UAD Raih Gold Award dalam Ajang ESI

0
63

Expo Sciences International (ESI) merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan oleh Mouvement International pour le Loisir Scientifique et Technique (MILSET), salah satu organisasi pemuda non-pemerintah. MILSET ini suatu organisasi yang bersifat nirlaba dan independen secara politik, bertujuan untuk mengembangkan budaya ilmiah di kalangan kaum muda melalui organisasi program sains dan teknologi.

Di 22−28 September 2019 lalu, giliran Abu Dhabi, United Arab Emirates, yang menjadi tuan rumah. Ajang ini dihadiri oleh 53 negara, dengan 2500 partisipan dan menjadi salah satu perhelatan sains yang sangat bergengsi di dunia.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut berpartisipasi dengan mengirimkan tim Roof Covering Prototype of (RCP)-Grain, dan berhasil meraih gold award. Dalam tim itu ada empat delegasi mahasiswa atas nama Mar’atul Husna, Ponco Sukaswanto, Ahmad Yogaswara, dan Yenny Rahmawati, dengan dosen pembimbing Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D.

Dari keterangan Anton, tim dari UAD membawakan produk inovasi berupa RCP-Grain, yakni atap penutup otomatis untuk membantu petani dalam proses penjemuran padi sehingga bisa meningkatkan mutu dan kualitas padi tersebut.

“Salah satu kelebihan dari RCP-Grain ini adalah sudah berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat dipantau melalui gawai. Jadi, petani tidak perlu lari-lari untuk memasukkan padi lagi ke tempatnya. Alat ini juga ada indikator kelembaban dan tingkat kekeringannya,” terangnya saat ditemui di Kampus Utama UAD, Senin (30-10-2019).

Ia melanjutkan, alat tersebut akan terus dikembangkan sehingga nantinya tidak hanya bermanfaat kepada petani padi, melainkan juga bermanfaat untuk petani kopi, bisa juga sebagai pengeringan cengkih, pengeringan obat, dan banyak produk pertanian lainnya yang membutuhkan pengeringan.

Sebelum membuat alat ini, keempat mahasiswa melakukan survei kebutuhan petani. Setelah mengumpulkan data, kemudian mendesain dan mengimplementasikan. Tentunya, dalam pembuatan produk ini UAD sangat mendukung penuh.

“Dukungan dari UAD sangat bagus. Apalagi dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) yang sangat mendukung dari segi subsidi pendanaan, meskipun tidak semuanya. Mahasiswa juga aktif mencari dana dan sponsor karena harus membawa empat personel ke Dubai yang dananya lumayan besar,” kata Anton.

Sementara Dr. Dedi Pramono, M.Hum. selaku kepala Bimawa menyinggung, prestasi yang dicapai tim UAD sangat luar biasa. Ia bersyukur ternyata mahasiswa UAD mempunyai kemampuan yang hebat. Prestasi di Dubai menjadi kejutan yang sangat bagus.

“Hal ini memang upaya internasionalisasi UAD. Mudah-mudahan ke depan banyak mahasiswa lain yang bisa seperti itu. Dengan catatan, sekali lagi, kami akan mendukung lomba-lomba di luar negeri dengan niat ikhlas. Tidak hanya tampil hebat, tetapi juga bisa berpikir memberikan pelajaran kepada mahasiswa, bahwa ternyata posisi mereka tidak lebih rendah dari yang lain,” ungkapnya, Selasa (1-10-2019). (ASE)