• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Konseling Ramah Budaya Indonesia

14/02/2023/in Terkini /by Ard

Dr. Wahyu Nanda Eka S, M.Pd., Kons., pemateri seminar daring Guidance and Counseling Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Dalam sesi seminar daring Guidance and Counseling “Indigenous Guidance and Counseling in Indonesia” yang diselenggarakan oleh Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 10 Februari 2023, Dr. Wahyu Nanda Eka S., M.Pd., Kons., selaku dosen Magister BK UAD menyampaikan mengenai konseling ramah budaya Indonesia.

Sebelum melangkah lebih jauh, ia memberikan bekal kepada para peserta seminar seputar konseling dan filsafat manusia. Pada dasarnya konseling yang berguna adalah yang membawa kemanfaatan bagi siswa dengan membawa perubahan tingkah laku.

Konseling ramah budaya memandang manusia sangat positif, manusia penuh potensi, daya kreasi, dan cenderung ke arah kebaikan. Selain itu, ini merupakan model berbasis budaya nusantara yang memiliki pandangan positif terhadap setiap manusia, kehidupan, dan situasi tertentu serta menemukan dan memberdayakan kekuatan konseli daripada masalah konseli.

Lebih lanjut, konseling ramah budaya mempunyai perspektif KIPAS. KIPAS merupakan sebuah akronim yang mempunyai komponen tertentu yaitu konseling, intensif, progresif, adaptif, dan struktur.

Konseling yang dimaksud di sini pada ranah pendidikan, terutama pendidikan persekolahan. Kemudian intensif merujuk pada pengetahuan segala daya upaya tersedia untuk mencapai hasil optimal pada setiap langkahnya. Progresif yang dimaksud merupakan proses kerja yang maju berkelanjutan, ke arah kemajuan, ke arah yang lebih baik dari pada yang sudah-sudah. Selanjutnya adaptif, sifat atau kondisi penuh dengan kemampuan melayani tuntutan-tuntutan struktur atau sistem lingkungan. Terakhir, struktur merupakan suatu sistem yang memiliki unsur-unsur statis dan dinamis.

“Dalam konseling ramah budaya peran konselor adalah sebagai kawan, inovator, pamong, abdi, dan suporter. Orang yang mempunyai problem kadang kala mereka tidak punya inisiatif untuk bertindak, nah peran konselor di sini mendorong untuk bisa bertindak,” jelas Wahyu.

Terakhir, Wahyu menjelaskan mengenai teknik yang dilakukan dengan sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai. Sensitisasi sosial berasal dari teori sensitivitas sosial, yakni terkait dengan sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia pada dasarnya bersinggungan dengan cinta, persaudaraan, dan solidaritas antarmanusia dalam lingkungan sosial.

Wujud dan arah dari teknik sensitisasi sosial adalah munculnya kepekaan sosial pada diri siswa. Kemudian klarifikasi nilai merupakan sebuah strategi yang memfasilitasi siswa mengidentifikasi dan menyadari nilai-nilai pribadi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Wujud dan arah dari teknik klarifikasi nilai adalah dengan munculnya ketegasan nilai dalam dirinya. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Wahyu-Nanda-Eka-S-M.Pd_.-Kons.-pemateri-seminar-daring-Guidance-and-Counseling-Magister-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-14 08:30:292023-02-14 08:30:29Konseling Ramah Budaya Indonesia

Membaca Sastra, Menyimak Identitas dan Budaya

02/02/2023/in Terkini /by Ard

Kuliah umum Prodi PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Sinta)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (PBSI UAD) Yogyakarta menyelenggarakan kuliah umum bertema “Membaca Sastra, Menyimak Identitas dan Budaya pada Sabtu, 28 Januari 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting dan YouTube PBSI FKIP UAD.

Hadir sebagai pembicara Dr. Yenni Hayati, S.S., M.Hum. yakni Ketua Program Studi (Kaprodi) Departemen Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat. Muhammad Ardi bertindak sebagai moderator untuk acara yang diikuti oleh Kaprodi PBSI Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., dosen PBSI UAD, beberapa dosen Sastra Indonesia UNP, serta mahasiswa PBSI itu.

Yeni mengawali materinya dengan mengutip pernyataan dari Sutardji Calzoum Bachri bahwa karya sastra seorang pengarang menorehkan identitas dirinya. Artinya ketika seorang pengarang menorehkan identitas dirinya, maka ia juga telah menorehkan identitas bangsanya.

“Pada tahun 1920 lahir sebuah novel Siti Nurbaya yang mengungkap kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau pada waktu itu. Dalam novel tersebut tidak ada lagi istana sentris, ia sudah berbicara tentang masyarakat sehari-hari. Artinya, jika kita ingin tahu keadaan sosial masyarakat Minangkabau tahun 1920 ke bawah, baca Siti Nurbaya,” jelas Yeni.

Dalam novel lain ia memberi gambaran, seperti halnya novel Tarian Bumi yang lahir 1990-an akhir atau awal-awal tahun 2000 yang menceritakan persoalan-persoalan masyarakat Bali. Menurutnya, meskipun yang dibicarakan tidak merepresentasikan masyarakat Bali, sedikit banyaknya pembaca menjadi tahu budaya Bali. Begitu pun juga dengan novel Salah Asuhan dan Ronggeng Dukuh Paruk.

“Artinya apa yang dikatakan Sutardji Calzoum Bachri bahwa pengarang menorehkan identitas dirinya dan kemudian menorehkan identitas bangsanya, itu benar-benar terbukti ketika kita membaca sebuah karya sastra.”

Selanjutnya Yeni menegaskan bahwa dalam karya sastra terdapat identitas yang terus menerus muncul, sehingga pembaca mengetahui atau mengatakan karya itu merepresentasikan masyarakat atau budaya tertentu. Jadi, masyarakat atau budaya diwakilkan oleh pengarang muncul di dalam karya sastra. Oleh karena itu, ketika pembaca membaca sebuah karya ia akan membaca pengarang dan membaca masyarakat yang diwakili oleh pengarang.

Kemudian, terdapat 3 identitas yang turut melekat dalam karya sastra yaitu identitas budaya, sosial, dan diri. Menurutnya, dengan membaca karya sastra daerah lain membuat seseorang mengetahui budaya daerah tersebut, sekalipun belum pernah mengunjungi daerah yang dijadikan latar dalam karya sastra.

“Misalnya acara dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk, ketika kita berbincang dengan orang Jawa tentang tradisi Ronggeng itu, beberapa hal banyak yang sama dengan tradisi asli dalam masyarakat Jawa yang bersangkutan dengan novel tersebut,” ungkapnya.

Terkait dengan identitas diri, Yeni mengatakan ketika tahun 1990-an lahir novel berjudul Lupus karya Hilman Hari Wijaya. Menurutnya, novel tersebut benar-benar merepresentasikan bagaimana remaja pada era itu. Mulai cara berpakaian ketika sekolah, bersikap dengan guru, kebiasaan belajar, nongkrong, dan gaya rambut.

Selanjutnya, yang terakhir adalah identitas sosial. Sama halnya dengan identitas budaya, menurut Yeni ketika membaca sebuah karya sastra maka pembaca juga akan membaca keadaan sosial masyarakat yang menjadi latar belakang cerita dalam karya sastra tersebut dibangun.

Ia menutup materinya dengan sebuah kutipan yang berbunyi, “sastra sebuah bangsa mencerminkan tinggi rendahnya peradaban bangsa itu”. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan setelah 1,5 jam berlalu kegiatan berakhir dengan diakhiri oleh doa dan dokumentasi. (SFL)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-umum-Prodi-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Sinta.jpg 699 1288 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-02 07:43:322023-02-02 07:43:32Membaca Sastra, Menyimak Identitas dan Budaya

Sahitya#2, Pertunjukan Seni Mahasiswa PG-PAUD UAD Sukses Digelar

20/01/2023/in Terkini /by Ard

Sahitya#2 Pertunjukan Seni Mahasiswa PG-PAUD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses melaksanakan kegiatan “Sahitya#2: Pagelaran Kreasi Seni Budaya Anak Indonesia” pada Minggu, 12 Januari 2023 di gedung Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta. Acara tersebut menampilkan berbagai macam kreasi seni mulai dari dramatisasi puisi, tarian kreasi, tari tradisional, gerak dan lagu, serta tidak kalah menarik yaitu drama musikal.

Sahitya merupakan pertunjukan seni dari PG-PAUD UAD yang diselenggarakan oleh mahasiswa semester 5 dan 7, serta merupakan kegiatan akhir untuk mata kuliah seni peran dan seni pertunjukan. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2021 lalu dan saat ini merupakan Sahitya yang kedua. Sahitya#2 menampilkan beberapa pertunjukan seni yang sudah dirancang dengan matang oleh mahasiswa PG-PAUD UAD.

Selain mahasiswa PG-PAUD UAD, turut terlibat pula anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dari TK ABA Mardi Putra, TK ABA Pringgokusuman, TK ABA Karangkajen, dan TKK Sangtimur.

“Selain karena tugas akhir mata kuliah, kami ingin mengembangkan potensi mahasiswa dan anak usia dini dalam bidang seni pertunjukan,” ujar Azizah, mahasiswa PG-PAUD selaku ketua acara Sahitya#2 saat diwawancara melalui WhatsApp. Ia menambahkan, tujuan diadakannya Sahitya#2 juga untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai berbagai budaya di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Riana Mashar, S.Psi., M.Si., Psi. selaku Ketua Prodi PG-PAUD UAD, seluruh dosen PGPAUD UAD, kepala sekolah dan orang tua/wali murid sekolah-sekolah mitra PG-PAUD UAD, mahasiswa PG-PAUD UAD, alumni mahasiswa PG-PAUD, dan masyarakat umum. Dengan adanya kegiatan ini tentu dapat membantu mempromosikan UAD terutama Prodi PG-PAUD.

“Sejauh ini, kami terkendala dalam melatih anak, karena kami harus menyesuaikan jam untuk latihan antara mahasiswa semester 5 dan mahasiswa semester 7. Selain itu juga harus menjaga dan menstabilkan suasana hati anak usia dini yang kadang mudah sekali berubah. Ke depan, kami berharap program Sahitya lebih baik lagi,” ungkap Azizah.

Selama berjalannya acara, audiens yang hadir memberikan respons positif. Orang tua dan anak-anak pun merasa senang ikut berpartisipasi dalam acara Sahitya#2 tersebut. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sahitya2-Pertunjukan-Seni-Mahasiswa-PG-PAUD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-20 08:34:012023-01-20 08:34:01Sahitya#2, Pertunjukan Seni Mahasiswa PG-PAUD UAD Sukses Digelar

“Pada Suatu Hari” Studi Pentas Teater PeBei UAD

18/01/2023/in Terkini /by Ard

Pementasan drama berjudul “Pada Suatu Hari” Teater PeBei Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Teater PeBei)

Teater PeBei Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar studi pentas berjudul “Pada Suatu Hari” pada Minggu, 8 Januari 2023 di Gedung Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Studi pentas tersebut merupakan tradisi dari komunitas teater dan dianggap sebagai hari raya untuk anggota-anggota baru.

Anggi Aulia selaku pimpinan produksi menyatakan bahwa teater studi pentas ini bertujuan sebagai wadah untuk belajar. Acara serupa sudah berjalan beberapa tahun ke belakang, dan dianggap sebagai acara penyambutan.

Pementasan teater yang berjudul “Pada Suatu Hari” ini hanya digarap dalam kurun waktu 2 bulan. A. Subekti, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, menjadi sutradara pertunjukan yang sukses membuat penonton tak henti-hentinya berdecak kagum itu. Selain memiliki cerita yang menarik, pementasan juga memiliki pesan moral dan mengajarkan cara menyikapi banyaknya perceraian yang didasari kecemburuan atau hal-hal yang terbilang remeh.

“Pesan moral yang ingin disampaikan pada naskah ini adalah, untuk setiap orang yang berumah tangga diharapkan untuk mencari pasangan yang benar-benar matang dalam segi apa pun. Tidak hanya pasangan, diri kita juga harus matang dan siap, supaya ketika sudah membangun rumah tangga, apa pun masalah yang terjadi mampu untuk kita hadapi. Kecemburuan dan masalah remeh yang ada pada pementasan tadi, tidak seharusnya masih ada di rumah tangga,” ungkap A. Subekti pada wawancara (8-1-2023).

Dengan adanya studi pentas ini, diharapkan mampu memberikan panggung untuk aktor-aktor baru Teater PeBei, sehingga panggung belajar tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, dan bakat setiap aktor maupun siapa pun yang terlibat di dalamnya. (syf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pementasan-drama-Pada-Suatu-Hari-Teater-PeBei-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berjudul-Foto-Teater-PeBei.jpeg 662 800 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-18 08:23:272023-01-18 08:30:50“Pada Suatu Hari” Studi Pentas Teater PeBei UAD

Menjadi Guru Profesional dan Berkarakter

18/01/2023/in Terkini /by Ard

Seminar Nasional Hasil Pelaksanaan Pengalaman Lapangan Persekolahan( PLP) I dan II di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

“Guru profesional merupakan guru yang memiliki kepribadian. Lalu apa sajakah kepribadian itu? Kepribadian seorang guru profesional paling tidak memiliki 5 sifat yaitu profesional, berpikir, ekspektasi, kepemimpinan, dan relasi,” jelas Sutikno, M.Pd.

Kepala Sekolah Indonesia Makkah dan Jeddah tersebut menjadi pembicara dalam sesi “Seminar Nasional Hasil Pelaksanaan Pengalaman Lapangan Persekolahan (PLP) I dan II Implementasi Kurikulum Merdeka: Menjadi Guru Profesional dan Berkarakter Kebhinekaan” pada Jumat, 13 Januari 2023 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Lebih mendalam, Sutikno menyampaikan mengenai guru profesional berkarakter.

Kepribadian seorang guru memiliki sifat berpikir yaitu kemampuan analisis dan berpikir konsepsional. Sifat ekspektasi yang harus dimiliki seperti paham dengan karakter siswa, paham dengan tugas dan program pendidikan, serta berinisiatif. Selain itu, sifat kepemimpinan yang dimiliki di antaranya fleksibel, akuntabel, dan motivasi belajar. Kemudian sifat relasi yang menjadi kepribadian guru adalah memiliki hubungan dengan unsur-unsur yang terlibat dalam proses pendidikan, serta memiliki keahlian berbagai pekerjaan pendidikan secara komprehensif.

Adapun sifat profesional guru hendaknya memiliki komitmen kerja keras yaitu percaya pada institusi, ingin memajukan institusi, dan ingin mendedikasikan keahliannya. Sifat profesional seorang guru juga dilihat dari rasa percaya diri memiliki motivasi berprestasi, emosi stabil, dapat bekerja sama, solutif, husnuzan, sehat, ceria, dan energik. Guru profesional memiliki kebiasaan berbuat kebajikan dan mempunyai sifat respek terhadap siswa dan orang tua siswa.

Lebih lanjut, pengembangan profesional guru dapat dilakukan dengan melakukan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), diklat secara daring maupun luring, diskusi bersama guru lintas sekolah, membuat publikasi jurnal, serta menciptakan karya inovatif seperti media pembelajaran dan alat peraga.

Tak ketinggalan, Sutikno juga menjelaskan mengenai kurikulum dan magang sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah. “Bidang kerja sama yang sering dilakukan sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, magang, pengabdian masyarakat, dan penelitian. Saya berharap nantinya mahasiswa UAD dapat melaksanakan magang atau PLP di sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah.” (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Nasional-Hasil-Pelaksanaan-Pengalaman-Lapangan-Persekolahan-PLP-I-dan-II-di-Universitas-Ahmad-Dahlan.-foto-farida-3.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-18 08:01:322023-01-18 08:02:44Menjadi Guru Profesional dan Berkarakter

Pelepasan Mahasiswa PPG UAD Tahun 2023

16/01/2023/in Terkini /by Ard

Pelepasan Mahasiswa PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tahun 2023 (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Pelepasan Lulusan Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2023 pada Sabtu, 14 Januari 2023. Dengan digelar secara daring dan luring di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, kegiatan diikuti oleh 908 lulusan baik dari Program Dalam Jabatan maupun Program Prajabatan.

Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UAD Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Dilanjutkan dengan pembacaan laporan dan Surat Keputusan (SK) Kelulusan oleh Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd. Sementara untuk pengucapan sumpah guru Indonesia oleh seluruh lulusan PPG dipimpin oleh Suci Nur Batin, S.Pd. Prosesi utama yaitu penyerahan sertifikat pendidik oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D. dan diawali dengan perwakilan dari masing-masing program studi.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UAD menerangkan bahwa PPG menjadi salah satu kunci penting untuk menjadi guru profesional dalam ekosistem pendidikan. Ia menggarisbawahi juga bahwa di luar sana, antrean untuk ikut program PPG masih begitu panjang. “Oleh karena itu, kesempatan ini patut disyukuri oleh para lulusan. Rasa syukur tersebut dapat diwujudkan melalui usaha mendidik dengan sebaik-baiknya,” jelas Sayuti.

Di sistem pendidikan, guru memainkan peranan yang begitu penting yaitu sebagai core of the core. Dalam kata lain, sebagus apa pun kurikulum dan sarana prasarana pendidikan, jika gurunya belum berkemajuan, maka perubahan belum akan terjadi. Untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan, guru perlu terus belajar, seumur hidup. Sesuai dengan pepatah bahwa guru yang belajar adalah guru yang boleh mengajar.

Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. juga berkesempatan untuk menyampaikan sambutannya dan lebih menekankan tentang filsafat pendidikan. Bahwa di era disrupsi teknologi saat ini, filsafat tersebut perlu ditambah dengan connectivism untuk berpadu bersama behaviourism, cognitivism, dan constructivism.

Muchlas berpesan agar para guru lulusan UAD harus adaptif terhadap semua variabel yang mungkin mendera. “Terlebih tantangan saat ini adalah murid-murid yang merupakan digital native, mereka banyak berorientasi pada perangkat digital,” tandasnya.

Pada kegiatan tersebut, Temu Ismail, S.Pd., M.Si. selaku Direktur PPG Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan beberapa materi terkait kependidikan. Acara ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan lulusan serta pembacaan doa. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-Mahasiswa-PPG-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Tahun-2023-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD-scaled.jpg 1192 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-16 10:43:312023-01-16 10:43:31Pelepasan Mahasiswa PPG UAD Tahun 2023

Prodi PPKn UAD Adakan Latihan Kepemimpinan Komunitas Studi Mahasiswa

14/01/2023/in Terkini /by Ard

Latihan Kepemimpinan Komunitas Studi Mahasiswa Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan latihan kepemimpinan komunitas studi mahasiswa pada Rabu, 11 Januari 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PPKn UAD.

Hadir sebagai narasumber Dr. Doddy Hartanto, M.Pd. yang merupakan Ketua Prodi (Kaprodi) S-2 Bimbingan Konseling UAD dan H. Hendra Darmawan, S.Pd., M.A. selaku dosen Pendidikan Bahasa Inggris UAD sekaligus Kepala Bidang Perkaderan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD.

Dikdik Baehaqi Arif, S.Pd., M.Pd., Kaprodi PPKn UAD dalam sambutannya menyampaikan, “Kami memilih latihan kepemimpinan komunitas studi ini digabung seluruh anggota komunitas studi mahasiswa tujuannya adalah dalam rangka pembinaan. Selain itu untuk membangun semangat baru tentang cara mengelola komunitas studi mahasiswa.”

Sementara, Doddy menyampaikan mengenai cara membangun jiwa kepemimpinan mahasiswa. Keahlian di industri masa depan yang harus dimiliki oleh mahasiswa yaitu complex problem solving yang berkaitan dengan kemampuan untuk memecahkan masalah asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata.

Social skill, kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan, hingga emotional intelligence. Kemudian, process skill yakni kemampuan terdiri atas active listening, logical thinking, dan monitoring self and others. System skill, kemampuan untuk dapat melakukan judgmental dan keputusan dengan perimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui sebuah sistem dibuat dan dijalankan. Lalu, cognitive abilities, yaitu keahlian yang terdiri atas cognitive flexibility, creativity, logical reasoning, problem sensitivity, mathematical reasoning, dan visualization.

“Kepemimpinan adalah tentang memikirkan sesuatu secara cermat sehingga dapat menjadi sumber pendorong utama menuju puncak kemasyhuran dan sukses. Menjadi seorang pemimpin tidak berarti paling pintar di antara orang lain. Tugas pemimpin adalah memastikan setiap orang bisa mengeluarkan ide-ide cemerlangnya dan mendengarkan mereka. Jika sesekali membuat keputusan yang tidak sesuai dan bodoh, maka ia tahu cara meminta maaf dan kemudian kembali memperbaikinya. Di masa depan nanti, kita akan lebih membutuhkan pemimpin yang bijak,” papar Doddy.

Sementara itu, Hendra menyampaikan mengenai penguatan Al-Islam Kemuhammadiyahan dalam kepemimpinan mahasiswa. Kepemimpinan terkait mengeksekusi sebuah amanah, dijelaskan pada firman Allah Q.S. An-Nisaa ayat 58. Allah memerintahkan kepada hambanya untuk menunaikan amanah kepada mereka yang seharusnya mendapatkan amanah tersebut, dan jika kalian berhukum di antara manusia perkara-perkara kemanusiaan, hendaklah kalian berhukum dengan secara adil.

Kisah kepemimpinan dijelaskan juga pada Q.S. Al-Qasas ayat 26 yang mengisahkan tentang putri Nabi Syu’aib mengajukan Musa. Selain itu juga Nabi Muhammad sebagai prototipe insan kamil, Muhammad as a leader, Muhammad as a statement, Muhammad as a teacher, dan Muhammad as a businessman (saudagar).

Terakhir, ia menyampaikan mengenai fikih tata kelola. Fikih tata kelola bahasannya tentang cara pemimpin itu harus amanah, harus jauh dari nilai-nilai korupsi, dan melawan nilai korupsi. Oleh karena itu, fikih ini sangat relevan untuk bisa dipelajari, digali, sebagai respons proaktif bahwasannya korupsi merupakan penyakit yang sangat bisa melumpuhkan sendi-sendi peradaban kehidupan manusia. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Latihan-Kepemimpinan-Komunitas-Studi-Mahasiswa-PPKn-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-14 10:00:402023-01-14 10:00:40Prodi PPKn UAD Adakan Latihan Kepemimpinan Komunitas Studi Mahasiswa

Berproses dan Bertumbuh dengan Mengikuti Program Pengabdian Masyarakat

14/01/2023/in Terkini /by Ard

Foto bersama Tim PPK Ormawa PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan peserta pelatihan mendongeng (Foto: Catur)

Sebuah tim bisa dikatakan solid manakala dapat menyelenggarakan kegiatan yang berjalan secara baik serta memberi kebermanfaatan untuk anggota tim maupun masyarakat luas. Begitu pun yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan pengabdian masyarakat Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), sukses selenggarakan pelatihan mendongeng yang ditujukan untuk pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Desa Margomulyo.

Pelatihan berlangsung pada Minggu, 8 Januari 2023, dihadiri oleh perwakilan pengajar TPA se-Desa Margomulyo, pemuda karang taruna, masyarakat sekitar, dosen pembina, Kepala Program Studi (Kaprodi) PBSI UAD, dan pihak kelurahan Desa Margomulyo. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Kautsar itu mengundang pemateri tunggal Rio Pamungkas, S.Pd. yang kebetulan sebagai alumnus Prodi PBSI UAD. Rio lebih dikenal masyarakat sebagai seorang cerpenis, kolumnis, esais, serta pendongeng. Terselenggarakannya pelatihan ini menandakan bahwasanya berakhir sudah program pengabdian PPK Ormawa HMPS PBSI.

Selaku ketua tim, Catur berharap semoga dengan kegiatan pelatihan mendongeng akan menambah keterampilan mendongeng yang dimiliki. Sehingga pesan dan amanat sebuah cerita dapat tersampaikan secara baik. Pihak pengajar TPA maupun kelurahan menyambut baik kegiatan ini.

Rio Pamungkas selaku pemateri mendongeng banyak menyampaikan cara serta teknik mendongeng yang menarik. Misalnya, pencerita harus memperhatikan urutan cerita yang sesuai agar alur dalam cerita dapat disampaikan secara runtut dan tidak terbata-bata, serta bercerita dengan suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat. Tidak lupa juga untuk memperhatikan struktur mendongeng perkenalan (orientasi), permasalahan (komplikasi), penyelesaian (resolusi), dan penutup (koda).

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar. Dimulai pelatihan mendongeng dan dilanjutkan penarikan tim PPK Ormawa HMPS PBSI. Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd. selaku Kaprodi PBSI UAD mengaku senang dan bangga karena mahasiswanya telah melaksanakan program pengabdian dengan baik dan amanah. Begitu pun dengan warga Desa Margomulyo, mereka berharap program seperti ini dapat dilaksanakan di seluruh TPA se-Desa Margomulyo agar dampak yang diberikan bisa lebih luas.

Sejak awal, program yang dirintis tim PPK Ormawa HMPS PBSI adalah memajukan literasi, dengan bergerak dan memberi dampak. Hal ini terbukti dari program kerja yang telah terlaksana. Di antaranya pelatihan membaca dan menulis puisi, pelatihan menulis cerpen, pelatihan menulis cerpen, serta program literasi lainnya. Perlu dipahami bahwa pemahaman literasi tidak hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis.

Mereka juga menginisiasi adanya pojok perpustakaan yang berisikan bahan bacaan anak-anak. Tim bekerja sama dengan Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) di dalam pengadaan buku. Selain itu, penyebaran pamflet informasi donasi buku pun gencar dilakukan di media sosial sehingga di akhir pengabdian program pojok perpustakaan telah terealisasikan.

Catur mengatakan bahwa dirinya sangat senang telah melaksanakan program bersama tim dengan baik. “Pengabdian yang telah terlaksana selama 2 bulan ini bagi saya sangat berkesan. Kami sama-sama belajar terjun secara langsung di masyarakat dan terlibat kegiatan mereka. Kunci penting sebuah kegiatan dapat berhasil sukses adalah menjaga kekompakan. Adanya perbedaan pendapat satu orang dengan yang lainnya itu hal yang sangat wajar, karena kita tidak bisa menyamakan persepsi orang lain. Namun sebagai ketua tim, harus menyikapinya secara bijak dengan memberikan solusi.” pungkasnya. (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-bersama-Tim-PPK-Ormawa-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-peserta-pelatihan-mendongeng-Foto-Catur.jpg 1280 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-14 07:52:492023-01-14 07:55:36Berproses dan Bertumbuh dengan Mengikuti Program Pengabdian Masyarakat

Kuliah Umum Prodi PBI UAD Hadirkan 12 Pakar dari Luar Negeri

09/01/2023/in Terkini /by Ard

Prof. Neil Towers salah satu pembicara pada Kuliah Umum Prodi PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: PBI UAD)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah umum dengan tajuk “International Guest Lecturers” sejak bulan September hingga Desember 2022. Rangkaian kegiatan tersebut dihelat secara daring melalui kanal YouTube PBI UAD dengan menghadirkan 12 pakar dari universitas ternama di dunia.

Berbagai topik diskusi yang menarik disajikan selama kegiatan berlangsung, mulai dari corpus linguistics, narrative inquiry, action research, tourism, mixed method, visual pedagogy, hingga student-centered learning. Kuliah umum digelar sebagai bentuk implementasi dari dana hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun 2022 yang berhasil diterima oleh PBI UAD.

Dua belas pakar yang jadi narasumber dalam kegiatan terdiri atas Dr. Dat Bao dari Monash University Australia; Dr. Willy A. Renandya dari Nanyang Technological University Singapura; Lizabeth England, Ph.D., konsultan di Liz England & Associates; Dr. Peter Crosthwaite dari University of Queensland Australia; Tomoko Nemoto, Ph.D. dari Temple University Jepang; Nadine Sulkowski, F.ISRM, Prof. Neil Towers dan Dr. Rachel Vieira dari University of Gloucestershire Inggris; Dr. Pawel Szudarski dari University of Nottingham Inggris; Dr. Elen Le Foll dari UCLouvain Belgia; Associate Professor Hoa Nguyen dari UNSW Sydney Australia; dan Stephanie Oudghiri, Ph.D. dari Purdue University Amerika.

Ketua Tim Task Force PKKM PBI UAD sekaligus Wakil Dekan FKIP UAD Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I. menjelaskan bahwa rangkaian International Guest Lecturer diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dosen dan mahasiswa agar dapat mengikuti perkembangan IPTEK di bidang PBI. “Sebagai bentuk pengimbasan, program ini dilaksanakan secara live melalui YouTube sehingga dapat diputar ulang dan disimak oleh publik,” terang Ani.

Sementara itu, Sucipto, Ph.D. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) PBI UAD juga menegaskan bahwa program yang diinisasi oleh PBI UAD dengan mengundang pakar dari berbagai negara tersebut sangat bermanfaat. “Semoga program ini dapat memberikan dampak positif, khususnya terkait inovasi pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia,” imbuhnya.

Secara umum, rangkaian kuliah pakar berjalan dengan lancar. Banyak peserta yang berpartisipasi dan turut aktif terlibat dalam diskusi dengan narasumber. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan serupa sangat dinanti di kemudian hari karena memberikan banyak manfaat kepada publik. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Neil-Towers-salah-satu-pembicara-pada-Kuliah-Umum-Prodi-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-09 10:36:292023-01-09 10:36:29Kuliah Umum Prodi PBI UAD Hadirkan 12 Pakar dari Luar Negeri

Prodi PVTE UAD Gelar Diklat Guru Vokasi Bidang Animasi 2D

04/01/2023/in Terkini /by Ard

Diklat Guru Vokasi Bidang Animasi 2D oleh Prodi PVTE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Guru Vokasi Bidang Animasi 2 Dimensi (2D) pada Senin, 26-12-2022. Acara berlangsung di Ruang Gatotkaca BBPPMPV dan diikuti oleh guru-guru SMK jurusan animasi di Indonesia.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Slamet Raharjo, S.Sn., M.Pd. selaku Kepala Studio Animasi dan Widyaiswara BBPPMPV. Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi di bidang animasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan wawasan dan peningkatan kompetensi di bidang produksi animasi, khususnya animasi 2D.

“Perkembangan teknologi produksi animasi semakin maju, banyak teknik-teknik dan teknologi baru yang harus diperbarui oleh guru sehingga pelatihan ini perlu dilaksanakan,” tambah Slamet.

Sesi pemaparan materi diisi oleh narasumber yang merupakan dosen PVTE UAD yaitu Moch. Yordan Rismarinandyo, S.ST., M.T. Ia memberikan materi terkait perkembangan teknologi produksi di bidang animasi 2D. Era animasi tradisional sudah mulai ditinggalkan dan saat ini produksi animasi mulai beralih ke teknologi digital.

Yordan juga menjelaskan bahwa industri elektronika sangat erat kaitannya dengan perkembangan teknologi animasi. Hal itu dikarenakan elektronika menjadi pendukung untuk produksi alat elektronik seperti motion capture. “Teknologi animasi 2D berkembang mengikuti perkembangan teknologi elektronika. Diharapkan industri elektronika di Indonesia dan PVTE UAD dapat menghasilkan alat pendukung untuk mempercepat produksi animasi 2D,” pungkas Yordan. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diklat-Guru-Vokasi-Bidang-Animasi-2D-oleh-Prodi-PVTE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 532 1152 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-04 09:03:162023-01-04 09:03:47Prodi PVTE UAD Gelar Diklat Guru Vokasi Bidang Animasi 2D
Page 20 of 29«‹1819202122›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top