• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik

03/07/2026/in Feature /by Ard

Irgiawan Aditya Rangga Alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan segudang prestasi akademik dan nonakademik (Foto. Irgiawan)

Dedikasi, kerja keras, dan keberanian memanfaatkan setiap peluang mengantarkan Irgiawan Aditya Rangga menjadi salah satu Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada periode wisuda tahun 2026. Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,94 tersebut berhasil menunjukkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun nonakademik, selama menempuh pendidikan di UAD.

Putra pasangan Tafriah dan Akhmad Ihsan ini mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas penghargaan yang diterimanya.

Selama menjadi mahasiswa UAD, Irgiawan berhasil mengoleksi sekitar 25 prestasi dari berbagai bidang dan tingkatan, mulai dari regional, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut mencakup bidang akademik, seni, kepenulisan, presentasi ilmiah, hingga kompetisi minat dan bakat.

Beberapa prestasi yang berhasil diraih antara lain Juara II Solo Vocal International Competition SILAT APIK PTMA 2025, Juara I Presenter Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADYC) #3, Juara III Kategori Esai ADYC 2025, Juara I Management Creative Fair 2025, Juara II Festival Bisnis UNEJ 2025, Juara I Euforia Seni 3.0, Juara II Cultural Literacy FSBK 2024, serta berbagai penghargaan lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

Dari sekian banyak pencapaian tersebut, keikutsertaannya dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) menjadi pengalaman yang paling berkesan.

“Bagi saya, ajang PEKSIMINAS merupakan kompetisi bidang minat dan bakat yang paling bergengsi bagi mahasiswa. Pengalaman mengikuti kompetisi tersebut menjadi salah satu perjalanan yang paling berharga selama kuliah,” ujarnya.

Motivasi terbesar yang mendorong Irgiawan untuk terus berprestasi adalah keinginan membanggakan kedua orang tuanya. Selain itu, ia meyakini bahwa setiap kompetisi dan pencapaian tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga memberikan pengalaman serta ilmu berharga yang tidak semua orang dapatkan.

Menurut Irgiawan, keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan orang tua yang selalu memberikan semangat dan doa. Selain itu, ia juga mengapresiasi peran Bidang Kemahasiswaan UAD yang selama ini memberikan berbagai fasilitas dan dukungan bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi.

Dalam menjaga konsistensi prestasinya, Irgiawan selalu berpegang pada prinsip menentukan prioritas dan mengelola waktu dengan baik. Baginya, kemampuan mengenali kapasitas diri dan mengatur berbagai aktivitas secara seimbang merupakan modal penting untuk mencapai hasil yang optimal.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Irgiawan berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Sambil mempersiapkan langkah tersebut, ia juga ingin terus mengembangkan berbagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan karier di masa depan.

Bagi Irgiawan, prestasi tidak selalu identik dengan piala atau penghargaan. Ia memaknai prestasi sebagai keberhasilan menaklukkan sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit atau bahkan mustahil untuk dicapai.

Sementara itu, kesuksesan menurutnya adalah hasil dari usaha yang mampu memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Ia berharap UAD terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kepada mahasiswa UAD, ia berpesan agar terus memanfaatkan setiap peluang yang ada karena kampus selalu memberikan dukungan bagi mahasiswanya untuk berkembang dan berprestasi.

“UAD akan selalu mendukung mahasiswanya untuk berprestasi sesuai slogan yang selama ini dikenal, yaitu ‘Prestasi adalah Tradisi Kami’,” katanya.

Ia menambahkan, “Tidak ada kata mudah untuk meraih kesuksesan, sama halnya dengan kuliah. Karena itu, hiasilah masa kuliah dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan mendukung masa depan. Jangan menyesal karena tidak mencoba sesuatu hanya karena merasa tidak mampu. Beranilah untuk mencoba dan melakukannya,” tuturnya.

Salah satu pelajaran hidup paling berharga yang diperoleh Irgiawan selama menempuh studi di UAD adalah nilai TANGGUH, yaitu Takwa, Amanah, Nalar, Gesit, Gembira, Ulet, dan Humanis. Nilai tersebut menjadi pedoman dalam menjalani berbagai aktivitas sekaligus pengingat untuk selalu melibatkan nilai-nilai ibadah dalam setiap perjalanan kehidupan.

Melalui berbagai prestasi yang telah diraih, Irgiawan membuktikan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Konsistensi, manajemen waktu yang baik, keberanian mencoba hal baru, serta dukungan dari lingkungan menjadi bekal penting dalam mengukir prestasi dan meraih kesuksesan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Irgiawan-Aditya-Rangga-Alumnus-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-segudang-prestasi-akademik-dan-nonakademik-Foto.-Irgiawan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-03 10:00:012026-07-06 08:43:43Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik

Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi

03/07/2026/in Feature /by Ard

Noval Arwansyah alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan berbagai prestasi nasional dan internasional (Foto. Noval)

Keberhasilan meraih gelar sarjana menjadi momen istimewa bagi setiap mahasiswa. Namun, bagi Noval Arwansyah, lulusan Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD), momen tersebut semakin bermakna karena ia dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik UAD.

Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,56, Noval berhasil menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Penghargaan tersebut menjadi bukti atas kerja keras, kedisiplinan, dan konsistensi yang ia bangun selama menempuh pendidikan di UAD.

“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terhormat atas penghargaan sebagai Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik UAD. Pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak saya lalui sendiri, melainkan berkat dukungan orang tua, dosen, teman-teman, serta lingkungan kampus yang selalu memberikan kesempatan untuk berkembang,” ungkap Noval.

Selama menempuh studi di Teknik Kimia, Noval aktif mengikuti berbagai kompetisi yang berhasil mengantarkannya meraih sejumlah prestasi membanggakan. Pada tahun 2023, ia berhasil meraih Juara I Pekan Karya Tulis Ilmiah Nasional (PEKTIN) kategori esai. Pada tahun yang sama, ia bersama tim memperoleh Juara Harapan dalam ajang 15th Malaysian Chem-E Car Competition kategori Car Performance serta meraih penghargaan Best All Category, Best Most Consistent Team, dan Best Video Profile pada Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC).

Prestasi tersebut berlanjut pada tahun 2024 ketika Noval berhasil meraih Juara I kategori Presenter dan Juara II kategori Artikel dalam Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADYC).

Dari berbagai pencapaian yang diraih, pengalaman mengikuti kompetisi Chem-E Car di Malaysia menjadi salah satu yang paling berkesan baginya. Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan akademik, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu Teknik Kimia secara nyata, bekerja sama dalam tim, serta membawa nama baik UAD di tingkat internasional.

Menurut Noval, motivasi terbesar yang mendorongnya untuk terus berprestasi adalah keinginan membanggakan kedua orang tua serta memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

“Saya percaya bahwa pendidikan merupakan sarana untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membuka peluang agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Di balik berbagai prestasi yang diraih, Noval mengaku menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia harus mampu menjaga keseimbangan antara kegiatan perkuliahan, penelitian, kompetisi, organisasi, tugas akhir, hingga magang industri. Untuk mengatasinya, ia menerapkan manajemen waktu yang baik, menentukan prioritas, serta menjaga konsistensi dalam menyelesaikan setiap tanggung jawab.

Bagi Noval, sosok yang paling berperan dalam perjalanan prestasinya adalah kedua orang tua. Dukungan, doa, dan pengorbanan mereka menjadi sumber semangat terbesar dalam setiap langkah yang ditempuh. Selain itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen pembimbing, mentor, dan teman-teman yang telah memberikan arahan serta dukungan selama masa perkuliahan.

Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Noval berencana memulai karier di industri yang relevan dengan bidang Teknik Kimia untuk memperluas pengalaman profesional dan mengembangkan kompetensi teknis. Dalam jangka menengah, ia menargetkan untuk melanjutkan studi magister melalui program beasiswa LPDP guna memperdalam keilmuan serta meningkatkan kapasitas diri.

“Saya berharap kombinasi pengalaman industri dan pendidikan lanjutan dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perkembangan industri dan kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Bagi Noval, prestasi bukan sekadar penghargaan atau pencapaian tertentu, melainkan proses untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Sementara itu, kesuksesan dimaknai sebagai kemampuan untuk memberikan manfaat kepada orang lain melalui ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang dimiliki.

Ia juga menyampaikan harapannya agar UAD terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang melahirkan lulusan unggul, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Perjalanan kuliah saya adalah proses belajar, bertumbuh, dan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.”

Pelajaran hidup paling berharga yang diperoleh selama menempuh studi di UAD adalah keyakinan bahwa hasil besar lahir dari konsistensi dalam melakukan hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh. Baginya, kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar akan selalu membuka jalan menuju peluang yang lebih baik.

Penghargaan sebagai Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik menjadi penutup manis perjalanan Noval di UAD sekaligus awal dari langkah-langkah baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Noval-Arwansyah-alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-berbagai-prestasi-nasional-dan-internasional-Foto.-Noval.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-03 09:00:032026-07-06 08:38:58Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi

Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani

27/06/2026/in Feature /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 21 Juni 2026, yang bertepatan dengan suasana awal tahun baru Hijriah. Menghadirkan Ustaz Drs. H. Masykur Azhari, M.A., dari Majelis Tabligh PDM Sleman sebagai pemateri, kajian kali ini membedah secara mendalam tentang “Makna Hijrah Rasulullah saw.”.

Dalam mukadimahnya, Ustaz Masykur mengajak jemaah untuk merefleksikan keutamaan bulan Muharram. Ia menekankan bahwa bulan ini bukanlah bulan sial atau wingit sebagaimana mitos yang beredar di masyarakat, melainkan bulan mulia di mana pahala ketaatan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt. Menyikapi tradisi tapa bisu mengelilingi benteng di bulan Muharram, ia menegaskan bahwa keselamatan sejati tidak diraih melalui ritual tersebut, melainkan dengan membangun “benteng hidup” berupa penjagaan lisan (menjaga tutur kata), sedekah, silaturahmi, dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Memasuki inti materi, pemateri mengisahkan betapa beratnya perjuangan Rasulullah saw. selama 10 tahun berdakwah di Makkah. Beliau menghadapi berbagai bentuk penyiksaan fisik, hinaan hingga diludahi, serta tawaran harta, takhta, dan wanita agar menghentikan dakwahnya. Namun, semua itu dihadapi Nabi dengan kesabaran, integritas, dan kelapangan hati yang luar biasa, bahkan beliau menjenguk orang yang biasa meludahinya ketika orang tersebut jatuh sakit. Kesabaran paripurna inilah yang menjadi bekal penting sebelum akhirnya turun perintah Allah untuk berhijrah ke Madinah guna menghindari kekejaman kaum Quraisy.

Lebih lanjut, Ustaz Masykur merumuskan bahwa hijrah Rasulullah saw. bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan membawa tiga pesan moral utama yang relevan hingga saat ini. Pertama, hijrah adalah langkah mempertahankan akidah. Setiap umat Islam yang melangkah keluar dari rumah hendaknya meniatkan diri untuk menjaga ketakwaannya di tengah berbagai godaan dunia luar. Kedua, hijrah adalah perjalanan ibadah. Hal ini dibuktikan oleh Rasulullah yang selalu memprioritaskan pembangunan masjid, seperti Masjid Quba dan Masjid Nabawi, sebagai pusat penegakan salat berjemaah begitu tiba di tempat tujuan.

Ketiga, hijrah merupakan momentum membangun ukhuwah (persaudaraan). Di Madinah, Rasulullah sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat yang majemuk, mulai dari kaum Muhajirin, Anshar, hingga suku-suku Yahudi, melalui prinsip persamaan derajat, tolong-menolong, toleransi, dan keadilan. Kumpulan nilai inilah yang kelak melahirkan tatanan masyarakat sipil yang ideal atau civil society (masyarakat madani).

Sebagai penutup, Ustaz Masykur berpesan agar umat Islam senantiasa menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk berbuat kebaikan, menjaga ketaatan, dan menebar persaudaraan di mana pun berada. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-27 09:00:552026-06-29 09:28:37Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani

Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram

22/06/2026/in Feature /by Ard

Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 14 Juni 2026. Bekerja sama dengan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) UAD, kajian kali ini menghadirkan perwakilan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. Tema yang diangkat sangat relevan menjelang bulan suci Muharram, yakni membedah pertanyaan seputar “Bolehkah Puasa Asyura Saja tanpa Tasu’a?”.

Mengawali materinya, Ustaz Ali Yusuf menjelaskan keutamaan bulan Muharram yang disebut dalam hadis sebagai bulan dengan puasa paling utama setelah Ramadan. Ia juga meluruskan berbagai riwayat sejarah yang kerap disandarkan pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Dari sekian banyak peristiwa besar para nabi yang sering diceritakan di masyarakat, seperti diselamatkannya Nabi Ibrahim dari api atau keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan, beliau menegaskan bahwa hanya kisah diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Firaun yang memiliki landasan hadis sahih riwayat Bukhari. Sementara rentetan peristiwa lainnya memang tercatat dalam kitab klasik seperti I’anatuth Thalibin, namun secara sanad tidak bersumber dari hadis yang kuat.

Terkait pertanyaan utama kajian, Ustaz Ali Yusuf memberikan pencerahan mengenai hukum berpuasa hanya pada hari Asyura (10 Muharram) tanpa didahului puasa Tasu’a (9 Muharram). Beliau menegaskan bahwa puasa Asyura secara tunggal hukumnya adalah sah dan bernilai sunnah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan), yang keutamaannya dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu. Ia memaparkan bahwa Rasulullah saw. memerintahkan langsung puasa pada tanggal 10. Adapun puasa tanggal 9 (Tasu’a) berstatus sunnah hammiyyah, yakni baru berupa rencana atau keinginan Rasulullah untuk menyelisihi kebiasaan berpuasa kaum Yahudi, namun beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya. Oleh karena itu, para ulama menyimpulkan umat Islam diperbolehkan jika hanya berpuasa pada tanggal 10 saja, meskipun akan lebih utama jika digabung dengan tanggal 9.

Antusiasme jemaah terlihat sangat tinggi pada sesi tanya jawab yang membedah persoalan fikih turunan lainnya. Ustaz Ali Yusuf pun menjawab tuntas keraguan jemaah, mulai dari hukum wanita haid yang sudah berniat puasa, larangan menggabungkan niat puasa qadha Ramadan (wajib) dengan puasa Asyura (sunah), hingga relevansi semangat hijrah dengan penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) oleh Muhammadiyah. Kajian kali ini juga dimeriahkan dengan sesi post-test dan pembagian doorprize kepada jemaah yang aktif berdiskusi serta menjawab pertanyaan dari narasumber. Rangkaian kegiatan ini sukses membuat suasana majelis ilmu terasa semakin hidup dan berkesan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-H.-Ali-Yusuf-S.Th_.I.-M.Hum_.-dalam-Kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-22 10:15:552026-06-22 10:15:55Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu'a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram

Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi

18/06/2026/in Feature /by Ard

Mawar Ledya Serli alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) (Foto. Mawar)

Perjalanan akademik yang panjang dan penuh perjuangan kembali menorehkan cerita inspiratif di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mawar Ledya Serli, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2022, berhasil lulus dengan meraih predikat Wisudawan Berprestasi pada acara Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu. Perjuangan Mawar membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi. Lahir dan tumbuh dalam kondisi keluarga yang sederhana, Mawar sempat didera keraguan apakah dirinya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Namun, tekad yang kuat untuk meringankan beban orang tua mendorongnya untuk berjuang memburu berbagai peluang beasiswa.

“Perjuangannya panjang banget. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dulu sempat kepikiran, bisa enggak ya kuliah? Biayanya mahal. Jadi saya usahakan untuk daftar lewat jalur beasiswa biar meringankan orang tua. Saya banyak daftar di beberapa kampus, beberapa keterima tapi beasiswanya tidak full. Qodarullah, akhirnya diterima di UAD lewat jalur KIP-Kuliah, jadi beasiswanya full dan dapat uang saku juga,” ungkap Mawar.

Memasuki gerbang perguruan tinggi sebagai mahasiswa baru membawa kebahagiaan tersendiri bagi Mawar. Meski awalnya mengaku sebagai pribadi yang kurang percaya diri, atmosfer akademik dan fasilitas pengembangan diri di UAD secara perlahan mengubah kepribadiannya menjadi sosok yang tangguh dan berani tampil di depan publik. Mawar mulai aktif mengasah lifeskills-nya dengan mengikuti berbagai seminar serta pelatihan yang difasilitasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, sekaligus melibatkan diri dalam dinamika berbagai organisasi kampus, seperti Lembaga Semi Otonom (LSO) Kreativitas Kita (Kreskit) selaku Pimpinan Umum, Student Employment Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD sebagai Jurnalis, Mentor Beasiswa KIP-Kuliah Merdeka Angkatan 2022 dan 2024, Konselor Sebaya, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBSI UAD, Ketua Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) HMPS PBSI UAD, Co-Trainer Softskills Tahap 1, Studi Pentas Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), Juri dalam acara Call for Essay, Ketua Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka III, Ketua Festival Seni Anak UAD Fair #3, hingga menjadi bagian dari Duta Literasi Pendidikan Indonesia sebagai Sekretaris.

Tidak tanggung-tanggung, melalui berbagai kompetisi, Mawar sukses membawa nama baik UAD hingga ke luar Pulau Jawa. Selama masa studinya, ia menorehkan segudang prestasi gemilang tingkat nasional dan internasional yang sangat membanggakan. Catatan prestasinya yang luar biasa meliputi raihan Gold Medal pada National Essay Competition (Nesco) #2 Universitas Negeri Malang tahun 2026, Gold Medal National Writing Competition (NWC) Universitas Andalas 2025, serta Medali Emas Smart Innovation Competition (SIC) dari Kementerian Malaysia pada tahun 2024. Selain itu, ia juga sukses menyabet Juara 1 Business Plan Jasa Non-Digital di Kawasan Pariwisata Borobudur, Juara 1 Best Presenter di ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp, dinobatkan sebagai Duta Literasi Pendidikan Indonesia, meraih rentetan penghargaan nasional di bidang fotografi dasar, mengikuti berbagai seminar dan volunteer, hingga berkesempatan mengikuti Kontribusi Sosial Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) III di Bengkulu.

Menyeimbangkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna, yaitu 3,86, dengan segudang aktivitas organisasi dan kompetisi tentu bukan perkara mudah. Mawar membocorkan rahasia produktivitasnya yang berakar dari Pelatihan Softskills Tahap 1 yang pernah diikutinya di kampus.

“Kalau tips produktif dari saya, pertama-tama dari sekian banyak kegiatan saya harus tentukan prioritas. Intinya pakai metode Eisenhower Matrix. Jadi yang pertama itu yang penting dan mendesak, terus penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, lalu tidak penting dan tidak mendesak. Ini pernah diajarkan waktu Pelatihan Softskills Tahap 1. Aku sangat bersyukur UAD menyediakan program softskills karena itu sangat bermanfaat sebagai kompas bagi saya saat menjadi mahasiswa baru waktu itu,” jelas Mawar.

Di balik predikat Wisudawan Berprestasi yang kini disandangnya, Mawar menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah milik sepihak. Dukungan dari ekosistem pertemanan yang positif menjadi bahan bakar utama ketika ia mulai meragukan kapasitas dirinya sendiri. Namun, di atas segalanya, ia mempersembahkan pencapaian luar biasa ini untuk keluarga kecilnya tercinta.

“Penghargaan wisudawan berprestasi ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga kecil saya yang luar biasa sekali mendukung saya sampai di titik ini; kepada Bapak Tarsiwan, Ibu Nafiah, serta adik-adik saya, Kenanga dan Dahlia.”

Mawar juga menyampaikan rasa terima kasih dan hormat yang mendalam kepada Caraka Putra Bakti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing beasiswanya yang telah memberikan keteladanan dan bimbingan yang luar biasa.

“Kepada Pak Caraka Putra Bakti, dosen pembimbing beasiswa saya yang sudah membimbing dengan penuh kesabaran. Banyak sekali pelajaran hidup dan pengalaman berharga yang saya petik dari beliau. Melalui arahan-arahan beliau, saya ditempa untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga bertransformasi menjadi sosok mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.

Kisah Mawar Ledya Serli menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah akhir dari sebuah mimpi, melainkan awal dari sebuah daya juang yang menginspirasi. Capaian luar biasa ini juga menegaskan komitmen UAD dalam mendukung dan memfasilitasi mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang untuk mencapai potensi terbaik mereka dan mencetak generasi unggul yang berdaya saing. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mawar-Ledya-Serli-alumnus-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dari-Program-Studi-Pendidikan-Bahasa-dan-Sastra-Indonesia-PBSI-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-18 09:41:322026-06-18 09:41:32Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi

Menghindari Penyesalan Abadi

11/06/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz Sholahuddin Zuhri, M.Pd. (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 7 Juni 2026. Mengusung tema “Penyesalan”, kajian kali ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Ustaz Sholahuddin Zuhri, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Di hadapan para jemaah, ia mengupas tuntas hakikat penyesalan manusia, baik di dunia maupun di akhirat kelak, serta bagaimana orang beriman seharusnya menyikapi realitas kehidupan sesaat ini.

Dalam mukadimahnya, Ustaz Sholahuddin mengingatkan bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah sebuah “paradigma ilusi kenyataan kehidupan”. Dunia ibarat sebuah permainan yang melenakan, di mana segala kemewahan, harta, dan jabatan yang dikumpulkan manusia pada akhirnya akan ditinggalkan begitu saja.

Ia menegaskan bahwa satu-satunya hal yang benar-benar kekal menjadi milik manusia dan dibawa menghadap Allah kelak hanyalah amal saleh dan dosa-dosanya. Mengutip ulama Ibnu Athaillah As-Sakandari, ia menyoroti fenomena manusia modern yang kerap menunda amal kebaikan dengan alasan menunggu waktu luang, yang mana kebiasaan menunda ketaatan tersebut dinilai sebagai ciri kebodohan jiwa yang berujung pada penyesalan ketika jatah usia telah habis.

Lebih lanjut, pemateri membedah tiga gambaran penyesalan terbesar manusia kelak di akhirat sebagaimana terekam dalam Al-Qur’an. Penyesalan pertama datang dari mereka yang abai dan enggan mengikuti petunjuk Allah serta ajaran Nabi Muhammad saw. Penyesalan kedua dialami oleh orang-orang yang salah dalam memilih teman karib atau lingkungan pergaulan yang justru menjauhkan mereka dari agama.

Terkait hal ini, ia mewanti-wanti jemaah agar cermat menjaga keluarga dari pergaulan toxic dan penyimpangan moral, seperti fenomena LGBT yang makin mengkhawatirkan di lingkungan anak muda. Adapun penyesalan ketiga dirasakan oleh umat yang bertaklid buta atau sekadar mematuhi tokoh dan pimpinannya tanpa menggunakan akal sehat, sehingga ikut tersesat dari jalan kebenaran.

Sebagai penutup, Ustaz Sholahuddin membagikan kiat agar hidup manusia tidak berujung pada penyesalan yang tiada guna. Ia mengibaratkan ilmu dan keimanan layaknya nyala api yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Nyala api tersebut tidak akan membesar jika tidak diberi asupan kayu bakar, yang bermakna bahwa ilmu agama dan ketaatan tidak akan berdampak luas tanpa diwujudkan melalui amal perbuatan yang nyata. Ia berpesan kepada seluruh jemaah untuk bersemangat mengejar rida Allah dan memaksimalkan sisa jatah usia untuk beramal saleh, tanpa perlu merisaukan cibiran atau penilaian manusia semata. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-Sholahuddin-Zuhri-M.Pd_.-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-11 09:33:362026-06-11 09:33:36Menghindari Penyesalan Abadi

Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan

01/06/2026/in Feature /by Ard

Rahmadi Wibowo, Lc., M.A., M.Hum. pemateri Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada 24 Mei 2026 yang bertepatan dengan 7 Zulhijah 1447 H. Tausiah kali ini disampaikan oleh Rahmadi Wibowo, Lc., M.A., M.Hum., selaku Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam UAD sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dengan mengusung tema “Refleksi Dakwah Nabi Ibrahim”.

Mengawali kajiannya, Ustaz Rahmadi mengajak jemaah untuk merefleksikan makna nikmat umur panjang agar senantiasa “makmur”, baik secara zahir (tercukupinya kebutuhan pokok) maupun makmur secara batin. Kemakmuran batin dapat dicapai melalui pengendalian hawa nafsu dan kemampuan membedakan antara kenikmatan indrawi yang bersifat sementara dengan kebahagiaan hakiki yang bersemayam di dalam hati. Ia menekankan bahwa keimanan kepada hari akhir akan membuat seorang muslim lebih berhati-hati dalam bertindak serta menjadikan rida Allah Swt. dan pahala sebagai orientasi utama dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari urusan pekerjaan, pernikahan, hingga berbisnis.

Terkait perjalanan dakwah, ia mengingatkan bahwa mengajak manusia kepada kebaikan dan keimanan selalu mendatangkan ujian serta risiko yang berat. Ujian tersebut dapat berupa penolakan, cacian, boikot pekerjaan, siksaan fisik, hingga cobaan dari orang-orang terdekat di dalam keluarga. Rintangan luar biasa ini juga dialami oleh Nabi Ibrahim alaihissalam yang harus berhadapan dengan ayahnya sendiri, melawan penguasa zalim Raja Namrud, bahkan hingga diancam akan dibunuh dengan cara dibakar. Namun, berkat keteguhan iman dan penyerahan diri yang total, Allah Swt. mengangkat kedudukan Nabi Ibrahim sebagai Khalilullah atau kekasih-Nya.

Gelar Khalilullah tersebut, menurut Ustaz Rahmadi, lekat dengan prinsip Al-wala wal-bara, yakni kesetiaan dan kecintaan total kepada Allah Swt. serta berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan dan hal-hal yang dibenci-Nya. Ketauhidan yang dibawa Nabi Ibrahim mengajarkan umat manusia untuk memutus rantai ketundukan pada taklid buta warisan leluhur, penguasa yang zalim, serta penyembahan terhadap benda mati dan fenomena alam. Di era modern, wujud nyata dari komitmen tauhid ini adalah kesadaran untuk selalu berpegang teguh pada prinsip halal dan haram, serta senantiasa menjauhi kemaksiatan kontemporer seperti investasi bodong maupun judi online yang hanya akan berujung pada kehancuran dan ketidaktenangan hati.

Di pengujung tausiah, ia mengimbau jemaah untuk memperbanyak membaca dan menggali kisah Nabi Ibrahim, terutama dalam momentum bulan Zulhijah ini. Harapannya, umat Islam dapat meneladani keteguhan tauhid beliau dan senantiasa berupaya menjadi hamba yang dicintai oleh Allah Swt. Kajian ini kemudian ditutup dengan bacaan hamdalah bersama-sama. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rahmadi-Wibowo-Lc.-M.A.-M.Hum_.-pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-01 09:00:042026-06-02 10:31:01Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan

Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi

30/05/2026/in Feature /by Ard

Sabil Isan Permana atlet Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tapak Suci UAD)

Atlet Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabil Isan Permana, sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang bergengsi The 1st Muhammadiyah Games 2026 Cabang Olahraga Pencak Silat. Mahasiswa program studi Perbankan Syariah ini berhasil membawa pulang medali perunggu setelah keluar sebagai Juara 3 pada kategori Kelas D Putra Dewasa.

Pencapaian luar biasa ini diraih Sabil melalui perjuangan fisik dan mental yang tidak mudah demi bisa tampil maksimal di pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terberatnya adalah harus menaikkan berat badan sebanyak 2 kilogram hanya dalam jangka waktu tiga minggu sebelum kompetisi dimulai.

Selain perjuangan fisik yang menguras energi, persaingan internal untuk memperebutkan posisi sebagai delegasi resmi kampus juga diakui sangat ketat. Seluruh atlet Tapak Suci UAD harus saling berlomba dan menunjukkan performa terbaik mereka di masa seleksi agar dinilai layak terpilih menjadi bagian dari 18 orang tim delegasi.

“Bagi saya ini tidak mudah karena untuk kita maju ke lapangan pertandingan, para atlet Tapak Suci UAD itu saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk menentukan siapa yang berhak mengikuti event tersebut,” ungkap Sabil.

Ajang nasional ini dirasa sangat membakar semangat Sabil karena menjadi wadah kompetisi perdana skala nasional yang diprakarsai langsung oleh PP Muhammadiyah Bidang Keolahragaan. Atmosfer pertandingan yang kompetitif di Gedung Edutorium UMS memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi perkembangan karier pencak silatnya.

Meskipun harus puas menempati podium ketiga, Ketua Tapak Suci UAD ini tetap merasa sangat bersyukur atas segala hasil dari proses latihan intensif yang telah dilaluinya. Hasil tersebut ia jadikan sebagai refleksi diri sekaligus kesan mendalam yang memacu motivasinya untuk merebut podium tertinggi di kejuaraan berikutnya.

“Alhamdulillah dengan persiapan yang saya punya, saya tetap bersyukur walau masih diberikan juara tiga di event ini, akan tetapi ini akan menjadi kesan yang baik bagi saya,” pungkasnya dalam sesi wawancara. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sabil-Isan-Permana-atlet-Tapak-Suci-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tapak-Suci-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-30 09:00:462026-06-02 09:41:47Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi

Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik

29/05/2026/in Feature /by Ard

apt. M. Yamin, S.Far., M.M., Wali Kota Banjarmasin dan Alumni Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Talkshow Alumni UAD (Foto. Humas UAD)

Lulusan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) harus mampu hadir sebagai agen penyelesai masalah (problem solver) di tengah masyarakat, berbekal intelektualitas dan riset yang kuat. Pesan inspiratif tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin, apt. M. Yamin, S.Far., M.M., dalam Talkshow Alumni UAD yang diselenggarakan di Amphitarium Kampus Utama UAD pada Jumat, 15 Mei 2026.

Sebagai alumnus Fakultas Farmasi UAD angkatan 2000, lompatan karier M. Yamin terbilang unik. Berawal dari harapan sang ayah untuk mendirikan rumah sakit, ia justru menemukan jalan pengabdian di ranah politik dan kebijakan publik. Karier politiknya dimulai pada 2008, berlanjut menjadi ketua partai pada 2012, hingga terpilih sebagai anggota legislatif selama dua periode sejak 2014. Kesuksesan tersebut membawanya menduduki kursi nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.

Yamin menegaskan, seluruh pencapaian politiknya diraih dengan memegang teguh pesan almarhum ayahnya untuk menghindari praktik politik uang. Menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin, Yamin langsung dihadapkan pada persoalan tata kelola kota yang kompleks.

“Satu hari setelah dilantik, kami langsung dihadapkan pada sanksi terkait pengelolaan sampah. Kami harus segera mengubah sistem open dumping menjadi sanitary landfill dan memproses sampah menjadi energi. Di sinilah kemampuan alumni UAD untuk mengurai permasalahan publik secara sistematis sangat diuji,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yamin mendorong alumni UAD untuk mengambil peran strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat. Di era globalisasi yang serba cepat dan kritis, seorang pemimpin maupun profesional lulusan UAD harus siap menerima masukan dan merespons dinamika sosial secara bijaksana berbasis data.

Ke depan, Pemerintah Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinannya berencana untuk mempererat kerja sama dengan UAD. Kolaborasi tersebut akan mencakup program beasiswa bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di UAD, serta pelibatan kampus dalam riset strategis pembangunan kota. Kepercayaan besarnya terhadap kualitas almamater juga dibuktikan dengan jajaran birokratnya, di mana Kepala Dinas Pendidikan di lingkungan kerjanya saat ini juga merupakan rekan satu angkatannya dari UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/apt.-M.-Yamin-S.Far_.-M.M.-Wali-Kota-Banjarmasin-dan-Alumni-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Talkshow-Alumni-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-29 12:37:312026-05-29 12:37:31Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik

Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis

28/05/2026/in Feature /by Ard

H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum pemateri pengajian jelang Iduladha Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Dalam acara pengajian jelang Iduladha 1447 H di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum., mengupas tuntas materi bertajuk “Fiqiih Qurban dalam Paham Agama Menurut Muhammadiyah”. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa kerangka fiqih Muhammadiyah dibangun di atas tiga struktur utama, yakni Al-Qiyam al-Asasiyah (nilai dasar), Al-Ushul al-Kulliyah (prinsip universal), dan Al-Ahkam al-Far’iyah (hukum praktis).

Pada tataran Al-Qiyam al-Asasiyah, ia menekankan bahwa qurban harus dilandasi oleh nilai tauhid dan ketakwaan. Ali Yusuf mengingatkan bahwa yang akan sampai kepada Allah bukanlah darah atau daging dari hewan sembelihan, melainkan ketakwaan dari shahibul qurban (pekurban). “Kesadaran orang berkurban karena konsep ilmu dan iman itu bagus. Tetapi kalau berkurban karena cuman gengsi, strata sosial saja, itu menurut saya belum masuk,” jelasnya.

Beranjak pada Al-Ushul al-Kulliyah, penceramah menyoroti prinsip kemaslahatan (maslahah), kemudahan (at-taisir), dan sosial di balik ibadah kurban. Ia mencontohkan inovasi Muhammadiyah seperti pengalengan daging (Rendangmu) dan penyembelihan hadyu di luar tanah haram (seperti di tanah air) sebagai bentuk ijtihad berkemajuan untuk memperluas manfaat kemanusiaan dan kemaslahatan. Selain itu, ia menjelaskan bahwa Rasulullah sering berkurban dengan kambing sebagai bentuk at-taisir (kemudahan) agar umatnya yang berada di tingkat ekonomi menengah tetap dapat menunaikan ibadah ini.

Terkait Al-Ahkam al-Far’iyah atau persoalan hukum praktis yang sering ditanyakan masyarakat, Ali Yusuf memberikan penegasan berdasarkan putusan Majelis Tarjih. Ia menyebutkan bahwa larangan memotong kuku dan rambut menjelang kurban berlaku bagi shahibul qurban, bukan hewan kurbannya. Selain itu, shahibul qurban dilarang menjual kulit atau daging kurbannya, namun panitia takmir diperbolehkan memanfaatkannya jika bagian tersebut telah disedekahkan oleh pekurban. Ia juga menegaskan bahwa kurban untuk orang yang sudah meninggal (almarhum) tidak diperbolehkan, kecuali jika almarhum pernah bernazar atau meninggalkan wasiat semasa hidupnya. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Ali-Yusuf-S.Th_.I.-M.Hum-pemateri-pengajian-jelang-Iduladha-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-28 10:13:082026-05-28 10:13:08Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis
Page 1 of 75123›»

TERKINI

  • UAD Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas LLDIKTI Wilayah V 202606/07/2026
  • Program Studi PGPAUD UAD Resmi Terakreditasi Unggul06/07/2026
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KKN UAD Inisiasi Komunitas Peduli Sungai Code05/07/2026
  • FTI UAD Gelar Kuliah Umum “Link and Match”05/07/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Buat Lilin Aromaterapi dari Limbah04/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Juara 1 Lomba Fotografi di Ajang SILAT APIK PTMA 202606/07/2026
  • Mahasiswa UAD Juara I Poster Competition GALA BISMA VI 202602/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia23/06/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Raih Dua Gelar Juara dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 202622/06/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top