• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD Implementasikan Program MASJOS untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

31/12/2025/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dalan (UAD) Implementasikan Program MASJOS untuk wujudkan lingkungan bersih (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode ke-102 Unit I.B.2 melaksanakan Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MASJOS) di wilayah RW 02 Kelurahan Semaki, Kota Yogyakarta. Program ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Kelurahan Semaki sekaligus bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dari tingkat rumah tangga.

Program MASJOS mengedepankan lima langkah utama, yaitu memilah sampah sejak dari sumbernya, menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan untuk mengurangi sisa pangan, serta menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali. Melalui penerapan langkah-langkah tersebut, mahasiswa KKN berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan Program MASJOS dimulai pada 20 November 2025 melalui kegiatan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK dan warga RW 02 Kelurahan Semaki. Mahasiswa KKN menyampaikan pentingnya pemilahan sampah dan peran aktif masyarakat dalam mendukung program kebersihan yang dicanangkan pemerintah. Sosialisasi ini menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman dan partisipasi warga terhadap program yang dijalankan.

Sebagai tindak lanjut, tim KKN melakukan survei secara door to door pada 18 November 2025 di wilayah RT 04, RT 05, dan RT 06. Survei ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana warga telah menerapkan pemilahan sampah di rumah masing-masing. Berdasarkan hasil survei tersebut, mahasiswa KKN menentukan warga yang berhak menerima fasilitas tempat sampah tumpuk sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah.

Pembuatan tempat sampah tumpuk dilaksanakan pada 3 Desember 2025, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembagian kepada warga pada 12 Desember 2025. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN didampingi oleh Ibu Sri Mulyani selaku perwakilan RW serta Ibu Kartini selaku Ketua Bank Sampah. Selain tempat sampah tumpuk, warga juga menerima stiker MASJOS dari Kelurahan Semaki sebagai tanda partisipasi aktif dalam program pengelolaan sampah.

Melalui Program MASJOS, mahasiswa KKN Alternatif UAD Unit I.B.2 berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat RW 02 Kelurahan Semaki dalam mengelola sampah secara mandiri. Program ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dalan-UAD-Implementasikan-Program-MASJOS-untuk-wujudkan-lingkungan-bersih-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-31 09:58:202025-12-31 09:58:20KKN UAD Implementasikan Program MASJOS untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Program Rumah Botol Plastik untuk Atasi Sampah

31/12/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi pengelolaan sampah menggunakan rumah botol plastik (Foto. KKN UAD)

Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode 101 Unit I.A.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program pembangunan Rumah Botol Plastik di wilayah Gedongkuning, Kelurahan Rejowinangun, pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Tim KKNT juga melaksanakan penyerahan Rumah Botol Plastik kepada warga pada Sabtu, 20 Desember 2025. Program ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah botol plastik yang sulit terurai dan sering mencemari lingkungan, khususnya sungai dan jalanan di wilayah setempat.

Ketua tim KKNT, Danda Dewanga Yuda Darma, menyampaikan bahwa tim merancang Rumah Botol Plastik menggunakan baja ringan yang kuat, tahan lama, dan mudah dipindahkan.

Tim KKNT merencanakan penyediaan satu unit Rumah Botol Plastik di setiap RT yang berada di wilayah RW 02 Gedongkuning. Langkah ini memudahkan warga untuk menyetorkan botol plastik bekas secara mandiri dan berkelanjutan.

Program Rumah Botol Plastik ini mendorong masyarakat untuk memahami nilai guna limbah botol plastik serta meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Program ini juga mendapat dukungan dari Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS), sebuah gerakan yang berfokus pada pengurangan volume sampah dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah, termasuk botol plastik.

Warga menyambut program ini dengan antusias dan memberikan respons positif terhadap keberadaan fasilitas tersebut. Warga berharap fasilitas ini mampu membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di wilayah Gedongkuning. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-Pengelolaan-Sampah-menggunakan-rumah-botol-plastik-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-31 09:43:072025-12-31 09:43:07Program Rumah Botol Plastik untuk Atasi Sampah

KKN Alternatif 102 UAD Inisiasi Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Pandeyan

31/12/2025/in Terkini /by Ard

KKN Alternatif 102 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Inisiasi Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 102 Unit III.B.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan sosialisasi pemilahan sampah organik matang dan mentah di RW 07 Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 November 2025, bertempat di Masjid Baitul Iman RW 07 Pandeyan.

Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa sebagai respons atas kebiasaan masyarakat yang sebenarnya sudah mengetahui cara memilah sampah, tetapi dalam realitasnya belum menerapkannya secara konsisten. Melalui kegiatan ini, warga diajak kembali memahami pentingnya pengelolaan sampah dari rumah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa KKN memaparkan materi mengenai jenis-jenis sampah agar mudah dikenali warga, yaitu sampah organik, sampah anorganik, bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dan residu.

Materi selanjutnya membahas dampak penumpukan sampah terhadap kesehatan masyarakat, seperti risiko tetanus, sakit perut, hingga leptospirosis yang dapat menyerang anak-anak hingga lansia akibat timbulan sampah yang terus-menerus menumpuk.

Kegiatan tersebut selaras dengan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (MASJOS) yang ada di Kota Yogyakarta. Tujuannya tidak lain sebagai upaya saling mendukung serta berkolaborasi antarwarga, pemerintah, dan institusi pendidikan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, mahasiswa KKN Alternatif UAD berharap kegiatan tersebut dapat menyadarkan masyarakat bahwa pemilahan sampah berpengaruh langsung terhadap kenyamanan hidup sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi di atas, mahasiswa KKN Alternatif UAD juga melaksanakan penyerahan bank sampah botol serta alat pembakaran sampah minim asap bersama Ketua RW 07 Pandeyan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya serta dukungan nyata dari mahasiswa terhadap pengelolaan sampah di lingkungan warga, khususnya dalam menangani sampah botol dan sisa sampah rumah tangga yang sulit terurai. Penyerahan tersebut diharapkan dapat melengkapi fasilitas warga dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UAD berharap warga RW 07 Pandeyan dapat memulai untuk membiasakan pemilahan sampah dari lingkungan rumah masing-masing.

Mahasiswa menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen nyata mahasiswa KKN UAD dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Husnul/Audi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Alternatif-102-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-Program-Pengelolaan-Sampah-Berkelanjutan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-31 09:27:152025-12-31 09:27:15KKN Alternatif 102 UAD Inisiasi Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Pandeyan

Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Zero Food Waste

31/12/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Inisiasi Zero Food Waste (Foto. KKN UAD)

Persoalan limbah rumah tangga di kawasan perkotaan yang kian meningkat menuntut hadirnya solusi konkret dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 102 Unit V.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi Gerakan Inovasi Zero Food Waste. Program pengelolaan sampah berbasis warga ini dilaksanakan di RW 13 Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Yogyakarta.

Program ini menitikberatkan pada pengolahan limbah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, menjadi produk yang aman bagi lingkungan dan bernilai guna. Inovasi yang dikembangkan meliputi pembuatan ember tumpuk dari galon bekas sebagai alat pengolahan sampah organik, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta pemanfaatan galon bekas menjadi pot bunga.

Ketua KKN Alternatif 102 Unit V.C.2, Harun Ar Efendi, menjelaskan bahwa program Zero Food Waste dirancang sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. “Melalui Gerakan Inovasi Zero Food Waste, kami ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa sampah rumah tangga bukan sekadar limbah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, melalui Sosialisasi Gerakan Inovasi Zero Food Waste yang bertempat di Balai RW 13 Tegalpanggung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam praktik pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.

Program ini didukung sepenuhnya oleh Avanti Vera Risti Pramudyani, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ia menegaskan bahwa program yang dijalankan mahasiswa sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

“Program kerja ini merupakan salah satu bentuk Perkhidmatan Islam Berkemajuan dengan topik Penghikmatan Global, yaitu pelestarian lingkungan untuk pencegahan dampak dari rekayasa tangan manusia yang membuang sampah sembarangan (Q.S. Ar-Rum [30]: 41),” ujarnya.

Gerakan Zero Food Waste dirancang sebagai solusi sederhana terhadap permasalahan sampah rumah tangga yang selama ini sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan perkotaan. Salah satu inovasi utama, yakni ember tumpuk, merupakan sistem pengolahan sampah organik sederhana yang terdiri atas dua ember bertingkat. Alat ini memungkinkan sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos cair sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.

Ketua RW 13 Tegalpanggung, Ahmad Rofiqi, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan alternatif solusi yang dibutuhkan masyarakat. “Program ini sangat bermanfaat bagi warga RW 13 Tegalpanggung, terutama karena keterbatasan tempat pembuangan sampah dan kesulitan warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dalam mengelola minyak jelantah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi program, ember tumpuk ditempatkan di sejumlah titik strategis, yakni di sudut RT 53, RT 54, dan RT 55, guna memudahkan warga membuang dan mengolah sampah organik. Sementara itu, pot bunga dari galon bekas ditempatkan di setiap rumah warga sebagai media tanam yang sekaligus memperindah lingkungan permukiman.

Kombinasi pengolahan sampah organik, pemanfaatan minyak jelantah, serta daur ulang sampah anorganik melalui Gerakan Inovasi Zero Food Waste diharapkan dapat menekan volume sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Program ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Alternatif 102 Unit V.C.2 UAD berharap model pengelolaan sampah berbasis warga dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah perkotaan lain. Upaya kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat ini diharapkan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Inisiasi-Zero-Food-Waste-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-31 09:07:472025-12-31 09:07:47Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Zero Food Waste

BEM Psikologi UAD Angkat Isu Pelecehan Seksual dalam Psilet #2 2025

31/12/2025/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar Psilet #2 2025 (Foto. Anove)

Departemen Kajian Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Psilet #2 2025 pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Aula Tarjih Kampus 4 UAD. Kegiatan ini mengangkat tema “Garis Merah Tubuhku: Mengukir Batasan, Menuntut Pertanggungjawaban” sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat umum terhadap kekerasan berbasis gender yang masih terjadi di lingkungan kampus.

Psilet #2 2025 diselenggarakan sebagai respons atas keresahan terhadap maraknya kekerasan dan pelecehan seksual, baik secara verbal maupun nonverbal, serta minimnya pemahaman gender yang masih dianggap tabu, khususnya di kalangan mahasiswa. Banyak pelanggaran batasan tubuh yang terjadi tanpa disadari dan kerap dibenarkan dengan dalih “bercanda”. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap diam bukan solusi, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran sebagai langkah awal pencegahan.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dessy Pranungsari, S.Psi., M.Psi., seorang Psikolog dan Khusnul Hidayah, S.E., S.Ag., M.Si. Keduanya memaparkan materi terkait pentingnya pemahaman batasan tubuh serta kekerasan berbasis gender dari perspektif psikologis dan sosial.

Dessy menjelaskan bahwa batasan tubuh merupakan hak setiap individu atas tubuhnya sendiri. “Setiap orang berhak mengatakan “ya” atau “tidak” terhadap perlakuan apa pun, dan hak tersebut tidak dapat dipaksakan oleh siapa pun. Pemahaman ini dinilai penting agar individu mampu melindungi diri sekaligus menghormati batasan orang lain,” tegasnya.

Bentuk Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual

Dalam pemaparannya, narasumber menguraikan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, meliputi kekerasan verbal dan nonverbal, kekerasan fisik dan seksual, serta kekerasan berbasis relasi kuasa. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai bentuk kekerasan seksual berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024.

Bentuk kekerasan seksual tersebut antara lain mencakup ujaran yang melecehkan atau mendiskriminasi kondisi tubuh dan identitas gender korban, seperti rayuan, lelucon, atau siulan bernuansa seksual, tatapan yang bernuansa seksual, pengiriman konten seksual tanpa persetujuan atau consent, pengambilan dan penyebaran konten pribadi bernuansa seksual, hingga tindakan fisik seperti menyentuh, memeluk, mencium, membuka pakaian tanpa persetujuan, percobaan perkosaan, perkosaan, pemaksaan aborsi atau kehamilan, serta pembiaran terjadinya kekerasan seksual.

Alur Pelaporan Kekerasan Seksual di Lingkungan UAD

Narasumber juga memaparkan alur pelaporan kekerasan seksual di lingkungan UAD. Pelaporan dapat dilakukan oleh korban maupun saksi, baik secara formal maupun nonformal, serta dapat disertai pendampingan dalam pengawalan laporan. Setiap laporan akan ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Apabila bukti atau petunjuk belum lengkap, Satgas tetap melakukan penanganan aduan melalui tahapan investigasi dan pencarian fakta. Hasil investigasi kemudian disusun dalam bentuk laporan dan rekomendasi. Jika kekerasan seksual terbukti, maka dilakukan pemberian sanksi kepada pelaku serta pemulihan terhadap korban. Sementara itu, apabila laporan tidak terbukti, maka dilakukan pemulihan nama baik pihak yang dilaporkan.

Upaya Pencegahan dan Akses Bantuan

Selain penanganan, peserta juga dibekali langkah-langkah pencegahan kekerasan seksual, seperti menjaga jarak aman, berperilaku sesuai tempat dan situasi, bersikap asertif, serta menunjukkan keberdayaan diri. Narasumber menekankan pentingnya literasi terhadap aturan dan mekanisme pelaporan, keberanian untuk tidak diam, serta pemanfaatan gawai untuk mendokumentasikan bukti berupa foto, video, rekaman suara, atau tangkapan layar.

Materi juga menekankan pentingnya menormalisasi pencarian bantuan melalui berbagai layanan pendampingan, seperti Satgas PPKS atau Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), konseling sebaya, Layanan Psikologi Terpadu (LPT), serta puskesmas.

Psilet #2 2025 menyasar masyarakat umum dan diselenggarakan melalui kolaborasi antara Departemen Kastrat BEM FaPsi UAD dan Fakultas Agama Islam (FAI) UAD. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif untuk memahami batasan tubuh, saling menjaga, serta berani bersuara terhadap segala bentuk kekerasan berbasis gender. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-Psilet-2-2025-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-31 08:23:272025-12-31 08:23:27BEM Psikologi UAD Angkat Isu Pelecehan Seksual dalam Psilet #2 2025

PERSADA UAD Perkuat Literasi Al-Qur’an melalui Metode Ummi dan Iqra’

30/12/2025/in Terkini /by Ard

Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan pembelajaran Al-Qur’an (Foto. PERSADA UAD)

Tantangan literasi Al-Qur’an di Indonesia masih cukup tinggi. Penelitian Institute of Qur’an Sciences (IIQ) dan PTIQ menunjukkan sekitar 65%–72,25% umat muslim Indonesia belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat dakwah literasi Al-Qur’an, termasuk di lingkungan kampus.

Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi dan Metode Iqra’. Kedua pelatihan dilaksanakan secara terpisah guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta.

Pelatihan Metode Ummi digelar pada Sabtu, 15 November 2025 di Meeting Room Kampus II Unit B UAD. Acara ini menghadirkan Ustaz Muhammad Rizki Kurniawan Saputra dan Ustazah Rizka Khoerun Nisa sebagai narasumber. Metode ini menekankan sistem pembelajaran yang terstruktur, irama mengaji khas, serta mutu guru dan sistem pendukung.

“Tiga kekuatan Metode Ummi adalah metode yang baik, guru yang bermutu, dan sistem yang kokoh,” ujar Ustaz Rizki.

Sementara itu, pelatihan Metode Iqra’ dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025 di Ruang Sidang Kampus I UAD dengan narasumber Ustaz Muhammad Burhanuddin dari tim trainer Iqra’ Kotagede, Yogyakarta.

Peserta yang terdiri atas thalabah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) serta musyrif dan musyrifah PERSADA menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta semakin percaya diri dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan berbagai metode pembelajaran.

Sebagai bagian dari komitmen penguatan literasi Al-Qur’an, UAD melalui Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) juga menyediakan modul Tahsinul Qur’an. UAD mewajibkan mahasiswa muslim lulus Tes Baca Al-Qur’an (TBQ) sebagai syarat mengikuti KKN dan kelengkapan yudisium. (Diyan)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pesantren-Mahasiswa-KH.-Ahmad-Dahlan-PERSADA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-pelatihan-pembelajaran-Al-Quran-Foto.-PERSADA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-30 10:17:582025-12-30 10:17:58PERSADA UAD Perkuat Literasi Al-Qur’an melalui Metode Ummi dan Iqra’

UAD Gelar Seminar Nasional Kesehatan Mental Mahasiswa Bertepatan dengan Milad ke-65

30/12/2025/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional Sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-65 (Foto. Annove)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Pengembangan Potensi, Pencegahan, dan Penanganan Problem Kesehatan Mental Mahasiswa” sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-65 UAD pada Rabu, 17 Desember 2025 yang bertempat di Ruang Amphitarium, Kampus 4 UAD. Kegiatan yang digelar oleh Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD ini diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa dari 20 perguruan tinggi di Indonesia.

Kepala Bimawa UAD, Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., dalam sambutannya menekankan bahwa kesehatan mental menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan pengembangan diri. Menurutnya, kondisi mental dan spiritual yang sehat akan berdampak langsung pada semangat belajar, produktivitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan. “Kesehatan mental ini menjadi satu hal yang penting perlu kita perhatikan dan sebagai institusi perguruan tinggi kita memiliki tanggung jawab bersama, oleh karena itu Forum Bimawa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen juga dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di DIY untuk bersama sama memberikan pendampingan, penguatan kesehatan mental untuk mahasiswa di DIY,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa isu kesehatan mental mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama perguruan tinggi. Ia menegaskan komitmen Forum Bimawa DIY dalam memberikan pendampingan berkelanjutan bagi mahasiswa. Selain itu, UAD juga berencana meluncurkan hasil riset kesehatan mental mahasiswa di Yogyakarta sebagai upaya menjadikan DIY sebagai rujukan nasional dalam penguatan kesehatan mental mahasiswa.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., memaparkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia usia 10-17 tahun mengalami masalah kesehatan mental. Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 15,5 juta remaja berada dalam kondisi rentan, sehingga diperlukan sinergi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. “Indonesia Emas 2045 digambarkan bahwa kita itu diharapkan sejajar dengan negara maju,” ujarnya.

Pada sesi materi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, menjelaskan pentingnya layanan bimbingan dan konseling sebagai sarana komunikasi antara perguruan tinggi dan mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa satu dari tiga mahasiswa berpotensi mengalami kendala dalam proses pembelajaran yang dapat berdampak serius apabila tidak ditangani secara tepat.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Fathur Rahman, S.Pd., M.Si., Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). Ia menekankan perlunya integrasi layanan bimbingan dan konseling dalam sistem kepenasihatan akademik. Menurutnya, pendekatan yang inklusif akan memperluas akses mahasiswa terhadap layanan pendampingan, mengingat tidak semua mahasiswa mampu menjangkau layanan konseling formal.

Pada materi ketiga, Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D., dari Badan Pembina Harian (BPH) UAD, mengajak mahasiswa untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berdaya. Ia menekankan pentingnya sikap positif serta keteguhan hati agar mahasiswa tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tekanan. Pesan tersebut diperkuat melalui QS. At-Taubah ayat 40 dan QS. Ar-Ra’d ayat 28 yang menegaskan pentingnya keyakinan, ketenangan batin, dan kedekatan spiritual dalam menghadapi kesulitan hidup.

Prof. Ahmad juga menyoroti pentingnya perencanaan masa depan. Ia menyampaikan bahwa masa depan adalah milik mereka yang mempersiapkannya sejak hari ini. Menurutnya, perencanaan yang baik di masa kini merupakan separuh dari keberhasilan. Mahasiswa didorong untuk menjadi pelopor kebaikan sekaligus inovator yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang berdaya adalah mereka yang memiliki keseimbangan antara karakter atau soft skills, kapabilitas atau kapasitas diri, serta kompetensi berupa hard skills.

Sementara itu, pada materi keempat, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi ABKIN, memaparkan urgensi penanganan kesehatan mental mahasiswa secara komprehensif. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 34,9 persen remaja usia 10–17 tahun di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain tekanan akademik, ekspektasi keluarga, konflik rumah tangga, serta tekanan media sosial.

Ia menjelaskan bahwa stres yang dialami remaja dan mahasiswa berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari penurunan prestasi akademik, gangguan emosi sehari-hari, hingga terganggunya hubungan sosial. Dalam paparannya, ditampilkan pula keterkaitan antara berbagai persoalan mahasiswa di perguruan tinggi dengan pembentukan identitas diri serta pengalaman masa kecil, termasuk permasalahan manajemen waktu serta munculnya kecemasan dan depresi. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan mahasiswa perlu ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menutup rangkaian seminar, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Bimawa tingkat nasional. Diskusi yang berlangsung dinilai mampu menjadi contoh praktik baik bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan program penguatan kesehatan mental mahasiswa secara berkelanjutan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Seminar-Nasional-Sebagai-bagian-dari-rangkaian-Milad-ke-65-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-30 10:01:482025-12-30 10:01:48UAD Gelar Seminar Nasional Kesehatan Mental Mahasiswa Bertepatan dengan Milad ke-65

Keluarga Teater PeBei UAD Gelar Pentas Produksi #22 “Katharsis”

29/12/2025/in Terkini /by Ard

Keluarga Teater PeBei, Lembaga Semi Otonom (LSO) HMPS PBI EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Teater PeBei)

Keluarga Teater PeBei, Lembaga Semi Otonom (LSO) HMPS PBI EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menggelar Pentas Produksi #22 bertajuk “Katharsis” pada 2 Desember 2024 di TBY Societeit Yogyakarta. Pementasan ini menjadi agenda rutin Teater PeBei sebagai ruang ekspresi seni dan kreativitas mahasiswa.

Naskah “Katharsis” ditulis oleh tim penulis Teater PeBei yang terdiri atas Dzykry Agis Sarodi (Sastra Indonesia UAD), Lovina Putri Maharani (Sastra Inggris UAD), dan Atas Sultan Joe Satriani (PBI UAD). Pementasan tersebut disutradarai oleh Bekti Susilo Solehudin dari Program Studi Sastra Inggris.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D., yang menilai Teater PeBei konsisten menjaga tradisi kaderisasi melalui pementasan tahunan. Ia menyampaikan bahwa teater tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media penyampaian pesan dan nilai, sekaligus sarana pengembangan kreativitas, imajinasi, disiplin, dan kerja sama tim bagi mahasiswa.

Dalam proses persiapan, para pemain dan kru menghadapi tantangan, terutama dalam mengatur waktu antara perkuliahan dan latihan serta pendalaman karakter yang kompleks. Latihan berlangsung selama tiga bulan, dimulai sejak September 2024, dengan keterlibatan aktif seluruh anggota produksi.

Pimpinan Produksi, Yunita Cahyati, menyampaikan bahwa proses latihan menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat solidaritas dan kerja sama antar anggotanya. Ia berharap pementasan ini dapat memberikan pengalaman berkesan bagi penonton sekaligus mendorong semangat berkarya Teater PeBei ke depan.

Melalui Pentas Produksi #22 “Katharsis”, PBI UAD menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik. Program studi tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga membuka ruang luas bagi ekspresi seni dan budaya sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Keluarga-Teater-PeBei-Lembaga-Semi-Otonom-LSO-HMPS-PBI-EDSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Teater-PeBei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-29 09:31:212025-12-29 09:31:21Keluarga Teater PeBei UAD Gelar Pentas Produksi #22 “Katharsis”

UAD Siapkan Relawan Psikososial untuk Dukung Pemulihan Penyintas Bencana di Sumatra

27/12/2025/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan MDMC gelar Diklat Relawan Psikososial sebagai bagian dari persiapan respon bencana di Sumatra (Foto. Ulin)

Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis yang mendalam bagi para penyintas. Di balik runtuhnya bangunan dan hilangnya harta benda, terdapat trauma, ketakutan, serta rasa kehilangan yang membutuhkan pendampingan psikososial agar para korban mampu bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Menyadari pentingnya kebutuhan tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Diklat Relawan Psikososial sebagai bagian dari persiapan respons bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 20-21 Desember 2025, bertempat di Kampus 1B UAD.

Diklat ini bertujuan membekali relawan yang berasal dari 10 mahasiswa UAD dan 10 mahasiswa Universitas ‘Aisiyah Yogyakarta (UNISA) dengan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan agar mampu mendampingi penyintas bencana secara empatik, beretika, dan berkelanjutan.

Pada hari pertama, peserta mengikuti materi fikih kebencanaan Muhammadiyah, manajemen bencana Muhammadiyah, serta asesmen dan pengantar intervensi psikososial. Selain itu, peserta juga mendapatkan orientasi lapangan terkait budaya dan kondisi sosiologis masyarakat Aceh, khususnya wilayah Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Salah satu materi penting disampaikan oleh Luqman Tifa Perwira, S.Psi., M.Psi., yang membahas asesmen dan pengantar intervensi psikososial, “layanan minimal Muhammadiyah antara lain pendirian pos koordinasi dan pos layanan PDB sesuai tingkat bencana serta pengelolaan pusat data dan informasi, penyelenggaraan layanan medis, layanan pencarian dan penyelamatan (SAR), pendampingan psikososial bagi kelompok rentan seperti anak dan remaja, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta penyandang disabilitas melalui program shelter kelompok rentan dan shelter laktasi, penyediaan dapur umum dengan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, penyelenggaraan fasilitas ibadah berupa tenda musala yang dilengkapi perlengkapan ibadah, sanitasi, serta pendampingan keagamaan, hingga layanan pendidikan darurat dan psikososial”.

Hari kedua tak kalah penting dengan pemaparan experiential learning, pemahaman piramida intervensi dan penanganan kelompok berisiko, penyusunan laporan harian dan Situation Report (SITREP), serta perancangan program intervensi psikososial, keterampilan teknis relawan psikososial yaitu belajar mendongeng, menyusun program psikososial, praktik dan simulasi program intervensi psikososial dan yang terakhir refleksi dan koordinasi persiapan keberangkatan.

Semoga para relawan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan, serta para penyintas memperoleh pemulihan, ketenangan, dan harapan untuk bangkit menata kembali kehidupan mereka. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-MDMC-gelar-Diklat-Relawan-Psikososial-sebagai-bagian-dari-persiapan-respon-bencana-di-Sumatera-Dok.-Lin-2.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-27 08:13:542025-12-27 08:13:54UAD Siapkan Relawan Psikososial untuk Dukung Pemulihan Penyintas Bencana di Sumatra

UAD Lepas Tim Relawan Medis dan Salurkan Bantuan untuk Bencana Aceh Tengah

27/12/2025/in Terkini /by Ard

Pelepasan Tim Relawan Medis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Penyaluran Bantuan untuk Bencana Aceh Tengah (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmen moralnya dalam penanganan bencana nasional. Acara pelepasan relawan kesehatan tanggap darurat bencana Sumatera Utara, Aceh dan sekitarnya ini diselenggarakan pada Jumat, 26 Desember 2025 bertempat di Lantai 7 Amphiteater Fakultas Kedokteran (FK) UAD. Aksi kemanusiaan ini merupakan hasil sinergi erat antara FK UAD dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta Lembaga Amil, Zakat, Infak, Dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMU).

Dekan FK UAD dr. M. Junaidy Heriyanto, Sp.B, FINACS, dalam sambutannya menekankan bahwa keberangkatan tim ini bukan sekadar menjalankan tugas operasional, melainkan perwujudan visi fakultas yang unggul dalam manajemen kebencanaan. FK UAD menerjunkan tim ahli yang terdiri dari enam orang, meliputi dokter spesialis bedah, lima dokter muda, serta staf kebencanaan dari Tim Bantuan Medis (TBM). Kehadiran mereka diharapkan mampu mengisi celah bantuan medis di beberapa titik di Aceh Tengah yang selama ini dilaporkan masih sulit mendapatkan akses layanan kesehatan.

“Kehadiran tim ini adalah wujud nyata sumbangsih FK UAD terhadap respons bencana, yang mana kami selalu berkomitmen menjadikan tanggung jawab moral ini sejalan dengan visi menjadi fakultas yang unggul di bidang kebencanaan,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan rasa bangganya atas kesiapan mental dan profesionalisme para dokter muda serta tenaga medis yang berangkat. Beliau menegaskan bahwa seluruh langkah penanggulangan bencana di lingkungan universitas kini terintegrasi dalam sistem One Muhammadiyah One Response. Tidak hanya mengirimkan relawan ke lokasi bencana, UAD juga memberikan perhatian penuh kepada para mahasiswa internal yang terdampak dengan memberikan bantuan dana SPP sebesar Rp2,5 juta serta voucher makan gratis selama satu bulan.

Dalam pesannya yang menyentuh, Rektor mengingatkan para relawan untuk tidak mengabaikan kondisi fisik dan mental pribadi saat berada di medan tugas yang berat. “Saya berpesan agar kalian tetap menjaga kesehatan diri sendiri dan memastikan kondisi fisik tetap prima, karena bekerja dalam situasi bencana sering kali sangat menguras emosi dan tenaga,” tegasnya.

Acara ini ditutup dengan penyerahan donasi bantuan bencana secara simbolis kepada pihak Lazismu. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi para donatur serta memberikan manfaat yang signifikan bagi proses pemulihan masyarakat dan pemerintah daerah di Aceh Tengah. Dengan pelepasan ini, UAD berharap para relawan diberikan kekuatan untuk mengabdi dan mampu memperkuat sistem pertahanan kesehatan di daerah bencana hingga masa tanggap darurat berakhir. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-Tim-Relawan-Medis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Penyaluran-Bantuan-untuk-Bencana-Aceh-Tengah-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-27 07:28:262025-12-27 07:28:26UAD Lepas Tim Relawan Medis dan Salurkan Bantuan untuk Bencana Aceh Tengah
Page 19 of 750«‹1718192021›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis02/04/2026
  • Pesan Mendalam Ekologi dalam Surah Ar-Rahman02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor01/04/2026
  • Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an01/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top