Totalitas untuk Komunitas yang Berkualitas

171

Sebuah pementasan mempunyai daya tarik sendiri-sendiri bagi penonton. Tidak banyak yang tahu, bahwa di balik pertunjukan teater yang tidak dipungut biaya ada segudang perjuangan yang layak diapresiasi. Jual laptop untuk tutup kekurangan dana memang benar-benar terjadi dalam komunitas Teater 42. Hal itu dilakukan demi penyampaian sebuah pesan dalam pementasan dengan tema “Siapa Sampah” pada 21 Oktober 2019. Mereka ingin proses yang nyata untuk komunitas yang berkualitas.

Totalitas pemain tampak apik saat tersorot oleh retina dan lensa kamera. Panitia tak terlihat layu meskipun penonton terus mengantre di depan gedung pertunjukan. Mereka membuktikan, hasil tak mengkhianati perjuangan para anggota komunitas Teater 42. Penonton ada juga yang lesehan karena terlalu penuh dalam ruangan.

Penonton tetap kondusif saat menikmati jamuan dari komunitas teater dari Program Studi Sastra Indonesia ini. Ada yang mengamati pemain saat di atas panggung. Ada juga yang terpana melihat properti sampah plastik yang menghiasi panggung pementasan. Kisahnya, sampah yang sudah disusun apik menjadi pohon dan teman lampu hias ini telah terkumpul sejak lama. Saat Program Pengenalan Kampus (P2K) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) komunitas ini rajin menabung sampah plastik. Selain turut membuat suasana kampus supaya terhindar dari sampah plastik, mereka memiliki pemikiran kreatif dan menyulapnya menjadi properti yang ramah kantong nan cantik.

Tidak hanya itu, untuk menambah biaya pementasan para anggota komunitas Teater 42 mengubah peran sejenak menjadi pedagang. Mengumpulkan pakaian layak pakai, kemudian dijual. Seperti tak pernah kehilangan ide kreatif, mereka terus berupaya mengatasi masalah secara dewasa dan cerdas.

“Bagi kawan-kawan, tetap optimis. Tanpa kalian, acara ini tidak akan berjalan. Memang kami mementaskan ini khusus untuk penonton yang hadir. Tidak hanya untuk UAD, tapi untuk semua yang hadir. Proses yang dilalui cukup berat, tapi terbayarkan oleh penonton yang sangat banyak,” pesan Purwadi Putra selaku anggota Teater 42 pada 21-10-19 di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta. (Dew)