Berawal dari Mencoba dan Bisa Akhirnya Menang

0
50

 

Agung Zikri Safutra mahasiswa kelahiran Sumedang, Jawa Barat ini, berhasil terpilih menjadi Duta Ekonomi Pembangunan Program Studi Ekonomi Pembangunan (HMPSEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Awalnya, Agung yang masih semester 2 itu sempat ragu-ragu untuk mengikuti lomba pemilihan Duta Pembangunan. Namun karena banyak dorongan dari orang sekitarnya, ia pun akhirnya mencoba ikut-ikutan.

“Saya kan sekarang baru semester 2, tadinya saya mempunyai target ikutan pemilihan Duta Pembangunan itu di semester 4 supaya saya bisa banyakin CV dulu. Tapi karena banyak orang yang mendorong saya supaya ikutan, akhirnya saya coba. Saya sempat berpikir kalau nanti gagal, saya akan ikut lagi tahun depan. Tapi alhamdulillah sekarang saya terpilih menjadi Duta Ekonomi Pembangunan,” katanya saat diwawancara Minggu (14-7-2019).

Lomba pemilihan Duta Pembangunan sendiri mulai pada tanggal 1−7 Juli 2019. Pemilihan ini juga melalui seleksi, seperti seleksi esai, pengumuman dan pemberitahuan buat persiapan presentasi, serta paling ditunggu adalah babak final.

Tentunya untuk menang dalam lomba ini tak semudah yang dibayangkan, Agung banyak mendapat kesulitan saat mengikuti lomba, mulai dari saat proses pembuatan esai dan saat presentasi untuk pertanggungjawaban. Menariknya, ia membuat esai dengan mengangkat isu investasi.

Alasan Agung mengangkat isu itu karena minat terhadap investasi di Indonesia masih tergolong rendah hanya 0,5% dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal di negara maju, sebagian besar dari penduduknya mengalokasikan 30% dari pendapatannya untuk investasi. Investasi itu sangat penting buat perekonomian suatu negara, soalnya bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selama ini, ekonomi di Indonesia itu bergantung hanya pada tingkat konsumsi masyarakatnya saja.

“Alasan saya mengangkat itu, karena Jepang dan Korea Selatan telah membuktikan salah satu penggerak perekonomiannya karena investasi. Alasan selanjutnya, saya juga ingin mengenalkan pilihan investasi syariah. Soalnya orang Indonesia masih menganggap investasi itu haram. Padahal ada juga investasi syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkapnya.

“Dengan prestasi ini saya berharap, semoga saya nanti bisa tetap produktif untuk menggapai cita-cita dan bisa menjadi manusia yang bermanfaat,” tandasnya. (ASE)