Deki Nusfrianda: Siapkah Kalian Jadi Kader Persyarikatan?

0
61

Kamis, 5 September 2019, bertempat di Kampus III Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Deki Nusfrianda, S. Farm. mengisi materi tentang asyiknya menjadi kader persyarikatan. Dosen UAD ini hadir dalam rangka acara Program Pengenalan Kampus (P2K) 2019 Fakultas Farmasi.

Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di nusantara. Ia ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. Ia juga ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan Alquran dan Hadits. Sejak awal, Ahmad Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

“K.H. Ahmad Dahlan mencita-citakan adanya Muhammadiyah agar terbentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan berpedoman dengan Alquran dan Sunnah. Diharapkan tidak ada lagi Islam abangan. Tugas kita sebagai mahasiswa UAD dan kader Muhammadiyah ialah menyampaikan kepada orang-orang untuk mengikuti ajaran agama Islam yang benar sehingga derajatnya meningkat,” jelasnya.

Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

“UAD tidak kalah dengan kampus lain, prestasinya juga banyak. Mahasiswa harus tahu dan sadar bahwa sedang menempuh pendidikan di UAD yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki beberapa organisasi yang menampung wadah kader Muhammadiyah agar bisa mengembangkan diri dan berkegiatan positif seperti Aisyiyah (Wanita Muhammadiyah), Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (Putri Muhammadiyah), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TC). Pertanyaannya adalah, siapkah mahasiswa baru menjadi bagian dari kader persyarikatan?” (JM)