Bersama IMM Menjadi Kader Elite Muhammadiyah

Podcast Masta UAD 2020
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjadi salah satu Organisasi Otonom (Ortom) yang dapat dijumpai di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). UAD sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, memang berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan AUM. IMM sebagai salah satu ortom menjadi pelangsung dan penyempurna amanah mempunyai semboyan anggun dalam moral, unggul dalam intelektual.
Masa Ta’aruf (Masta) UAD 2020 dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2020, menghadirkan tiga ortom, yaitu IMM, Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM). Tiga ortom tersebut mewadahi setiap mahasiswa sesuai bakat dan minat. IMM menjadi salah satu ortom yang menjunjung tinggi nilai keislaman, intelektual, dan humanitas.
Kader IMM disiapkan sebagai agen of change sekaligus menjaga AUM. IMM akan memberikan wawasan pentingnya organisasi bagi mahasiswa. “Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah” menjadi tujuan dibentuknya IMM. Mahasiswa akan ditempa nilai-nilai keislaman, menanamkan intelektualitas sebagai kaum akademis dengan ilmu amaliah, serta amal ilmiah sebagai landasan yang tertuang dalam enam penegasan IMM.

Ketua Korkom IMM UAD di Acara Masta UAD
“IMM akan mengajak mahasiswa untuk berproses bersama menjadi kader elite Muhammadiyah, dengan mengutamakan nilai keislaman dan intelektual serta peka terhadap sosial,” tutur M. Hasbi Assidiqi selaku ketua Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UAD. Ia menambahkan, IMM akan mengajak Dahlan Muda untuk terus meningkatkan prestasi tanpa takut berorganisasi. Organisasi bukan menjadi penghalang nilai akademis, melainkan melalui organisasi mahasiswa akan cakap dalam komunikasi, relasi, dan prestasi.
“Mahasiswa baru (maba) tidak perlu khawatir jika mengikuti organisasi akan mengganggu kuliah, justru saya membuktikan bahwa dari organisasi saya mendapatkan banyak ilmu dari luar kelas. Selain itu mendapatkan relasi dan mampu lulus studi tepat waktu,” tandas Hasbi sembari mengajak maba bergabung dengan ortom UAD. (Chk)



Selama mengikuti Program Pengenalan Kampus (P2K), Mustika mengalami kendala jaringan internet sehingga tidak bisa menerima dengan baik semua yang disampaikan oleh pemateri. P2K adalah salah satu ajang memperlebar jaringan pertemanan. Namun, P2K daring belum bisa memberinya tempat leluasa untuk mengenal teman-teman lebih dekat secara langsung. Meski demikian, ia mengaku tetap semangat mengikuti P2K daring demi menjalankan protokol kesehatan dan keselamatan bersama. Melalui P2K daring, Dahlan Muda dari mana pun justru dapat terhubung dengan UAD dan bisa mengenalnya lebih dekat.





Masta Ta’aruf (Masta) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi rangkaian acara pada Program Pengenalan Kampus (P2K) bagi Dahlan Muda. Mahasiswa baru (maba) diperkenalkan mengenai Persyarikatan Muhammadiyah beserta Organisasi Otonom (Ortom) yang ada di UAD. Masta diselenggarakan dengan sistem dalam jaringan (daring) sesuai dengan anjuran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Selasa, 15 September 2020, di kanal YouTube UAD.


“Tujuan pertunjukan Nini Thowong mulanya sebagai hiburan sehabis kerja menanam padi dan ritual mencari obat bagi warga yang sakit. Namun seiring berkembangnya zaman, kini hanya dimainkan jika ada permintaan dari masyarakat sebagai hiburan saja,” ujar Agus Windardo selaku ketua kelompok kesenian Nini Thowong Panjangrejo dalam gelar wicara bertajuk “Peran Digital bagi Pegiat Seni di Masa Pandemi” via Goole Meet, (12-9-2020).
“Proposal PKM-T kami berjudul ‘Revitalisasi Kesenian Nini Thowong di Desa Panjangrejo melalui Website sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Kelompok Seni’. Di era digital ini kita harus memanfaatkan dengan baik dan bijak teknologi yang ada agar bisa merasakan manfaatnya,” ujar Feby Akas Saputra.
