UAD Jadi Tuan Rumah: Partisipasi Peserta Sangat Baik

0
145
Salah satu peserta dari Gorontalo sedang menyampaikan kesan pesan diakhir sesi penutupan Dialog Ideopolitor (ideologi, politik, dan organisasi) 27-29 April lalu.

Berbagai masalah dan persoalan yang sedang dihadapi Muhammadiyah pada dasarnya mendesak agar segera ditangani dan dicarikan solusi oleh segenap pihak dan komponen persyarikatan yang terkait. Penguatan ulang komitmen bermuhammadiyah, peneguhan kembali ideologi gerakan, pengayaan wawasan keislaman, serta pemberdayaan organisasi dan aktualisasinya berupa strategi maupun taktik, merupakan bagian dari modal kultural berorganisasi untuk merespons beragam masalah dan tantangan tersebut. Oleh karena itu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara Dialog Ideopolitor (ideologi, politik, dan organisasi) 27-29 April 2018 di Hotel Jayakarta Yogyakarta.

“Alhamdulillah, UAD telah dipercaya menjadi tuan rumah dan acaranya berjalan lancar. Sesuai dengan rencana, peserta yang terdiri atas sebelas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan sebelas Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) seyogyanya yang hadir hampir 95% orang. Partisipasi peserta sangat baik. Mereka mengikuti dari awal sampai akhir dan aktif saat materi pendalaman tanya jawab maupun kelompok,” jelas Hendra Darmawan, S.Pd., M.A., selaku ketua panitia sekaligus dosen UAD.

Acara yang bertema “Strategi dan Taktik (Straktak) Muhammadiyah dalam Pusaran Turbulensi Sosial Politik Bangsa” bertujuan untuk memperkuat basis ideologis bagi pimpinan persyarikatan dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial, budaya, ekonomi, dan politik Indonesia kontemporer yang berimbas pada keberadaan Muhammadiyah di wilayah. Selain itu juga untuk memberikan pemahaman tentang peta politik nasional maupun lokal dan pengaruhnya bagi warga Muhammadiyah di wilayah, serta untuk mempertajam kemampuan pimpinan persyarikatan dalam merumuskan strategi dan taktik organisasi yang layak.

“Sesuai dengan rencana, pimpinan pusat membangun kesepahaman peran dan fungsi Muhammadiyah dalam berkontribusi di wilayah percaturan politik nasional, yang pasti tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang menjadi visi misi Muhammadiyah,” harap Hendra. (nda)