Tim B-Netra UAD Raih Juara 1 LKTI di Universitas Mataram

200

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di masa pandemi tetap menunjukkan produktivas dan prestasi. Tim B-Netra yang berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) beranggotakan Gilang Aditya, Aristia Indriani, dan Anenggar Dewi Puspita, dengan dosen pembimbing Muhammad Ragil Kurniawan, M.Pd., berhasil menorehkan prestasi menjadi juara 1 sekaligus best paper pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Pekan Riset Ilmiah Mahasiswa Nasional (Prisma). Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh UKM PRIMA Universitas Mataram pada 26−28 Juni 2020 via daring melalui Google Meet.

“B-Netra Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Multiliterasi untuk Meningkatkan Literasi Sains pada Siswa Tunanetra” menjadi judul yang mengantarkan Tim B-Netra menjadi juara. Lomba yang diikuti sebanyak 259 tim dari 74 universitas di seluruh Indonesia ini mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Mengoptimalkan Sumber Daya dan Iptek guna Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030”.

B-Netra menjadi media pembelajaran berbentuk ilmu pengetahuan yang disajikan menggunakan cerita pendek. Tujuannya agar memberikan kesan kebermanfaatan sains pada kehidupan, khususnya bagi penyandang tunanetra.

“Keunikan dari B-Netra ialah mengombinasikan antara audio, kinestetik, dan taktil dalam satu media. Manfaatnya untuk memaksimalkan potensi panca indra tunanetra, bersifat fleksibel karena dapat digunakan saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran, serta harga yang lebih murah,” tutur Aristia.

Ia menambahkan, produk yang mereka buat berbentuk buku braille yang di dalamnya berisi cerita pendek dan berfungsi untuk melatih imajinasi, kreatif, serta kritis pembaca. Selain itu, dalam media tersebut terdapat objek asli berupa daun yang telah diawetkan. Fungsinya untuk memberikan gambaran konkret tentang objek yang diceritakan pada cerita pendek dengan melibatkan kinerja kinestetik dan taktil. Bentuk audio yang digunakan berisi deskripsi objek yang dibahas dengan backsound yang mampu membuat siswa rileks. Media tersebut menggunakan kode QR sehingga memanfaatkan teknologi pada pembelajaran di smartphone.

“B-Netra dapat menjadi solusi bagi penyandang tunanetra sebagai media pembelajaran yang menggabungkan buku braille, objek atau miniatur yang menyerupai bentuk asli, disertai audio dalam satu media yang sangat bermanfaat,” tandas Aristia. (Chk).