• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Sinergi Ulama dan Intelektual untuk Menerangi Jalan Umat

06/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Nur Kholis, M.Ag., Penceramah Tarawih RDK 1447 H Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Rabu, 18 Februari 2026, Dr. H. Nur Kholis, M.Ag. menyampaikan ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center dalam rangkaian kegiatan Ramadan di kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dalam tausiah yang mengangkat tema “Ulama dan Intelektual: Sinergi Keilmuan untuk Solusi Masalah Keumatan”, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan kalangan intelektual demi menghadirkan solusi yang utuh bagi umat.

Mengawali ceramahnya, beliau mengajak jemaah membayangkan kehidupan seperti berjalan di dalam gua yang gelap gulita. Dalam kondisi tersebut, manusia membutuhkan dua hal agar selamat sampai tujuan, yakni lentera untuk menerangi jalan dan kompas untuk menunjukkan arah yang benar. Analogi ini kemudian dikaitkan dengan kehidupan umat Islam yang memerlukan dua “lentera”, yaitu agama dan ilmu pengetahuan.

Menurut Dr. Nur Kholis, lentera pertama adalah agama yang dijaga oleh para ulama. Ulama, sebagaimana disebutkan dalam hadis “Innal ulama warasatul anbiya”, merupakan pewaris para nabi. Warisan yang dimaksud bukanlah harta, melainkan ilmu dan tanggung jawab membimbing umat dalam membedakan yang benar dan salah, halal dan haram. Namun, beliau menegaskan bahwa ukuran ulama bukan semata-mata kemampuan berbicara atau banyaknya hafalan dalil, melainkan rasa takut kepada Allah Swt. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Fatir ayat 28, hanya para ulama yang benar-benar takut kepada-Nya. Ilmu yang dimiliki seharusnya membuat seseorang semakin dekat dan tawaduk kepada Allah, bukan sebaliknya.

Lentera kedua adalah ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para intelektual. Menurutnya, intelektual dalam Islam bukanlah sosok yang jauh dari agama, melainkan para ahli di berbagai bidang seperti kedokteran, teknik, ekonomi, pendidikan, pertanian, dan astronomi. Mereka mempelajari alam semesta sebagai bagian dari ayat-ayat kauniah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar di langit dan bumi. Dalam Surah Ali Imran ayat 18, Allah menyandingkan orang-orang berilmu bersama para malaikat sebagai saksi atas keesaan-Nya. Hal ini menunjukkan kedudukan istimewa orang berilmu di sisi Allah.

Ia kemudian mencontohkan persoalan penentuan awal Ramadan sebagai gambaran pentingnya sinergi ulama dan intelektual. Jika hanya ulama yang berbicara tanpa dukungan data ilmiah, umat bisa kebingungan dalam memahami detail astronomi terkait rukyat dan hisab. Sebaliknya, jika hanya ilmuwan yang berbicara tanpa landasan fikih dan dalil syar’i, masyarakat akan mempertanyakan keabsahan keputusan tersebut dari sisi agama.

Oleh karena itu, sinergi menjadi kunci. Ulama membawa dalil dan kaidah fikih, sementara intelektual menghadirkan data serta perhitungan ilmiah. Kolaborasi ini dapat melahirkan keputusan yang kuat secara syariat sekaligus akurat secara sains, seperti upaya penyatuan kalender Hijriah global. Dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 disebutkan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat, yang menunjukkan bahwa iman dan ilmu harus berjalan beriringan.

Di akhir ceramah, Dr. Nur Kholis mengajak jemaah untuk berperan aktif dalam mendukung sinergi tersebut. Pertama, mendoakan para ulama dan intelektual agar senantiasa diberi petunjuk dan keikhlasan. Kedua, mendukung upaya persatuan umat dengan lapang dada. Ketiga, menjadi jembatan informasi dengan menyampaikan pemahaman yang benar kepada keluarga dan masyarakat.

Beliau menutup tausiah dengan harapan agar Allah Swt. senantiasa menyatukan hati para ulama dan intelektual serta memberikan kekuatan kepada seluruh umat untuk mendukung kebaikan bersama. Sinergi keduanya, tegas beliau, merupakan keniscayaan demi menghadirkan solusi besar bagi umat Islam. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Nur-Kholis-M.Ag_.-Penceramah-Tarawih-RDK-1447-H-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-06 10:01:582026-03-06 10:01:58Sinergi Ulama dan Intelektual untuk Menerangi Jalan Umat

Tutup Pengajian Ramadan PWM DIY, Haedar Nashir Tekankan Keadaban Ekologis dan Tajdid dalam Membangun Peradaban

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. pada pengajian PWM yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses mengadakan penutupan Pengajian Ramadan pada Ahad, 1 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan yang mengangkat tema “Keadaban Ekologis untuk Masa Depan Semesta” ini tidak hanya berisi penyampaian materi keagamaan, tetapi juga dirangkai dengan momen bersejarah berupa Wisuda Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) Angkatan Pertama.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan amanat puncaknya. Ia mengingatkan para lulusan SIM agar tidak terjebak pada penyederhanaan ideologi Muhammadiyah yang sering kali hanya dimaknai sebagai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya mengembalikan semangat tajdid yang utuh, yang mencakup purifikasi dan dinamisasi atau pembangunan (islah). Muhammadiyah tidak boleh hanya bersifat reaksioner terhadap keadaan yang buruk, tetapi harus proaktif membangun kekuatan di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, dan institusi pendidikan guna memiliki daya tawar yang kuat dalam membangun peradaban.

Terkait tema ekologi, Prof. Haedar menyoroti bahwa isu lingkungan harus diletakkan dalam kerangka holistik pandangan Islam. Ia menegaskan bahwa manusia berkedudukan sebagai khalifah yang diamanahkan untuk mengelola alam dengan prinsip mizan (keseimbangan) dan ihsan (kebaikan yang nyata). Islam tidak melarang manusia memanfaatkan kekayaan alam untuk membangun peradaban, seperti infrastruktur pendidikan maupun kesejahteraan ekonomi, asalkan tidak merusak secara ekstrem dan tetap mematuhi etika serta kebijakan konservasi. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada pandangan ekologis yang terlalu ekstrem yang justru bisa menghambat kemajuan dan misi pembangunan umat di dunia nyata.

Lebih lanjut, Prof. Haedar berpesan kepada warga Muhammadiyah, khususnya di DIY, untuk terus bergerak dan tidak terlena di zona nyaman. Ia mengibaratkan organisasi yang lengah seperti “kasur tua” yang terasa nyaman digunakan namun sebenarnya menyimpan banyak penyakit di dalamnya. Oleh karena itu, Muhammadiyah di DIY didorong untuk terus menjadi percontohan kekuatan yang berkemajuan, merebut kejayaan peradaban melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan ekonomi.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara sekaligus memaparkan sejumlah capaian gemilang PWM DIY. Di antaranya adalah keberhasilan Lazismu DIY meraih predikat terbaik tiga tahun berturut-turut, Majelis Dikdasmen yang menjadi juara umum OlympicAD VIII di Makassar, serta Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) yang meraih penghargaan Kalpataru dari Gubernur DIY. Selain itu, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) juga turut meluncurkan buku bertajuk Ekologi Berkemajuan sebagai bukti nyata komitmen persyarikatan terhadap kelestarian alam.

Sebagai penutup laporannya, ia menyinggung progres perluasan amal usaha pendidikan melalui pembangunan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kota Yogyakarta dan rencana pembangunan sekolah berbasis boarding di Kulon Progo. Ia berharap seluruh capaian dan rencana pembangunan ini dapat menjadi mercusuar pendidikan yang menghantarkan Muhammadiyah pada terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Acara pengajian ini pun diakhiri dengan doa bersama, menandai tuntasnya rangkaian kajian Ramadan dengan semangat dan wawasan baru bagi para kader persyarikatan. (Ito)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ketua-Umum-PP-Muhammadiyah-Prof.-Dr.-Haedar-Nashir-M.Si_.-pada-pengajian-PWM-yang-diselenggarakan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 11:23:372026-03-05 11:23:37Tutup Pengajian Ramadan PWM DIY, Haedar Nashir Tekankan Keadaban Ekologis dan Tajdid dalam Membangun Peradaban

HISKI Komisariat UAD Angkat Potensi Tradisi Sasak Berbasis Riset BRIN

05/03/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Bincang Sastra Satu Jam (BISA SAJA) (Dok. Shabila Mei)

Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Bincang Sastra Satu Jam (BISA SAJA) pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan diskusi rutin ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan menghadirkan Ketua HISKI Komisariat UAD, Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., sebagai pemateri utama.

Wachid Eko Purwanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang berbagi terkait proposal penelitian yang telah berhasil memperoleh dana hibah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pendanaan tahun 2025. Ia berharap kegiatan ini turut membawa manfaat yang luas, baik dalam kehidupan beragama, dunia, maupun akhirat.

Pada sesi pemaparan, Yosi menjelaskan bahwa riset yang ia lakukan bersama sembilan rekan tim lainnya merupakan riset ekspedisi. Riset tersebut berfokus pada penelusuran jejak Islam dalam tradisi suku Sasak di Lombok.

“Kalau berbicara Islam di Lombok, sering kali kita membayangkan institusi formal seperti masjid, pesantren, dan syariat. Namun, saya ingin mengajak untuk melihat Islam dari ruang yang berbeda seperti cerita, mitos, atau tuturan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Yosi.

Menurutnya, tradisi lisan di Lombok saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena terancam punah. Oleh karena itu, Yosi bersama timnya berupaya keras melestarikan dan mendokumentasikan kisah-kisah leluhur di Lombok ke dalam bentuk narasi tertulis. Tokoh adat, tetua kampung, budayawan, serta masyarakat yang masih menyimpan ingatan tentang cerita leluhurnya dianggap sebagai arsip hidup yang sangat berharga dalam penelitian ini.

Yosi mengungkapkan bahwa mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tersebut umumnya menyebutkan nama Allah Swt. dan para nabi. Bahkan, terdapat integrasi doa-doa Islam yang membuat doa sehari-hari masyarakat setempat memiliki kemiripan dengan mitos atau mantra yang diwariskan secara turun-temurun.

“Situs-situs mitologi yang kuat di Lombok memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata edukatif maupun wisata religi. Namun, tanpa sebuah penelitian, wisata akan hadir tanpa kedalaman sejarah,” tegasnya.

Pada akhir sesinya, Yosi menegaskan kembali bahwa setiap masyarakat dan tempat memiliki identitasnya masing-masing. Di Lombok, mitos Sasak merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya yang wajib dijaga. Penelitian dan dokumentasi ini menjadi langkah esensial dalam upaya pelestarian agar warisan budaya tersebut tidak hilang ditelan zaman, sekaligus dapat menjadi pijakan bagi penelitian-penelitian baru di masa mendatang. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Komisariat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-kegiatan-Bincang-Sastra-Satu-Jam-BISA-SAJA-Dok.-Shabila-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:53:572026-03-05 10:53:57HISKI Komisariat UAD Angkat Potensi Tradisi Sasak Berbasis Riset BRIN

IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Kegiatan Pelatihan Desain Grafis Vol. 1 IMM FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FTI UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Desain Grafis Vol. 1 pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Google Meet ini menghadirkan Zeko Baharudin Firdaus selaku Graphic Designer & Illustrator sebagai pemateri.

Pelatihan kali ini mengusung tema “Bisa Desain Itu Penting! Yuk, Belajar Bareng”. Dalam penyampaiannya, pemateri menjelaskan definisi desain grafis sebagai komunikasi visual, proses mendesain yang baik melalui metode pengamatan (imitation), hingga elemen-elemen dalam Design System yang mencakup tema warna, teks, dan komponen. Pemateri juga menekankan pentingnya penggunaan warna yang tepat agar sebuah karya visual nyaman untuk dipandang dan pesannya tersampaikan dengan baik.

“Gunakan konsep warna yang cocok, enak untuk digradasi, dan gabungkan warna-warna yang tidak terlalu jauh. Perhatikan color contrast, closely related, color tones, serta color portion,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zeko membagi komponen desain menjadi tiga bagian utama. Pertama, Core Component yang berisi teks dan gambar atau foto utama. Kedua, Ornament Component yang berfungsi sebagai elemen estetika tambahan, seperti efek visual atau elemen daun pada tepi desain, dengan catatan tidak boleh terlalu mencolok (flashy). Ketiga, Background Component yang berfungsi memberikan kedalaman agar desain tidak terlihat sepi atau mati.

Memasuki materi Layouting, pelatihan ini menyoroti dua aspek penting: Hierarchy (hierarki) dan Balance (keseimbangan). Hierarki berkaitan erat dengan user flow atau alur pandang audiens saat melihat struktur desain, yang biasanya bermula dari atas ke area samping kiri. Sementara itu, keseimbangan sangat bergantung pada penggunaan whitespace (ruang kosong).

Acara ini juga diisi dengan sesi bedah karya interaktif terhadap beberapa unggahan media sosial IMM FTI UAD. Zeko secara langsung memberikan saran terkait tata letak (layouting), hierarki, penggunaan ruang kosong (whitespace), hingga pembatas elemen desain.

Melalui kegiatan ini, harapannya para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai prinsip desain, tipografi, dan tata letak. Pelatihan ini juga diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya komunikasi visual yang fungsional, menarik, dan profesional. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kegiatan-Pelatihan-Desain-Grafis-Vol.-1-IMM-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FTI-UAD.jpeg 756 1584 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:43:122026-03-05 10:43:12IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis

Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ika)

Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 27 Februari 2026 hadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, dibahas terkait Islam Wasathiyah dan menekankan pentingnya bagaimana menghadirkan wajah Islam yang menyejukan di ruang publik melalui pemahaman agama yang komprehensif dan kontekstual.

Dalam ceramahnya, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., menjelaskan bahwa Islam dapat tampil sebagai agama yang membawa kesejukan apabila dipahami secara otentik, yaitu sesuai dengan tujuan pewahyuan Allah Swt. dan dakwah Rasulullah saw. Ia mengutip Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang rahmatan lil ‘alamin. “Islam diwahyukan untuk mewujudkan rahmat Allah bagi seluruh alam,” ujarnya di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.

Rahmat Allah yang dimaksud adalah hayah thayyibah atau hidup yang baik, dengan tiga indikator utama, yaitu sejahtera (lahum ajruhum ’inda rabbihim), damai (wala khaufun ’alaihim), dan bahagia (wala hum yahzanun) baik di dunia maupun di akhirat.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa konsep Islam rahmatan lil ’alamin dijabarkan dalam Al-Quran melalui istilah syari’atan minal amr sebagaimana termuat dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 18. Mengutip tafsir karya Ar-Razi, syariat tidak hanya mencakup urusan agama, tetapi juga urusan dunia. “Syariat adalah jalan mengelola urusan agama dan dunia sekaligus,” jelasnya.

Terdapat lima aspek utama dalam syariat tersebut, yaitu Al-Kitab yang mencakup tauhid, ibadah, dan amal kebajikan; al-hukmah atau kekuasaan untuk mengatur kehidupan secara adil; an-nubuwuh yang meneladani peran para nabi dalam membangun peradaban, kemakmuran, serta keunggulan umat.

Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., juga mencontohkan bagaimana para nabi membangun peradaban, mulai dari Nabi Adam yang membangun peradaban berpakaian, Nabi Idris memperkenalkan pakaian yang dijahit dan budaya tulis dengan pema, Nabi Nuh membangun peradaban pelayaran, Nabi Saleh membangun peradaban peternakan, Nabi Ibrahim membangun peradaban kemanusiaan, Nabi Musa membangun peradaban hukum hingga Nabi Muhammad saw. Membangun peradaban literasi melalui wahyu iqra’.

Pada akhir ceramah, ia mengajak umat islam untuk memahami dan mengamalkan syariat secara utuh agar mampu menghadirkan Islam yang menenangkan, bukan menakutkan. ”Jika kita mengamalkan syariat secara menyeluruh, umat Islam dapat menjadi umat yang makmur dan unggul,” tutupnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:28:242026-03-05 10:28:24Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik

KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Pelatihan pembuatan eco enzyme oleh KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Karang Taruna Wahana Krida Muda, Tegalsari (Foto. KKN UAD)

Bayangkan kulit pisang, sisa sayur, dan ampas buah yang biasanya berakhir di tempat sampah kini bisa “naik kelas” menjadi cairan serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga. Gagasan sederhana inilah yang dibawa oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 155 Unit IV.C.1 dalam pelatihan pembuatan eco-enzyme di Pedukuhan Tegalsari, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan edukasi lingkungan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Furqon Tegalsari RT 07. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iin Narwanti, M.Sc., Ph.D. Pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta ini menyasar Karang Taruna Wahana Krida Muda sebagai peserta utama, sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

Selain mengurangi timbunan sampah organik, eco-enzyme dapat dimanfaatkan secara lebih konkret dalam keseharian. Cairan hasil fermentasi ini umumnya digunakan sebagai pembersih lantai atau kamar mandi setelah diencerkan, penghilang bau, penyegar saluran air, hingga larutan penyubur tanaman dan kompos cair pendamping dengan takaran pengenceran yang tepat. Manfaat ini membuat pengolahan sampah dapur tidak berhenti pada kata “buang”, melainkan bertransformasi menjadi produk yang bernilai guna.

Dalam sesi materi, perwakilan mahasiswa, Putri Damai Rahmawati, memperkenalkan konsep dasar eco-enzyme sebagai cairan serbaguna hasil fermentasi dari bahan sederhana, yakni gula, sisa kulit buah atau sayuran segar, dan air. Peserta juga mempelajari rumus dasar perbandingan 1:3:10 (1 bagian gula, 3 bagian sisa buah/sayur, dan 10 bagian air), beserta ketentuan teknis pembuatannya. Ketentuan tersebut meliputi penggunaan wadah plastik yang dapat ditutup rapat, pengisian air maksimal sekitar 60% dari volume wadah, serta pentingnya penyimpanan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Proses fermentasi hingga panen dijelaskan memerlukan waktu sekitar 90 hari atau kurang lebih tiga bulan di wilayah tropis. Hasil yang sudah matang umumnya berwarna kecokelatan dan beraroma asam segar khas fermentasi. Pada sesi praktik, peserta didampingi oleh panitia untuk menakar bahan, mencampur, memberi label tanggal pembuatan, hingga memahami cara perawatan wadah selama masa fermentasi.

“Kami ingin memberi alternatif pengelolaan sampah organik yang mudah dilakukan warga. Eco-enzyme dipilih karena bahannya tersedia di dapur dan cara membuatnya sangat sederhana,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti praktik, mulai dari menakar bahan hingga memberi label pada wadah fermentasi. Pada sesi tanya jawab, pertanyaan yang paling banyak muncul berkaitan dengan takaran 1:3:10, cara mengatasi gas yang muncul selama fermentasi, serta tanda-tanda eco-enzyme yang sudah siap dipanen. Panitia berharap kebiasaan mengolah sampah organik dapat dimulai dari dapur masing-masing dan perlahan menjadi gerakan kolektif di lingkungan pemuda Tegalsari.

Dengan adanya kegiatan ini, Karang Taruna Wahana Krida Muda didorong untuk lebih proaktif dan kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Selanjutnya, mereka diharapkan dapat menindaklanjuti pelatihan ini dengan memproduksi batch eco-enzyme bersama secara berkala, mengajak warga memisahkan sampah organik, serta membagikan hasil panen tersebut untuk kebutuhan rumah tangga atau perawatan tanaman. Bagaimanapun juga, melalui langkah kecil yang konsisten, sampah organik yang semula dianggap masalah dapat berubah menjadi solusi ramah lingkungan di tingkat kampung. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-pembuatan-eco-enzyme-oleh-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Karang-Taruna-Wahana-Krida-Muda-Tegalsari-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:16:022026-03-05 10:16:02KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna

KKN UAD Kenalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Proses Pembuatan Lilin Aroma Terapi oleh Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. KKN UAD)

Pengelolaan minyak jelantah yang tepat masih kerap luput dari perhatian masyarakat, padahal dapat menimbulkan dampak yang cukup serius bagi lingkungan dan kesehatan. Limbah minyak yang dibuang sembarangan, terutama ke saluran air, berpotensi mencemari tanah dan perairan, menyumbat drainase, bahkan merusak ekosistem. Sementara itu, penggunaan minyak jelantah secara berulang untuk memasak berisiko menyebabkan gangguan kesehatan akibat menumpuknya senyawa berbahaya.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Reguler Periode 155 Unit III.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai solusi sederhana yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Pedukuhan Wiyu, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Reguler Periode 155 Unit III.C.2 UAD mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan. Warga juga dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan agar mampu memahami proses pembuatan dan penerapan secara mandiri.

Antusiasme warga dalam mengikuti jalannya kegiatan menjadi bukti respons positif masyarakat terhadap program tersebut. Ibu Dayati selaku Dukuh Wiyu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini sangat membantu kami. Selain belajar cara mengolah minyak bekas, kami juga menjadi lebih sadar untuk tidak membuangnya secara sembarangan,” jelasnya.

Lilin aromaterapi ini dipilih karena proses pembuatan yang tergolong sederhana, memiliki fungsi praktis, dan dinilai dapat dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha kreatif berbasis limbah rumah tangga. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Proses-Pembuatan-Lilin-Aroma-Terapi-oleh-Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:03:152026-03-05 10:03:15KKN UAD Kenalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Meneladani Kebiasaan Rasulullah di Bulan Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

04/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali digelar pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD. Kegiatan tausiah tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Anhar Anshori, M.S.I., Ph.D. dengan mengusung tema “Ramadan Bersama Nabi: Meneladani Produktivitas Rasulullah di Bulan Puasa”.

Dalam kajiannya, Ustaz Anhar menyebutkan bahwa terdapat tiga hal utama yang perlu dipahami agar puasa yang dijalankan oleh umat Islam menjadi berkualitas.

“Pertama, ideologi yang mendasari pemahaman kita dalam melaksanakan ibadah puasa. Kedua, tujuan ibadah puasa yang ditetapkan Allah. Ketiga, usaha maksimal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan puasa,” ujarnya.

Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan status keimanan orang-orang yang berpuasa. Menurutnya, iman yang kuat serta terikat dalam hati dan pikiran akan menjadi energi besar untuk mencapai tujuan puasa, sekaligus menjauhkan seseorang dari perbuatan yang sia-sia.

Anhar menekankan bahwa orientasi utama ibadah bukan semata-mata mengharapkan pahala, melainkan mengharapkan cinta dan rida Allah Swt. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, pandangan, dan perasaan selama berpuasa. Kualitas puasa tidak dinilai dari sekadar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga pada pengendalian diri secara penuh.

Dalam ceramahnya, Ustaz Anhar turut menyinggung kebiasaan Rasulullah saw. yang senantiasa melaksanakan salat di sepertiga atau pertengahan malam dan membaca Al-Qur’an secara tartil. Ia mengajak jemaah untuk tidak sekadar mengejar target jumlah juz, melainkan membaca Al-Qur’an secara tartil dengan memperhatikan tajwid, makhraj, dan tafsirnya.

“Lebih baik kita membaca satu juz dengan memahami tafsirnya daripada hanya sekadar membaca 30 juz tanpa memahami isinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Rasulullah saw. setiap malam bertadarus dengan bimbingan Malaikat Jibril a.s., yang berarti bukan sekadar membaca, melainkan juga mempelajari kandungan Al-Qur’an. Menutup kajian, Ustaz Anhar mengajak jemaah untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadan dengan terus meningkatkan kualitas ibadah, termasuk melakukan iktikaf di masjid. Menurutnya, iktikaf menjadi momen terbaik bagi umat muslim untuk merenung, mengevaluasi diri, serta memperbanyak istigfar, tahlil, dan tahmid. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-tarawih-dalam-rangkaian-kegiatan-Ramadan-di-Kampus-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-04 09:58:332026-03-04 09:58:33Meneladani Kebiasaan Rasulullah di Bulan Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Pembuatan Lubang Biopori di Dusun Ploso

04/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Inisiasi Pembuatan Lubang Biopori di Dusun Ploso (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program pembuatan lubang biopori di Dusun Ploso, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, pada 13–16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di enam RT dengan total 20 lubang biopori yang berhasil dibuat bersama warga.

Program diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pengertian dan manfaat biopori. Mahasiswa menjelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan air yang berfungsi meningkatkan daya serap tanah sekaligus sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga. Selain mengurangi genangan air saat musim hujan, biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan biopori di titik-titik yang telah disepakati. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap di enam RT agar lebih efektif serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa dan warga bekerja bersama mulai dari pengeboran tanah hingga pengisian lubang dengan sampah organik.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Warga mulai memahami bahwa limbah dapur, daun kering, dan sisa sayuran tidak perlu dibakar atau dibuang, melainkan dapat dimanfaatkan melalui biopori sebagai upaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 155 UAD berharap masyarakat Dusun Ploso dapat terus memanfaatkan dan merawat lubang biopori yang telah dibuat. Kehadiran 20 lubang biopori di enam RT diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih bijak dan berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-Pembuatan-Lubang-Biopori-di-Dusun-Ploso-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-04 09:42:372026-03-04 09:42:37Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Pembuatan Lubang Biopori di Dusun Ploso

Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si., penceramah tarawih di Masjid IC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kajian dan salat tarawih berjemaah pada rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Sabtu, 28 Februari 2026. Tausiah kali ini disampaikan oleh Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si., Wakil Ketua LP2M PP Muhammadiyah sekaligus Dosen Psikologi UAD, yang mengusung tema “Parenting Qur’ani: Mendidik Generasi Alpha di Tengah Gempuran Budaya Pop”.

Mengawali tausiahnya, Dr. Khoiruddin mengingatkan jemaah bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah untuk mencapai ketakwaan, sebagaimana difirmankan Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Lebih jauh, ia memaparkan bahwa muara dari ketakwaan tersebut adalah falah, yang bermakna kebahagiaan, kesuksesan, atau kesejahteraan hidup. 

“Kalau banyak orang yang merasa kurang bahagia, berarti takwanya bermasalah,” tuturnya.

Dalam konteks parenting Qur’ani dan mendidik anak, ia menyoroti pentingnya mengajarkan generasi masa depan cara meraih kebahagiaan yang sejati. Dari kacamata psikologi, kebahagiaan bersifat subjektif (subjective well-being) karena sangat bergantung pada bagaimana seseorang mempersepsikan dan menginterpretasikan realitas yang ada, bukan sekadar melihat realitas objektifnya. Sikap mental ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw. yang menyebut urusan orang beriman itu amat menakjubkan, mereka senantiasa bersyukur saat mendapat nikmat dan bersabar ketika ditimpa kesulitan.

Untuk menghadapi masa depan yang serba tidak pasti dan berubah-ubah, Dr. Khoiruddin menekankan tiga modal utama yang harus ditanamkan kepada generasi mendatang. Modal pertama adalah ikhlas karena Allah Swt., yang terbukti mampu membebaskan manusia dari rasa khawatir terhadap masa depan maupun kesedihan atas masa lalu. Modal kedua adalah senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

Modal ketiga adalah membekali anak dengan kesabaran. Ia merinci sabar ke dalam tiga dimensi, yakni sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menghindari larangan-larangan agama, dan sabar tatkala menghadapi musibah atau situasi yang tidak menyenangkan.

Di akhir tausiahnya, ia berpesan agar para jemaah dapat menularkan tiga fondasi tersebut agar anak-anak kelak menjadi generasi yang kuat. Rangkaian kegiatan malam itu pun dilanjutkan dengan ibadah salat tarawih berjemaah yang diawali dengan salat Iftitah. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Khoiruddin-Bashori-M.Si_.-penceramah-tarawih-di-Masjid-IC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 11:28:002026-03-03 11:28:00Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan
Page 6 of 540«‹45678›»

TERKINI

  • Mewujudkan Peran Khalifah Melalui Pelestarian Alam16/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Padukuhan Bejaten16/03/2026
  • Implementasi Teknologi Lubang Resapan Biopori sebagai Strategi Mitigasi Genangan Air di Desa Kalibondol16/03/2026
  • Profesionalisme Profetik dalam Membangun Peradaban Berilmu15/03/2026
  • Bimawa UAD Dorong Kemandirian Usaha Mahasiswa15/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top