• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Pastron UAD: Sinergi Astronomi dengan Budaya Nusantara

03/06/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Pusat Studi Astronomi (Pastron) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta telah mengadakan Seminar Astronomi dan Budaya (Sindara) pada (30/5/2015) di auditorium kampus III.

Yudhiakto Pramudya selaku ketua panitia Sindara 2015 mengatakan, “Seminar ini selain bertujuan sebagai wadah diskusi peneliti astronomi dalam budaya, juga sebagai wahana untuk dokumentasi kekayaan dan kearifan lokal nusantara yang berkaitan dengan astronomi.”

Penentuan musim tanam padi, penentuan arah dengan menggunakan rasi bintang, kalender, dan bahkan beberapa pembangunan situs bersejarah yang berlatar belakang astronomi, merupakan beberapa contoh bahwa kekayaan bangsa Indonesia dalam bidang astronomi yang berkaitan dengan budaya lokal sangatlah banyak dan beragam. Sayangnya, tidak banyak publikasi hasil penelitian yang diketahui oleh publik mengenai hal tersebut. Sindara adalah ajang yang tepat untuk publikasi dan dokumentasi mengenai itu.

Hadir sebagai keynote speaker adalah Prof. Dr. Bambang Hidayat dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Ia merupakan salah satu pioneer yang sangat mumpuni di bidang astronomi di Indonesia. Selain itu, ada pula Drs. Bambang Budi Utomo (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), Drs. Widya Sawitar (Planetarium dan Observatorium Jakarta), dan Drs. Sriyatin Shodiq, S.H., M.A. (PP Muhammadiyah) yang menjadi pembicara utama lainnya.

Tak ketinggalan, Prof. Wayne Orchiston dari National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT) berkenan untuk membagikan pengetahuannya tentang astronomi dan budaya di Indonesia. Paduan antara ilmu astronomi, arkeologi, pengamatan, dan penelitian antariksa, serta kajian astronomi Islam membuat seminar ini menjadi sangat menarik.

Sindara memberikan wadah bagi para peneliti senior, muda, juga praktisi astronomi budaya berbagi pengetahuan dan hasil penelitiannya. Judul makalah yang beragam tidak hanya tentang budaya di pulau Jawa, tetapi juga di Pulau Lombok, bahkan dari Malaysia. Hal tersebut menambah beragamnya kekayaan dan kearifan lokal yang akan dikaji. Namun, tentunya masih banyak budaya di daerah lain yang belum tercakup, begitu pula analisis yang masih perlu dilakukan dari berbagai disiplin ilmu yang lebih beragam. Untuk itulah, Sindara diharapkan dapat menjadi forum untuk merumuskan langkah strategis pelaksanaan penelitian di bidang astronomi dalam budaya secara berkelanjutan.

Di samping itu, astronomi dan budaya tidak lepas dari pemahaman dan cara pandang masyarakat tentang peristiwa astronomi. Salah satu fenomena astronomi yang akan dilihat di Indonesia adalah gerhana matahari total pada 9 Maret 2016. Astronom internasional dan nasional telah bergerak untuk melaksanakan pengamatan di beberapa daerah di Indonesia.

Hal ini menarik untuk dikaji tentang kearifan lokal yang berkaitan dengan gerhana matahari. Tidak dipungkiri, beberapa masyarakat masih belum tahu tentang penyebab gerhana matahari, begitu pula cara mengamatinya. Sindara menjadi salah satu wahana edukasi bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa tentang betapa menariknya astronomi dan antariksa disinergikan dengan pemahaman terhadap budaya nusantara.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-06-03 08:07:342015-06-03 08:07:34Pastron UAD: Sinergi Astronomi dengan Budaya Nusantara

31 Tahun BK: Berikan Wadah Kreativitas Mahasiswa

03/06/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Wadah unjuk kreativitas, bakat mahasiswa, serta mempererat silaturahmi antara civitas akademika menjadi tujuan utama dalam peringatan hari jadi Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP-UAD) yang ke-31.

Acara yang berlangsung Minggu (17/05/2015) pagi tersebut berlanjut hingga malam. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh civitas akademika di lingkungan Prodi BK, para tamu undangan baik dari petinggi universitas, organisasi mahasiswa di lingkungan UAD, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini semakin meriah karena mendatangkan bintang tamu band indie asal daerah Yogyakarta, yaitu BATIGA, DEMABA yang merupakan band dari UKM Musik UAD, serta dipandu oleh Alit-Alit selaku pembawa acara.

Rahmat Pamuji selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, “Selain family gathering, pertunjukan budaya Indonesia sebagai konsep utama acara ini juga dapat menjadi media edukasi bagi mahasiswa.”

Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini diramaikan pula dengan adanya lomba tingkat prodi, di antaranya turnamen futsal, pemilihan duta BK UAD 2015, dan pemilihan da'i mahasiswa BK. Sementara itu, di tingkat fakultas diadakan lomba fotografi se-FKIP UAD, di tingkat DIY-Jateng Classroom Guidance Competition, lomba penulisan proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling, serta satu event tingkat nasional yaitu lomba media bimbingan dan konseling untuk mahasiswa BK se-Indonesia, juga Harmoni Seni dan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah. 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/31_tahun_bk_berikan_wadah_kreativitas_mahasiswa_0.jpg 267 500 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-06-03 08:07:052015-06-03 08:07:0531 Tahun BK: Berikan Wadah Kreativitas Mahasiswa

Tim Seni Budaya UAD Pukau Masyarakat Hungaria

01/06/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tampilkan tari tradisional Indonesia di Hungaria untuk mempromosikan budaya Indonesia.

Pergelaran seni budaya yang berlangsung di gedung pertunjukan Szent-Gyorgy Albert Agora yang dipenuhi oleh para penonton berlangsung sebagai rangkaian kegiatan KBRI Budapest dalam memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Hungaria.

Tari Rentak Indah yang berasal dari Sumatra Barat ditampilkan dengan gerakan yang dinamis, kompak, dan seirama. Selain itu, Tim Seni Budaya UAD juga mementaskan Tari Sintren dari Jawa Barat, Tari Tanggai dari Sumatra Selatan, Tari Tampi dari Bangka Belitung, Tari Mandau dari Kalimantan, dan Tari Asmaradhana yang merupakan kreasi tarian yang menggabungkan tari daerah dari Jawa, Kalimantan, dan Bali. Semua itu ditata secara apik oleh tim.

Tentunya, hal ini mengundang decak kagum para penonton, baik di Budapest yang diselenggarakan pada (8‒9/5/2015) dalam kegiatan Indonesian Days Charity Bazaar 2015, maupun di pergelaran Seni Budaya Indonesia di kota Pécs pada (10/5/2015).

Bahkan di Budapest, penampilan mereka mendapat standing ovation dari para penonton dan tamu undangan yang dihadiri oleh para Dubes negara ASEAN, negara sahabat, serta para jurnalis pemimpin redaksi majalah setempat.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Abdul Fadlil, M.T. mengatakan, saat di Pésc, tim tari UAD diminta untuk tampil sepuluh kali. Namun karena audiens sangat antusias, pihak panitia meminta mereka untuk tampil kembali.

“Karena antusias penonton, akhirnya kami menampilkan kembali. Tim Seni Budaya mengakhiri penampilan dengan Tari Asmaradhana. Kami mendapatkan aplaus yang meriah dari penonton yang berasal dari luar negeri tersebut,” terang Fadlil.

Tercatat, UAD telah memberangkatkan 10 mahasiswa yang di bawa ke Hungaria. Empat mahasiswa diambil dari UKM tari UAD, enam mahasiswa lainnya diambil dari mahasiswa berprestasi di fakultas masing-masing.

Selain tarian, Tim Seni Budaya UAD juga menampilkan lagu-lagu daerah dan nasional yang mendapat sambutan meriah dari para penonton. Di antaranya lagu “Ampar-ampar Pisang” dari Kalimantan, “Rek Ayo Rek” dari Jawa Timur, serta lagu nasional “Dari Sabang Sampai Merauke” dan lagu “Tanah Airku”.

Dubes RI untuk Hungaria, Wening Esthyprobo Fatandari, dalam sambutannya menekankan hubungan yang terjalin sangat baik antara kedua negara di segala bidang. Salah satu yang paling menonjol adalah di bidang pendidikan.

Universitas Szeged yang terkenal dengan penemuan Vitamin C oleh Albert Szent Gyorgy, mantan rektor universitas tersebut dan membawanya mendapatkan hadiah nobel, memiliki kerja sama pendidikan tinggi dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Di antaranya dengan UAD dan beberapa PT di Indonesia. (Sumber: KBRI Budapest/Infomed)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/tim_seni_budaya_uad_pukau_masyarakat_hungaria.jpg 299 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-06-01 03:32:022015-06-01 03:32:02Tim Seni Budaya UAD Pukau Masyarakat Hungaria

IMM Adakan Tabligh Akbar

29/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Kamis (21/05/2015), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (IMM UAD) Zona 2 melaksanakan Tabligh Akbar dengan tema “Islamophobia di Negeri Mayoritas Muslim”. Acara tersebut diadakan sejak pukul 19.30‒22.00 WIB di Auditorium kampus II Jalan Pramuka 42, Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara adalah Hidayatu Rahman.

“Acara ini ditujukan untuk mendalami ilmu agama yang seharusnya umat Islam ketahui agar mereka tidak terombang-ambing dalam agamanya sendiri,” tutur Rian Dhika sebagai ketua panitia dalam sambutannya.

Terkait dengan tema yang dipilih, panita mengungkapkan bahwa dewasa ini, muslim di Indonesia sudah tidak peduli dengan agamanya. Keapatisan umat terhadap penegakan agama Islam menciptakan pertumpahan darah di negara yang seharusnya tenteram dan damai.

Mufti Hakim selaku Pembina IMM Zona 2 dalam sambutannya mengatakan, “Sebenarnya gerakan Islam selalu peduli. Jika ada ketidakadilan, maka IMM ada di tengah-tengahnya. Muhammadiyah hadir untuk orang yang membutuhkan pertolongan, dan akan menjadi penyelamat umat.”

Majunya teknologi membuat masyarakat lebih mudah menyerap berbagai informasi dari luar tanpa penyeleksian baik dan buruknya. Hal ini menjadi penyebab utama phobia Islam di negeri yang mayoritas masyarakatnya pemeluk Islam, dengan berbagai organisasi Islam. Fenomena seperti ini menjadi tugas IMM dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yakni membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

“Mari budayakan idealisme sebagai intelektual muslim untuk membawa kebenaran Islam dengan ketenteraman,” tutup Mufti Hakim di hadapan ratusan mahasiswa UAD dari berbagai fakultas yang menjadi peserta dalam acara tersebut. (AKN)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-29 02:37:482015-05-29 02:37:48IMM Adakan Tabligh Akbar

Islamophobia di Negeri Mayoritas Muslim

29/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

“Islam itu indah, menenangkan, juga menenteramkan.”

(Hidayatu Rahman)

Islamophobia merupakan ketakutan dan kebencian yang tidak rasional terhadap Islam. Di Indonesia, yang merupakan negara dengan mayoritas masyarakat pemeluk agama Islam, telah lama terjadi Islamophobia. Keadaan tersebut bukan tanpa alasan, minimnya pengetahuan tentang Islam dan kurangnya iman membuat masyarakat apatis, takut, bahkan benci terhadap agama mereka sendiri.

Islamophobia sebenarnya sudah muncul sejak zaman penjajahan bangsa Belanda. Namun, propagandanya saat ini semakin terstruktur, sistematis, dan massif. Salah satu isu yang menjadi propaganda adalah terorisme Islam. Kemudian semakin mencuat setelah adanya bom Bali.

Inilah yang membuat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (IMM UAD) Zona 2 mengadakan Tabligh Akbar dengan tema “Islamophobia di Negeri Mayoritas Muslim” pada Kamis (21/05/2015). Acara tersebut diadakan di auditorium kampus II Jalan Pramuka 42, Yogyakarta, dan dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas di UAD. Hadir sebagai pembicara adalah Hidayatu Rahman, yang merupakan salah satu dosen, dan dimoderatori oleh Afriza.

Menurut Hidayatu Rahman, Islam merupakan agama yang menuntut hormat dan kepedulian terhadap sesama. Dengan begitu, keamanan dan kedamaian akan tercipta. Namun, tidak sedikit dari umat Islam yang mencoba menciptakan hal tersebut dengan kekerasan. Terorisme merupakan salah satu contohnya. Teroris mencoba menciptakan kedamaian umat Islam dengan cara yang salah. Mereka menganggap kekerasan sebagai satu-satunya cara untuk menumpas kekafiran umat. Di sinilah IMM menjalankan perannya sebagai intelektual muda dalam membawa kedamaian dan ketenteraman bagi sesama.

Sesungguhnya, Islam selalu mengajarkan cara yang baik dalam bertindak untuk menegakkan keadilan. Bersikap rendah hati dan menghadapi dengan tenang setiap cacian. Sayangnya, terkadang umat Islam belum dapat menguasai dirinya. Mereka kerap memiliki sifat buruk dalam bersikap, salah satunya sifat sombong. Sombong adalah penyakit yang menghinggapi setiap manusia tanpa disadari. Materi merupakan salah satu faktor penyebab sombong.

“Sombong karena materi sangat mudah terlihat. Namun sombong karena pengetahuan dan kebaikan sulit terdeteksi, karena itu hanya benih-benih halus dalam hati,” tambah Hidayatu Rahman.

Di akhir pemaparan materi, ia mengungkapkan, “Mari bersama memeriksa hati, karena setiap hal yang bisa dilakukan dengan baik adalah anugerah dari Allah. Cintai sesama dengan sepenuh hati.” (AKN)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-29 02:37:102015-05-29 02:37:10Islamophobia di Negeri Mayoritas Muslim

Penutupan Munas dan Rakernas Tarjih ke-29

29/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Terhitung sejak Selasa‒Kamis (19‒21/05/2015), Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-29 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kawasan Malioboro, dan Candi Kalasan. Acara tersebut merupakan serangkaian acara dalam pra-Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar Agustus mendatang.

UAD menjadi tuan rumah dan fasilitator dalam serangkaian acara Munas dan Rakernas tersebut. Setelah pembukaan secara resmi yang diadakan di auditorium kampus I Jalan Kapas 09, Semaki, Yogyakarta, selanjutnya penutupan dilaksanakan di Islamic Center UAD Jalan Ringroad Selatan, pada Jum’at (22/05/2015) sejak pukul 10.30‒14.00 WIB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UAD yang telah menjadi pendukung moral, spiritual, dan material sehingga acara Munas dan Rakernas Muhammadiyah dapat berjalan lancar,” ujar Syamsul Anwar selaku ketua kegiatan tersebut.

Syamsul Anwar juga menuturkan bahwa ia merasa gembira karena acara dapat berjalan lancar dengan pembahasan materi yang lebih intensif. Materi yang telah disusun salah satunya Buku Tuntunan Shalat dan Fiqh Kebencanaan (Prinsip Islam dalam Tanggap Bencana). Sebelumnya, beberapa komponen, wawasan, serta tata cara beribadah berdasarkan al-Qur’an dan Hadits telah dibahas. Sebagai universitas Muhammadiyah, UAD telah menerapkan pembelajaran sesuai ajaran Muhammadiyah. Hal ini dilakukan tidak lain untuk amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan, mencegah keburukan), serta mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Sementara itu, menurut Yunahar Ilyas selaku ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah  menuturkan bahwa UAD menjadi salah satu ladang perkembangan Muhammadiyah dengan metode pembelajarannya. Islamic Center juga diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan Majelis Tarjih Muhammadiyah di Yogyakarta. (AKN)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/Penutupan Rakernas UAD.jpg 285 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-29 02:32:482015-05-29 02:32:48Penutupan Munas dan Rakernas Tarjih ke-29

Diskriminasi Pasien Harus Dihentikan

27/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Keselamatan pasien di era Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi topik yang selalu diperbincangkan akhir-akhir ini. Hal itu tidak terlepas dari masih adanya laporan masyarakat terkait dugaan malpraktik atau perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Terselenggaranya program BPJS Kesehatan seharusnya mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit. Harapannya, akan berdampak positif pada terjaminnya keselamatan pasien dan tidak ada lagi perlakuan diskriminatif yang diterima oleh pasien.

“Sudah saatnya rumah sakit lebih mengutamakan keselamatan pasien dibanding dengan keutamaan yang lain. Mutu pelayanan akan menjadi cermin bagi setiap rumah sakit dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Rosyidah, M. Kes. dalam seminar internasional tentang keselamatan pasien yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Hotel Cavinton, (20−21/5/2015) lalu.

Menurut perempuan yang menjadi Dekan FKM ini, mutu pelayanan yang dihasilkan rendah akan berdampak kepada buruknya citra rumah sakit di mata publik. Undang-undang rumah sakit maupun Undang-undang Kesehatan juga telah mengatur hal tersebut. Keselamatan pasien menjadi keutamaan, bahkan kewajiban bagi setiap institusi penyelenggara pelayanan kesehatan.

Di tempat terpisah, Ahmad Ahid Mudayana, Humas FKM mengatakan, “Adanya seminar ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk perbaikan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia ke depan. Selain itu juga memberikan pengetahuan tambahan terkait kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia maupun di negara-negara maju lainnya.”

Selain kegiatan seminar internasional, diadakan pula penandatanganan kerja sama antara FKM, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Psikologi, dengan Leiden University, Belanda. Kerja sama yang disepakati adalah terkait dengan bidang akademik dan penelitian.

“Diharapkan, dengan adanya kerja sama ini, dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di UAD. Selain itu dapat semakin mempertegas tujuan UAD menuju world class university,” ujar Rosyidah.

Seminar yang diikuti oleh 250 peserta dari berbagai kalangan mulai dari praktisi kesehatan, akademisi, mahasiswa, dan lainnya itu menghadirkan beberapa narasumber. Mereka adalah Roderick Salenga, MPH. (University of Philippine Manila), Prof. Ali Ghufron Mukti (Universitas Gadjah Mada), Prof. A.A. Kaptein (Leiden Medical Health Center, Belanda), Yukiko Yokobori (The IFHIMA Director of Southeast Asia, Japan Hospital Association), dan Rosyidah, M. Kes. (UAD).

“Seminar ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun dengan topik yang berbeda sesuai dengan perkembangan isu kesehatan,” tutup Ahid.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/diskriminasi_pasien_harus_dihentikan_2.jpg 299 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-27 01:22:282015-05-27 01:22:28Diskriminasi Pasien Harus Dihentikan

Bringing Indonesia Fairy Tale Alive: Program Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Asing UAD 2014-2015

23/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Program Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Asing

Universitas Ahmad Dahlan

Tahun Ajaran 2014/2015



“BRINGING INDONESIAN FAIRY TALE ALIVE”



TEMPAT: AUDITORIUM KAMPUS I UAD

JL. KAPAS NO. 9 YOGYAKARTA



WAKTU: SABTU, 6 JUNI 2015

                PUKUL 12.30 – 15.00



DRESS CODE: BATIK



GRATIS NONTON PERTUNJUKAN SENI BUDAYA SEPERTI TARI, MUSIK DAN DRAMA

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/KUI UAD agenda JADI.jpg 1024 724 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-23 04:19:422015-05-23 04:19:42Bringing Indonesia Fairy Tale Alive: Program Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Asing UAD 2014-2015

Open Recruitment International Buddies Program UAD

23/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Open Recruitment

INTERNATIONAL BUDDIES PROGRAM




Program merekrut mahasiswa UAD untuk mendukung dan membantu

mahasiswa internasional UAD agar bisa beradaptasi dengan UAD,

Yogyakarta, dan Indonesia dengan baik.



Keterangan lebih lanjut ada di poster atau cek di

http://www.oia.uad.ac.id/open-recruitment-international-buddies-program

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/KUI UAD agenda 1.jpg 1024 743 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-23 04:14:582015-05-23 04:14:58Open Recruitment International Buddies Program UAD

2020 Mendatang, Indonesia akan Memproduksi Gliserol

23/05/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, mengakibatkan kebutuhan energi semakin tinggi pula. Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memiliki visi untuk berupaya mengganti penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan meningkatkan peran energi alternatif dari energi baru terbarukan. Harapannya, hal ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.

“Yang termasuk dalam energi terbarukan di antaranya Bahan Bakar Nabati (BBN). Saat ini yang sedang populer adalah biodiesel,” terang Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T. dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam acara Langkah Pakar di AdiTv Sabtu, (23/05/2015).

Lebih lanjut, Dosen Program Studi Teknik Kimia, Zahrul Mufrodi, dalam makalahnya menjelaskan bahwa biodiesel merupakan bahan bakar motor diesel yang dibuat dari minyak nabati. Pada proses pembuatan biodiesel, akan dihasilkan produk samping berupa gliserol 10% dari hasil biodiesel yang diperoleh.

Menurutnya, dari persentase hasil tersebut, dapat diprediksikan bahwa pada tahun 2020, Indonesia akan memproduksi gliserol sebagai hasil samping biodiesel sebanyak 0,5 juta kL/tahun. Gliserol sebanyak itu, tentunya menimbulkan masalah jika tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja ke lingkungan. Oleh sebab itu, dapat dimanfaatkan menjadi bioaditif untuk menaikkan angka oktan bahan bakar.

   Kebijakan pemerintah untuk menggunakan biodiesel pada campuran solar sebesar 15% yang dikenal sebagai biosolar mengakibatkan melimpahnya produksi gliserol di Indonesia.           Untuk menanggulangi tersebut, Zahrul Mufrodi melakukan penelitian sebagai solusi pemanfaatan gliserol menjadi bioaditif bahan bakar minyak.

“Penelitian ini juga menghasilkan prototipe alat pembuat bioaditif triasetin kapasitas 5.000 liter/ tahun yang dapat digunakan sebagai dasar pendirian pabrik dengan skala lebih besar. Produksi triasetin sebagai bioaditif dapat memenuhi kebutuhan aditif yang selama ini masih diimpor,” ucapnya.

Selain itu, pendirian pabrik dapat menjadi peluang para tenaga kerja dan menjamin kemandirian energi di Indonesia.

“Penelitian ini menghasilkan bioaditif yang dapat memenuhi kebutuhan aditif bahan bakar minyak. Pencampuran 10% bioaditif pada bahan bakar premium akan menaikkan angka oktan dari 85,3 menjadi 88. Kenaikan ini tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengganti premium dengan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-05-23 00:55:542015-05-23 00:55:542020 Mendatang, Indonesia akan Memproduksi Gliserol
Page 567 of 751«‹565566567568569›»

TERKINI

  • UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 202610/04/2026
  • Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali10/04/2026
  • UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim09/04/2026
  • Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali09/04/2026
  • KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari08/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top