Regenerasi Reporter UAD
Informasi merupakan salah satu hal yang penting. Manusia dapat mengembangkan potensi dalam dirinya melalui informasi yang diperoleh. Pemberi informasi tentu harus memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan informasinya sehingga dapat diterima dengan baik pula oleh penerima informasi. Oleh karena itu, Sabtu (5/11/2011), Biskom UAD menyelenggarakan sebuah pelatihan yang khusus ditujukan kepada para reporter fakultas yang baru bergabung. Pelatihan reporter ini diikuti oleh sebanyak 12 orang yang mewakili fakultas masing-masing. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan generasi pengelolaan jurnalistik UAD agar tidak terputus. Pelatihan dilaksanakan di Kampus II UAD. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para reporter mengenai teori ilmu jurnalistik sekaligus praktik langsung.
Pemateri dalam pelatihan tersebut yaitu Sulaiman, S.Pd. Sulaiman merupakan seorang reporter kampus UAD. Dia berbagi pengalaman tentang dunia jurnalistik kepada para peserta. Pelatihan dikemas dengan suasana santai namun tujuan tetap dapat tersampaikan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta. Para peserta pun antusias mengikutinya. “Dalam jurnalistik seharusnya kita tidak hanya faham teori saja tetapi praktik lebih penting lagi. Apa yang kita tuliskan harus dapat ditangkap oleh pembaca dan memberikan informasi yang tentunya mengandung nilai berita. Selain itu kita juga harus mengedepankan kode etik sebagai seorang jurnalistik.” ujar Sulaiman saat menjelaskan tentang teori jurnalistik.
Ditemuai di tempat terpisah, Kepala Biskom UAD yaitu Tawar, S.Si., M.Kom. menyatakana bahwa rekrutmen reporter baru yang nantinya akan ditugaskan di fakultas masing-masing bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan web fakultas kembali yang akhir-akhir ini kurang bergairah sehingga pelatihan perlu dilaksanakan supaya para reporter selain mendapatkan ilmu jurnalistik juga memahami karakter dari web di UAD. (FM/IHS)

Guru merupakan sosok yang dianggap mengetahui segala hal. Guru harus memiliki pengetahuan yang luas dan mampu memberikan contoh bagi peserta didiknya. Seorang siswa akan lebih mempercayai guru yang dapat membuktikan apa yang dikatakannya dan memiliki kreativitas. Mengingat pentingnya arti sebuah tindakan nyata dan kreativitas seorang guru, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD mengadakan pelatihan bagi mahasiswanya. Pelatihan yang diberikan berkaitan dengan pelatihan untuk meningkatkan kretivitas dan kemampuan menulis di bidang bahasa dan sastra.
Kamis, (27/10/2011), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LENSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta rayakan milad ke-13. Berbeda dengan beberapa perayaan sebelumnya, milad kali ini ditandai dengan dua kegiatan sosial. Hal ini sesuai dengan tema yang digagas panitia pelaksana, yaitu “13 Berbagi”.
Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan, bahkan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Melalui pendidikan manusia dapat merubah peradaban. Oleh karena itu, mengingat arti pentingnya sebuah pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cik Ditiro untuk meningkatkan pendidikan mahasiswa dengan memberikan beasiswa bagi yang berprestasi. Acara penyerahan resmi beasiswa tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (25/10/2011), bertempat di Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan, Jalan Kapas No. 9, Semaki, Umbul Harjo Yogyakarta 55165. Hadir dalam kesempatan tersebut Drs. H. Kasiyarno, M.Hum., selaku Rektor UAD, Drs. H. Muchlas, M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni (WR III) UAD, dan Hendro Padmono, selaku Kepala Bagian Divisi Sekretaris Perusahaan P.T. BRI (Persero).