Ubah Haluan, Isbata Lakukan Peluncuran Pertama

0
135

Istana Bawah Tangga (Isbata) nama Lembaga Semi Otonom dari Seni, Budaya, dan Olahraga (SBO) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) PB II, memiliki sejarah yang unik. Karena dahulu kantor pimpinan komisariat IMM PB II berada di bawah tangga, maka diberi nama Isbata. Sebuah forum diskusi isu-isu terhangat yang dibentuk oleh Saiful Efendi M. Pd.

Namun, kiprahnya mendiskusikan seputar isu terbaru kampus tak berlangsung lama. Kini Isbata berubah haluan menjadi pergerakan seni, yakni mencakup seni musik, teater, tari, dan tarik suara. Belum banyak yang tahu, sebelum pindah haluan Isbata sempat vakum pada 2014 lalu hidup kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kini tujuan Isbata yaitu berdakwah melalui seni. Seni yang diambil Isbata yaitu yang tidak menyimpang ajaran Islam. Seni yang masih mengenal batasan, dakwah beresensi bahwa sesama manusia harus saling mengingatkan.

Isbata sangat identik dengan sastra, sesuai dengan komisariat IMM PB II yang merupakan gabungan dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Menurut Bayu Apriliansyah selaku anggota Isbata dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2016, alasan Isbata memilih seni sebagai sarana dakwah yaitu karena seni merupakan hal yang menyenangkan. Berdakwah tidak harus hanya ceramah. Isbata mencoba menyisipkan nilai seni dalam menyampaikan dakwah.

Kendala yang menerpa Isbata tak membuat surut semangat anggotanya. Antusias anggota baru yang mulai meredup sebisa mungkin bisa diatasi. Selain itu, waktu terkadang menjadi hambatan bagi beberapa anggota. Pilihan malam hari untuk latihan memang harus berjuang keras. Perizinan yang sulit, karena beberapa anggota merupakan santri Persada. Hingga kesungguhan anggota yang tetap bertahan selama proses, akhirnya menghasilkan sebuah karya. Peluncuran Isbata yang pertama telah terlaksana pada Desember 2018 lalu.

The Rise of Isbata adalah sebuah tema yang berhasil memikat 100 penonton yang menghadiri peluncuran di auditorium kampus II UAD. Sebanyak 16 penampilan baik berupa drama, pembacaan puisi, musik, dan musikalisasi puisi meramaikan acara ini. Esensi tema The Rise of Isbata yaitu sebuah kebangkitan kembali dari Isbata setelah vakum lumayan lama.

“Sempat vakum selama beberapa tahun, kami tetap bertekad untuk bangkit. Mencoba mengenal Isbata dengan wajah baru. Mengaktifkan kembali Isbata seperti tahun 2014 pada masa naik daun,” tambah Risa Puspitarini selaku sekretaris SBO IMM PB II. (Dew)