• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UAD Dorong Pencegahan Stunting Lewat Konseling Keluarga

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong pencegahan stunting lewat konseling keluarga (Foto. Prodamat UAD)

Menyadari pentingnya upaya pencegahan sejak dini, mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) di Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting melalui kegiatan konseling keluarga (family counseling) serta edukasi gizi bagi ibu balita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23 Januari hingga 13 Februari 2026 di wilayah RW 10, Kelurahan Mantrijeron. Wilayah ini dipilih berdasarkan data dari pihak kelurahan dan puskesmas setempat yang menunjukkan angka kasus stunting lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Oleh karena itu, intervensi yang terarah dan intensif dinilai sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Seperti diketahui, stunting masih menjadi salah satu tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya membuat tinggi badan anak berada di bawah standar usianya, tetapi juga berisiko memicu gangguan perkembangan kognitif, penurunan daya tahan tubuh, hingga berkurangnya produktivitas di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, program PRODAMAT ini melibatkan lima keluarga yang memiliki balita berisiko maupun yang telah terindikasi stunting. Melalui pendekatan kunjungan rumah, tim mahasiswa memberikan edukasi menyeluruh. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar stunting, dampaknya terhadap tumbuh kembang anak, pentingnya ASI eksklusif, serta praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat.

Selain pemaparan materi, keluarga juga mendapatkan pendampingan langsung dalam pengolahan makanan tambahan bergizi bagi balita. Guna mengukur efektivitas program, para ibu balita diminta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah sesi konseling. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Seluruh peserta yang awalnya memiliki pemahaman terbatas, kini menunjukkan tingkat literasi gizi yang jauh lebih baik terkait stunting.

Selain edukasi, kegiatan ini turut disertai dengan pembagian bahan makanan yang dapat digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita. Hal ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam mempraktikkan langsung ilmu yang telah diperoleh selama konseling.

Program ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga melalui edukasi secara langsung menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi anak. Ke depan, upaya serupa diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, dan institusi pendidikan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-pencegahan-stunting-lewat-konseling-keluarga-Foto.-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:34:122026-03-13 09:34:12Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UAD Dorong Pencegahan Stunting Lewat Konseling Keluarga

Sinergi KKN UAD dan Karang Taruna Meriahkan Bulan Ramadan

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan karang taruna Tunas Muda meriahkan bulan Ramadan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kelompok V.A.I berkolaborasi dengan Karang Taruna Tunas Muda Padukuhan Kledekan Lor, Desa Jangkaran, untuk membangun gapura tematik dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H. Program ini merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan pemuda dan penguatan nilai gotong royong yang dilaksanakan pada 8–15 Februari 2026.

Gapura yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif dalam penyambutan Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan identitas sosial masyarakat setempat. Mengusung desain bernuansa Islami modern, gapura tersebut menampilkan ornamen kaligrafi bertuliskan “Ramadhan Kareem” serta “Marhaban Yaa Ramadhan” dengan dominasi warna hijau yang merepresentasikan kesejukan dan harapan di bulan suci. Sistem pencahayaan LED yang terintegrasi di sepanjang struktur gapura semakin memperkuat suasana religius sekaligus menghadirkan estetika visual yang menarik pada malam hari.

Ketua Kelompok KKN UAD V.A.I menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil diskusi dan musyawarah bersama Karang Taruna yang menginginkan penyambutan Ramadan dengan konsep yang lebih terstruktur dan kreatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami ingin program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi nyata. Mahasiswa dan pemuda setempat bersama-sama merancang desain, menghitung kebutuhan material, menyusun rangka, hingga memasang sistem pencahayaan,” jelasnya.

Proses pengerjaan diawali dengan perencanaan desain visual serta perhitungan struktur yang mempertimbangkan aspek estetika, keamanan konstruksi, dan efisiensi biaya. Rangka utama disusun secara bertahap menggunakan material bambu dan papan kayu yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Setelah proses perakitan selesai, tahap berikutnya adalah pengecatan, pemasangan elemen dekoratif dan kaligrafi, serta instalasi lampu LED yang dipasang mengelilingi struktur gapura.

Kolaborasi ini juga menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas pemuda. Mahasiswa KKN menerapkan keterampilan manajemen proyek, perencanaan teknis, serta desain visual, sementara Karang Taruna Tunas Muda berperan aktif dalam pengerjaan lapangan dan mobilisasi partisipasi warga. Sinergi tersebut memperkuat nilai pemberdayaan masyarakat yang menjadi esensi kegiatan KKN.

Perwakilan Karang Taruna Tunas Muda menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin selama proses pembangunan.

“Melalui program ini, kami tidak hanya mendapatkan gapura yang lebih menarik dan tertata, tetapi juga pengalaman baru dalam perencanaan dan pengerjaan yang lebih terkonsep. Kegiatan ini juga mempererat kebersamaan pemuda di lingkungan kami,” ujarnya.

Selama delapan hari pelaksanaan, suasana gotong royong terasa kuat. Mahasiswa, pemuda, dan warga saling berbagi peran mulai dari pengukuran, perakitan rangka, hingga pemasangan lampu dan penyelesaian akhir. Hasilnya, gapura yang berdiri kokoh tersebut kini menjadi ikon baru Padukuhan Kledekan Lor sekaligus titik kumpul warga dalam menyambut dan memaknai Bulan Suci Ramadan.

Program ini menunjukkan bahwa KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan formal, tetapi juga pada pembangunan relasi sosial yang berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, mahasiswa dan masyarakat bersama-sama menciptakan karya yang memiliki nilai estetika, spiritual, dan sosial.

Dengan konsep desain tematik, sistem pencahayaan terintegrasi, serta model kolaborasi berbasis pemberdayaan pemuda, gapura Ramadan di Padukuhan Kledekan Lor menjadi contoh praktik baik sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyambut bulan suci secara kreatif, terencana, dan bermakna. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-karang-taruna-Tunas-Muda-meriahkan-bulan-Ramadan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:23:582026-03-13 09:23:58Sinergi KKN UAD dan Karang Taruna Meriahkan Bulan Ramadan

KKN UAD Sosialisasikan Edukasi Pemilahan Sampah

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan edukasi pemilahan sampah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VI.A.1 mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat di Dusun Trukan, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang sering ditemui di lingkungan masyarakat, khususnya kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah dalam satu tempat tanpa melakukan pemilahan terlebih dahulu.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Unit VI.A.1 memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan perbedaan antara sampah organik dan sampah anorganik beserta contoh-contohnya yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Sampah organik merupakan jenis sampah yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, dan daun kering. Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai dan membutuhkan waktu yang lama untuk hancur di alam, seperti plastik, kaca, dan kaleng.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk melakukan praktik langsung dalam memilah sampah menggunakan dua tempat sampah yang berbeda. Satu tempat sampah digunakan untuk sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, sedangkan tempat lainnya digunakan untuk sampah anorganik seperti plastik dan kemasan makanan. Melalui praktik sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami cara pemilahan sampah yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk penguatan edukasi, mahasiswa KKN Unit VI.A.1 juga membuat dan memasang papan edukasi mengenai jenis-jenis sampah yang dapat terurai dan yang tidak mudah terurai. Papan edukasi tersebut dipasang di lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat sehingga dapat menjadi media informasi yang terus mengingatkan warga tentang pentingnya memilah sampah. Media ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak maupun masyarakat yang melihatnya setiap hari.

Koordinator KKN Unit VI.A.1 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri untuk memilah sampah sejak dari rumah sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Dosen pembimbing lapangan, Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi keilmuan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, program KKN tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat serta merancang solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Trukan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-edukasi-pemilahan-sampah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:11:392026-03-13 09:11:39KKN UAD Sosialisasikan Edukasi Pemilahan Sampah

KKN UAD Adakan Pemeriksaan Jentik dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Padukuhan Kepil

13/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pemeriksaan jentik nyamuk dan cek kesehatan gratis bagi warga Padukuhan Kepil (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.D.1 menggelar kegiatan pemeriksaan jentik nyamuk serta cek kesehatan gratis bagi warga Padukuhan Kepil. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang kesehatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memantau kondisi kesehatan secara dini.

Pemeriksaan jentik nyamuk dilakukan secara door to door ke rumah-rumah warga pada 17, 19, 21, 22, 23, 24, dan 25 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemantauan langsung tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Sementara itu, cek kesehatan gratis dilaksanakan pada 12, 14, 21, dan 23 Februari 2026 bertepatan dengan pertemuan warga di masing-masing RT. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif sekaligus memberikan layanan kesehatan dasar bagi warga.

Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta asam urat. Dalam kegiatan ini disediakan kuota masing-masing sebanyak 60 slot pemeriksaan gula darah dan 60 slot pemeriksaan asam urat bagi warga. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes dan gangguan sendi akibat tingginya kadar asam urat.

Selain melakukan pemeriksaan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Edukasi tersebut mencakup anjuran untuk menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi gula berlebih, serta meningkatkan aktivitas fisik. Mahasiswa juga menyampaikan edukasi mengenai pencegahan DBD melalui penerapan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta pengendalian jentik secara biologis menggunakan ikan pemakan jentik.

Ketua KKN, Abdullah Hakim, menyampaikan, “Melalui pemeriksaan jentik dan cek kesehatan gratis ini, kami berharap warga dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta rutin memeriksakan kondisi kesehatannya sebagai langkah pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Salah satu warga Padukuhan Kepil juga mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami merasa terbantu dengan adanya cek kesehatan gratis ini. Kami jadi bisa mengetahui kondisi gula darah dan asam urat tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan,” tuturnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pemeriksaan-jentik-nyamuk-dan-cek-kesehatan-gratis-bagi-warga-Padukuhan-Kepil-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:02:522026-03-13 09:02:52KKN UAD Adakan Pemeriksaan Jentik dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Padukuhan Kepil

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Logo persyarikatan Muhammadiyah (Foto. Muhammadiyah)

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi. Penetapan tersebut didasarkan pada kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.

Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Muhammadiyah, awal bulan Syawal ditentukan berdasarkan parameter astronomis global, yakni terpenuhinya elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam di suatu wilayah di dunia sebelum pukul 24.00 UTC.

Data astronomis menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Selain itu, lokasi pengamatan pertama yang memenuhi kriteria berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT dengan tinggi bulan mencapai 6,49 derajat dan elongasi 8 derajat.

Parameter KHGT juga terpenuhi di wilayah Makkah, Arab Saudi. Pada saat matahari terbenam di kota tersebut, tinggi bulan tercatat +06° 09′ 09″ dengan elongasi 08° 05′ 24″, sehingga melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam kriteria kalender global.

Berdasarkan data tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid menyimpulkan bahwa seluruh parameter KHGT telah terpenuhi sebelum pukul 24.00 UTC. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dan berlaku secara global sebagai awal bulan Syawal.

Muhammadiyah menegaskan bahwa penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan langkah penting untuk mewujudkan penyatuan kalender Islam di seluruh dunia. Upaya ini dinilai sebagai bagian dari komitmen umat Islam untuk memiliki sistem penanggalan yang seragam sehingga dapat menghindari perbedaan dalam penentuan waktu ibadah secara global.

Melalui penetapan ini, Muhammadiyah juga mengajak umat Islam menyambut Idulfitri dengan penuh kegembiraan, semangat saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Logo-persyarikatan-Muhammadiyah-Foto.-Muhammadiyah-scaled.jpeg 1811 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 13:54:272026-03-12 13:54:27Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Utama Umat Islam

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.Ag. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Pada Ahad, 8 Maret 2026, salat Tarawih berjemaah dipimpin oleh Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sekaligus bertindak sebagai penceramah. Mengusung tema “Islam Berkemajuan di Bumi Mataram: Merespons Tantangan Kultural dan Sosial Yogyakarta”, tausiah kali ini secara khusus menyoroti kemuliaan Al-Qur’an dan bagaimana umat Islam semestinya mendudukkan kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiahnya, Dr. Ikhwan mengawali dengan ungkapan rasa syukur atas nikmat usia sehingga jemaah dapat kembali berjumpa dengan bulan Ramadan. Ia mengutip Surah Yunus ayat 58 yang menyerukan agar umat Islam senantiasa bergembira atas karunia dan rahmat Allah Swt., yang nilainya jauh lebih besar daripada harta benda duniawi apa pun. Merujuk pada tafsir Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Sulaiman Al-Asyqar, ia menjelaskan bahwa bentuk karunia dan rahmat terbesar yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Al-Qur’an itu sendiri.

Ia menguraikan bahwa kemuliaan Al-Qur’an memancar dan mengangkat derajat segala hal yang bersinggungan dengannya. Al-Qur’an diturunkan melalui malaikat paling mulia, yakni Jibril, dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw., yang kemudian diangkat menjadi Sayyidul Anbiya wal Mursalin (penghulu para nabi dan rasul). Bahkan, bulan dan malam di mana Al-Qur’an diturunkan pun dimuliakan oleh Allah Swt. sebagai Syahrul Qur’an (Bulan Al-Qur’an) dan Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lebih lanjut, ia memaparkan sebuah hadis Nabi Muhammad saw. yang mengklasifikasikan manusia ke dalam empat golongan berdasarkan sikapnya terhadap Al-Qur’an. Golongan pertama adalah mukmin yang suka membaca Al-Qur’an, diibaratkan seperti buah utrujah yang harum baunya dan manis rasanya. Kedua, mukmin yang tidak suka membaca Al-Qur’an, digambarkan laksana buah kurma yang tidak beraroma namun tetap manis rasanya. Golongan ketiga yaitu orang munafik yang suka membaca Al-Qur’an, diumpamakan sebagai buah raihanah yang harum aromanya namun pahit rasanya. Terakhir, golongan orang munafik yang tidak suka membaca Al-Qur’an, yang diibaratkan seperti buah hanzhalah dengan aroma tidak sedap dan rasa yang pahit.

Menutup ceramahnya, Dr. Ikhwan mengajak seluruh jemaah untuk merenungkan kembali posisi Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Ia mengimbau agar momentum Ramadan, bulan di mana pahala dilipatgandakan dan energi spiritual umat dipompa maksimal, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Harapannya, Al-Qur’an dapat benar-benar menjadi panduan hidup (hidayah) dan bekal untuk mengarungi sebelas bulan yang akan datang. Tausiah pun diakhiri dengan pelaksanaan salat Tarawih yang diawali dengan salat Iftitah (Khafifatain). (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-M.-Ikhwan-Ahada-M.Ag_.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 10:20:102026-03-12 10:20:10Mengembalikan Al-Qur'an sebagai Pedoman Utama Umat Islam

Eco Enzyme dan Spray Serai: Inovasi Rumah Tangga Ramah Lingkungan

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan program sosialisasi pembuatan ecoenzyme dan spray antinyamuk berbahan dasar serai (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.A.2 menggelar  program sosialisasi pembuatan eco enzyme dan spray antinyamuk berbahan dasar serai di Dusun Krinjing Lor, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, pada 14 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik dan bahan alami di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian dan manfaat eco enzyme. Salah satu mahasiswa KKN menjelaskan, “Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula dan air dalam perbandingan tertentu. Cairan ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, serta pengurang bau tidak sedap. Selain itu, eco enzyme juga membantu mengurangi volume sampah organik.”

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme serta demonstrasi pembuatan spray antinyamuk dari serai. Mahasiswa memandu peserta menyiapkan bahan berupa kulit buah atau sayuran, gula merah atau molase, serta air bersih dengan perbandingan satu bagian gula, tiga bagian limbah organik, dan sepuluh bagian air. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan difermentasi di tempat teduh selama kurang lebih tiga bulan. Pada pembuatan spray antinyamuk, serai digunakan karena aromanya tidak disukai nyamuk dan aman digunakan di dalam rumah.

Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik dan diskusi. Melalui kegiatan ini, warga memahami bahwa limbah dapur dan tanaman di sekitar rumah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD Unit IV.A.2 berharap ibu-ibu PKK di Dusun Krinjing Lor dapat menerapkan pembuatan eco enzyme dan spray antinyamuk alami secara mandiri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik serta memanfaatkan bahan alami yang lebih sehat dan ramah lingkungan. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-program-sosialisasi-pembuatan-ecoenzyme-dan-spray-antinyamuk-berbahan-dasar-serai-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 10:09:362026-03-12 10:09:36Eco Enzyme dan Spray Serai: Inovasi Rumah Tangga Ramah Lingkungan

Sinergi Mahasiswa KKN UAD dan Kader Posyandu Perkuat Kesehatan Lansia di Padukuhan Pengkok

12/03/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan kader Posyandu Padukuha Pengkok adakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi bagi lansia (Foto. KKN UAD)

Sinergi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi bagi warga lanjut usia (lansia) di Balai Padukuhan Pengkok, yang berada di Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang terlaksana pada Kamis, 12 Februari 2026 ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN UAD Reguler Periode 155 Unit VIII.A.3, dengan Roselina Eufrasia Virginia sebagai penanggung jawab program kerja, bersama para kader posyandu setempat di Padukuhan Pengkok.

Dalam kegiatan rutin tersebut, mahasiswa turut mendampingi kader dalam memberikan layanan pemeriksaan gratis bagi warga kategori pra-lansia hingga lansia akhir. Layanan kesehatan dasar yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, lingkar pinggang, serta berat badan sebagai bentuk deteksi dini kesehatan fisik.

Sebagai bagian dari program pengabdiannya, Roselina memberikan edukasi khusus mengenai pentingnya menjaga pola makan, terutama selama bulan puasa. Ia menjelaskan bahwa pada usia lanjut, tubuh mengalami banyak perubahan sehingga pola makan perlu diperhatikan secara saksama agar tidak berlebihan maupun kurang.

Beberapa faktor risiko yang sering dialami lansia antara lain penurunan nafsu makan, kesulitan mengunyah karena gigi mulai tanggal, serta sistem pencernaan yang melambat. Oleh karena itu, para lansia diedukasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi melalui karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menjaga otot dan daya tahan, serta lemak sehat, vitamin, dan mineral. “Khusus selama menjalankan ibadah puasa, lansia disarankan untuk tetap minum air putih yang cukup walau tidak merasa haus guna mencegah dehidrasi,” jelasnya.

Edukasi ini juga menekankan dampak serius jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, seperti pelemahan otot atau sarcopenia, tubuh lemas yang berisiko menyebabkan jatuh, hingga menurunnya imunitas tubuh. Kondisi malnutrisi yang tidak tertangani dapat menurunkan kemampuan aktivitas sehari-hari sehingga lansia menjadi kurang mandiri dan meningkatkan risiko kematian.

Untuk menyiasati hal tersebut, warga disarankan menerapkan pola makan sehat dengan frekuensi 3 kali sehari dalam porsi kecil, memilih tekstur makanan yang lunak, serta mengurangi asupan makanan yang terlalu asin, manis, dan berlemak.

Kegiatan ini bertujuan memicu kesadaran warga Padukuhan Pengkok untuk lebih memperhatikan kontrol kesehatan rutin serta peran keluarga dalam menjaga gizi dan keaktifan fisik para lansia. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-kader-Posyandu-Padukuha-Pengkok-adakan-kegiatan-pemeriksaan-kesehatan-dan-edukasi-gizi-bagi-lansia-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 09:49:212026-03-12 09:49:21Sinergi Mahasiswa KKN UAD dan Kader Posyandu Perkuat Kesehatan Lansia di Padukuhan Pengkok

Tingkatkan Tertib Administrasi, KKN UAD Susun Peta Wilayah

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan peta wilayah administratif dan geografis untuk Padukuhan Pengkok, Patuk, Gunungkidul (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VIII.A.3 resmi meluncurkan peta wilayah administratif dan geografis untuk Padukuhan Pengkok, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Peta tersebut berhasil dipasang di Balai Padukuhan Pengkok pada Selasa, 3 Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari program kerja tematik karena mahasiswa melihat potensi besar wilayah tersebut yang selama ini belum terakomodasi dalam visualisasi peta yang mendetail. Peta ini secara spesifik memetakan aset, batas wilayah dari RT 13 hingga RT 16, serta lokasi-lokasi penting guna memudahkan pengenalan wilayah secara administratif dan geografis.

Berdasarkan pengamatan mahasiswa di lapangan, Padukuhan Pengkok sebelumnya belum memiliki peta fisik yang merinci fasilitas sosial dan batas antar-RT secara mendalam. Untuk menjamin akurasi data, proses penyusunan dilakukan melalui survei lapangan, studi dokumen batas wilayah dari kantor kalurahan, hingga pengolahan citra satelit. Ketua KKN UAD Unit VIII.A.3, Fikri Haikal, menjelaskan bahwa keterbatasan visualisasi wilayah menjadi alasan utama program ini dijalankan.

“Kami melihat Padukuhan Pengkok punya potensi besar, tetapi secara visualisasi wilayah masih kurang. Peta ini kami buat untuk memetakan aset dan batas RT guna memudahkan administrasi wilayah,” ujar Fikri.

Peta tersebut kini memuat informasi krusial yang meliputi pembagian area RT, fasilitas umum seperti Masjid Al-Amin, Masjid Al-Iman, Musala Al-Ikhlas, Musala Al-Huda, hingga Balai Padukuhan. Selain itu, potensi lokal seperti lokasi pengawetan bambu turut dicantumkan untuk memperkenalkan keunggulan ekonomi wilayah. Peta ini juga dilengkapi dengan inset yang menunjukkan posisi Padukuhan Pengkok terhadap kalurahan sekitar, seperti Semoyo, Salam, dan Beji. Pemasangan dilakukan di titik strategis agar para tamu, pendatang, maupun instansi pemerintah tidak lagi mengalami kesulitan navigasi saat berkunjung. Kehadiran peta ini pun disambut positif oleh warga yang merasa wilayahnya kini lebih tertata dan informatif.

Meski sempat menghadapi kendala cuaca dan akurasi titik koordinat berbasis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) saat proses survei, mahasiswa berhasil merampungkan peta tersebut sebagai aset data jangka panjang. Rendy Zulianda, selaku penanggung jawab dari program ini, berharap hasil kerja mahasiswa dapat menjadi dasar perencanaan wilayah yang lebih baik di kemudian hari.

“Kami yakin, ini menjadi fondasi penting untuk tertib administrasi. Peta ini bukan hanya sekadar gambar, melainkan aset data untuk perencanaan pembangunan Padukuhan Pengkok yang lebih terukur di masa depan,” pungkas Rendy. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meluncurkan-peta-wilayah-administratif-dan-geografis-untuk-Padukuhan-Pengkok-Patuk-Gunungkidul-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 09:37:032026-03-12 09:37:03Tingkatkan Tertib Administrasi, KKN UAD Susun Peta Wilayah

Kaderisasi Umat untuk Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

12/03/2026/in Terkini /by Ard

Prof. H. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. pemateri ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu, 7 Maret 2026 menghadirkan Prof. H. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertema ”Kaderisasi Umat: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas dan Berkompetensi”.

Tema inspiratif tersebut mengajak para jemaah, khususnya warga kampus, untuk merefleksikan peran umat Islam dalam menghadapi tantangan global sekaligus menyiapkan generasi pemimpin yang berkualitas.

Prof. Ahmad Muttaqin menjelaskan bahwa kemajuan teknologi informasi saat ini membuat dunia seolah tanpa batas. Berbagai peristiwa di belahan dunia dapat diketahui dalam hitungan detik melalui perangkat digital. Kondisi ini menuntut umat Islam untuk mampu menghadirkan citra yang positif, sehingga Islam benar-benar tampil sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Anbiya ayat 107.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat kampus dalam membangun peradaban melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan nilai-nilai akhlak. Menurutnya, religiusitas yang tinggi perlu diimbangi dengan kualitas intelektual, etika, dan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial agar umat Islam mampu menjadi aktor peradaban, bukan sekadar objek pelengkap.

”Mahasiswa, dosen, dan seluruh warga kampus memiliki peran strategis untuk menghadirkan Islam yang berkemajuan. Tunjukkan akhlak yang baik, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan agar umat Islam dapat melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkompetensi,” pesan Prof. Ahmad Muttaqin menutup ceramahnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-H.-Ahmad-Muttaqin-S.Ag_.-M.Ag_.-M.A.-Ph.D.-pemateri-ceramah-tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-12 09:24:582026-03-12 09:24:58Kaderisasi Umat untuk Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Page 2 of 540‹1234›»

TERKINI

  • Mewujudkan Peran Khalifah Melalui Pelestarian Alam16/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Padukuhan Bejaten16/03/2026
  • Implementasi Teknologi Lubang Resapan Biopori sebagai Strategi Mitigasi Genangan Air di Desa Kalibondol16/03/2026
  • Profesionalisme Profetik dalam Membangun Peradaban Berilmu15/03/2026
  • Bimawa UAD Dorong Kemandirian Usaha Mahasiswa15/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top