen agar mampu mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal yang memiliki reputasi tinggi, melalui kerja sama atau kolaborasi dengan sejumlah peneliti luar negeri. Hal ini didukung oleh LPPM, melalui BRIn dalam bentuk skim penelitian kerja sama luar negeri,” tegas Prof. Rully dengan optimis.

Ia berharap di masa yang akan datang, UAD mampu memberikan pengaruh dan kontribusi yang berdampak, sehingga mampu meningkatkan peringkat UAD di level PT dengan target masuk 10 besar.

“Saya berharap para akademisi di lingkungan UAD sudah melek dalam hal literasi publikasi ilmiah dengan menikmati setiap proses dalam upaya mempublikasikan hasil risetnya, baik dalam bentuk Paten maupun artikel ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi yang berkualitas. Semoga kelak dapat memberikan dampak dan kontribusi yang signifikan pada perkembangan keilmuan di Indonesia maupun di dunia. BPI dan Sentra HKI, melalui LPPM, siap mendukung penuh untuk mewujudkan hal tersebut.” (roy)

uad.ac.id


*Data 2 Mei 2023

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gedung-Utama-Kampus-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1078 1906 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-08 08:08:332023-05-08 08:08:33Kategori Penelitian, UAD PTS Terbaik Indonesia Versi SCImago

Kaum Milenial Penentu Peradaban Islam Masa Depan

05/05/2023/in Feature /by Ard

Kajian di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan narasumber Ustaz Drs. H. Anhar Anshori, M.S.I., Ph.D. (Foto: Catur Rohmiasih)

Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kajian dengan tema “Kaum Milenial sebagai Harapan Penentu Peradaban Islam di Masa Depan”. Tema tersebut dibawakan oleh Ustaz Drs. H. Anhar Anshori, M.S.I., Ph.D.

“Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar milenial? Tentu pikiran kita akan merujuk kepada anak muda yang tidak bisa dipisahkan dari teknologi,” ucap Anhar.

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Anhar yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD. Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti milenial ialah orang atau generasi yang lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an: kehidupan generasi, tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi, terutama internet.

Lekatnya kaum milenial dengan teknologi apakah menjadikan mereka tidak bisa menciptakan peradaban Islam di masa depan? Tentu saja sangat bisa. Namun, sebelum jauh memikirkan hal itu mari kita tengok pemuda di zaman ini. Mereka banyak yang tidak memahami akan syariat yang Allah Swt. turunkan. Malas menjalankan perintah Allah Swt. dan enggan menjalankan sunah Nabi.

Ada 3 upaya yang harus diperbaiki terlebih dulu dari kaum milenial saat ini. Pertama, kaum milenial harus mampu mengupayakan tegaknya tiang agama. Kedua memiliki semangat dan tekad kuat mempelajari syariat Islam. Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan yang luas.

Poin pertama harus mampu mengupayakan tegaknya tiang agama. Tiang agama umat Islam ialah salat. Hal ini berdasarkan sebuah hadis Nabi yang berbunyi, “Pangkal atau pokok semua urusan adalah Islam, dan yang menjadi tiang atau penopang tegaknya Islam ialah salat fardu 5 waktu, sedangkan puncaknya adalah berjuang di jalan Allah.” (H.R. Buhkari dan Muslim).

Lebih lanjut, Anhar menjelaskan, “Ibarat sebuah bangunan yang kokoh lagi megah, tetapi jika tiangnya tidak ada maka ia akan roboh. Begitulah kiranya gambaran seorang yang tidak menegakkan salat. Perkara ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi, ‘Barang siapa yang mendirikan salat maka ia menegakkan agama. Sebaliknya, barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah merobohkan agama’.”

Poin kedua memiliki semangat dan tekad kuat mempelajari syariat Islam. Hal ini tidaklah terasa berat bagi seorang muslim karena mempelajari ilmu agama merupakan kewajiban. Sesuai dengan hadis Nabi yang berbunyi, “Mencari ilmu (agama) itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan.” (H.R. Ibnu Abdil Barr). Selain itu dalil yang menunjukkan pentingnya mempelajari syariat Islam terdapat pada Surah Al-Mujaddalah ayat 11. Ayat ini, kurang lebih menceritakan semangat dalam menuntut ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum (dunia) serta berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan melakukan segala perbuatan sesuai dengan perintah Allah Swt.

Poin terakhir, memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Perintah ini terdapat pada Al-Qur’an Surah Al-Alaq ayat 1–5. Di dalamnya terdapat perintah untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan dengan membaca. “Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.” (H.R. Ahmad). Harapannya, dengan diamalkannya 3 poin yang sudah dijelaskan tadi, nantinya akan terwujud peradaban Islam yang maju dan mencerahkan yang tentunya menyejahterakan seluruh umat Islam dipimpin anak muda milenial saat ini.

“Terakhir pesan saya terkhusus mahasiswa maupun pelajar, belajarlah yang serius, tekun, dan ulet. Jadilah mahasiswa yang amanah. Pergunakan fasilitas yang diberikan orang tua dengan baik dan jujur. Jaga pergaulan sesama teman. Buat perubahan di masyarakat dan tunjukkan bahwa Anda dapat berguna di masyarakat dengan ilmu yang sudah didapat di bangku perkuliahan.” tutupnya. (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-narasumber-Ustaz-Drs.-H.-Anhar-Anshori-M.S.I.-Ph.D..jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-05 08:10:112023-05-05 08:10:11Kaum Milenial Penentu Peradaban Islam Masa Depan

Catatkan Kerja Sama Terbanyak di LLDikti Wilayah V, UAD Perlu Eskalasi MoA dan IA

05/05/2023/in Terkini /by Ard

Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. menyampaikan evaluasi dan apresiasi atas pelaporan dan pendataan kerja sama oleh Perguruan Tinggi (PT) pada Sistem Pelaporan Kerja Sama (LAPORKERMA). Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi PT dengan kerja sama terbanyak per Maret 2023. Tercatat, UAD teken 1.468 kerja sama meliputi 765 MoU, 492 MoA, dan 211 Implementation Arrangement (IA). Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) atau Ahmad Dahlan Global Engagement (ADGE) Dwi Santoso, M.Hum., Ph.D. menuturkan perlunya eskalasi MoA dan IA masa kini dan mendatang.

“Kita perlu meningkatkan jumlah realisasi kerja sama dalam bentuk MoA, IA, atau PKS di masa mendatang sampai pada tingkat fakultas dan program studi (prodi). Tak cukup jika hanya meneken banyak kerja sama, tetapi minim realisasi. Dengan meningkatkan realisasi, sama saja kita mempertahankan MoU.”

Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau MoA merupakan bentuk implementasi atau realisasi dari Nota Kesepahaman (MoU). Tentu, MoA bersifat lebih mengikat dan terarah. Dengan demikian, MoU tidak menjadi “proyek mangkrak” saja.

Dwi Santoso juga mengungkap, UAD akan lebih selektif dan targetif dalam menjalin kerja sama, terutama pada penentuan mitra. Ini juga berdampak pada pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai pemertahanan klaster Mandiri UAD. Menurutnya, penting untuk menjalin kerja sama dengan mitra yang berkualitas baik dalam maupun luar negeri serta PT dengan klaster yang setara. Melalui KKUI dan LPPM, UAD telah menggandeng mitra baik Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan non-PTMA, pemerintah, industri, hingga kelompok masyarakat.

“Perihal mitra, kita perlu tingkatkan kerja sama dengan Institusi Perguruan Tinggi di luar negeri yang menjadi catatan bersama. Saat ini, UAD telah melakukan kerja sama berupa pertukaran mahasiswa, join research, publikasi internasional, dan sebagainya,” terangnya.

Peningkatan kerja sama akan difokuskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Ia juga menambahkan 1 aspek, yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan demikian, tiap-tiap aspek memerlukan setidaknya 1 MoU. (nov)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kampus-Utama-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1075 1907 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-05 07:48:252023-05-05 07:48:25Catatkan Kerja Sama Terbanyak di LLDikti Wilayah V, UAD Perlu Eskalasi MoA dan IA
Page 375 of 383«‹373374375376377›»

TERKINI

  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026
  • Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal26/02/2026
  • Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi25/02/2026
  • Mahasiswa FKM UAD Adakan Senam dan Edukasi Hipertensi di Wonocatur25/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026
  • Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria25/02/2026
  • Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi25/02/2026
  • Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi24/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top