• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Pembukaan Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus 2011/2012

05/09/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Perusahaan Djarum membuka kembali pendaftaran untuk penerimaan Beasiswa bagi para mahasiswa S1 dari semua disiplin ilmu. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan informasi di web Beasiswa Djarum adalah.

UMUM :

Sedang menempuh Tingkat Pendidikan S1 (Strata 1) dari semua disiplin ilmu.

Memasuki semester V dengan IPK minimum 3.00 pada semester IV.

Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik didalam maupun diluar Kampus.

Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

ADMINISTRASI :

Mengisi Form Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus, yang dapat di dowload disini atau mengambil di Bagian Kemahasiswaan di Kampus masing-masing..

Fotocopy Kartu Hasil Studi Semester IV.

Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi/surat keterangan aktif berorganisasi.

Surat keterangan dari Kampus tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.

TES SELEKSI :

Mengikuti psikotes.

Wawancara.

Membuat tulisan singkat.

Pendaftaran program Djarum Beasiswa Plus tahun 2011/2012 ditutup tanggal 23 September 2011. Bagi mahasiswa yang akan mengikuti tes seleksi akan dihubungi oleh pihak panitia via telephone.

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-09-05 23:47:242011-09-05 23:47:24Pembukaan Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus 2011/2012

The Australia-Indonesia Institute Buka Hibah Grant 2012

01/09/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Bagi para akademisi yang berminat untuk menerima hibah, The Australia-Indonesia Institute membuka Hibah Grant untuk tahun 2012. Proposal yang disetujui akan didanai hingga $20,000. Penerimaan proposal ini dibuka mulai tanggal 29 Agustus – 12 September 2011. Proposal periode ini diutamakan untuk bidang Education Religion and Society Yout, Arts and Culture, Civil Society and Media, Science and Technology.

Berikut informasi yang dikutip dari DiktiGroup:

The Australia-Indonesia Institute
Expressions of interest — now open

The Australia-Indonesia Institute (AII) funding round for Expressions of Interest is now open between 29 August 2011 to 2pm (AEST) 12 September 2011.

The AII invites Expressions of Interest for small grant proposals (up to $20,000) which further the Institute’s goals, particularly (but not limited to) the Institute’s key program areas:

Education Religion and Society Youth
Arts and Culture
Civil Society and Media
Science and Technology

This grant round, the AII is trialling a new process for grant applications involving a two stage online application process. The first stage will be to invite one-page Expressions of Interest from individuals and organisations interested in applying for a grant from the AII for projects that strengthen people-to-people links between Australia and Indonesia.

Selengkapnya silakan baca :
http://www.dfat.gov.au/aii/grant_download.html

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-09-01 16:09:242011-09-01 16:09:24The Australia-Indonesia Institute Buka Hibah Grant 2012

Seputar Penentuan 1 Syawwal 1432 H yang Berpotensi Perayaan Idul Fithri Berbeda

31/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Berdasarkan pertanyaan masyarakat umum dan isu besar di Indonesia dan dunia mengenai perbedaan dalam penentuan 1 Syawwal di tiap tahunnya dan lebih umum lagi tentang penentuan kalender Islam (Hijriyah), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan tanggapan dan informasi mengenai metode hisab yang diyakininya. Di pemberitaan di media massa dan masyarakat umum berkembang banyak opini yang mengarah ke masalah penentuan 1 Syawwal, termasuk salah satunya yang diberitakan oleh media www.kompas.com pada Minggu, 28 Agustus 2011 waktu 13:17 WIB yang ditulis oleh wartawan A. Wisnubrata.

Terkait hal tersebut PP Muhammadiyah telah memberikan beberapa alasan mengenai metode hisab tersebut. Informasi mengenai hal ini dapat disimak di website resmi PP Muhammadiyah. Penetapan yang ditempuh Muhammadiyah bukanlah mengada-ada, hal ini disampaikan oleh pucuk pimpinan Muhammadiyah ( Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin, M.A.) di saat menyampaikan khutbah Sholat Idul Fithri di Alun-alun Yogyakarta (30/08/2011). Hal tersebut juga dikuatkan oleh pandangan dari tokoh muslim yang tergabung di De Nederlandse Raad voor Ifta (Dewan Fatwa Negeri Belanda), Prof. Dr. Sofjan Siregar, M.A., seperti diberitakan oleh www.detiknews.com.

Dan masih banyak sumber-sumber lain yang menguatkan tentang metode tersebut.

Semoga metode yang tepat dan elegan dapat segera dirumuskan oleh umat Islam di dunia ini, sehingga umat Islam dapat lebih bersatu kembali dan mengulang kejayaan di abad yang lalu. (@)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-31 06:17:052011-08-31 06:17:05Seputar Penentuan 1 Syawwal 1432 H yang Berpotensi Perayaan Idul Fithri Berbeda

Penguatan Tentang Metode Hisab dalam Penentuan Kalender Hijriyah oleh Prof. Dr. Sofjan Siregar, M.A.

31/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Seorang pakar Muslim yang saat ini tergabung di De Nederlandse Raad voor Ifta (Dewan Fatwa Negeri Belanda), yaitu Prof. Dr. Sofjan Siregar, M.A. Beliau memberikan pandangannya terhadap metode penentuan awal bulan dan akhir bulan kalender Islam (Hijriyah). Pandangan beliau ini dirangkum oleh media online www.detiknews.com, kutipan artikelnya sebagai berikut. (@)

 

Den Haag – Hadits tentang rukyah tidak secara eksplisit melarang metode lain untuk menentukan bulan baru. Rukyah bukan ritual, oleh karena itu hendaknya rukyah tidak disakralkan.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA dari De Nederlandse Raad voor Ifta (Dewan Fatwa Negeri Belanda, red), dalam perbincangan melalui telepon dengan detikcom Den Haag, Senin malam atau Selasa (30/8/2011) WIB.

Penentuan bulan baru dalam Islam dapat ditempuh berdasarkan atas observasi hilal pada hari ke-29. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW:

“Berpuasalah kalian karena melihatnya dan akhiri puasa karena melihatnya.Sesungguhnya kami ini masyarakat buta huruf, tidak dapat menulis dan menghitung (ilmu perbintangan), jumlah hari- hari dalam sebulan adalah begini dan begini (sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya), yakni kadang 29 dan kadang 30 hari. (HR. Bukhari III/25 dan Muslim III/124).

Pengamatan hilal merupakan satu-satunya metode di masa Nabi SAW untuk menentukan kapan orang seyogyanya memulai puasa atau Idul Fitri. Hadits ini tidak secara eksplisit melarang metode lain untuk menentukan bulan baru. 

Pada bagian akhir hadits tersebut Nabi SAW mengaitkan observasi hilal dengan buta huruf masyarakat di masa itu. Adalah sangat esensial untuk mengetahui bahwa rukyah adalah metode atau alat untuk menentukan kapan puasa dimulai dan diakhiri, namun tidak memiliki karakter ritual.

“Oleh sebab itu pelaksanaan rukyah tidak boleh diritualkan, apalagi disakralkan,” tegas Sofjan

Dijelaskan, Nabi SAW telah menetapkan illat atau alasan penggunaan metode rukyah hanya untuk masyarakatnya, sebab mereka saat itu buta huruf.

Sesuai kaidah fiqh Al hukmu yaduru maal illah wujudan wa adaman (keberlakuan suatu aturan atau hukum terkait dengan ada atau tidaknya alasan). Dalam hal tidak ada alasan, maka status yuridis aturan yang bersangkutan otomatis gugur.

Di masa Nabi SAW hilal hanya bisa ditentukan melalui rukyah. Sedangkan di masa kini dimungkinkan untuk menetapkan kapan bulan baru dengan akurasi tinggi.

“Memperhatikan ketelitian perhitungan astronomi saat ini, kita dapat mengetahui dengan eksak mengenai kapan konjungsi geosentris terjadi dan kapan eksistensi hilal,” terang Sofjan.

Konjungsi ini, Senin (29 Ramadan 1432 H) atau 29/8/2011 terjadi di pagi hari. Jadi ada peluang besar untuk melihat hilal pada tempat-tempat berbeda di seluruh dunia. Misalnya di Indonesia, ketinggian hilal kira-kira 2 derajat di atas ufuk (horizon). Itu berarti bahwa di negara-negara sebelah Barat Indonesia posisi hilallebih besar.

“Kalaupun hilal tidak terlihat, berdasarkan perhitungan itu kita meyakini bahwa hilal bulan Syawal telah muncul dan valid secara hukum. Artinya bahwa 1 Syawal bertepatan dengan 30 Agustus 2011,” demikian Sofjan.(es/es)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-31 06:11:042011-08-31 06:11:04Penguatan Tentang Metode Hisab dalam Penentuan Kalender Hijriyah oleh Prof. Dr. Sofjan Siregar, M.A.

Rektor UAD Menjadi Imam dan Khatib Sholat Idul Fithri 1432H (30 Agustus 2011) di JEC

29/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Bertempat di lapangan parkir Gedung Jogja Expo Center (JEC) telah berlangsung pelaksanaan sholat Idul Fithri 1432 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011. Sholat Ied tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat di sekitar JEC dan dari luar Kota Yogyakarta karena letaknya yang strategis di pinggir jalan utama dan juga karena informasi tempat pelaksanaan yang sudah dipasang jauh hari sebelum pelaksanaan sholat ied. Bertindak sebagai imam dan khatib dalam shalat ied tersebut adalah Drs. H. Kasiyarno, M.Hum. Dalam khutbahnya tersebut Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyampaikan beberapa hal penting tentang makna dan semangat pengamalan nilai-nilai Islam menuju kemajuan. Isi lengkap khutbah sholat Idul Fithri 1432 H (30 Agustus 2011) yang dilaksanakan di JEC ini dapat didownload di repository UAD.

Pelaksanaan sholat ied tersebut sesuai dengan maklumat yang diedarkan oleh PP Muhammadiyah, walaupun pemerintah RI menetapkan hari yang berbeda dalam menentukan 1 Syawwal 1432H, namun ketetapan Muhammadiyah ini sudah memiliki dasar yang telah diyakini sesuai ilmu hisab berdasarkan astronomi. Penetapan 1 Syawwal yang bertepatan di 30 Agustus 2011 ini juga dilakukan secara resmi oleh beberapa negara yang menerapkan sistem keputusan penetapan 1 Syawwal dilakukan oleh pemerintah. Beberapa negara yang menetapkan 1 Syawwal di tanggal 30 Agustus 2011 (courtesy: http://www.icoproject.org/icop/shw32.html) antara lain Saudi Arabia, Algeria, Bahrain, Egypt, Iraq, Jordan, Kuwait, Lebanon, Palestine, Qatar, Sudan, Syria, Tunisia, Turkey, United Arab Emirates, United States, Yemen, Malaysia, Mauritania, Nigeria. Sedangkan negara yang menetapkan 1 Syawwal 1432 H di tanggal 31 Agustus 2011 dari sumber yang sama, antara lain: Pakistan, Morocco, Oman, Libya, South Africa, Trinidad and Tobago, United Kingdom, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Ghana, Indonesia, Iran. (@)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-29 10:00:002011-08-29 10:00:00Rektor UAD Menjadi Imam dan Khatib Sholat Idul Fithri 1432H (30 Agustus 2011) di JEC

Instruksi PP Muhammadiyah Menjelang Perayaan Ied Fitri 1432H bagi Seluruh Warga Muhammadiyah

28/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelang pelaksanaan shalat Ied Fitri 1432H memberikan instruksi kepada seluruh warga muhammadiyah berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 375/MLM/I.0/E/2011 tanggal 25 Rajab 1432 H / 27 Juni 2011 M di mana telah ditetapkan bahwa tanggal 1 Syawwal 1432 H jatuh pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011 M, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Segenap Pimpinan dan warga Muhammadiyah hendaknya berpegang teguh kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

2. Segenap Pimpinan dan warga Muhammadiyah agar menyelenggarakan shalat ‘Idul Fitri di tempat-tempat yang telah biasa digunakan atau tempat-tempat lain yang dipandang representatif dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada instansi pemerintah setempat yang berwenang.

3. Segenap Pimpinan dan warga Muhammadiyah agar mempersiapkan penyelenggaraan shalat ‘Idul Fitri dengan baik, mempublikasikan secara luas serta melakukan kordinasi dan kerjasama dengan kalangan umat yang berhari raya pada hari yang sama, sehingga penyelenggaraan shalat ‘Id dapat berjalan dengan tertib, lancar dan penuh syi’ar.

4. Anggota pimpinan dan mubaligh-mubaligh Muhammadiyah yang bertugas menjadi imam dan/atau khatib shalat ‘Idul Fitri hendaknya mengikuti dan berpegang teguh kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

5. Mengenai kemungkinan adanya perbedaan penetapan waktu antara yang ditetapkan oleh Muhammadiyah dengan pihak lain, seperti dengan pemerintah dan ormas Islam lainnya, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta agar:

     a. Segenap keluarga besar Muhammadiyah dapat memahami, menghargai dan menghormati
         adanya perbedaan tersebut serta menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah, dan 
        toleransi sesuai dengan keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta
        menjauhkan diri dari sikap yang mengarah pada hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah itu
        sendiri.

    b. Segenap keluarga besar Muhammadiyah selalu memupuk ukhuwah dan solidaritas sosial sebagai
        wujud kesalihan individual dan kesalihan sosial sebagaimana pesan luhur Islam.

   c. Segenap keluarga besar Muhammadiyah lebih mengedepankan dan mengutamakan keutuhan
      Persyarikatan serta menyelesaikan perbedaan pendapat dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan
      dengan tetap berpegang pada ketentuan-ketentuan Persyarikatan.

   d. Segenap keluarga besar Muhammadiyah berkomunikasi dan berkordinasi dengan pemerintah
     setempat dan organisasi Islam yang lain dengan santun dan argumentatif disertai ajakan untuk        toleransi dan adanya keleluasaan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan jaminan konstitusi.

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-28 22:13:092011-08-28 22:13:09Instruksi PP Muhammadiyah Menjelang Perayaan Ied Fitri 1432H bagi Seluruh Warga Muhammadiyah

Maklumat PP Jelang Idul Fitri 1432H: “Memaknai Puasa, Idul Fitri, dan Hikmah Perbedaan”

28/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H dengan harapan semoga segenap kaum muslimin dapat mengambil makna ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya untuk pencerahan ruhani, serta seluruh ibadah tersebut dapat diterima di sisi Allah SWT.

Berkenaan dengan ‘Idul Fitri 1 Syawwal 1432 H yang jatuh pada Hari Selasa, 30 Agustus 2011, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan maklumat sebagai berikut :

A. MEMAKNAI PUASA DAN ‘IDUL FITRI

1. Esensi ibadah puasa, ialah pengendalian diri. Jika setiap muslim yang berpuasa berhasil menyerap nilai yang utama ini, maka kaum muslimin yang merupakan mayoritas dari bangsa ini dapat berperan sebagai benteng ruhani yang amat kokoh dalam menghadapi berbagai macam kemungkaran, kemaksiatan dan penyelewengan. Benteng ruhani tersebut sangat diperlukan karena di tubuh bangsa ini masih terdapat berbagai bentuk kemungkaran, seperti korupsi, perjudian, penyalahgunaan obat-obat terlarang, eksploitasi sumber daya alam, pencurian kekayaan negara, pornografi dan pornoaksi, penyelewengan hak publik, dan sebagainya.

2. Sesuai hikmah ‘Idul Fitri, seluruh kaum muslimin hendaknya dapat menjadikan ‘Idul Fitri tahun ini sebagai momentum untuk lebih mempererat tali silaturrahim dan persaudaraan serta mengembangkan rasa kasih sayang, sehingga dapat meningkatkan sikap solidaritas sosial dan saling mengasihi. Dalam situasi kehidupan sosial bangsa ini yang masih dililit oleh berbagai kesulitan dan penderitaan, seperti merebaknya berbagai macam penyakit fisik maupun sosial, meningkatnya jumlah penduduk miskin dan sebagainya menuntut kaum muslimin untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi yang tercermin dalam berbagai tindakan dan amal nyata untuk meringankan penderitaan mereka.

3. Kepada para elite di tubuh bangsa ini yang diberi nikmat Allah berupa kekuasaan, rizki, dan peluang yang besar dihimbau untuk memiliki kesadaran rohani yang tinggi dalam merasakan penderitaan rakyat dan tidak menunjukkan sikap hidup yang terkesan ajimumpung yang meruntuhkan martabat dan kepercayaan publik. Gunakanlah amanat untuk sebesar-sebesarnya memenuhi hajat hidup dan kepentingan rakyat.

4. Kepada seluruh anggota masyarakat dihimbau untuk lebih mengedepankan hati nurani dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah serta menjauhkan diri dari praktik-praktik kekerasan, konflik, dan tindakan-tindakan anarkis yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan merugikan kehidupan bersama.

5. Kepada para tokoh agama khususnya di lingkungan umat Islam kami mengajak untuk memanfaatkan momentum Ramadhan dan ‘Idul Fitri sebagai wahana membimbing umat ke arah kemajuan, perdamaian, dan ukhuwah serta menunjukkan pemihakan terhadap penderitaan rakyat. Mari kita manfaatkan momentum yang baik ini untuk melakukan introspeksi (muhasabah) tentang amal shalih yang telah dikhidmatkan bagi sebesar-besarnya kemaslahatan umat dan bangsa seraya mengambil prakarsa-prakarsa yang positif untuk penyelamatan bangsa dan dunia kemanusiaan sehingga kehidupan ini berada dalam ridha dan karunia Allah SWT.

B. KEMUNGKINAN PERBEDAAN ‘IDUL FITRI

Berkaitan dengan kemungkinan perbedaan pelaksanaan ‘Idul Fitri, kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Mengajak dan mengimbau semua pihak untuk saling menghormati dan mengembangkan tasamuh (toleransi) karena perbedaan tersebut didasarkan pada keyakinan agama serta memperolah jaminan konstitusi. Kami yakin bahwa umat Islam memiliki kearifan, kedewasaan, dan sudah terbiasa dalam menghadapi perbedaan tersebut. Perbedaan pelaksanaan ‘Idul Fitri maupun ‘Idul Adha selama ini sering terjadi dan tidak merusak ukhuwah serta berlangsung wajar adanya. Mari kembangkan sikap lapang hati dan gembira dalam menyiarkan gema ‘Idul Fitri tanpa ada halangan, rintangan, dan saling menyalahkan.

2. Kepada pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah dengan seluruh lembaga dan aparaturnya diminta untuk bersikap adil dan memberikan keleluasaan pada umat Islam yang berbeda menjalankan ‘Idul Fitri, serta menghindarkan diri dari praktik-praktik pelarangan atau mempersulit karena menjalankan shalat ‘Idul Fitri tersebut merupakan perwujudan dari keyakinan beragama dan beribadah yang semestinya dihormati karena dijamin oleh konstitusi Negara Republik Indonesia. Alangkah bijak apabila pemerintah mengayomi dan memfasilitasi siapapun dari warga negara yang menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya, serta tidak mencampuri dan mempersulit pelaksanaannya.

3. Muhammadiyah berpandangan bahwa perbedaan pelaksanaan hari raya selama ini tidaklah merusak ukhuwah (persatuan) di tubuh umat Islam maupun sesamakomponen bangsa. Muhammadiyah yang telah berkiprah 100 tahun selalu berkomitmen dalam mengembangkan ukhuwah dan membangun kebaikan untuk bangsa tanpa pamrih. Perbedaan tidak berarti rusaknya ukhuwah, lebih-lebih jika disertai dengan sikap saling menghormati dan toleransi. Adapun ukhuwah itu sendiri dapat dikembangkan secara luas ke aspek-aspek mu’amalah duniawiyah serta untuk membangun tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ke arah yang lebih tercerahkan sebagaimana pesan luhur puasa dan ‘Idul Fitri. Ukhuwah sesama umat Islam tidak dapat dipaksakan dalam satu pandangan tertentu karena pada kenyataannya umat Islam selama ini tersebar ke dalam berbagai paham dan golongan tanpa saling menegasikan. Muhammadiyah menilai ukhuwah baik sesama umat Islam maupun komponen bangsa selama ini telah terjalin dengan cukup baik. Kepada para tokoh umat dan pejabat publik dihimbau kearifannya untuk bersama-sama mengembangkan suasana positif dan memberikan uswah hasanah yang sebaik-baiknya.

4. Mari segenap umat Islam lebih mengkonsentrasikan diri pada niat dan ikhtiar untuk menyongsong ‘Idul Fitri dengan keikhlasan, lapang hati, toleran, dan mengambil hikmah dari ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadlan untuk meretas hidup baru yang lebih baik dan penuh pengharapan positif. Terlalu banyak agenda-agenda dan masalah-masalah besar yang dihadapi umat dan bangsa, yang memerlukan penghadapan dan langkah semua pihak secara serius, termasuk dari umat Islam yang telah menjalankan puasa dan ber’idul fitri. Jadikan ‘Idul Fitri sebagai momentum untuk menampilkan perilaku-perilaku yang autentik (fitri, aseli, murni), sehingga mampu memberi warna bagi pembentukan karakter yang mulia dan penuh martabat di tubuh bangsa tercinta ini.

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-28 22:08:072011-08-28 22:08:07Maklumat PP Jelang Idul Fitri 1432H: “Memaknai Puasa, Idul Fitri, dan Hikmah Perbedaan”

Seputar Rincian Beasiswa Jerman yang Ditanggung Dikti (BLN dan IGDS)

28/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

Informasi seputar rincian beasiswa Jerman berdasarkan dialog yang termuat di milis DiktiGroup yang berasal dari para dosen yang sedang studi lanjut di Jerman dengan pengelola milis DiktiGroup, berikut intisari pembicaraan tersebut.

Pertanyaan (1)
Dear All,
Saya dapat pertanyaan seperti ini dari professor yang saya kontak:
1) How much money do you receive. In the past we often had the experience that the scholarship is not sufficient for covering the living expenses in Germany
2) Do you receive extra money for your travel to conferences etc., and for your equipment that you need?
Kalau ada pertanyaan seperti ini mesti jawab bagaimana ya? atau ada yang tahu kira-kira nominal beasiswa yang kita terima dari program DS5K berapa ya?
Terima Kasih
Didin Wahyudin

Pertanyaan (2)
Dear teman-teman,
saya ingin menanyakan apakah biaya untuk peralatan guna penelitian serta perjalanan seminar ditanggung juga oleh beasiswa BLN ataupun oleh beasiswa IGDS???
Mohon masukannya.
Terimakasih
Putu Suwarta

Jawaban:

Biaya beli peralatan penelitian dan seminar tak ditanggung, adapun biaya yang ditanggung Dikti ( di luar tution and registration fee, kalo untuk tution & registration di Jerman gratis, di negara lain ditanggung Dikti sesuai yang ditagih pihak university) bisa digambarkan sbb:

Untuk BLN
kita ambil contoh program Graduate yang butuh 3 tahun di Jerman:
Biaya yang ditanggung Dikti selama 3 tahun (sudah ditetapkan dengan Surat edaran Direktur Diktendik No. 1185.1/D4.4/2010 tgl 10 Mei 2010) :
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Dirnaga1185.1-D4.4-2010.pdf
Biaya hidup 3 tahun = 3 x euro 12.000 = euro 36.000
Settlement allowance (cuma sekali) = euro 1.000
Ticket pp (sekali saja) = euro 2.000
Asuransi 3 tahun = 3 x 800 = euro 2.400
Biaya buku 3 tahun = 3 x 500 = euro 1.500
==================================
Total biaya ditanggung Dikti selama 3 tahun di Jerman = euro 41.900

Untuk IGDS
Biaya yang ditanggung Dikti selama 3 tahun (belum ditetapkan namun sudah dianggarkan di proposal Dikti )
http://www.sps.itb.ac.id/~arif/Proposal.ppt
Kita ambil contoh yang sama yaitu program Graduate dengan masa kuliah di Jerman selama 3 tahun:
Biaya hidup 3 tahun = 3 x euro 12.100 = euro 36.300
Settement allowance (cuma sekali) = euro 1.000
Ticket PP (sekali aja) = euro 2.000
Asuransi 3 tahun = 3 x 1.100 = euro 3.300
Personal Development =
Buku 3 tahun + biaya penelitian = euro 1.900
====================================
Total biaya ditanggung Dikti selama 3 tahun di Jerman = euro 44.500

Kurs 1 euro berkisar antara Rp 12.500 – 13.000, di proposal Dikti anggap 1 euro = Rp 13.000,–

Sumber: DiktiGroup

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-28 06:19:372011-08-28 06:19:37Seputar Rincian Beasiswa Jerman yang Ditanggung Dikti (BLN dan IGDS)

Tiga Siswa dari SA Mengharumkan Nama Indonesia di Dunia Pendidikan

27/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

/

Indonesia di sisi prestasi bidang pendidikan mendapat perhatian khusus di mata dunia, hal ini terkait tiga siswa dari Sampoerna Academy (SA) di Malang memperoleh nilai 100 percentage uniform mark yang berarti ketiganya masuk kategori terbaik dalam bidang uji internasional yang diikutinya. Mereka melampaui nilai rata-rata dunia untuk mata pelajaran matematika, seni dan desain, biologi, kimia, teknologi informasi dan komunikasi, matematika tambahan, serta fisika dan berhak atas International General Certificate of Secondary Education (IGCSE). Ketiganya bersaing ketat dengan ribuan pelajar dari 160 negara peserta IGCSE tersebut. Semoga prestasi ini bisa menular ke pelajar-pelajar lain di Indonesia. (@)

 

 

JAKARTA –Sejumlah siswa dari keluarga prasejahtera yang menempuh pendidikan beasiswa di Sampoerna Academy (SA) berhasil meraih nilai persentase secara kumulatif di atas standar dalam ujian sertifikasi internasional 2010-2011 di University of Cambridge, Inggris, beberapa waktu lalu.

Mereka melampaui nilai ratarata dunia untuk mata pelajaran matematika, seni dan desain, biologi, kimia, teknologi informasi dan komunikasi, matematika tambahan, serta fisika dan berhak atas International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).

IGCSE merupakan ujian internasional untuk siswa sekolah menengah yang dikembangkan Cambridge International Examination sejak 1988. Ujian ini dikhususkan bagi siswa berusia 14-16 tahun dan dipercaya oleh sekolah-sekolah di penjuru dunia sebagai acuan untuk mengadakan ujian internasional.

Tahun ini ujian diikuti ribuan siswa dari 160 negara, termasuk Inggris, China, Mesir, dan Malaysia. Education Programs Director Putera Sampoerna Foundation Eddy Henry mengatakan, hasil ini sangat memuaskan terlebih SA baru pertama kali mengikuti IGCSE.

“Tiga siswa dari SA di Malang memperoleh nilai 100 percentage uniform mark. Artinya, mereka ada di grup terbaik di dunia untuk bidang uji tersebut,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata berharap, dengan mengadaptasi kurikulum berskala internasional, SA nanti dapat membawa Indonesia selangkah lebih maju dalam mewujudkan globalisasi pendidikan di setiap lapisan masyarakat. (armydian kurniawan)

Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-27 04:47:432011-08-27 04:47:43Tiga Siswa dari SA Mengharumkan Nama Indonesia di Dunia Pendidikan

ITB, Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia yang Memperoleh Akreditasi ABET 2011

26/08/2011/0 Comments/in Terkini /by Super News

ITB mendapatkan Akreditasi ABET pada Prodi Studi Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI ITB) dan Teknik Kelautan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL). Kedua prodi tersebut akan menyandang akreditasi tingkat internasional tersebut selama 6 tahun sejak 2011. Perguruan tinggi lain di Indonesia layak untuk meniru langkah ITB yang memang cukup panjang dalam proses memperoleh akreditasi tersebut, hal tersebut dapat diikuti di web ITB.

Proses akreditasi ABET di ITB telah berlangsung cukup lama, dengan tahapan berupa evaluasi, survei, dan kunjungan langsung ke ITB. Ada pun hal yang dievaluasi antara lain mahasiswa, penelitian, kurikulum, fakukltas, administrasi, fasilitas, dan dukungan internasional. Penilaian dititikberatkan pada beberapa aspek, seperti materi kuliah, proyek mahasiswa, serta wawancara dengan mahasiswa, dan pegawai.

Tentang akreditasi ABET tersebut dapat diketahui di www.abet.org. Lembaga akreditor ABET merupakan salah satu lembaga yang ternama di Amerika Serikat. Akreditasi yang diberikan berlaku secara internasional, dan merupakan jaminan standar kualitas dari perguruan tinggi yang diakrediatsinya. Akreditasi ABET ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dalam perbaikan program-program dan pengembangan program-program baru, mendorong peningkatan pendidikan, dan menerbitkan daftar akreditasi yang diterapkan pada program sains, komputer, teknik, dan teknologi.

Akreditasi ABET ini penting dilakukan agar membantu para mahasiswa dan orang tua untuk memilih kualitas program perguruan tinggi, akreditasi memungkinkan pengusaha untuk merekrut lulusan yang sesuai kriteria, akreditasi digunakan oleh pendaftaran, lisensi dan sertifikasi papan ke layar pemohon dan memberikan akreditasi universitas yang disusun mekanisme untuk menilai, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas program-program mereka. (@)

Sumber: kampus.okezone.com, www.itb.ac.id, www.abet.org
Read more

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2011-08-26 06:20:512011-08-26 06:20:51ITB, Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia yang Memperoleh Akreditasi ABET 2011
Page 708 of 753«‹706707708709710›»

TERKINI

  • Sebanyak 337 Mahasiswa KKN Dukung Penguatan Kampung Tematik di Kota Yogyakarta22/04/2026
  • Fenomena Komodifikasi Bahasa Religi Islam di Era Media Digital22/04/2026
  • Membangun Gen Alpha yang Tangguh: Sinergi Multi Peran Orang Tua di Era Digital21/04/2026
  • Autentikasi Halal Gelatin Jadi Sorotan dalam Pidato Pengukuhan Prof. Nina Salamah21/04/2026
  • Inaugurasi Prof. Wahyu Widyaningsih: Pengembangan Ganggang Hijau sebagai Kandidat Obat Herbal20/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top