• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Terapkan KHGT dalam Penentuan Idulfitri 1447H

17/03/2026/in Terkini /by Ard

 

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengambil langkah strategis dalam pelaksanaan Idulfitri dengan mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kebijakan ini dinilai sebagai upaya nyata dalam mendorong keseragaman penanggalan Islam secara global sekaligus memperkuat semangat persatuan umat.

Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., menyampaikan bahwa penerapan KHGT merupakan bagian dari komitmen UAD sebagai institusi Muhammadiyah dalam mengimplementasikan hasil keputusan Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah. “Pelaksanaan Idulfitri di UAD yang mengacu pada KHGT merupakan langkah maju dan strategis dalam mewujudkan keseragaman waktu ibadah umat Islam secara global,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari Muhammadiyah, UAD memiliki tanggung jawab akademik dan kelembagaan untuk mengimplementasikan ijtihad berkemajuan, termasuk dalam sistem penanggalan Islam berbasis sains modern.

Lebih lanjut, Rahmadi mengungkapkan bahwa latar belakang utama Muhammadiyah dalam mendukung KHGT adalah kesadaran bahwa umat Islam merupakan ummah wāḥidah (umat yang satu), sehingga memerlukan sistem kalender yang seragam, khususnya dalam menentukan hari-hari besar Islam seperti Idulfitri, Iduladha, dan puasa Arafah. “Selama ini, sistem kalender lokal sering menimbulkan perbedaan yang tidak perlu. KHGT hadir sebagai solusi untuk menyatukan umat Islam dalam satu penanggalan global,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa KHGT disusun berdasarkan kajian panjang sejak tahun 2007 dan diperkuat melalui forum internasional, termasuk Konferensi Istanbul 2016. Sistem ini menggunakan pendekatan hisab hakiki dengan parameter astronomis yang terukur, sehingga mampu memberikan kepastian dalam penentuan awal bulan Hijriah. “Keunggulan KHGT terletak pada sifatnya yang global, akurat, dan berbasis sains modern. Ini berbeda dengan sistem lokal yang sering kali bergantung pada rukyat yang bersifat terbatas secara geografis,” ungkapnya.

Dalam implementasinya, LPSI UAD memiliki peran penting dalam menyosialisasikan pemahaman tentang KHGT kepada sivitas akademika. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga publikasi melalui media digital kampus. “LPSI secara aktif mengadakan sosialisasi melalui pengajian, seminar, serta memanfaatkan media internal kampus agar pemahaman tentang KHGT dapat diterima secara komprehensif oleh seluruh sivitas akademika,” jelas Rahmadi.

Selain itu, UAD juga melakukan berbagai persiapan dalam menyambut Idulfitri dengan acuan KHGT. Koordinasi dilakukan antara pimpinan universitas, LPSI, dan takmir masjid kampus untuk memastikan keselarasan pelaksanaan ibadah.

Menurutnya, penerapan KHGT tidak hanya berdampak pada lingkungan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap upaya penyatuan kalender Islam di tingkat dunia. “Langkah ini menunjukkan bahwa kalender global berbasis hisab hakiki itu feasible dan dapat diterapkan. Harapannya, ini dapat mendorong organisasi Islam lain untuk mengadopsinya,” ujarnya.

Rahmadi berharap KHGT dapat menjadi bagian dari kesadaran kolektif umat Islam, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Ia optimistis bahwa dengan sosialisasi yang berkelanjutan dan dialog antarorganisasi, penyatuan kalender Islam dapat terwujud. “UAD diharapkan dapat menjadi role model bagi perguruan tinggi lain dalam mengintegrasikan KHGT dalam kehidupan akademik dan keislaman,” tuturnya.

Rahmadi menambahkan, “Mari kita sambut Idulfitri dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan. Jadikan momen ini sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan pemahaman keislaman yang berkemajuan,” pesannya.

Ia juga berharap perbedaan yang pernah terjadi dalam penentuan awal bulan Hijriah tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi motivasi untuk terus belajar dan membangun persatuan umat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-17 12:47:042026-03-17 12:47:04UAD Terapkan KHGT dalam Penentuan Idulfitri 1447H

Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?

11/03/2026/in Terkini /by Ard

Dyah Fitriani, S.E., M.M. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Sebagai bagian dari rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H, Kajian Jelang Buka Puasa di Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 3 Maret 2026, menghadirkan pembahasan krusial mengenai manajemen keuangan Islam di tengah gempuran gaya hidup modern. Membawakan tema “Manajemen Keuangan Islam: Fenomena Pinjol, Paylater, dan Mentalitas Kaya Instan di Kalangan Kaum Muda”, Dyah Fitriani, S.E., M.M., selaku Wakil Dekan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD, membedah fenomena pinjaman online (pinjol) dan paylater yang kini menjerat kaum muda.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tren berutang di kalangan generasi muda mayoritas dipicu oleh pemenuhan aspek fesyen dan barang-barang konsumtif lainnya, bukan kebutuhan pokok. Survei menunjukkan pengguna paylater terbanyak berada pada rentang usia 26 hingga 35 tahun, yaitu sebanyak 44%, disusul oleh kelompok usia 18 hingga 25 tahun. Fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran paradigma, di mana generasi sekarang cenderung lebih berani berutang demi mengejar kesenangan dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan mereka.

Dyah menyoroti bahwa rendahnya literasi, tingginya sifat konsumtif, dan hawa nafsu yang tidak terkendali menjadi akar masalah utama. Banyak anak muda terjebak pinjol karena tergiur kemudahan dan kepraktisannya tanpa memahami risiko di baliknya, seperti denda yang mencekik, bunga yang terus berkembang, hingga ancaman penyebaran data pribadi.

Secara psikologis, perilaku ini didorong oleh mentalitas kaya instan dan tekanan sosial, seperti fear of missing out (FOMO) atau perasaan takut tertinggal, you only live once (YOLO) atau pola pikir bahwa hidup hanya sekali, serta fear of people’s opinion (FOPO) yang berarti takut dengan pendapat orang lain. Bahkan, penelitian tahun 2024 menunjukkan konsumen laki-laki kini cenderung lebih impulsif dalam berbelanja. Hal ini diperparah dengan penggunaan media sosial yang sering kali memicu doom spending atau belanja asal-asalan sebagai bentuk pelarian mental. “Anak muda itu tahu FOMO, YOLO. Orang itu bisa saja berutang karena sekadar ikut-ikutan, memaksa dia harus berutang,” ujarnya.

Dalam perspektif Islam, persoalan ini berkaitan erat dengan pengendalian hawa nafsu sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 119 dan surah Shad ayat 26. Islam memandang utang-piutang sebagai sarana tolong-menolong, bukan untuk menyesatkan atau memberatkan dengan unsur riba yang berlipat ganda.

Mengutip hadis riwayat Al-Bazzar dari Anas bin Malik, Dyah menekankan pentingnya menjauhi tiga perkara yang membinasakan, yaitu kerakusan, hawa nafsu yang diikuti, dan membanggakan diri. Sebaliknya, umat diajak untuk hidup sederhana baik di waktu sempit maupun lapang. Sebagai solusi, kaum muda diimbau untuk lebih selektif memilih layanan keuangan, memprioritaskan menabung, dan beralih ke platform legal syariah seperti Ethis, Alami, atau Dana Syariah yang lebih mengedepankan kebermanfaatan.

Menutup kajiannya, Dyah mengingatkan generasi muda, khususnya kepada mahasiswa, agar tidak hanya mengedepankan gaya hidup tanpa melihat kondisi finansial yang nyata. Prinsip “besar pasak daripada tiang” akibat seringnya melakukan self-reward yang berlebihan harus segera ditinggalkan. Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ia menegaskan bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah diukur dari banyaknya kemewahan dunia, melainkan dari hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah.

Dengan memperkuat literasi, mengurangi jiwa konsumtif, dan mengendalikan hawa nafsu, diharapkan generasi muda dapat terhindar dari jeratan utang dan memiliki mental kaya yang sesungguhnya sesuai dengan tuntunan syariat. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dyah-Fitriani-S.E.-M.M.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-11 10:17:502026-03-11 10:17:50Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?

Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan

11/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Adib Sofia, M.Hum. pemateri Pengajian PWA DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyelenggarakan Pengajian Ramadan 1447 H pada Ahad, 8 Maret 2026, bertempat di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pengajian ini dihadiri oleh sekitar 140 peserta, yang di antaranya terdiri atas perwakilan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-DIY dan jajaran PWA DIY. Materi ketiga dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Dr. Adib Sofia, M.Hum., dan dipandu oleh Dr. Sri Roviana, S.Ag., M.A. selaku moderator.

Materi bertema “Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan” ini diawali dengan menyanyikan lagu Srengenge Nyunar. Dalam pemaparannya, Dr. Adib Sofia menekankan pentingnya dakwah yang bersifat transformatif dengan semangat minadz-dzulumati ilan-nur yang diambil dari Surah Al-Baqarah ayat 257, yakni mengajak masyarakat bergerak dari kegelapan menuju cahaya.

Ia menjelaskan bahwa metode dakwah yang dilakukan oleh ’Aisyiyah dan Muhammadiyah menggunakan pendekatan mubalighat yang lebih lembut, menyentuh hati, serta diwujudkan melalui aksi tablig. Menurutnya, pendekatan dakwah saat ini juga mengalami perubahan dari model instruksional dari atas ke bawah (top-down) yang bersifat pembinaan, menjadi pendekatan partisipatif melalui pemberdayaan masyarakat yang bersifat dari bawah ke atas (bottom-up) dan pelibatan komunitas (community engagement).

“Setiap komunitas memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga tidak ada magic formula dalam berdakwah. Karena itu, dakwah perlu dilakukan secara kolaboratif dan berbasis riset agar mampu menjawab persoalan lingkungan yang relevan dengan kondisi masyarakat,” ujar Dr. Adib Sofia.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa isu lingkungan perlu diposisikan sebagai isu keumatan dan keadilan sosial dalam dakwah. Oleh karena itu, diperlukan desain dakwah yang terencana, mulai dari penentuan kompetensi dan tujuan dakwah, perancangan konten yang merujuk pada berbagai referensi, hingga strategi penyampaian yang tepat. Selain itu, evaluasi juga penting dilakukan untuk mengetahui dampak dakwah sebelum dan sesudah pelaksanaan.

Dr. Adib turut menekankan pentingnya menyampaikan isu lingkungan dengan menampilkan fenomena berbasis data, argumentasi para pakar, landasan skriptural, serta keterkaitannya dengan persoalan keumatan. Pemaparan materi yang menginspirasi ini kemudian ditutup dengan kekompakan seluruh peserta Pengajian Ramadan dalam menyanyikan lagu Kudu Poso. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Adib-Sofia-M.Hum_.-pemateri-Pengajian-PWA-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-11 10:00:412026-03-11 10:00:41Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan

Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko

11/03/2026/in Terkini /by Ard

H. Budi Setiawan, S.T. pemateri pengajian Ramadan 1447 H PWA DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Materi kedua dalam Pengajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan H. Budi Setiawan, S.T., dengan tema “Bencana Bukan Takdir Semata: Membaca Banjir dalam Perspektif Manajemen Risiko dan Iman” pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Dalam pemaparannya, Budi Setiawan menegaskan bahwa bencana tidak semata-mata dipahami sebagai takdir, tetapi juga perlu dilihat melalui upaya ikhtiar manusia dalam mengelola risiko. Menurutnya, penguatan iman harus berjalan seiring dengan upaya nyata dalam mengurangi dampak bencana.

Ia mencontohkan bahwa tempat ibadah dapat memiliki peran strategis dalam situasi kebencanaan, seperti menjadikan masjid sebagai pusat evakuasi maupun pos koordinasi. Selain itu, proses pemulihan pascabencana juga dapat diintegrasikan dengan kegiatan ibadah guna memperkuat ketahanan spiritual masyarakat.

“Penguatan iman harus sebanding dengan ikhtiar. Pemahaman agama yang baik akan meningkatkan kesadaran sekaligus ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meningkatnya risiko banjir tidak terlepas dari kerusakan ekologis yang bersifat struktural. Beberapa faktor yang memicu kondisi tersebut antara lain deforestasi dan degradasi hutan, perubahan tata guna lahan, pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan, serta aktivitas penambangan yang tidak terkontrol.

Kerusakan tersebut berdampak pada menurunnya fungsi hutan sebagai penyerap air, meningkatnya erosi tanah, serta bertambahnya risiko banjir di berbagai wilayah. Kondisi ini pada akhirnya menimbulkan berbagai konsekuensi, mulai dari kerusakan lingkungan yang parah, kerugian ekonomi yang besar, hingga munculnya korban jiwa dan pengungsi.

Ia juga menegaskan bahwa risiko bencana ekologis cenderung meningkat apabila kerusakan lingkungan terus terjadi. “Risiko peningkatan bencana akan lebih tinggi lagi. Berbeda dengan gempa yang tidak merusak alam secara langsung,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Setiawan turut menjelaskan peran Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai unit pembantu pimpinan dalam penanganan kebencanaan di lingkungan Muhammadiyah. Lembaga ini berperan dalam berbagai aspek, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan, tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga penguatan jaringan kerja sama, pendidikan, dan pelatihan kebencanaan. MDMC juga memiliki tim medis darurat (Emergency Medical Team) yang siap diterjunkan dalam situasi bencana.

Ia menambahkan bahwa mitigasi merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko bencana, misalnya melalui pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan serta peningkatan kapasitas relawan kebencanaan di masyarakat.

Selain itu, setiap wilayah diharapkan memiliki rencana kontinjensi sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana. Rencana kontinjensi merupakan prosedur terdokumentasi yang disusun sebelumnya untuk merespons ancaman tertentu secara efektif, dengan menetapkan peran, tanggung jawab, serta skenario tindakan yang jelas.

Konsep tersebut biasanya dirumuskan melalui pendekatan SIADIBIBA (Siapa, Di mana, Bilamana, Bagaimana, dan melakukan apa) agar respons terhadap bencana dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi.

Di sisi lain, Budi Setiawan menekankan pentingnya respons bencana berbasis komunitas, yaitu upaya kolektif masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi dampak bencana melalui perencanaan, persiapan, dan aksi bersama.

Ia menutup pemaparannya dengan mengingatkan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam menjaga alam, tetapi juga dalam mengelola risiko bencana sejak tahap prabencana hingga pascabencana. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Budi-Setiawan-S.T.-pemateri-pengajian-Ramadan-1447-H-PWA-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-11 09:18:402026-03-11 09:18:40Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko

Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si., penceramah tarawih di Masjid IC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kajian dan salat tarawih berjemaah pada rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Sabtu, 28 Februari 2026. Tausiah kali ini disampaikan oleh Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si., Wakil Ketua LP2M PP Muhammadiyah sekaligus Dosen Psikologi UAD, yang mengusung tema “Parenting Qur’ani: Mendidik Generasi Alpha di Tengah Gempuran Budaya Pop”.

Mengawali tausiahnya, Dr. Khoiruddin mengingatkan jemaah bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah untuk mencapai ketakwaan, sebagaimana difirmankan Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Lebih jauh, ia memaparkan bahwa muara dari ketakwaan tersebut adalah falah, yang bermakna kebahagiaan, kesuksesan, atau kesejahteraan hidup. 

“Kalau banyak orang yang merasa kurang bahagia, berarti takwanya bermasalah,” tuturnya.

Dalam konteks parenting Qur’ani dan mendidik anak, ia menyoroti pentingnya mengajarkan generasi masa depan cara meraih kebahagiaan yang sejati. Dari kacamata psikologi, kebahagiaan bersifat subjektif (subjective well-being) karena sangat bergantung pada bagaimana seseorang mempersepsikan dan menginterpretasikan realitas yang ada, bukan sekadar melihat realitas objektifnya. Sikap mental ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw. yang menyebut urusan orang beriman itu amat menakjubkan, mereka senantiasa bersyukur saat mendapat nikmat dan bersabar ketika ditimpa kesulitan.

Untuk menghadapi masa depan yang serba tidak pasti dan berubah-ubah, Dr. Khoiruddin menekankan tiga modal utama yang harus ditanamkan kepada generasi mendatang. Modal pertama adalah ikhlas karena Allah Swt., yang terbukti mampu membebaskan manusia dari rasa khawatir terhadap masa depan maupun kesedihan atas masa lalu. Modal kedua adalah senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

Modal ketiga adalah membekali anak dengan kesabaran. Ia merinci sabar ke dalam tiga dimensi, yakni sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menghindari larangan-larangan agama, dan sabar tatkala menghadapi musibah atau situasi yang tidak menyenangkan.

Di akhir tausiahnya, ia berpesan agar para jemaah dapat menularkan tiga fondasi tersebut agar anak-anak kelak menjadi generasi yang kuat. Rangkaian kegiatan malam itu pun dilanjutkan dengan ibadah salat tarawih berjemaah yang diawali dengan salat Iftitah. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Khoiruddin-Bashori-M.Si_.-penceramah-tarawih-di-Masjid-IC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 11:28:002026-03-03 11:28:00Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan

Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. pada tarawih ke-12 Ramadan 1447 H dalam rangkaian RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Ceramah Tarawih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Ahad malam, 1 Maret 2026. Acara tersebut menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I., Ketua Bidang Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, sebagai penceramah.

Dalam ceramah bertajuk “Psychological Well-being dalam Islam: Meraih Ketenangan Jiwa Melalui Ibadah yang Berkualitas”, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan pendidikan atau ibadah, melainkan juga disebut sebagai sahru’l ilaj atau bulan terapi yang menawarkan penyembuhan jiwa dan fisik. Ia memaparkan bahwa ibadah puasa merupakan bentuk imunisasi spiritual dan fisik yang efektif, didukung oleh berbagai riset medis. “Lambung manusia adalah pusat berbagai macam penyakit, maka manajemen perut melalui ibadah puasa merupakan terapi untuk mendapatkan kesehatan yang ideal dan maksimal,” ungkapnya.

Dr. Ruslan juga menyoroti peran strategis zikir dalam menata emosi dan memberikan ketenangan jiwa. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 75% solusi bagi problematika manusia berasal dari hati yang tenang melalui zikir dan ibadah. Sebaliknya, lalai dari zikir dapat menyebabkan penyakit mental kronis seperti stres dan depresi. “Sebab dalam diri manusia terdapat dua potensi, potensi yang sering menyebabkan orang kemudian jauh dari Allah sehingga mengalami suatu keadaan-keadaan yang tidak membahagiakan dirinya serta potensi yang bisa menyebabkan manusia mengalami ketenangan, ketenteraman, dan kesehatan mental,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ibadah yang berkualitas harus dilandasi niat ikhlas, memahami filosofi ibadah, serta dilakukan dengan penuh kemantapan atau biwakorin. Ia juga mengisahkan perjuangan Ali bin Abi Thalib yang menjadikan salat sebagai kekuatan spiritual luar biasa dalam menghadapi ujian hidup.

Menutup ceramahnya, Dr. Ruslan mengajak jemaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memaksimalkan potensi positif dalam diri dan menekan potensi negatif melalui manajemen hati. Ia berharap melalui ibadah yang berkualitas dan totalitas, setiap individu dapat meraih derajat ketakwaan sekaligus ketenangan jiwa yang hakiki. (ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ruslan-Fariadi-AM-S.Ag_.-M.S.I.-pada-tarawih-ke-12-Ramadan-1447-H-dalam-rangkaian-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 10:46:322026-03-03 10:46:32Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Silaturahmi bersama LKSA Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah ’Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 700 peserta tersebut berlangsung di Masjid Islamic Center UAD.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPKS PWM) DIY, Zainal Arifin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UAD merupakan tuan rumah ketiga dalam rangkaian agenda buka bersama LKSA DIY, setelah Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Agenda buka bersama ini sebelumnya sudah dilaksanakan di UNISA, UMY, dan hari ini diselenggarakan di UAD,” ujarnya. Ia juga menyoroti tagline #Semua Bisa Kuliah di UAD yang diharapkan mampu memotivasi anak-anak panti asuhan untuk melanjutkan kuliah dan terus semangat meraih mimpi.

Kepala Bidang Kemasyarakatan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I., menyampaikan bahwa UAD bekerja sama dengan Lazismu UAD untuk dalam memberikan bantuan. ”Kami bekerja sama dengan Lazismu UAD untuk memberikan bingkisan berupa alat tulis dan alat mandi. Selain itu, UAD juga menyediakan beasiswa bagi siswa penghafal Al-Qur’an,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Lazismu UAD oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UAD, Kepala LPSI UAD, dan Ketua Lazismu UAD kepada Pengurus Panti Asuhan Abdul Alim Imogiri, Panti Asuhan Ahmad Dahlan, Kulon Progo, dan Panti Asuhan A.R. Fachruddin, Kulon Progo selaku perwakilan panti asuhan Muhammadiyah se-DIY.

Ketua PWM DIY, Dr. Nurahman Gazali, M.A., menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 24 panti asuhan yang berada di bawah naungan LKSA DIY.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kajian bertema “Ramadan Madrasah Kehidupan” yang disampaikan oleh Ustaz Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Silaturahmi-bersama-LKSA-Muhammadiyah-dan-Aisyiyah-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 10:26:322026-03-03 10:26:32UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY

Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan

01/03/2026/in Feature /by Ard

Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., dalam Penyampaian Materi I Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan materi pertama bertajuk “Restorasi Lingkungan dalam Perkhidmatan Masa Depan” dalam rangkaian Pengajian Ramadan. Sesi ini menghadirkan Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., yang memaparkan krisis lingkungan global serta langkah nyata yang telah dilakukan di DIY.

Dalam paparannya, Hening menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim banyak dipicu oleh bencana hidrometeorologi, sementara polusi terjadi ketika lingkungan terkontaminasi zat berbahaya melebihi ambang batas aman sehingga mengancam kesehatan makhluk hidup.

Terkait biodiversitas, ia mengingatkan pentingnya kesadaran atas kekayaan alam Indonesia yang kian menyusut. “Betapa kayanya Indonesia, lalu yang terjadi saat ini sangat berkurang,” tuturnya. Ia menyebut Indonesia telah kehilangan sekitar 11 juta hektare hutan atau setara 110 kali luas Kota Jakarta.

Lebih lanjut, Hening menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritual. “Kita kembali kepada akidah, maka tauhid kita tercerminkan dalam tindakan,” ujarnya.

Sejak 2007, Teologi Lingkungan bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup serta Kementerian Lingkungan Hidup menginisiasi berbagai gerakan, termasuk Gerakan 1000 Cahaya. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut telah menggandeng 270 kepala keluarga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mengikuti pelatihan efisiensi energi. Pelatihan juga melibatkan 40 peserta dari Pondok Pesantren Zamzam dan 50 guru.

Audit energi yang dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan temuan menarik. “Ternyata yang berat itu bukan di ruang operasi tetapi di ruang tempat makan dan laundry,” ungkapnya. Hasil audit tersebut akan segera diluncurkan sebagai dasar rekomendasi efisiensi serta potensi transisi energi di sejumlah titik yang dinilai boros.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., menyampaikan capaian positif bahwa Yogyakarta dinobatkan sebagai provinsi dengan pengelolaan hutan terbaik se-Indonesia pada 2025. “Yogyakarta hutannya sebagai hutan terbaik se-Indonesia tahun 2025, tidak ada perusakan hutan dan alhamdulillah mendapat penghargaan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian, seperti perubahan iklim global, tingginya timbulan sampah, menurunnya kualitas air sungai akibat limbah industri rumah tangga, kos, dan laundry, serta rendahnya tingkat ketaatan pelaku usaha terhadap regulasi lingkungan.

Permasalahan sampah menjadi tantangan besar karena sebagian besar sampah DIY berakhir di TPA Piyungan. Berdasarkan surat Gubernur DIY tertanggal 19 Oktober 2023, pengelolaan sampah akan didesentralisasikan ke kabupaten/kota mulai 2024 dengan pelaksanaan penuh mempertimbangkan kapasitas zona tampung di TPA Piyungan serta kesiapan fasilitas pengelolaan di masing-masing daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). “Jangan lupa bapak ibu untuk menangani pengelolaan dan mengurangi sampah dengan 3R,” pesannya. Data menunjukkan bahwa timbulan sampah terbesar di DIY berasal dari sisa makanan, sehingga gerakan minim sampah seperti menghabiskan makanan dan menggunakan tumbler menjadi langkah sederhana namun berdampak.

Sebagai upaya jangka panjang, DIY memprioritaskan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, restorasi lingkungan diharapkan menjadi gerakan nyata, bukan sekadar wacana, demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (Dnd)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kusno-Wibowo-S.T.-M.Si_.-dan-Hening-Purwati-Parlon-S.Sos_.-M.M.-dalam-Penyampaian-Materi-I-Pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 11:33:292026-03-01 11:35:47Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan

Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan

01/03/2026/in Terkini /by Ard

Sambutan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) menyelenggarakan Pengajian Ramadan pada Sabtu–Minggu, 28 Februari–1 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Amphitarium Lantai 9 Gedung Ahmad Dahlan Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pengajian tahun ini mengusung tema “Keadaban Ekologis untuk Masa Depan Semesta” sebagai ajakan untuk berpikir jernih, bersikap berani, dan bertanggung jawab demi keberlangsungan kehidupan. Tema tersebut menjadi refleksi atas pentingnya kesadaran ekologis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari risalah Islam Berkemajuan, Muhammadiyah memandang bahwa membangun peradaban ekologis merupakan mandat teologis yang tidak dapat ditawar. Upaya menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan kehidupan diposisikan sebagai tanggung jawab moral sekaligus spiritual umat Islam.

Rektor UAD, Prof.Muchlas, dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas Muhammadiyah tidak terbatas pada kepentingan jangka pendek, melainkan perjuangan berkelanjutan yang dilandasi keyakinan bersama.

“Tugas Muhammadiyah tidak hanya untuk KHGT saja. Insyaallah akan ada saatnya, entah berapa hari atau berapa abad ke depan. Kita terus berjuang untuk keyakinan yang kita tetapkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memperjuangkan keadaban lingkungan perlu terus ditumbuhkembangkan di lingkungan persyarikatan. Menurutnya, isu kelestarian bumi telah menjadi kebijakan dan perhatian global yang menuntut kontribusi nyata dari seluruh elemen masyarakat.

“Memperjuangkan keadaban lingkungan ini harus tumbuh dan berkembang di persyarikatan kita, karena masyarakat global saat ini menjadikan kelestarian bumi sebagai kebijakan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., menyoroti berbagai persoalan ekologis yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut kerusakan alam akibat pertambangan yang tidak bertanggung jawab berdampak luas terhadap kehidupan. Selain itu, sekitar 60 persen sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar.

“Kerusakan alam karena pertambangan yang tidak bertanggung jawab telah membawa dampak yang tidak baik bagi kehidupan. Realitasnya, sekitar 60 persen sungai kita dalam kondisi tercemar. Ini tentu menjadi peringatan serius bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan sampah plastik yang merusak ekosistem laut hingga menyebabkan terumbu karang yang semula indah berubah seperti kawasan terdampak perang. Lenyapnya hutan serta praktik modifikasi cuaca yang berpotensi memunculkan bencana baru di wilayah yang belum siap juga menjadi perhatian serius.

“Sampah plastik telah mempidana ekosistem laut. Terumbu karang yang indah bisa berubah seperti bekas perang. Hutan-hutan kita pun terus lenyap, dan kini muncul praktik modifikasi cuaca yang berpotensi menghadirkan bencana baru di tempat yang belum siap menghadapinya,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan modifikasi cuaca menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk dalam hal pengendalian dan mitigasi yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Modifikasi cuaca ini menjadi PR kita bersama. Pengendalian dan mitigasinya harus benar-benar diperhatikan, karena jika tidak terkendali, dampaknya bisa luas,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tema pengajian ini sangat relevan dan tidak boleh berhenti pada forum diskusi semata, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan praksis.

“Pengajian ini tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi. Ini harus menjadi gerakan praksis yang kita mulai dari lingkungan persyarikatan, lalu menginspirasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyelamatkan lingkungan melalui pola dan tindakan yang tepat,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran buku Ekologi Berkemajuan serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWM DIY dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan gerakan pelestarian lingkungan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sambutan-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Prof.-Dr.-Muchlas-M.T.-pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 10:59:022026-03-01 10:59:02Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan

Dosen Fakultas Hukum UAD Jadi Pemateri Seminar Sekolah Pra-Adil Gender

21/04/2025/in Terkini /by Ard

Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selaku Pembicara Sekolah Pra Adil Gender (Dok. IMM Djazman Al-Kindi)

Seminar Sekolah Pra-Adil Gender dengan tema “Ekofeminisme: Pentingnya Kesetaraan dalam Penyelamatan Lingkungan” sukses diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al-Kindi Yogyakarta, dengan mempercayakan dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum. sebagai pemateri. Kegiatan ini diadakan pada Minggu, 13 April 2025, di Auditorium Kampus 1A UAD.

Ia memaparkan bagaimana perempuan sebagai makhluk hidup sangat dekat dengan sumber daya alam seperti air, tanah, dan pangan energi. Hal tersebut tentu menjadi motivasi untuk para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) khususnya IMMawati dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Isu ketidakadilan gender masih menjadi persoalan besar, di mana perempuan kerap kali mengalami peminggiran. Ketimpangan tersebut terus dipertahankan oleh berbagai aspek kehidupan yang belum sepenuhnya adil terhadap perempuan. Oleh karena itu, diperlukan perubahan cara pandang untuk membangun kesadaran tentang pentingnya keadilan gender.

Pendekatan lintas disiplin dalam menghubungkan persoalan gender dengan isu-isu lingkungan menjadi sangat penting. Itulah alasan seminar Sekolah Pra-Adil Gender hadir sebagai pembuka wadah edukasi yang bertujuan menumbuhkan pemahaman awal bahwa ketimpangan gender dan kerusakan lingkungan memiliki akar masalah yang sama, yaitu dominasi yang bersifat sistemik.

Tindakan selanjutnya dari seminar ini adalah merealisasikan kegiatan Sekolah Adil Gender selama 3 hari secara intensif. Tujuannya untuk memberikan bekal kepada kader IMM dan umum akan pentingnya integrasi nilai-nilai kesetaraan gender. Selain itu juga sebagai pelestarian lingkungan dalam gerakan yang mendorong kader untuk berpikir secara kritis dan inovatif dalam menyikapi isu tersebut melalui pendekatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Harapannya setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, mampu menciptakan ruang aman bagi laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan pendidikan setara dan menumbuhkan kesadaran ekologis untuk berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam. (Salsya Yunita)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selaku-Pembicara-Sekolah-Pra-Adil-Gender-Dok.-IMM-Djazman-Al-Kindi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-21 10:50:572025-04-21 10:50:57Dosen Fakultas Hukum UAD Jadi Pemateri Seminar Sekolah Pra-Adil Gender
Page 1 of 10123›»

TERKINI

  • UAD Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H pada 20 Maret di Kampus IV19/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Edukasi Pemanfaatan TOGA di Dusun Pundak Tegal19/03/2026
  • Mahasiswa BISMA UAD, Rizal Agus Setiawan Jadi Pemateri dalam Webinar Nasional Kewirausahaan19/03/2026
  • KKN UAD Dorong Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Sehat di Dusun Bojong18/03/2026
  • UAD Terapkan KHGT dalam Penentuan Idulfitri 1447H17/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top