• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Cerita Inspiratif Dinda, Mahasiswa Psikologi dan Ketua PKM Center UAD

26/08/2024/in Feature /by Ard

Dinda Aisyah Rizqianingrum, ketua umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Istimewa)

Dinda Aisyah Rizqianingrum yang merupakan ketua umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), membagikan kisah inspiratif perjalanannya. Mahasiswi yang kerap disapa Dinda ini merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi yang aktif di berbagai kegiatan. Beberapa organisasi yang ia ikuti adalah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan PKM Center UAD.

“Pada tahun pertama kuliah, saya mengikuti PKM Center sebagai anggota Departemen PKM, kemudian saya juga mengikuti IMM. Pada tahun kedua kuliah, saya diamanahi sebagai ketua bidang kaderisasi IMM Psikologi UAD dan menjadi ketua umum PKM Center UAD,” ucap Dinda.

Dinda membagikan tipsnya dalam menyeimbangkan waktu. “Sebagai ketua PKM Center UAD sebetulnya sangat menantang bagi saya karena harus membawahi delapan departemen di bawah Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa). Banyak lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang lini masanya saling berdekatan. Sebagai ketua saya belajar untuk mengatur waktu sebaik mungkin, dengan mengusahakan membuat skala prioritas setiap harinya.”

Ketika bangun tidur, biasanya Dinda mencatat di buku atau notes ponsel apa saja yang ingin ia kerjakan hari itu dan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan dengan menentukan mana yang paling penting. Biasanya di PKM Center, banyak jadwal terutama ketika awal sosialisasi PKM dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan PPKO pendampingan sehingga jadwal di kalender penuh.

“Akan tetapi, saya mencoba membuat skala prioritas dengan baik. Jadi meskipun kegiatan padat, saya selalu menyempatkan waktu untuk diri sendiri seperti beli makanan enak, nonton film, dan aktivitas-aktivitas yang membuat mood naik,” lanjutnya.

Selama di bangku kuliah, Dinda sudah menerima beberapa penghargaan, di antaranya dua kali mendapat kesempatan pendanaan PKM dari Kemendikbudristek di Bidang Riset Sosial dan Humaniora pada tahun 2023 dan 2024. Ia juga menjadi mahasiswa berprestasi kedua dari Program Studi Psikologi.

Sebagai penutup, Dinda menjelaskan dasar motivasinya, “Motivasi saya untuk terus produktif dan semangat sebetulnya karena ingin menantang diri saya sejauh mana ingin mengepakkan sayap untuk terbang. Oleh karena itu, saya berusaha selalu menyeimbangkan waktu antara kuliah, ibadah, organisasi, prestasi, organisasi, dan healing.” (Rin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dinda-Aisyah-Rizqianingrum-ketua-umum-Program-Kreativitas-Mahasiswa-PKM-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Istimewa.jpg 1676 1800 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-08-26 10:30:302024-08-26 10:30:30Cerita Inspiratif Dinda, Mahasiswa Psikologi dan Ketua PKM Center UAD

Cerita Dilla: Dapat Emas Pimnas Hingga Ikuti MBKM Selama Kuliah di UAD

14/08/2024/in Feature, MBKM /by Ard

Aulia Syafadilla Azali, Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik Universitas Ahmad Dahlan yang Ikuti MBKM Selama Kuliah di UAD (Dok. Istimewa)

Aulia Syafadilla Azali, mahasiswi Program Studi (Prodi) Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapatkan penghargaan Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik pada wisuda periode IV 2023/2024. Mahasiswi yang kerap disapa Dilla ini gemar ikuti perlombaan maupun pertukaran mahasiswa yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mendukung kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Mulai semester 2, Dilla mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada skim PKM-RE tetapi dirinya belum berkesempatan lolos pendanaan. Selanjutnya pada semester 3, ia ikuti pertukaran mahasiswa yang langsung diselenggarakan oleh Prodi Biologi UAD ke Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pertukaran mahasiswa dilakukan secara daring karena bertepatan dengan masa pandemi.

“Hal yang paling berkesan saat pertukaran mahasiswa di UMM, saya jadi belajar mengenai teori keguruan yaitu mengenai media dan sumber belajar, yang sebelumnya saya tidak tahu apa itu media pembelajaran. Sebab, saya berasal dari Prodi Biologi Murni yang sebelumnya hanya belajar hal umum seperti biologi dasar,” ujarnya.

Lalu pada tahun 2022 di semester 4 hingga semester 5, Dilla mencoba lagi pada kegiatan PKM dan mendapatkan lolos pendanaan pada skim PKM-K. Dilla dan tim menciptakan inovasi yaitu pemanfaatan limbah tulang ayam sebagai pakan ikan lele yang diberi nama SITUL. Selain itu pada tahun tersebut, ia juga mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang mengangkat judul “Kampung Jamu Mataram: Pusat Konservasi dan Augmentred Edugames Tanaman Obat Jawa di Kalurahan Pleret”. Pada PPK Ormawa tersebut, ia bergabung dalam tim Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (IMM FAST) yang berhasil mendapatkan juara harapan II pada ajang Abdidaya Ormawa Tahun 2022 yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tidak cukup sampai situ saja, pada semester 6 hingga semester 7, Dilla mencoba lagi mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada skim PKM-RE yang mengangkat judul “Studi in Vivo Potensi Flavonoid Ekstrak Tanaman Songgolangit (Tridax procumbens L.) sebagai Bentuk Protektif Radikal Bebas pada Saluran Pernapasan Perokok Aktif”. Ia dan tim berhasil mendapatkan medali emas kategori presentasi pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran (UNPAD). Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras tim sehingga UAD mendapatkan peringkat I perguruan tinggi swasta nasional dan peringkat IX perguruan tinggi nasional.

“Kompetisi ini bukan sembarang kompetisi, tetapi perjuangan yang luar biasa selama saya menduduki bangku perkuliahan hingga mendapatkan gelar sarjana. Karena dengan mengikuti MBKM saya bisa kuliah tanpa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan tanpa skripsi. Semua mendapatkan konversi dari kegiatan yang saya ikuti selama kuliah,” imbuhnya.

Selain itu, selama berkuliah, Dilla juga aktif mengikuti organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun IMM Fakultas. Kata motivasi yang membuat dirinya bisa bertahan di bangku perkuliahan yaitu, “Flowers need time to bloom, bunga butuh waktu untuk mekar”. Semua proses yang ia lakukan ia nikmati dengan berjalannya waktu dan terus memupuk potensi diri. (dil)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Aulia-Syafadilla-Azali-Wisudawan-Berprestasi-Bidang-Akademik-Universitas-Ahmad-Dahlan-yang-Ikuti-MBKM-Selama-Kuliah-di-UAD-Dok.-Istimewa.jpg 1280 1138 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-08-14 08:52:492024-08-14 08:52:49Cerita Dilla: Dapat Emas Pimnas Hingga Ikuti MBKM Selama Kuliah di UAD

Perjalanan Dhita Pratama Putra Mahasiswa Fisika UAD dengan Djokisss

05/08/2024/in Feature /by Ard

Dhita Pratama Putra Mahasiswa Fisika 2020 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) miliki bisnis desain bernama Djokisss (Dok. Istimewa)

Mahasiswa Fisika 2020 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dhita Pratama Putra, menyalurkan hobi desainnya dengan kesuksesan bisnis pribadinya, Djokisss. Laki-laki yang kerap disapa Dhita ini memang sangat menyenangi dunia desain berbagai perlombaan desain juga telah ia tekuni dan banyak yang membuahkan juara. Nama bisnisnya yaitu Djokisss Jasa Desain dan Pengelolaan Sosmed. Fokus Dhita adalah pada jasa desain grafis dan pengelolaan sosial media.

Saat ditanya awal mula bisnis ini berdiri, ia menjawab, “Djokisss ini sudah berdiri sejak tahun 2021, bermula karena seringnya saya mengikuti perlombaan desain dan sering mendapat pekerjaan di bagian desain serta pengelolaan sosial media di organisasi. Sehingga, dari sana saya melihat peluang melalui kemampuan saya, akhirnya tahun 2021 memunculkan ide untuk membuka jasa desain terlebih dahulu. Namun, setelah tahun 2022 Djokisss ranahnya tidak hanya desain saja, tetapi juga ke ranah pengelolaan sosial media dan advertising social media.”

Dhita menjelaskan untuk kesulitan membangun merek terjadi di awal. “Saya adalah perintis, sedangkan Djokisss masih bisnis baru, dan untuk memperoleh pendapatan yang besar tentunya harus dibarengi dengan branding yang kuat,” ungkapnya.

Pada saat itu, ia hanya memiliki WhatsApp bisnis saja, tetapi sekarang Djokisss sudah ada di platform Instagram, X atau Twitter, TikTok, dan situs web. Menurut Dhita, ketika bisnis yang ia tekuni sudah memiliki banyak platform sosial media maka bisa lebih mudah untuk mencari target pasar bisnis atau konsumen.

“Untuk hambatan yang saya rasakan terkadang agak sulit untuk menjalin komunikasi desain antara pelanggan, karena apa yang kadang kita rasakan berbeda dengan pelanggan. Kadang apa yang kita rasa sudah bagus menurut pelanggan masih kurang. Cara mengatasinya menjalin komunikasi yang baik dengan excellent service kepada mereka agar merasa puas dan tidak kecewa dengan pelayanan yang Djokisss berikan.”

Dhita mengaku alasannya memilih jasa desain karena dari skill pribadi. Namun, ia terus belajar dan mengembangkan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan, kelas, dan ikut lomba agar pengetahuan tentang desain terus terasah. Harapannya, ia bersama Djokisss dapat memberikan layanan yang baik kepada pelanggan.

“Di beberapa organisasi, saya memiliki jabatan di bidang marketing communication seperti di ASEAN Youth Organization, Indonesia Millenial Development, dan lain-lain. Untuk prospek ke depan entah beberapa tahun ke depan mungkin lima tahun lagi, saya terpikirkan untuk membuka offline store dan tidak hanya terbatas jasa desain saja. Saya ingin mempunyai jasa percetakan dan agensi periklanan sosial media untuk keperluan branding bisnis,” katanya berbagi cita-cita di masa depan.

Dhita berharap ke depannya Djokisss bisa lebih dikenal karena memang jasa yang ia miliki sudah menangani beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mitra pemerintah, dan mitra swasta seperti Pertamina Training and Consulting, beberapa rumah sakit dan puskesmas di Jawa Timur, Bakti BCA, dan mengelola sosial media beberapa perusahaan.

Sebagai penutup wawancara Dhita mengatakan, “Ketika memulai bisnis, jangan pernah takut untuk gagal karena dari kegagalan itu kita bisa belajar bisnis misalnya bisnis kita kurang gebrakan apa saja.” (Rini)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dhita-Pratama-Putra-Mahasiswa-Fisika-2020-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-miliki-bisnis-desain-bernama-Djokisss-Dok.-Istimewa.jpg 1099 1078 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-08-05 10:36:372024-08-05 10:37:30Perjalanan Dhita Pratama Putra Mahasiswa Fisika UAD dengan Djokisss

Rahasia di Balik Ayat Ihdinash Shiraathal Mustaqiim

31/07/2024/in Feature /by Ard

Penyampaian Materi Khutbah Jumat oleh Ustaz Hatib Rahmawan, S.Pd., S.Th.I., M.Ag. di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Tsulusiyah)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan salat Jumat pada 20 Muharram 1446 H bertepatan dengan 26 Juli 2024 M. Ustaz Hatib Rahmawan, S.Pd., S.Th.I., M.Ag. selaku Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Daerah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus dosen Program Studi Ilmu Hadis UAD didapuk menjadi khatib Jumat. Tema khutbah adalah mengungkap rahasia dari salah satu ayat Surah Al-Fatihah yaitu pada ayat keenam.

Ustaz Hatib menjelaskan, “Ada satu ayat di dalam Surah Al-Fatihah yang menarik untuk dikupas yakni pada ayat keenam ihdinash shiraathal mustaqiim yang artinya ‘tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus’. Jalan yang lurus sering diartikan sebagai agama Islam, juga ada rahasia di balik ayat ini yaitu pada kata mustaqiim yang berasal dari kata istaqaama-yastaqiimu-istiqamah yang memiliki arti konsisten,” terangnya.

Makna yang terkandung di dalam ayat keenam Surah Al-Fatihah adalah tidak boleh meremehkan sesuatu yang kecil. Karena hal-hal besar dan hebat akan didapat dari hal-hal yang kecil, maka dari itu hendaknya selalu beristikamah atau konsisten. Jika ingin menggapai perubahan di dalam hidup tidak harus mengubah seluruh perilaku buruk, karena hal itu akan terasa berat. Maka cukup ubah satu perilaku buruk dengan satu perilaku baik, itulah yang akan mengantarkan kepada kesuksesan. Contohnya dengan kebiasaan membaca buku selama satu jam dan lain sebagainya.

Mengutip Buya Syafii Maarif, peradaban itu dibangun dari satu kata, satu huruf yang dirangkai menjadi sebuah pemikiran besar. Di dalam perjalanan mengubah kebiasaan, maka dianjurkan untuk meninggalkan perilaku buruk yang akan menjatuhkan diri sendiri.

“Perilaku buruk jika dilakukan secara konsisten maka perilaku tersebut yang akan merugikan di kemudian hari. Orang yang merasa sudah melakukan sesuatu yang berdampak tetapi tidak terlihat, maka orang tersebut kurang bersabar. Karena siklus hidup tidak sekadar lurus, tetapi terkadang berbentuk cekung dan naik. Jika langkah pertama yang dilakukan tidak terlihat maka pada langkah-langkah berikutnya kesuksesan tidak akan terbendung lagi,” lanjutnya.

Dalam Surah Al-Fatihah, janji Allah terletak setelah ayat ihdinash shiraathal mustaqiim yang berisi pasti di balik konsisten ada kenikmatan. Allah juga telah berjanji pada Surah Al-Mujadalah ayat 11 yarfa‘illaahulladziina aamanuu mingkum walladziina uutul-‘ilma darajaat, wallaahu bimaa ta‘maluuna khabiir. Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis’, lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, ‘Berdirilah’, (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Pada surah tersebut dijelaskan bahwa jika serius dalam menuntut ilmu, derajat seorang hamba akan diangkat oleh Allah. Derajat yang dimaksud adalah derajat keilmuan, ekonomi, sosial, maupun derajat di masyarakat yang pastinya juga akan diangkat.

Khutbah diakhiri dengan kutipan suatu hadis, “Nabi pernah bersabda, ‘Wahai penghafal Al-Qur’an! Istikamahlah! Jika kamu istikamah maka sungguh kamu akan menang dengan kemenangan yang besar dan apabila kamu goyah ke kanan dan ke kiri di tengah jalan. Sungguh kamu akan jatuh dengan kalah yang sesungguh-sungguhnya’. Maka dari itu sebagai seorang hamba hendaknya berperilaku konsisten, istikamah, dan sabar di dalam proses, serta menjadikan sabar dan salat sebagai penolong! Konsisten di jalan yang benar itu menenangkan dan menyejukkan, andai kata mendapat kendala kita akan ditolong oleh Allah. Jadi tidak usah takut dan risau untuk memulai konsisten dan memulai berbagai hal baik!” tutup Ustaz Hatib. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyampaian-Materi-Khutbah-Jumat-oleh-Ustaz-Hatib-Rahmawan-S.Pd_.-S.Th_.I.-M.Ag_.-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Tsulusiyah.png 562 1000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-31 11:31:482024-07-31 11:31:48Rahasia di Balik Ayat Ihdinash Shiraathal Mustaqiim

Tiga Amalan Salah Niat yang Berakibat Masuk Neraka

24/07/2024/in Feature /by Ard

Khutbah Jumat oleh Fajar Rachmadani, Lc., M.Hum., Ph.D. di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Tsulusiyah)

Salat Jumat diadakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yakni pada 19 Juli 2024. Fajar Rachmadani, Lc., M.Hum., Ph.D. selaku anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) didapuk menjadi khatib Jumat. Ia menyampaikan tentang amalan salah niat yang mengakibatkan seseorang masuk neraka.

Nabi pernah bersabda yang makna hadisnya sebagai berikut: “Kelompok manusia pertama yang akan didatangkan di hadapan Allah Swt. dan akan disidang langsung oleh Allah Swt. di hari kiamat nanti adalah seseorang yang mati syahid. Orang yang mati syahid tersebut didatangkan kepada Allah, kemudian Allah tampakkan seluruh nikmat yang diberikan dulu di dunia dan orang yang mati syahid ini pun mengakui nikmat tersebut.”

Orang syahid tersebut ditanya oleh Allah Swt.: “Apa yang kau gunakan dengan seluruh kenikmatan yang Aku berikan kepadamu dulu di dunia?” Ia menjawab: “Ya Allah dulu ketika di dunia, aku gunakan seluruh kenikmatan dan karunia yang Engkau berikan kepadaku untuk berjihad di jalan-Mu ya Allah, untuk berperang di jalan-Mu Ya Allah, aku gunakan untuk berdiri di garda terdepan untuk membela agama-Mu ya Allah.”

Allah Swt. menimpali: “Kamu berdusta. Dulu kamu berperang/berjihad bukan untuk-Ku, kamu lakukan itu semua agar engkau dikatakan pahlawan, dikatakan pemberani, dan orang-orang di sekitarmu menyanjungmu, dan gelar-gelar tersebut sudah kamu dapatkan ketika di dunia.” Lalu orang yang mati syahid ini wajahnya diseret oleh malaikat dan dilemparkan ke neraka.

“Begitu pula, Allah juga mendatangkan para penuntut ilmu, para pengajar ilmu, seorang kiai atau ulama, seorang qari’, dan penghafal Al-Qur’an. Sama halnya dengan orang yang mati syahid tadi maka orang-orang berilmu ini pun juga masuk ke neraka. Karena semasa hidupnya tidak melakukan amalan untuk mendapatkan pahala dari Allah tetapi untuk dapat sanjungan dan gelar dari orang lain,” ujarnya.

Maka orang kedua inilah yang relevan dengan kondisi kita pada saat ini. Kondisi ketika menghadapi suatu fenomena banyak orang berilmu tetapi tidak didampingi dengan keberkahan ilmu itu sendiri. Seharusnya semakin bertambahnya ilmu seseorang semakin menjadi orang-orang saleh, tawadu, wara’, dan semakin mampu menghargai orang lain. Namun faktanya tidak seperti itu, realitasnya di zaman sekarang ini semakin tinggi ilmunya semakin sombong dan merendahkan orang lain.

Dari fakta-fakta yang telah disebutkan, muncullah intelektual hypocrite, intelektual diabolik, intelektual sekuler, karena motivasi, tujuan dan orientasinya tidak pada Allah dan Rasul. Maka hadis yang disampaikan oleh Rasulullah 14 abad yang lalu masih relevan sampai sekarang. Hendaknya sebagai seorang hamba kembali merefleksi diri terkait keikhlasan dari amalan-amalan yang telah dilakukan.

“Orang ketiga yang disidang Allah yaitu orang yang dulu ketika di dunia diberikan harta yang banyak oleh Allah Swt. dan ditanya seperti orang pertama dan kedua. Karena salah niat terhadap segala yang dikerjakan, maka ia pun masuk neraka. Maka dalam rangka mentadaburi hadis tersebut diharapkan tidak hanya memperbanyak kuantitas amal tetapi juga kualitas amal, yakni dengan niat yang diutarakan,” tutup Fajar. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Khutbah-Jumat-oleh-Fajar-Rachmadani-Lc.-M.Hum_.-Ph.D.-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Tsulusiyah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-24 11:17:192024-07-24 11:17:19Tiga Amalan Salah Niat yang Berakibat Masuk Neraka

Cerita Imam Mahdi dalam Meraih Prestasi

24/07/2024/in Feature /by Ard

Imam Mahdi mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Istimewa)

Imam Mahdi, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Angkatan 21, menceritakan perjalanan prestasinya di bangku perkuliahan. Laki-laki yang kerap disapa Imam ini mengikuti organisasi Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center UAD selama dua periode dan kegiatan Chem-E-Car UAD sampai sekarang. Untuk kegiatan yang diikuti, sama seperti mahasiswa pada umumnya. Salah satunya, ia menjadi asisten praktikum di kampus.

Dalam prestasi, banyak pencapaian yang telah Imam torehkan. Antara lain, pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skim Karsa Cipta (KC) 2023 yang pada saat itu ia juga menjadi sebagai ketua di dalam timnya, penerima pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tim Riset 2024, mendapatkan gold medal, silver medal, dan bronze dalam kompetisi ajang internasional, juara III pada riset di Universitas Diponegoro (UNDIP) 2023, dan mahasiswa berprestasi Fakultas Teknologi Industri 2022.

Saat ditanya cara membagi waktu ala Imam, ia menjawab, “Saya menerapkan skala prioritas setiap saat, melihat dari sisi deadline dan kesanggupan mengerjakan.”

Ia menambahkan bahwa selama di dunia perkuliahan, ia sangat suka menekuni kegiatan dalam bidang research and development, jadi selama organisasi dan perlombaan ia menyalurkan minat melalui kegiatan yang ia laksanakan.

“Motivasi terbesar saya karena saya telah gap year selama dua tahun, dan saya pikir sebuah emas ditempatkan di mana pun akan menjadi emas. Hal yang selalu saya percaya. Dan cara saya yakin terhadap setiap impian yang ingin saya capai adalah, keyakinan yang kuat bahwa saya percaya dengan usaha yang hebat akan membentuk siapa diri kita. Sebab yang terpenting bukan hasil tetapi kebiasaan yang kuat, keyakinan itu yang saya pegang terus-menerus,” ujar Imam.

Sebagai penutup wawancara, ia mengatakan, hal yang membuat dirinya tidak pantang menyerah adalah selalu melihat hal ke depan; bahwa mimpinya harus tercapai, karena ia adalah harapan dari orang tuanya. (Rini)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Imam-Mahdi-mahasiswa-Program-Studi-Teknik-Kimia-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Istimewa.jpg 941 848 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-24 09:20:262024-07-24 09:20:26Cerita Imam Mahdi dalam Meraih Prestasi

Promosi Kesehatan Mental: Apa Pentingnya?

17/07/2024/in Feature /by Ard

Pemaparan materi tentang Promosi Kesehatan Mental oleh Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., dosen FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Isah)

World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai keadaan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat. Ketika seseorang memiliki kondisi tubuh yang sehat, maka produktivitasnya akan meningkat. Hal ini bermuara pada peningkatan kualitas hidup yang baik pula. Namun, kondisi yang demikian kadang kala sulit untuk dicapai terutama pada generasi Z yang banyak mengeluhkan kesehatan mentalnya.

Berangkat dari fenomena tersebut, Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H. kemudian didapuk sebagai narasumber pada 30 Juni 2024 lalu. Dikemas dalam bentuk talkshow oleh mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Program Studi (Prodi) S-1 Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Heni mengungkap banyak hal tentang kesehatan mental.

“Depresi dan anxiety menduduki peringkat kedua dan keenam dalam top 10 leading causes of global years lived with disability,” ungkap Dr. Heni.

Indikator Sehat Mental

Seseorang dengan mental yang sehat menurut WHO didasarkan pada beberapa kriteria, yakni mengenali potensi diri dengan baik, mampu menghadapi stres sehari-hari, produktif sesuai peran masing-masing, dan bermanfaat bagi orang lain. Kesehatan mental sendiri memiliki nilai intrinsik dan nilai instrumental yang membantu orang berkoneksi dengan lingkungan, memanfaatkan fungsinya, mengatasi masalah, dan berkembang.

Indikator sehat mental yang pertama adalah orang tersebut bisa berkoneksi, memiliki relationship yang positif, memiliki rasa empati. Indikator kedua adalah function, di mana kita dapat memanfaatkan kognitif skill yang dimiliki, berpendidikan, dan memiliki pilihan yang sehat. Jika mental kita sehat, tentu kita juga bisa mengatasi setiap permasalahan yang dialami serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Kemampuan dalam mewujudkan ide-ide baru, memilih sesuatu dari berbagai pilihan, serta mengembangkan tujuan hidup juga menjadi bagian penting dalam sehat mental.

Resiliensi-Ketangguhan Internal

Dr. Heni menjelaskan, “Resiliensi atau ketangguhan bisa menjadi faktor protektif yang melindungi kita dari masalah mental disorder. Relisiensi ini muncul dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Kepercayaan dan efikasi diri merupakan salah satu bentuk yang membantu kita agar tidak mudah mengalami gangguan kesehatan mental, bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan orang terdekatnya.”

Ketangguhan internal dalam bagian ini tidak hanya soal kepercayaan diri dan efikasinya, tetapi ada kemampuan untuk mengambil tindakan dan terus bertahan, keterampilan sosial yang baik pengelolaan emosi yang baik, optimis, dan decision making yang tepat. Kemampuan untuk memikirkan, merencanakan, dan bertindak untuk menyelesaikan masalah juga menjadi poin penting. Sementara ketangguhan eksternal muncul dari lingkungan sekitar individu misalnya keluarga dan teman dekat seperti bonding yang kuat dengan orang tua, merasa dicintai dan dihargai oleh orang tua. Selain itu, adanya hubungan sosial yang baik dengan orang lain seperti adanya teman dekat yang dapat diandalkan di masa-masa sulit.

Pendekatan Multisektor dalam Menangani Masalah Kesehatan Mental

Membantu seseorang dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mempromosikan dan melindungi kesehatan menjadi fokus dari promosi kesehatan mental itu sendiri. Melalui aktivitas literasi kesehatan, harapannya dapat memicu sinergitas untuk menciptakan lingkungan yang positif. Pada dasarnya, isu kesehatan mental dapat diselesaikan secara multisektor.

“Dari sisi promosi kesehatan, terdapat multilevel strategi yang dimulai dari tingkat individu, komunitas, hingga ke tingkat pemerintahan. Setiap negara biasanya memiliki undang-undang khusus untuk mengatur masalah kesehatan mental (kesehatan jiwa). Mental disorder semestinya bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga instansi pendidikan dan masyarakat sekitar,” kata Dr. Heni.

Pencegahan dan Pengendalian

Masalah kesehatan mental dapat dicegah dan dikendalikan melalui beberapa rekomendasi. Selain literasi kesehatan mental dan pelibatan sivitas akademika dan pimpinan di instansi tempat bekerja, perlu diperhatikan beberapa hal misalnya konsep kesehatan jiwa, promosi kesehatan, serta pencegahan terkait harus dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, terutama di Prodi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Perlu juga dilakukan peningkatan kapasitas petugas kesehatan masyarakat tentang isu kesehatan jiwa. Kolaborasi multisektor tak ketinggalan harus selalu diupayakan. Pemanfaatan platform digital untuk memperluas layanan kesehatan jiwa pun tak kalah penting. Selain itu, peningkatan sumber daya manusia dan anggaran, mengidentifikasi populasi rentan dan intervensi, serta pelibatan individu yang berpengalaman di tingkat perencanaan, pengembangan intervensi, dan pelaksanaan layanan kesehatan jiwa sehingga dapat menghemat biaya.

Di akhir sesi, Dr. Heni menekankan akan pentingnya mengubah pola pikir ke arah yang lebih positif. “Pada sebagian mahasiswa, pemicu paling besar adalah tenggat tugas kuliah. Maknailah tugas-tugas tersebut sebagai proses pembelajaran yang membawa manfaat di masa depan, bukan sebagai tekanan. Hal ini kemudian dapat membuat mahasiswa lebih bisa berdamai dengan keadaan. Bagaimana respons individu terhadap apa yang terjadi di sekitarnya menjadi penentu apakah dirinya mengalami gangguan mental atau tidak.” (ish)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-materi-tentang-Promosi-Kesehatan-Mental-oleh-Dr.-Heni-Trisnowati-S.K.M.-M.P.H.-dosen-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Isah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-17 13:13:282024-07-17 13:13:28Promosi Kesehatan Mental: Apa Pentingnya?

Perjuangan Komunitas Peradilan Semu UAD Hingga Raih Juara

13/07/2024/in Feature /by Ard

Tim Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Istimewa)

Dalam hiruk-pikuk persiapan untuk National Moot Court Competition K.H. Ahmad Dahlan III tahun 2024, tim Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beranggotakan Reyhan Gimnastiar, Sendy Febra Mantacani, Rizky Surya Ramdani, dan Daffa Aryan Saputra, berhasil meraih juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Bela Negara yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur pada Jumat, 5 Juli 2024. Prestasi ini bukan hanya hasil dari kecerdasan dan ketekunan, tetapi juga buah dari kerja sama tim yang luar biasa dan strategi yang matang.

Sendy, anggota tim sekaligus ketua KPS UAD mengungkapkan bahwa motivasi utama bagi tim untuk mengikuti kompetisi LKTI adalah agar komunitas mereka tetap berprestasi di tengah persiapan agenda besar National Moot Court Competition. Mereka ingin mempertahankan reputasi komunitas yang selalu unggul, meski dalam kesibukan yang padat.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap anggota tim memiliki peran penting dalam perjalanan menuju kemenangan ini. “Meskipun semua berkontribusi dalam pembuatan karya tulis, tiga anggota tim fokus pada presentasi, sementara satu lainnya bertanggung jawab atas administrasi. Kolaborasi dan pembagian tugas yang adil menjadi kunci dalam menghadapi tantangan besar yang muncul,” paparnya.

Tantangan utama yang dihadapi tim adalah pembagian waktu. Tiga dari anggota tim merupakan mahasiswa angkatan 2021 yang harus mengikuti praktik peradilan perdata, ditambah lagi dengan kesibukan komunitas dalam mengadakan Lomba Moot Court Nasional. “Namun, dengan memprioritaskan tugas yang lebih mendesak dan saling percaya, kami berhasil menyelesaikan karya tulis dan mempersiapkan presentasi dengan baik,” tambahnya.

Tema karya tulis yang diusung tim adalah “Optimalisasi Peran Lurah sebagai Non-Litigation Peacemaker dalam Mewujudkan Falsafah Hamemangun Karyenak Tyasing Sasama”. Falsafah ini menekankan prinsip-prinsip utama dalam kehidupan bermasyarakat, seperti perilaku yang santun, kedermawanan, dan konsistensi antara tindakan dengan ucapan. Dengan mengintegrasikan sifat-sifat ini, lurah dapat menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.

“Untuk mendapatkan data dan informasi yang relevan, tim melakukan penelitian melalui jurnal, studi lapangan, dan wawancara dengan Istiqomah, S.E. selaku Lurah Kalurahan Ngampilan sekaligus peraih penghargaan Paralegal Justice Award Mahkamah Agung 2024. Pendekatan ini memberikan fondasi kuat bagi karya tulis kami.”

“Bimbingan dari M. Habibis Miftakhul Marwa, S.H.I., M.H. dan dukungan penuh dari Mufti Khakim, S.H., M.H. juga sangat berpengaruh dalam proses pembuatan karya tulis ini. Selain itu, alumni komunitas juga memberikan masukan berharga dan melatih tim dalam teknik presentasi dan menjawab pertanyaan,” jelas Sendy.

Perasaan bangga dan senang menyelimuti tim saat mendengar pengumuman kemenangan. Mereka merasa terhormat bisa mengharumkan nama almamater, tetapi tetap berkomitmen untuk terus berprestasi dan membanggakan komunitas, fakultas, dan universitas.

“Kompetisi ini memberikan pelajaran berharga tentang kemampuan membagi waktu di tengah kesibukan dan pentingnya saling percaya serta melatih kemampuan public speaking. Dengan kerja keras, kerja sama, dan dukungan penuh dari berbagai pihak, alhamdulillah tim kami berhasil mencapai prestasi yang membanggakan,” imbuhnya. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Komunitas-Peradilan-Semu-KPS-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Istimewa.jpg 1777 1000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-13 12:19:342024-07-15 12:17:28Perjuangan Komunitas Peradilan Semu UAD Hingga Raih Juara

Tauhid Sosial: Beragama yang Menyejahterakan

29/06/2024/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I. (Dok. Istimewa)

Kajian Rutin Ahad Pagi kembali digelar di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 23 Juni 2024 bertepatan dengan 16 Dzulhijjah 1445 H. Acara juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Masjid Islamic Center UAD. Kajian dihadiri oleh mahasiswa, masyarakat sekitar, dan umum. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I. selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY didapuk menjadi pemateri kajian.

Tauhid berasal dari kata bahasa Arab wahhada-yuwahhidu-tauhidan, wahid berarti satu, tauhid berarti menempatkan Allah sebagai satu-satunya. Jenis-jenis tauhid, antara lain tauhid rububiyah yakni meyakini Allah sebagai satu-satunya yang menciptakan, memelihara, dan merawat manusia. Tauhid mulkiyah yakni meyakini Allah sebagai satu-satunya Dzat yang Maha Berkuasa. Tauhid uluhiyah yakni meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah.

Bertauhid di dalam hidup berarti menempatkan Allah sebagai satu-satunya orientasi hidup seseorang. Orang yang bertauhid pangkatnya, kekuasaannya, dan segala hal berorientasi kepada Allah, yakni demi menyempurnakan tugas Allah.

Referensi tema dalam pembahasan tersebut yaitu dari buku karya Amien Rais yang berjudul Tauhid Sosial Formula Menggempur Kesenjangan diterbitkan oleh Mizan, Bandung, tahun 1998. Tauhid sosial muncul sebagai respons dari cara beragama yang hanya mengedepankan kesalehan pribadi dan mengabaikan kehidupan sosial. Sesungguhnya perkara tauhid sosial ini sudah pernah dikritik oleh Kiai Dahlan pada tahun awal-awal abad ke-20, yang notabene di Indonesia pesantren dan kiai telah menjamur.

Beragama itu hendaknya berdampak dengan kehidupan sekitarnya. Beragama yang tidak berdampak cenderung akan menghasilkan masalah, maka bertauhid kepada Allah harus memberikan dampak dalam kesejahteraan hidup umat manusia di muka bumi. Tugas seorang muslim di dunia ada dua, yakni sebagai ‘abdullah (hamba Allah) dan memiliki status sebagai khalifatullah (pemimpin). Contoh tauhid sosial yaitu menyejahterakan sesama manusia dengan zakat, menyejahterakan hewan dengan memakai pisau yang tajam dalam pemotongannya, dan menyejahterakan alam dengan tidak mengeksploitasinya.

Di dalam Al-Qur’an dan hadis, ketika ada seseorang yang dihukum, banyak sekali yang hukumannya membebaskan budak. Hal ini karena Islam ingin menghapus perbudakan, perbudakan menempatkan manusia seperti setengah manusia, juga seperti barang. Jadi budak itu berbeda dengan pembantu, budak dimiliki langsung oleh majikannya seperti kepemilikan barang.

Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta. (Q.S. Adz-Dzariyat: 19)

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa berislam akan lebih sempurna jika kita membantu menyejahterakan sesama. Sebab di sebagian harta seseorang adalah hak untuk orang miskin. Sedekah dan zakat sebagai sarana penyucian dari harta seseorang yang tidak halal, atau harta yang tercampur. Orang yang berhak disedekahi yaitu balita telantar, anak jalanan, anak disabilitas, lanjut usia telantar, tuna susila, korban napza, korban bencana alam, fakir miskin, keluarga tidak layak huni, dan semisalnya. Tugas kita mengentaskan manusia dari dhu’afa (orang-orang yang lemah) dan mustad’afin (orang-orang yang terlemahkan), hal itu merupakan tugas ketauhidan seorang muslim. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ridwan-Furqoni-S.Pd_.I.-M.P.I.-Dok.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-06-29 11:24:102024-06-29 11:24:10Tauhid Sosial: Beragama yang Menyejahterakan

Tiga Pelajaran Spirit Tauhid Nabi Ibrahim

28/06/2024/in Feature /by Ard

Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. selaku Khatib Salat Iduladha 1445 H di Universitas Ahmad Dahlan (Dok. Istimewa)

Tauhid atau konsep keesaan Allah merupakan salah satu konsep penting dalam agama Islam. Namun, sebelum Islam hadir, konsep ini telah ada dalam ajaran para nabi dan rasul sebelumnya, termasuk Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim dianggap sebagai tokoh utama dalam Islam yang mengemban misi untuk menyebarkan tauhid di tengah-tengah masyarakat yang memercayai berbagai bentuk Tuhan dan dewa.

Hal ini dibahas lebih mendalam oleh Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. selaku khatib salat Iduladha 1445 H yang juga merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi pada Senin, 17 Juni 2024. Acara yang digelar di Lapangan Bola Sisi Timur Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, karyawan, mahasiswa di lingkungan UAD, serta masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu, Dadang Kahmad menyampaikan terkait tauhid aktif Nabi Ibrahim yaitu tauhid yang diiringi dengan amal shalih dan amar makruf nahi munkar. “Tauhid aktif adalah keyakinan yang disertai dengan amal saleh dan pelaksanaan amar makruf nahi mungkar. Nabi Ibrahim juga memiliki pemikiran kritis mengenai keberadaan alam semesta yang indah yang menunjukkan adanya Sang Pencipta,” jelasnya

Menurutnya, ada tiga pelajaran dari sejarah Nabi Ibrahim yang dapat diambil oleh umat Islam saat ini. Pelajaran-pelajaran tersebut adalah sebagai berikut.

Iman Harus Hidup dan Aktif

Pelajaran pertama, iman harus hidup dan aktif, bukan pasif dan statis. Iman yang aktif terwujud dalam tindakan amal sosial atau habluminannas, melakukan amar makruf nahi munkar, serta berakhlak baik dalam pergaulan dengan sesama manusia.

Aktif dalam Melakukan Pekerjaan yang Bermanfaat

Pelajaran kedua, orang beriman harus aktif dalam melakukan pekerjaan yang bermanfaat, termasuk di dalamnya memakmurkan bumi dan menjaganya dari kerusakan.

Jika Mampu, Berkurbanlah

Pelajaran ketiga, dianjurkan berkurban bagi yang mampu. Kurban merupakan salah satu bentuk kesalehan sosial yang penting dalam kehidupan beragama setiap muslim. “Barang siapa yang mampu lalu tidak berkurban maka tidak boleh mendekat ke tempat salat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

“Mumpung masih diberi kesempatan hidup oleh Allah yang entah sampai kapan sisa umur ini masih ada. Sungguh alangkah indahnya jika umur yang tersisa ini kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat sehingga menjadi umur yang dipenuhi kasih sayang Allah, umur yang dipenuhi barakah Allah. Harta yang kita punya, mari kita gunakan untuk kepentingan kebaikan, kita gunakan untuk meraih kesenangan di akhirat yang abadi. Jangan sampai kita menyesal selamanya ketika kita berada di alam keabadian,” tutupnya. (Lid)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-H.-Dadang-Kahmad-M.Si_.-selaku-Khatib-Salat-Iduladha-1445-H-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-Dok.-Istimewa.jpg 1080 1919 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-06-28 10:15:442024-06-28 10:26:31Tiga Pelajaran Spirit Tauhid Nabi Ibrahim
Page 34 of 74«‹3233343536›»

TERKINI

  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Praktisi on Class Bersama BSI08/06/2026
  • FEB UAD dan FE UNISKA Gelar Rangkaian Implementasi Kerja Sama Akademik08/06/2026
  • Peluncuran dan Bedah Buku “Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Kebijakan”08/06/2026
  • UAD Tuan Rumah Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek RI08/06/2026
  • Inovasi BEKRESS Mahasiswa UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 Kemendiktisaintek RI05/06/2026

PRESTASI

  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Juara Nasional dari Kajian Bahasa di Media Sosial05/06/2026
  • Inovasi Lentera Culture Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional04/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Presenter Terbaik melalui Inovasi Energi Terbarukan Berbasis AI04/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top