• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Orientasi Mahasiswi Memaknai Make up , Memaknai Make up Mahasiswi di Kampus

29/04/2019/1 Comment/in Feature /by NewsUAD

Penggunaan make up kini bukan hanya sekadar untuk datang ke acara pesta atau acara formal saja. Banyak perempuan yang mulai sadar bahwa make up merupakan sarana penunjang kecantikan sehari-hari. Kesadaran semacam ini juga merambah di kalangan kampus, khususnya bagi mahasiswi.

Makna make up sendiri adalah seni merias wajah atau mengubah bentuk asli dengan bantuan alat dan bahan kosmetik dengan tujuan untuk memperindah atau menutupi kekurangan sehingga wajah terlihat ideal. Make up sebenarnya memiliki arti yang hampir sama dengan berdandan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata dandan diartikan sebagai mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias dengan tujuan memperbaiki atau menjadikan baik (rapi).

Apa sebenarnya makna penggunaan make up bagi mahasiswi, khususnya di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD)?

Menurut Desiratri, mahasiswi Farmasi angkatan 2015, makna make up tidak semata-mata hanya untuk penunjang kecantikan saja. Tetapi dengan sudah semakin buruknya kondisi udara, make up adalah perlindungan. ā€œAku memandang make up karena untuk alasan kesehatan, karena pemanasan global, semakin ke sini dirasa semakin bertambah panas. Seperti kemarin contohnya, aku main ke pantai dan kulitnya jadi belang. Jadi aku lebih ke perawatannya dan perlindungannya,ā€ tuturnya.

Berbeda dengan mahasiswi dari Farmasi ini, Ika Dwi Lestari dan Marwia Dama mahasiswi Manajemen 2015 memandang make up sebagai penunjang kecantikan. Ditemui bersama teman-temannya, mereka memiliki beberapa pandangan yang berbeda terkait makna penggunaan make up.

Menurut Emilia Rosa, makna penggunaan make up adalah sebagai salah satu cara agar muka lebih terlihat cerah. ā€œBiar kelihatan nggak pucat aja, selain itu kalau nggak pakai make up kan muka terlihat kusam,ā€ ungkapnya.

Sedangkan menurut Tika Sari makna penggunaan make up adalah mempercantik diri dan membuat menarik. ā€œUntuk mempercantik diri dan menarik perhatian lawan jenis. Selain itu saya kebetulan dari jurusan kecantikan di SMA, jadi make up sebenarnya untuk mempercantik diri,ā€ tuturnya.

Celsi Arigustina memiliki pandangan yang berbeda dari yang lain, ia menganggap make up sebagai seni merias wajah, ā€œBuat nyelo aja, kalau lagi diem gitu, mengkreasikan diri, mukaku bisa jadi kanvas,ā€ ungkapnya.

Sementara itu, ditemui di sela-sela kesibukannya, Dekan Psikologi UAD Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D. memberikan tanggapan terkait makna penggunaan make up di kalangan mahasiswi. Menurutnya, pertama, make up atau standar kecantikan dibentuk oleh konstruksi sosial. Kedua, ada suatu institusi yang memiliki sistem yang dapat membangun standar kecantikan itu sendiri. Sistem ini cukup besar terutama dari sisi modal. Sehingga mereka mampu menyebarluaskan dan dapat diakses oleh banyak orang.

Terkait makna penggunaan make up di kalangan mahasiswi, ia beranggapan bahwa setiap orang bebas memaknai make up itu seperti apa. ā€œNamanya juga memaknai, artinya itu subjektif. Tetapi pertanyaan selanjutnya, terkait cantik atau seni merias wajah itu, kenapa tidak berlaku bagi laki-laki?ā€ ungkapnya saat ditemui di kantornya, 20 Februari 2019 lalu.

Ia melanjutkan bahwa hal itu merupakan suatu tindakan diskriminasi. Bahwa laki-laki tidak harus pandai merawat kulit dan sebagainya. Hal ini, menurutnya, tidak lepas dari sistem yang sudah dibentuk oleh industri kecantikan itu sendiri.

Dekan yang masih aktif mengajar ini juga menanggapi terkait pergeseran budaya penggunaan make up. Bahwa make up kini sudah menjadi gaya hidup yang mampu menunjang kecantikan, ini tidak lepas dari produk-produk yang disebarluaskan oleh industri kecantikan.

ā€œSemakin ke sini semakin banyak anak muda yang tadinya beranggapan bahwa make up untuk merawat dan melindungi, akhirnya berganti. Sekarang anak umur 20 tahun saja sudah menggunakan make up, saya juga heran. Tetapi itu efek dari itu tadi, mana mau industri mendidik banyak orang? Industri kan maunya dapat duit dari konsumen. Biar orang membeli. Bukan karena butuh, tetapi karena ingin,ā€ tuturnya.

Terakhir, ia berharap bahwa kecantikan tidak hanya difokuskan dari fisik saja. Tetapi para mahasiswi juga harus kritis bahwa kecantikan dari luar juga sangat perlu diimbangi dengan kecantikan dari dalam. ā€œSaya selalu menekankan dalam kelas saya, bahwa cantik itu bukan hanya ditonjolkan dari fisik saja, tetapi juga perilaku. Perilaku atau attitude inilah yang mampu mencerminkan inner beauty, jadi bukan hanya cantik fisik saja yang ditonjolkan,ā€ tutupnya. (eng)

 

 

 

 

 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/2b..jpg 1024 768 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-04-29 09:03:002019-05-07 06:04:12Orientasi Mahasiswi Memaknai Make up , Memaknai Make up Mahasiswi di Kampus
1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. Orientasi Mahasiswa Memaknai Make Up – wulan's story says:
    02/06/2022 at 15:45

    […] Sumber Artikel : NewsUAD […]

Comments are closed.

TERKINI

  • Bentuk Kader Berintegritas, IMM FTI UAD Gelar LDI 202630/04/2026
  • Prof. Wajiran: Sastra Bukan Sekadar Estetika, Tetapi Alat Perjuangan Ideologi30/04/2026
  • Tim UAD Bersama BMKG dan Bosscha Berhasil Observasi Okultasi Asteroid StrenuaĀ 29/04/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Porseni 202629/04/2026
  • Upgrading PK IMM FTI UAD 2026: Perkuat Kepemimpinan dan Solidaritas29/04/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Borong Penghargaan di Kompetisi Nasional hingga InternasionalĀ 30/04/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Silver Medal NESCO 2 202630/04/2026
  • Mahasiswa UAD Juara II Mawapres PTMA Program Diploma29/04/2026
  • Mahasiswa UAD Juara I Mawapres PTMA Program Sarjana27/04/2026
  • Mahasiswa UAD Juara I Pilmapres Program Diploma LLdikti Wilayah V Yogyakarta27/04/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top